<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6679881372287842610</id><updated>2012-01-12T04:04:32.233-08:00</updated><title type='text'>Tetap Asyik Meski Dunia Jungkir Balik</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://cacul.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6679881372287842610/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cacul.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>edy_45</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07836591165153306168</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_oWfigQ6xiEM/S1aHepA1s5I/AAAAAAAAAAM/KqX5bnnBx-U/S220/14.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>15</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6679881372287842610.post-9195322312711558999</id><published>2010-05-14T21:45:00.000-07:00</published><updated>2010-05-14T21:46:39.489-07:00</updated><title type='text'>MAKALAH WACANA PEMBAHARUAN HUKUM ISLAM</title><content type='html'>WACANA PEMBAHARUAN HUKUM ISLAM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makalah  ini diajukan untuk memenuhi tugas &lt;br /&gt;mata kuliyah Fiqih Kontemporer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dosen Pembina &lt;br /&gt;Subhan M.Pd&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disusun Oleh:&lt;br /&gt;Qurratul Aini &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakultas Agama Islam (FAI)&lt;br /&gt;Universitas Islam Madura (UIM)&lt;br /&gt;PolaganPamekasan Madura&lt;br /&gt;2010&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; KATA PENGANTAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah kami panjatkan puja serta puji syukur kehadirat Ilahi Rabbi yang telah memberikan petunjuk melalui Rasul-NYA. Sholawat dan salam semoga abadi tercurah kepada Nabi Muhammad SAW. Pemilik uswah paripurna, Berkat beliau kami bisa mengenal dunia yang begitu menakjubkan, berkat beliau kami bisa terangkat dari Alam Marjinalisasi menuju Alam Pengangkat Derajat Manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ucapan Syukran Jazil kami ucapkan kepada dosen pembina,  berkat bimbingan beliau kami bisa menyelesaikan makalah ini meski masih jauh dari kesempurnaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih kami ucapkan pada teman-temanku yang telah ikut berpartisipasi dalam penyelesaian makalah ini sehingga makalah ini yang berjudul “Wacana Pembaharuan Hukum Islam” bisa terselesaikan dengan baik dan menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati selalu berharap, pikiran telah menggarap, mulut selalu berucap semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi teman-teman mahasiswa khususnya dan masyarakat pada umumnya. Amin…!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pamkasan 15. 05. 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Penulis &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR ISI &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HALAMAN JUDUL  &lt;br /&gt;KATA PENGANTAR  1&lt;br /&gt;DARTAR ISI  2&lt;br /&gt;BAB I PENDAHULUAN  3&lt;br /&gt;a. Gambaran umum  3&lt;br /&gt;b. Rumusan masalah   3&lt;br /&gt;c. Tujuan penulisan makalah  3&lt;br /&gt;BAB II PEMBAHASAN : WACANA PEMBAHARUAN HUKUM ISLAM  4&lt;br /&gt;a. Definisi pembaharuan hukum islam  4&lt;br /&gt;b. Histories perkembangan hukum islam  5&lt;br /&gt;c. Cara untuk melakukan pembaharuan hukum islam   8&lt;br /&gt;BAB III KESIMPULAN  13&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA  14&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB I&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Gamabaran Umum&lt;br /&gt;Sekang kita hidup di era modern, semua yang kita butuhkan langsung tersedia secara instant. Fenomena ini bisa kita lihat di beberapa bidang. Di bidang komonikasi, kita dulu masih SD tidak ada orang yang memegang hendphone kecuali orang-orang tertentu saja, bahkan dulu TV sangat sulit kita jumpai, tetapi pada era ini anak SD pun sekarang sudah banyak yang memegang HP, bahkan sekarang di desa-desa sudah ada yang namanya internet. Di bidang kedokteran, sekarang orang yang hamil bisa diketahui apakah bayinya laki-laki atau perempuan, bahkan juga bisa mengetahui istri yang sudah ditinggalkan suaminya apakah dirahimnya terdapat bayinya atau tidak. Dan dibidang-bidang yang lainya. Sejalan dengan perkembangan itu, persolan-persoalan juga semakin kompleks.  Apakah hukum Islam bisa menjawab semua persoalan-persoalan itu?, apakah jawaban-jawaban itu masih relevan seperti zaman Nabi dan sahabat-sahabat-Nya? dan apa yang harus dilakukan jika jawaban-jawaban itu tidak relevan lagi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Rumusan Masalah &lt;br /&gt;Rumusan masalah dalam makalah ini adalah: Apa definisi dari pembaharuan hukum Islam itu sendiri?, bagaiman historis perkembangan hukum Islam dari zaman Rasulullah SAW sampai sekarang? dan bagaiman caranya untuk melakukan pembaharuan hukum Islam itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Tujuan Penulisan makalah&lt;br /&gt;Makalah ini dimaksudkan untuk mengetahui pembaharuan hukum Islam pada masa Nabi Muhammad SAW sampai sekarang dan mengapa harus ada pembahauan hukum Islam serta bagaiman caranya untuk melakukan pembaharuan hukum Islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;PEMBAHASAN&lt;br /&gt;WACANA PEMBAHARUAN HUKUM ISLAM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sistem hukum apapun dan di manapun di dunia ini, hukum mengalami perubahan, pembaharuan. Bagi hukum tanpa kitab suci atau hukum wadh’i, perubahan atau pembaharuan hukum itu dilakukan untuk menyesuaikan hukum dengan perkembangan sosial dan kebutuhan masyarakat. Ini tentu terkait dengan sifat dasar dan ruang lingkup hukum (wadh’i) itu sendiri, yaitu aturan yang dibuat oleh manusia untuk mengatur hubungan hidup antara manusia dengan manusia serta penguasa dalam masyarakat.&lt;br /&gt;Pembaharuan hukum merupakan keharusan sejarah karena fenomena sosial kemasyarakatan tidaklah statis atau tetap, melainkan selalu berubah. Jadi, selain bersifat permanen, hukum juga berubah. “Laws maintain the status quo but also provide for necessary changes,” kata Steven Vago. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Definisi Pembaharuan Hukum Isalam&lt;br /&gt;Pembaruan atau reformasi (tajdid dan islah) sejauh ini telah muncul dengan berbagai predikat, seperti reformisme, modernisme, puritanisme bahkan fundamentalisme. Ini sebenarnya memiliki dasar-dasar tertntu dalam pengalaman sejarah kaum muslim. Sebagai suatu bentuk implementasi ajaran Islam pasca Nabi SAW., pembaruan (tajdid dan islah) juga merupakan wacana yang inhern dalam kehidupan kaum muslim. &lt;br /&gt;Pembaharuan hukum Islam terdiri dari dua kata, yaitu:  “pembaharuan” yang berarti modernisasi, atau suatu upaya yang dilakukan untuk mengadakan atau menciptakan suatu yang baru, dan “hukum Islam”, yakni kumpulan atau koleksi daya upaya para fukaha dalam bentuk hasil pemikiran untuk menerapkan syariat berdasarkan kebutuhan masyarakat, dalam hal ini hukum Islam sama dengan fiqh, bukan syariat. &lt;br /&gt;Pembaharuan yang dimaksud disini adalah pembaharuan yang kata padanannya dalam bahasa Arab ialah tajdid, bukan bid’ah, ibda’ atau ibtida’. Sebab, meskipun kata-kata ini juga mengandung makna kebaruan, pembaharuan ataupun pembuatan hal baru, konotasinya negatif karena secara semantik mengandung arti pembuatan hal baru dalam agama. Secara kebahasaan sebetulnya kata-kata bid’ah dan tasyrifnya mempunyai arti kreativitas atau daya cipta. Maka dalam al Quran pun Tuhan disebutkan sebagai al-Badi’, Maha Kreatif atau Maha berdaya cipta (QS. 2:59 dan 6:101). Dan jika Nabi SAW bersabda agar kita berbudi dengan mencontoh budi Tuhan, maka kreativitas atau daya cipta adalah hal yang sangat terpuji. Namun sudah dikatakan, tentu saja yang terpuji itu bukanlah kreativitas atau daya cipta dalam hal agama itu sendiri, seperti kreativitas dan daya cipta dalam masalah ibadah murni. Maka sama sekali tidak dapat dibenarkan, misalnya, menambah jumlah rakaat dalam shalat atau memasukkan sesuatu yang sebenarnya hanya budaya belaka menjadi bagian dari agama murni. Maka kreativitas atau daya cipta dalam hal keagamaan murni (bukan dalam hal budaya keagamaan) sama dengan tindakan mengambil wewenang Allah SWT dan Rasul-Nya, yang menurut sabda Nabi SAW adalah sesat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Historis Perkembangan Hukum Islam &lt;br /&gt;Hukum Islam itu hidup dan berkembang dalam pergumulan sejarah dan sosial secara responsif, adaptif dan dinamis. Karakteristik ini memungkinkannya melakukan reformasi atau pembaharuan. Jika pembaruan itu dibawa ke dalam konteks hukum Islam, maka yang dimaksud “pembaruan hukum Islam” adalah “upaya untuk memberikan jawaban-jawaban ajaran Islam di bidang hukum terhadap kemajuan modern”.&lt;br /&gt;Perkembangan hukum islam dari masa kemasa: &lt;br /&gt;1. Masa Abu Bakar Ash-Shiddiq &lt;br /&gt;Pada masa ini disebut masa penetepan tiang-tiang (da’aa’im).dengan memerangi orang-orang yang murtad mutanabbi dan pembangkang penyerahan zakat. Di masa ini pula dikumpulkan Al-Qur’an pada satu mushaf.&lt;br /&gt;2. Masa Umar Ibn Khatab&lt;br /&gt;Pada masa ini telah bisa menyusun administrasi pemerintahan menetapkan pajak, kharaj atas tanah subur yang dimiliki oleh orang non muslim, menetapkan peradilan, perkantoran, dan kalender penanggalan.&lt;br /&gt;3. Masa Utsman Ibn Affan&lt;br /&gt;Pada zamanya telah diperintahkan Zaid Ibn Tsabit dan Abdullah Ibn Zubair. Sa’iid Ibn Al-Ash dan Abdurrahman Bin Harits untuk mengumpulkan Al-Qur’an dengan qiraah (dialek) yang satu dengan mushaf satu macam pula pada tahun 30 H./650M.&lt;br /&gt;4. Masa Ali bin Abi Thalib&lt;br /&gt;Dengan wafatnya Sayyidina Ali, berakhirlah masa Khulafa’ur-Rasyidin dalam perkembangan tasyri’ Islam. Pada masa ini sumber tasyri’ Islam adalah Al-Qur’an dan Sunnah Rasul yang disebut dengan nash atau naql, apabila ada masalah yang tidak jelas dalam nash, para sahabat pada zaman Khulafa’ur-Rasyidin, memakai ijtihad dengan berpegang kepada ma’quul an-nash dan mengeluarkan ‘illah atau hikmah yang dimaksud dari nash itu, kemudian menerapkan pada semua masalah yang sesuai dengan ‘illahnya dengan ‘illah pada yang dinash untuk mendapatkan hukum yang dicari, yang disebut dengan al-qiyaas, jika hukum yang dicari tidak ada nashnya, maka para sahabat bermusyawarah, yang disebut dengan al-ijmaa’. Para Ulama’ menyebutkan bahwa dari praktek khulafa’ur-Rasyidin itu terdapat perluasan dasar tasyri’ Islam disamping Al-Qur’an dan As-Sunnah terdapat juga Al-Qiyaas dan Al-Ijmaa’. &lt;br /&gt;5. Masa Khilafah Amawiyah&lt;br /&gt;Pada masa ini adalah masa pembentukan fiqh Islami yaitu ilmu furu’ syari’ah dan hukum-hukumnya yang diambil dari dalil-dalilnya yang tafsili. Para fuqaha meletakkan peraturan dasar yang diambil dari Al-Qur’an, As-Sunnah dari Ijma’ dan Qiyas. Pada garis besarnya mereka terbagi ke dalam dua aliran, yaitu aliran Hijaz yang berpegang kepada nash-nash as-sunnah/ahli hadis, dan aliran Irak yang telah dipengaruhi kebudayaan masyarakat yang baru, sehingga para fukaha-nya cendrung menggunakan qiyas/ar-ra’yi. Dan masa ini juga telah dimulai penafsiran al-qur’an dan pengumpulan hadits, mempelajari dan mendalaminya, menjaga kepalsuan dari pengaruh politik,pengaruh gololongan,atau sebab-sebab yang lain. &lt;br /&gt;6. Masa Keemasan Abbasiyah&lt;br /&gt;Pada masa ini syari’at dipelajari secara khusus dengan ilmu khusus yaitu ushulul-fiqh dan dikarang kitab-kitab dalam hal furu’ fiqh. Dan pada masa ini fuqaha sunni terbagi tiga golongan, yaitu fuqaha sunni ahli Ra’yi tokohnya Abu Hanifah di Iraq, fuqaha sunni ahli hadits tokohnya Malik Ibnu Anas di Hijaz dan golongan yang bertentangan dari kedua golongan tersebut yaitu aliran Asy-Syafi’i. &lt;br /&gt;7. Hukum Islam di kerajaan Mataram&lt;br /&gt;Sebelum sultan agung menjadi sultan mataram, masyarakat setempat memeluk agama hindu. Setelah Sultan Agung menjadi sultan mataram hukum Islam sangat berpengaruh di kerajaan itu. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya hukum kisas. Tidak hanya di daerah kerajaan agung saja, tetapi disebelah utara jawa, terbukti dengan adanya pengadilan-pengadilan agama baik yang berhubungan dengan keluarga atau yang lainya yang dipimpin langsung oleh pemuka-pemuka kerajaan.&lt;br /&gt;8. Kerajaan Banjar&lt;br /&gt;Sebagian masyarakat banjar atau Kalimantan sudah ada yang memeluk agama Islam. Pada saat Pangeran Samudra atau Pangeran Suriansyah mau berperang dengan pamanya; Pangeran Tumenggung, beliau berjanji akan masuk Islam jika menang dalam peperangan,sehingga kerajaan di Jawa banyak yang membantu. Dengan masuknya pangeran Suriansyah ke agama Islam, maka proses ilamisasi di banjar semakin mudah, tetapi konsepsi hukum yang dianut nampaknya juga tidak murni berdasarkan Al-Qur’an dan Hadits, karena sebelumnya sudah ada agama Hindu.dan proses Islamisasi juga dipengaruhi oleh faham tasawwuf (sufisme).&lt;br /&gt;9. Hukum Islam pada masa kompeni&lt;br /&gt;Hadirnya kompeni di Indonesia pada awalnya hanya untuk mendapatkan keuntungan materi saja, tetapi ketika mereka tahu kalau masyarakat Indonesia kebanyakan beragama Islam, maka agama merekapun (kristen) dibawa masuk pula ke Indonesia.secara umum kehadiran mereka di sambut kurang simpatik penduduk (orang pribumi atau inlander), karena sudah ada agama Islam sebelumnya, maka mau tidak mau mereka harus menghormati Islam sebagai agama dan kenyataan yang ada di Indonesia dan tidak bisa memaksakan pengaruhnya terutama kaitanya dengan bidang-bidang agama.&lt;br /&gt;Di masa kompeni Islam dan konsepnya tidak dapat dengan mudah dipengaruhi oleh agama dan budaya belanda,itu disebabkan karena didirikanya pendidikan Islam yang dikenal dengan pesanteren,karena dipesantren merupakan basis utama dalam mengembangkan akidah Islam. &lt;br /&gt;10. Pembaharuan Hukum Islam Dan Pergerakan Nasional&lt;br /&gt;Hukum Islam pada masa ini bekembang cendung lamban, seirama dengan ketradisionalan, ini semuanya disebabkan karena Indonesia belum merdeka. Dapat dimakulumi jika sebagian serjan belanda melontarkan konsepnya tentang hukum agama bahwa hukum agama merupakan hukum adat setempat dan kedudukanya sebagai penunjang saja dan dapat dirombak jika tidak sesuai dengan zaman. Dan dengan hadirnya para tokoh yang notabeni dari pesantren yang sebagai konseptor merombak tata nilai berdasarkan hukum Islam,dan juga berdasarkan pengetahuan modern agar sesuai dengan zaman.&lt;br /&gt;11. Hukum islam pada pendudukan jepang&lt;br /&gt;Jepang datang ke Indonesia tujuan utamanya adalah untuk menjadikan Indonesia sebagai basis pangkalanya didaerah –daerah bagian selatan, sehingga hukum yang konsepsional tergantung kepada keadaan. artinya, apapun bentuk hukumnya kalau menganggu pemerintah militerisme maka akan dilarang dan jika konsepsi agamanya mendukung misinya maka dibiarkan berkembang.&lt;br /&gt;C. Cara Untuk Melakukan Pembaharuan Hukum Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sejarah diatas, kita dapat menyimpulkan bahwa hukum Islam itu harus dinamis, sehingga tidak luput dari suatu pembaharuan. Untuk melakukan suatu pembaharuan hukum Islam harus ditempuh melalui beberapa metode. Dalam hal ini Ibrahim Hosen seorang ahli hukum Islam Indonesia menawarkan langkah-langkah sebagai berikut: &lt;br /&gt;1. Pemahaman baru terhadap Kitabullah&lt;br /&gt;Untuk mengadakan pembaharuan hukum Islam,hal ini dilakukan dengan direkonstruksi dengan jalan mengartikan al-qur’an dalam konteks dan jiwanya.pemahaman melalui konteks berarti mengetahui asbab an-nusul. Sedangkan pemahaman melalui jiwanya berarti memperhatikan makna atau substansi ayat tersebut.&lt;br /&gt;2. Pemahaman baru terhadap Sunah&lt;br /&gt;Dilakukan dengan caramengklasifikasikan sunnah, mana yang dilakkan Rasulullah dalam rangkka Tasyri’ Al-Ahkam (penetapan hukum) dan mana pula yang dilakukannya selaku manusia biasa sebagai sifat basyariyyah (kemanusiaan). Sunnah baru dapat dijadikan pegangan wajib apabila dilakukan dalam rangkaTasyri’ Al- Ahkam. Sedangkan yang dilakukannya sebagai manusia biasa tidak wajib diikuti, seperti kesukaaan Rosulullah SAW kepada makanan yang manis, pakaian yang berwarna hijau dan sebagainnya. Disamping itu sebagaimana aal-Qur’an, Sunnah juga harus dipahami dari segi jiwa dan semangat atau substansi yang terkandung didalamnya. &lt;br /&gt;3. Pendekatan ta’aqquli (rasional)&lt;br /&gt;Ulama’ terdahulu memahami rukun Islam dilakukan dengan Taabbudi yaitu menerima apa adanya tanpa komentar, sehingga kwalitas illat hukum dan tinjauan filosofisnya banyakk tidak terungkap. Oleh karena itu pendekatan ta’aquli harus ditekankan dalam rangka pembaharuan hukum Islam (ta’abadi dan ta’aqquli). Dengan pendekatan ini illat hukum hikmahat-tashih dapat dicerna umat Islam terutama dalam masalah kemasyarakatan.&lt;br /&gt;4. Penekanan zawajir (zawajir dan jawabir) dalam pidana&lt;br /&gt;Dalam masalah hukum pidana ada unsur zawajir dan jawabir. Jawabir berarti dengan hukum itu dosa atau kesalahan pelaku pidana akan diampuni oleh Allah. Dengan memperhatikan jawabir ini hukum pidana harus dilakukan sesuai dengan nash, seperti pencuri yang dihukum dengan potong tangan, pezina muhsan yang dirajam, dan pezina ghoiru muhsan didera. Sedangkan zawajir adalah hukum yang bertujuan untuk membuat jera pelaku pidana sehingga tidak mengulanginya lagi. Dalam pembaharuan hukum Islam mengenai pidana, yang harus ditekakankan adalah zawajir dengan demikian hukum pidana tidak terikat pada apa yang tertera dalam nash.&lt;br /&gt;5. Masalah ijmak&lt;br /&gt;Pemahaman yang terlalu luas atas ijmak dan keterikatan kepada ijamak harus dirubah dengan menerima ijmak sarih,yang terjadi dikalangan sahabat (ijmak sahabat) saja,sebagai mana yang dikemukakan oleh asy-syafi’i.kemungkinan terjadinya ijmak sahabat sangat sulit,sedangkanijmak sukuti (ijmak diam) masih diperselisihkan. Disamping itu,ijmak yang dipedomi haruslah mempunyai sandaran qat’i yang pada hakikatnya kekuatan hukumnya bukan kepada ijmak itu sendiri,tetapi pada dali yang menjadi sandaranya. Sedangkan ijmak yang mempunyai sandaran dalil zanni sangat sulit terjadi.&lt;br /&gt;6. Masalik al-‘illat (cara penetapan ilat)&lt;br /&gt;Kaidah-kaidah yang dirumuskan untuk mendeteksi ilat hukum yang biasanya dibicarakan dalam kaitan dengan kias. Dalam kaidah pokok dikatakan bahwa “hukum beredar sesuai dengan ilatnya”. Ini fitempuh dengan merumuskan kaidah dan mencari serta menguji alit yang benar-benar baru.&lt;br /&gt;7. Masalih mursalah&lt;br /&gt;Dimana ada kemaslahatan disana ada hukum Allah SWT adalah ungkapan popular dikalangan ulama. Dalam hal ini masalih mursalah dijadikan dalil hukum dan berdasarkan ini,dapat ditetapkan hukum bagi banyak masalah baru yang tidak disinggung oleh al-qur’an dan sunah.&lt;br /&gt;8. Sadd az-zari’ah&lt;br /&gt;Sadd az-zari’ah berarti sarana yang membawa ke hal yang haram. Pada dasarnya sarana itu hukumnya mubah,akan tetapi karena dapat membawa kepada yang maksiat atau haram,maka sarana itu diharamkan. Dalam rangka pembaharuan hukum Islam sarana ini digalakkan.&lt;br /&gt;9. Irtijab akhalf ad-dararain&lt;br /&gt;Dalam pembaharuan hukum Islam kaidah ini sangant tepat dan efektif untuk pemecahan masalah baru. Umpamanya perang di bulan muharram hukumnya haram, tetapi karena pihak musuh menyerang,maka boleh dibalas dengan berdasarkan kaidah tersebut,karena serangan musuh dapat menggangu eksistensi agama Islam.&lt;br /&gt;10. Keputusan waliyy al-amr&lt;br /&gt;Atau disebut juga ulil amri yaitu semua pemerintah atau penguasa,mulai dari tingkat yang rendah sampai yang paling tinggi. Segala peraturan Undang-Undangan wajib ditaati selama tidak bertentangan dengan agama. Hukum yang tidak dilarang dan tidak diperintahakn hukumnya mubah. Contohnya,pemerintah atas dasar masalih mursalah menetapkan bahwa penjualan hasil pertanian harus melalui koperasi dengan tujuan agar petani terhindar dari tipu muslihat lintah darat.&lt;br /&gt;11. Memfiqhkan hukum qat’i&lt;br /&gt;Kebenaran qat’i bersifat absolut. Sedangkan kebenaran fiqh relative.menurut para fukaha, tidak ada ijtihad terhadap nas qat’i (nas yang tidak dapat diganggu gugat). Tetapi kalau demikian halnya,maka hukum Islam menjadi kaku. Sedangkan kita perpegang pada moto: al-Islam salih li kulli zaman wa makan dan tagayyur al-ahkam bi tagayyur al-amkinah wa al-zaman.untk menghadapi masalah ini qat’i diklasifikasikan menjadi:Qat’I fi jami’ al-ahwal dan Qot’i fi ba’d al-ahwal. Pada qot’I fi al-ahwal tidak berlaku ijtihad,sedangkan pada qot’I fi ba’d al-ahwal ijtihad dapat diberlakukan.tidak semua hukum qat’I dari segi penerapanya (tatbiq) berlaku pada semua zaman.&lt;br /&gt;Dalam realitas sejarahnya, usaha pembaruan hukum dalam Islam itu, menurut Coulson, menampakkan diri ke dalam empat bentuk, kodifikasi hukum Islam, prinsip takhayyur (eklektik), upaya antisipasi perkembangan peristiwa hukum baru dengan mencari alternatif-alternatif hukum. Dan terakhir adalah upaya pembaruan (islah) hukum sesuai dengan perkembangan masyarakat yang dinamis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB III&lt;br /&gt;KESIMPULAN&lt;br /&gt;Pembaharuan hukum islam dilakukan dengan cara berijtihad, dan ijtihad inilah yang menjadi intisari pembaharuan dalam islam. Dengan adanya ijtihad,d apat diadakan penafsiran dan interpretasi baru terhadap ajaran-ajaran yang zanni, dan dengan adanya ijtihad dapat ditimbulkan pendapat dan pemikiran baru sebagai pengganti pendapat dan pemikiran ulama-ulam terdahulu yang tidak sesuai lagi dengan perkembangan zaman,Sesuai dengan moto: Al-Islam Salih Li Kulli Zaman Wa Makan Dan Tagayyur Al-Ahkam Bi Tagayyur Al-Amkinah Wa Al-Zaman.&lt;br /&gt;Untuk melakukan suatu pembaharuan hukum Islam harus ditempuh melalui beberapa metode.metode yang dipakai sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Pemahaman baru terhadap Kitabullah&lt;br /&gt;2. Pemahaman baru terhadap Sunah&lt;br /&gt;3. Pendekatan ta’aqquli (rasional)&lt;br /&gt;4. Penekanan zawajir (zawajir dan jawabir) dalam pidana&lt;br /&gt;5. Masalah ijmak&lt;br /&gt;6. Masalik al-‘illat (cara penetapan ilat)&lt;br /&gt;7. Masalih mursalah&lt;br /&gt;8. Sadd az-zari’ah&lt;br /&gt;9. Memfiqhkan hukum qat’i&lt;br /&gt;10. Keputusan waliyy al-amrIrtijab akhalf ad-dararain&lt;br /&gt;Pembaharuan hukum islam dimaksudkan agar ajaran islam tetap ada dan diterima oleh masyarakat modern, ini semua dapat ditempuh dengan beberapa metode, diantaranya adalah:&lt;br /&gt;1. Memberikan kebijakan administrasi&lt;br /&gt;2. Membuat aturan tambahan&lt;br /&gt;3. Talfiq (meramu)&lt;br /&gt;4. Melakukan reinterpretasi dan reformulasi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;• Ensiklopedi hukum islam,1997, Jakarta,PT. Ichtiar Baru Van Hoeve.&lt;br /&gt;• Mohammad Daud Ali,2004,Pengantar Ilmu Hukum Dan Tata Hukum Islam Di Indonesia,Jakarta,PT. RajaGrafindo persada.&lt;br /&gt;• Muhammad Ali As-saayis,1995, Pertumbuhan Dan Perkembangan Hukum Fiqh, Jakarta,&lt;br /&gt;PT. RajaGrafindo Persada.&lt;br /&gt;• Rachmat Djatnika,Endang Saifuddin Anshari,dkk,1994,Hukum Islam Di Indonesia Perkembangan Dan Pembentukan,bandung,PT. Remaja Rosdakarya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6679881372287842610-9195322312711558999?l=cacul.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cacul.blogspot.com/feeds/9195322312711558999/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cacul.blogspot.com/2010/05/makalah-wacana-pembaharuan-hukum-islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6679881372287842610/posts/default/9195322312711558999'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6679881372287842610/posts/default/9195322312711558999'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cacul.blogspot.com/2010/05/makalah-wacana-pembaharuan-hukum-islam.html' title='MAKALAH WACANA PEMBAHARUAN HUKUM ISLAM'/><author><name>edy_45</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07836591165153306168</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_oWfigQ6xiEM/S1aHepA1s5I/AAAAAAAAAAM/KqX5bnnBx-U/S220/14.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6679881372287842610.post-3446778738934050731</id><published>2010-04-20T18:58:00.001-07:00</published><updated>2010-04-20T18:58:52.405-07:00</updated><title type='text'>STRATEGI PEMBELAJARAN DAN PENDEKATAN  PEMECAHAN MASALAH</title><content type='html'>STRATEGI PEMBELAJARAN&lt;br /&gt;DAN&lt;br /&gt;PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artikel ini diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliyah &lt;br /&gt;MPDP Hadis dan Ilmu Hadist&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dosen Pembina:&lt;br /&gt;Lutfi M.Pd.i&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disusun Oleh: &lt;br /&gt;Ach Sa’idi Tamin &lt;br /&gt;Mahfudz&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakultas Agama Islam (FAI)&lt;br /&gt;Universitas Islam Madura (UIM)&lt;br /&gt;Bettet Pamekasan Madura&lt;br /&gt;2010&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;STRATEGI PEMBELAJARAN &lt;br /&gt;DAN &lt;br /&gt;PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar pada hakikatnya merupakan kegiatan yang dilakukan secara sadar untuk menghasilkan suatu perubahan, keterampilan, sikap dan nilai-nilai. Manusia tanpa belajar akn mengalami kesulitan dalam beradaptasi dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan tekhnologi yang tidak lain juga merupakan produk kegiatan berfikir manusia-manusia pendahulunya. Untuk mencapai semua tujuan dalam hidup apalagi dalam dunia pendidikan manusia memerlukan cara/strategi-strategi dalam mewujudkan tujuan tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Strategi Pembelajaran &lt;br /&gt;Pada mulanya istilah strategi digunakan dalam dunia militer yang diartikan sebagi cara penggunaan seluruh kekuatan militer untuk memenangkan suatu peperangan. Seseorang yang berperan dalam mengatur strategi untuk memenangkan peperangan sebelum melakukan suatu tindakan ia akan menimbang bagaimana kekuatan pasukan yang dimilikinya baik dilihat dari kuantitas maupun kualitas, misalnya kemampuan setiap personal, jumlaj dan kekuatan persenjataan, motivasi pasukannya dan lain sebagainya. Selanjutnya, ia juga akan mengumpulkan informasi tentang kekuatan lawan, setelah semuanya diketahui, baru kemudian ia akan menyusun tindakan apa yang harus dilakukannya, baik tentang siasat peperangan, maupun waktu yang pas untuk melakukan suatu serangan dan lain sebagainya. Dengan demikian dalam menyusun strategi perlu memperhitungkan berbagai factor, baik ke dalam maupun ke luar. &lt;br /&gt;Dari ilustrasi tersebut dapat kit simpulkan, bahwa strategi digunakan untuk memperoleh kesuksesan atau keberhasilan dalam mencapai tujuan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam dunia pendidikan strategi diartikan sebagai “a plan, method, or series of activities designed to achieves a particular educational goal” (J.R. David, 1976). Jadi dengan demikian strategi pembelajaran dapat diartikan sebagai suatu perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua hal yang patut kita cermati dari pengertian di atas: Pertama, strategi pembelajaran merupakan rancangan tindakan (rangkaian kegiatan) termasuk rancangan penggunaan metode dan pemanfaatan berbagai sumber daya/kekuatan dalam pembelajaran. Kedua, strategi disusun untuk mencapai tujuan tertentu. Artinya arah dari semua keputusan penyusunan strategi adalah pencapaian tujuan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bawah ini adalah beberapa jenis strategi pembelajaran: &lt;br /&gt;1. Strategi Pembelajaran Ekspositori (SPE)&lt;br /&gt;Strategi pembelajaran ekspositori adalah strategi pembelajaran yang menekankan kepada proses penyampaian materi secara verbal dari seorang guru kepada sekelompok siswa dengan maksud agar siswa dapat menguasai materi pelajaran secara optimal. Roy Killen (1998) menamakan strategi ekspositori ini dengan istilah strategi pembelajaran langsung (direct insruction), karena dalam strategi ini materi pelajaran disampaikan langsung oleh guru, siswa tidak dituntut menemukan materi itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Strategi Pembelajaran Inkuiri (SPI)&lt;br /&gt;Strtegi pembelajaran inkuiri (SPI) adalah rangkaian kegiatan pembelajaran yang menekankan pada proses berfikir secara kritis dan analitis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban yang sudah pasti dari suatu masalah yang dipertanyakan. Proses berfikir itu sendiri biasanya dilakukan melalui dengan Tanya jawab antara guru dan siswa. Strategi pembelajaran ini sering juga dinamakan strategi heuristic, yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu heuriskein yang berarti saya menemukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ada beberapa hal yang menjadi ciri utama strategi pembelajaran inkuiri. Pertama, strategi inkuiri menekankan kepada aktivitas siswa secara maksimal untuk mencari dan menemukan, artinya strategi inkuiri menempatkan siswa sebagai subjek belajar. Kedua, seluruh aktivitas yang dilakukan siswa diarahkan untuk mencari dan menemukan jawaban sendiri yang sifatnya sudah pasti dari sesuatu yang dipertanyakan, sehingga diharapkan dapat menumbuhkan sikap percaya diri (self belief). Ketiga, tujuan dari penggunaan strategi pembelajaran inkuiri adalah mengembangkan kemampuan berfikir secara sistematis, logis dan kritis atau mengembangkan kemampuan intelektual sebagai bagian dari proses mental. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Strategi Pembelajaran Kooperatif (SPK)&lt;br /&gt;Pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran dengan menggunakan system pengelompokan/tim kecil, yaitu dengan empat sampai enam orang yang mempunyai latar belakang kemampuan akademis, jenis kelamin, ras atau suku yang berbeda. Sistem penilaian dilakukan terhadap kelompok, setiap kelompok akan memperoleh penghargaan jika mampu menunjukkan prestasi yang dipersyaratkan. Dengan demikian, setiap anggota kelompok akan memiliki ketergantungan positif. Keteergantungan inilah yang selanjutnya akan memunculkan tanggung jawab individu terhadap kelompok dan saling membantu serta memiliki motivasi untuk keberhasilan kelompok. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Slavin mengemukakan dua pendapat mengenai SPK ini. Pertama, beberapa hasil penelitian membuktikan bahwa penggunaan SPK dapat meningkatkan prestasi belajar siswa sekaligus dapat meningkatakan kemampuan hubungan sosial, menumbuhkan sikap menerima kekurangan diri dan orang lain serta dapat meningkatkan harga diri. Kedua, SPK dapat merealisasikan kebutuhan siswa dalam belajar berfikir, memecahkan masalah dan mengintegrasikan pengetahuan dengan keterampilan. Dari dua alasan tersebut, maka SPK merupakan bentuk pembelajaran yang dapat memperbaiki sistem pembelajaran yang selama ini memiliki kelemahan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Pendekatan Pemecahan Masalah &lt;br /&gt;Pendekatan merupakan terjemahan dan kata “approach”, dalm bahasa ingris diartikan dengan come near (menghampiri), go to (jalan ke) dan way path dengan arti (jalan) dalam pengertian ini dapat dikatakan bahwa approach adalah cara menghampiri atau mendatangi sesuatu. Jadi, Pendekatan Pemecahan Masalah adalah cara menghampiri atau mendatangi sesuatu dalam memecahkan sebuah permasalahan/problem. HM. Chabib Thaha, mendefinisikan pendekatan adalah cara pemprosesan subjek atas objek untuk mencapai tujuan. Pendekatan juga bisa berarti cara pandang terhadap sebuah objek persoalan dimana cara pandang itu adalah cara pandang dalam konteks yang lebih luas. Di bawah ini adalah beberapa pendekatan yang dapat digunakan dalam pemecahan masalah: &lt;br /&gt;1. Pendekatan Pengalaman&lt;br /&gt;Pendekatan pengalaman yaitu pemberian pengalaman keagamaan kepada peserta didik dalam rangka penanaman nilai-nilai keadamaan baik secara individual maupun kelompok. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pendekatan Pembiasaan&lt;br /&gt;Pendekatan pembiasaan adalah suatu tingkah laku tertentu yang sifatnya otomatis tanpa direncanakan terlebih dahulu dan berlaku begitu saja tanpa dipikirkan lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pendekatan Emosional&lt;br /&gt;Pendekatan emosional ialah usaha untuk menggugah perasaan dan emosi peserta didik dalam meyakini permasalahan serta dapat merasakan mana yang baik dan mana yang buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Pendekatan Rasional&lt;br /&gt;Pendekatan rasional adalah suatu pendekatan mempergunakan rasio (akal) dalam memahami dan menerima permasalahan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Pendekatan Fungsional&lt;br /&gt;Pendekatan fungsional adalah usaha memberikan materi pelajaran dan menekankan kepada segi kemanfaatan bagi peserta didik dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan tingak perkembangannya. &lt;br /&gt;6. Pendekatan Keteladanan&lt;br /&gt;Adalah memperlihatkan keteladanan, baik yang berlangsung melalui penciptaan kondisi pergaulan yang akrab antara personal sekolah, prilaku pendidikan dan tenaga pendidikan lain yang mencerminkan ahklak terpuji, maupun yang tidak langsung melalui suguhan ilustrasi berupa kisah-kisah keteladanan. &lt;br /&gt;Keteladanan pendidik terhadap peserta didik merupakan kunci keberhasilan dalam mempersiapkan dan membentuk moral spiritual dan social anak.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;REFERENSI &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Uno Hamzah B., Model Pembelajaran Menciptakan Proses Belajar Mengajar Yang Kreatif Dan Efektif,  (Jakarta, Bumi Aksara, 2007)&lt;br /&gt; Uno Hamzah B, Teori Belajar Dan Pembelajaran, (Gorontalu, Nurul Jannah 1997)&lt;br /&gt; Sanjaya Wina, Kurikulum Dan Pembelajaran Teori Dan Praktek Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP),(Jakarta, Kencana, 2008)&lt;br /&gt; H. Rahmayulis, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta, Kalam Mulya, 2002)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6679881372287842610-3446778738934050731?l=cacul.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cacul.blogspot.com/feeds/3446778738934050731/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cacul.blogspot.com/2010/04/strategi-pembelajaran-dan-pendekatan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6679881372287842610/posts/default/3446778738934050731'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6679881372287842610/posts/default/3446778738934050731'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cacul.blogspot.com/2010/04/strategi-pembelajaran-dan-pendekatan.html' title='STRATEGI PEMBELAJARAN DAN PENDEKATAN  PEMECAHAN MASALAH'/><author><name>edy_45</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07836591165153306168</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_oWfigQ6xiEM/S1aHepA1s5I/AAAAAAAAAAM/KqX5bnnBx-U/S220/14.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6679881372287842610.post-5291978480684375277</id><published>2010-04-20T18:51:00.000-07:00</published><updated>2010-04-20T18:57:01.977-07:00</updated><title type='text'>MENYUSUN DESAIN PEMBELAJARAN SKI 1</title><content type='html'>MENYUSUN DESAIN PEMBELAJARAN SKI 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makalah  ini diajukan untuk memenuhi tugas &lt;br /&gt;mata kuliyah MPDP SKI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dosen Pembina:&lt;br /&gt;Ummu Kulsum M.Pd &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disusun Oleh: &lt;br /&gt;Ach Sa’idi Tamin &lt;br /&gt;Holifur Rahman &lt;br /&gt;Mahfudz &lt;br /&gt;Sultan Iskandar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakultas Agama Islam (FAI)&lt;br /&gt;Universitas Islam Madura (UIM)&lt;br /&gt;Bettet Pamekasan Madura&lt;br /&gt;2010&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KATA PENGANTAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah kami panjatkan puja serta puji syukur kehadirat Ilahi Rabbi yang telah memberikan petunjuk melalui Rasul-NYA. Sholawat dan salam semoga abadi tercurah kepada Nabi Muhammad SAW. Pemilik uswah paripurna, Berkat beliau kami bisa mengenal dunia yang begitu menakjubkan, berkat beliau kami bisa terangkat dari Alam Marjinalisasi menuju Alam Pengangkat Derajat Manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ucapan Syukran Jazil kami ucapkan kepada dosen pembina,  berkat bimbingan beliau kami bisa menyelesaikan makalah ini meski masih jauh dari kesempurnaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih kami ucapkan pada teman-temanku yang telah ikut berpartisipasi dalam penyelesaian makalah ini sehingga makalah ini yang berjudul “Menyusun Desain Pembelajaran SKI 1” bisa terselesaikan dengan baik dan menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati selalu berharap, pikiran telah menggarap, mulut selalu berucap semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi teman-teman mahasiswa khususnya dan masyarakat pada umumnya. Amin…!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pamkasan 18.04.2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Penulis &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR ISI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KATA PENGANTAR   1&lt;br /&gt;DAFTAR ISI  2&lt;br /&gt;BAB I  3&lt;br /&gt;PENDAHULUAN  3&lt;br /&gt;BAB II  4&lt;br /&gt;PEMBAHASAN  4&lt;br /&gt;MENYUSUN DESAIN PEMBELAJARAN SKI 1  4&lt;br /&gt;A. Pengertian Desain Pembelajaran   4&lt;br /&gt;B. Perencanaan Pembelajaran   4&lt;br /&gt;C. Dasar Perlunya Perencanaan Pembelajaran  5&lt;br /&gt;D. Langkah-Langkah Dalam Mendesain Pembelajaran  7&lt;br /&gt;BAB III  9&lt;br /&gt;KESIMPULAN  9&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA  10&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB I &lt;br /&gt;PENDAHULUAN &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;حقّ بغير نظا م يغلبه با طل بنظا م &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kebaikan tanpa tersusun atau terencana akan dikalahkan oleh kejelekan yang terencana atau tersusun”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan pendidikan seiring dengan tujuan Allah menciptakan manusia, yakni untuk mengabdi kepada-Nya. Pengabdian pada Allah sebagai realisasi dari keimanan yang diwujudkan dalam amaliyah untuk mencapai derajat orang yang bertaqwa di sisinya. Kemudian juga Allah menciptakan manusia sebagai khlifah. Untuk melaksankan tugasnya, khalifah dituntut untuk menjadikan sifat-sifat Allah bagian dari karakteristik kepribadiannya untuk mendukung terwujudnya kemakmuran. Pengabdian dan ketaqwaan kepada Allah merupakan jembatan untuk mencapai kebhagiaan hidup di dunia dan di akhirat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar tujuan bisa tercapai, maka perlu diperhatikan segala sesuatu yang mendukung keberhasilan program pendidikan itu. Dari sekian faktor penunjang keberhasilan tujuan pendidikan, kesuksesan dalam proses pembelajaran yang meliputi perencanaan atau desain pembelajaran merupakan salah satu faktor yang sangat dominan. Sebab di dalam proses pembelajaran itulah terjadinya internalisasi nilai-nilai dan pewarisan budaya maupun norma-norma secara langsung. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;PEMBAHASAN &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENYUSUN DESAIN PEMBELAJARAN SKI 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desain adalah rancangan, pola atau model. Mendesain pembelajaran berarti menyusun rancangan atau menyusun model pembelajaran sesuai dengan Misi dan Visi sekolah. Tugas dan peran seorang desainer, sama seperti seorang arsitek, sebelum menentukan bahan dan cara mengkonstruksi bangunan terlebih dahulu seorang arsitek harus merancang model bangunan yang akan dibangun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Pengertian Desain Pembelajaran &lt;br /&gt;Ada beberapa definisi tentang perencnaan yang rumusannya berbeda satu dengan yang lain. Cunninghem  misalnya, mengemukakan bahwa perencanaan ialah menyeleksi dan menghubungkan pengetehuan, fakta imajinasi, dan asumsi untuk masa yang akan datang dengan tujuan memvisualisasi dan mengformulasi hasil yang di inginkan, urutan kegiatan yang diperlukan, dan perilaku dalam batas-bastas yang dapat diterima yang akan digunakan dalam penyelesaian perencanaan di sini menekankan pada usaha menyeleksi dan menghubungkan sesuatu dengan kepentingan masa yang akan datang serta usaha untuk mencapainya. Apa wujud yang akan datang itu dan bagaimana usaha untuk mencapainya merupakan perencanaan. &lt;br /&gt;Berdasarkan definisi di atas dapat dirumuskan bahwa perencanaan adalah suatu cara yang memuaskan untuk membuat suatu kegiatan dapat berjalan dengan baik, disertai dengan berbagai langkah antisipatif guna memperkecil kesenjangan yang terjadi sehingga kegiatan tersebut mencapai tujuan yang ditetapkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Perencanaan Pembelajaran &lt;br /&gt;Pembelajaran atau pengajaran menurut Degeng adalah upaya untuk mempelajarkan siswa. Dalam pengertian ini secara implisit dalam pembelajaran terdapat kegiatan memilih, menetapkan, mengembangkan mertode untuk mencapai hasil pembelajaran yang diinginkan. Pemilihan, penetapan  pengembangan metode ini didasarkan pada kondisi pembelajaran yang ada. Kegiatan-kegiatan tersebut pada dasarnya merupakan inti dari perencanaan pembelajaran. &lt;br /&gt;Dalam hal ini istilah pembelajaran memiliki hakikat perencanaan atau perancangan (desain) sebagai upaya untuk membelajarkan siswa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Dasar Perlunya Perencanaan Pembelajaran &lt;br /&gt;Perlunya perencanaan pembelajaran sebagaimana telah disebutkan, dimaksudkan agar dapat dicapai perbaikan pembelajaran. Upaya perbaikan pembelajaran ini dilakukan dengan asumsi sebagai berikut: &lt;br /&gt;1. Perbaikan Kualitas Pembelajaran &lt;br /&gt;Perbaikan kualitas pembelajaran harus diawali dengan perbaikan desain pembelajaran. Perencanaan pembelajaran dapat dijadikan titik awal dari upaya perbaikan kualitas pembelajaran. Hal ini dimungkinkan karena dalam desain pemelajaran, tahapan yang akan dilalukan oleh guru atau dosen dalam mengajar telah terancang dengan baik, mulai dari mengadakan analisis dari tujuan pembelajaran sampai dengan pelaksanaan evaluasi sumatif yang tujuannya untuk  mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran yang telah detetapkan. &lt;br /&gt;2. Pembelajaran Dirancang Dengan Pendekatan Sistem &lt;br /&gt;Untuk mencapai kualitas pembelajaran, desain pembelajaran yang dilakukan haruslah didasarkan pada pendekatan sistem. Hal ini disadari bahwa dengan pendekatan  sistem akan memberikan peluang yang lebih besar dalam mengintegrasikan semua vareabel yang memengaruhi belajar, termasuk keterkaitan antar variabel pengajaran, yakni variabel kondisi pembelajaran, variabel metode, dan variabel hasil pembelajaran &lt;br /&gt;3. Desain Pembelajaran Mengacu Pada Bagaimana Seseorang Belajar &lt;br /&gt;Kualitas pembelajaran pun banyak tergantung pada  bagaimana pembelajaran dirancang. Rancangan pembelajaran biasanya dibuat berdasarkan pendekatan perancangnya. Apakah bersifat intuitif atau bersifat ilmiah. jIka bersifat intuitif  maka rancangan pembelajaran banyak diwarnai oleh kehendak perancangnya. Akan tetapi jika dibuat berdasarkan pendekatan ilmiah  maka rancangan pembelajaran diwarnai oleh berbagai teori yang dikemukakan oleh para ilmuwan pembelajaran. Adapun pendekatan lainnya adalah perbuatan rancangan pembelajaran yang bersifat intuitif ilmiah, yakni merupakan paduan antara pendekatan intuitif dengan pedenkatan ilmiah sehingga rancangan pembelajaran yang dihasilkan disesuaikan dengan pengalaman empiris yang pernah ditemukan pada saat pelaksanaan pembelajaran dan dikembangkan pula dengan menggunakan teori-teori yang relevan. Berdasarkan tiga pendekatan ini, maka pendekatan intuitif ilmiah akan dapat menghasilkan pembelajaran yang lebih sohih dari dua pendekatan lainnya apabila hanya digunakan secara terpisah &lt;br /&gt;4. Desain Pembelajaran Diacukan Pada Siswa Perorangan &lt;br /&gt;Setiap siswa memiliki potensi yang parlu dikembangkan.tindakan atau perilaku belajar dapat ditata atau di pengaruhi, tetapi tindakan atau prilaku belajar tersebut akan tetap berjalan sesuai dengan karakteristik siswa. Siswa yang lambat dalam berpikir, tidak mungkin dapat dipaksa segera bertindak secara cepat. Sebaliknya, siswa yang memiliki kemampuan berpikir tinggi, tidak mungkin dipaksa bertindak dengan cara lambat &lt;br /&gt;5. Desain Pembelajaran Harus Diacukan  Pada Tujuan &lt;br /&gt;Hasil pembelajaran mencangkup hasil langsung dan hasil tidak langsung (pengiring) perencanaan pembelajaran perlu memilah hasil pembelajaran yang langsung  dapat diukur setelah selesai pelaksanaan pembelajaran, dan hasil pembelajaran yang dapat terukur setelah melalui keseluruhan proses pembelajaran, atau hasil pengiring. Perancangan pembelajaran seringakali merasa  kecewa dengan hasil nyata yang dicapainya karena ada sejumlah hasil yang tidak segera bisa diamati  setelah pembelajaran selesai (berahir) terutama hasil pembelajaran yang termasuk pada ranah sikap. Padahal ketercapaian ranah sikap biasanya terbentuk setelah secara kumulatif dan dalam waktu yang relatif lama, terintegrasi secara keseluruhan pada hasil langsung pembelajaran.  &lt;br /&gt;6. Desain Pembelajaran Melibatkan Variabel Pembelajaran &lt;br /&gt;Desain pembelajaran diupayakan mencakup semua variabel pengajaran yang dirasa turut memengaruhi belajar. Ada tiga variabel pembelajaran yang perlu dipertimbangkan dalam merancang pembelajaran ketiga variabel tersebut adalah variabel kondisi, variabel metode dan variabel hasil pembelajaran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Desain Pembelajaran Menetapkan Metode Untuk Mencapai Tujuan &lt;br /&gt;Inti dari desain pembelajaran adalah menetapkan metode pembelajaran  yang optimal untuk mencapai hasil pembeljaran yang diiginkan. Fokus utama dalam perancangan pembelajaran adalah pada pemilihan, penetapan, dan pengembangan variabel metode pembelajaran. Pemilihan metode pembelajaran harus didasarkan pada analisis kondisi dan hasil pembelajaran. Analisis akan menunjukkan bagaimana kondisi pembelajarannya, dan apa hasil pembelajaran yang diarahkan. Setelah itu barulah menetapkan dan mengembangkan  metode pembelajaran yang diambil dari setelah perancang pembelajaran mempunyai informasi yang lengkap mengenai kondisi nyata yang ada dari hasil pembelajaran yang diharapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Langkah-Langkah Dalam Mendesain Pembelajaran &lt;br /&gt;Berbagai  model telah dikembangkan dalam mengorganisasi  pembelajaran. Satu di antaranya adalah metode Dick and Carey (1985). &lt;br /&gt; Berikut langkah-langkah model Dick and Carey (1985) yang divisualisasi dalam bentuk bagan: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan gambar:&lt;br /&gt;1. Mengidentifikasi tujuan umum pembelajaran &lt;br /&gt;2. Melaksanakan analisis pembelajaran &lt;br /&gt;3.  Mengidentifikasi tingkah laku masukan dan karakteristik siswa &lt;br /&gt;4. Merumuskan tujuan performasi &lt;br /&gt;5. Mengembangkan butir-butir tes acuan patokan &lt;br /&gt;6. Mengembangkan strategi pembelajaran &lt;br /&gt;7. Mengembangkan dan memilih material pembelajaran &lt;br /&gt;8. Mendesain dan melaksanakan evaluasi formatif &lt;br /&gt;9. Merevisi bahan pembelajaran &lt;br /&gt;10. Mendesain dan melaksanakan evaluasi sumatif &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB III &lt;br /&gt;KESIMPULAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENYUSUN DESAIN PEMBELAJARAN SKI 1&lt;br /&gt;Berikut langkah-langkah model desain pembelajaran Dick and Carey (1985) yang divisualisasi dalam bentuk bagan: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan gambar:&lt;br /&gt;11. Mengidentifikasi tujuan umum pembelajaran &lt;br /&gt;12. Melaksanakan analisis pembelajaran &lt;br /&gt;13.  Mengidentifikasi tingkah laku masukan dan karakteristik siswa &lt;br /&gt;14. Merumuskan tujuan performasi &lt;br /&gt;15. Mengembangkan butir-butir tes acuan patokan &lt;br /&gt;16. Mengembangkan strategi pembelajaran &lt;br /&gt;17. Mengembangkan dan memilih material pembelajaran &lt;br /&gt;18. Mendesain dan melaksanakan evaluasi formatif &lt;br /&gt;19. Merevisi bahan pembelajaran &lt;br /&gt;20. Mendesain dan melaksanakan evaluasi sumatif &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; H. Rahmayulis, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta, Kalam Mulya, 2002) &lt;br /&gt; Uno Hamzah B., Model Pembelajaran Menciptakan Proses Belajar Mengajar Yang Kreatif Dan Efektif,  (Jakarta, Bumi Aksara, 2007)&lt;br /&gt; Uno Hamzah B, Teori Belajar Dan Pembelajaran, (Gorontalu, Nurul Jannah 1997)&lt;br /&gt; Sanjaya Wina, Kurikulum Dan Pembelajaran Teori Dan Praktek Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP),(Jakarta, Kencana, 2008)&lt;br /&gt; Amnur Ali Muhdi, Konfigurasi Politik Pedidikan Nasional,(Yogyakarta, Pustaka Fhima, 2007)&lt;br /&gt; Sanjaya Wina, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, Jakarta, (Pernada Media, 2006)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6679881372287842610-5291978480684375277?l=cacul.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cacul.blogspot.com/feeds/5291978480684375277/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cacul.blogspot.com/2010/04/menyusun-desain-pembelajaran-ski-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6679881372287842610/posts/default/5291978480684375277'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6679881372287842610/posts/default/5291978480684375277'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cacul.blogspot.com/2010/04/menyusun-desain-pembelajaran-ski-1.html' title='MENYUSUN DESAIN PEMBELAJARAN SKI 1'/><author><name>edy_45</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07836591165153306168</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_oWfigQ6xiEM/S1aHepA1s5I/AAAAAAAAAAM/KqX5bnnBx-U/S220/14.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6679881372287842610.post-1334930087655298901</id><published>2010-04-20T18:47:00.000-07:00</published><updated>2010-04-20T18:48:42.641-07:00</updated><title type='text'>KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM</title><content type='html'>KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makalah  ini diajukan untuk memenuhi tugas &lt;br /&gt;mata kuliyah Materi PAI SMP/SMA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dosen Pembina:&lt;br /&gt;Ummu Kulsum M.Pd &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disusun Oleh: &lt;br /&gt;Ach Sa’idi Tamin &lt;br /&gt;Holifur Rahman &lt;br /&gt;Mahfudz &lt;br /&gt;Sultan Iskandar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakultas Agama Islam (FAI)&lt;br /&gt;Universitas Islam Madura (UIM)&lt;br /&gt;Bettet Pamekasan Madura&lt;br /&gt;2010&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KATA PENGANTAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah kami panjatkan puja serta puji syukur kehadirat Ilahi Rabbi yang telah memberikan petunjuk melalui Rasul-NYA. Sholawat dan salam semoga abadi tercurah kepada Nabi Muhammad SAW. Pemilik uswah paripurna, Berkat beliau kami bisa mengenal dunia yang begitu menakjubkan, berkat beliau kami bisa terangkat dari Alam Marjinalisasi menuju Alam Pengangkat Derajat Manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ucapan Syukran Jazil kami lantunkan kepada dosen pembina,  berkat bimbingan beliau kami bisa menyelesaikan makalah ini meski masih jauh dari kesempurnaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih kami ucapkan pada teman-temanku yang telah ikut berpartisipasi dalam penyelesaian makalah ini sehingga makalah ini yang berjudul “Kurikulum Pendidikan Agama Islam ” bisa terselesaikan dengan baik dan menyenangkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati selalu berharap, pikiran telah menggarap, mulut selalu berucap semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi teman-teman mahasiswa khususnya dan masyarakat pada umumnya. Amin…!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pamkasan 17.04.2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Penulis &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR ISI &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KATA PENGANTAR  1&lt;br /&gt;DAFTAR ISI  2&lt;br /&gt;BAB I  3&lt;br /&gt;PENDAHULUAN  3&lt;br /&gt;BAB II  4&lt;br /&gt;PEMBAHASAN  4&lt;br /&gt;KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM  4&lt;br /&gt;A. Pengertian Kurikulum Para Ahli  4&lt;br /&gt;B. Bentuk-Bentuk Kurikulum 2004 Dan 2006  &lt;br /&gt;C. Tanggapan Kelompok Tentang Kurikulum Yang Ada Sekarang  &lt;br /&gt;BAB III  &lt;br /&gt;KESIMPULAN  &lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB I&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan pendidikan agama islam seiring dengan tujuan Allah menciptakan manusia, yakni untuk mengabdi kepada-Nya. Pengabdian pada Allah sebagai realisasi dari keimanan yang diwujudkan dalam amaliyah untuk mencapai derajat orang yang bertaqwa di sisinya. Kemudian juga Allah menciptakan manusia sebagai khlifah. Untuk melaksankan tugasnya, khalifah dituntut untuk menjadikan sifat-sifat Allah bagian dari karakteristik kepribadiannya untuk mendukung terwujudnya kemakmuran. Pengabdian dan ketaqwaan kepada Allah merupakan jembatan untuk mencapai kebhagiaan hidup di dunia dan di akhirat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar tujuan bisa tercapai, maka perlu diperhatikan segala sesuatu yang mendukung keberhasilan program pendidikan itu. Dari sekian faktor penunjang keberhasilan tujuan pendidikan, kesuksesan dalam pendidikan dan proses pembelajaran merupakan salah satu faktor yang sangat dominan. Sebab di dalam proses pendidikan dan pembelajaran itulah terjadinya internalisasi nilai-nilai dan pewarisan budaya maupun norma-norma secara langsung. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;PEMBAHASAN&lt;br /&gt;KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Pengertian Kurikulum Para Ahli&lt;br /&gt;Istilah kurikulum digunakan pertama kali pada dunia olah raga pada zaman yunani kuno yang berasal dari kata Curir dan Curere, yang pada waktu itu kurikulum diartikulasikan sebagai jarak yang ditempuh oleh seorang pelari. Orang mengistilahkannya dengan tempat berpacu atau tempat berlari mulai dari garis strat sampai finish.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya istilah kurikulum digunakan dalam dunia pendidikan. Para ahli pendidikan memiliki interpretasi yang berbeda tentang kurikulum, namun dalam perbedaan interpretasi tersebut masih memiliki persamaan, bahwa kurikulum berhubungan erat dengan usaha mengembangkan peserta didik sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Dibawah ini terdapat beberapa pendapat para ahli tentang kurikulum: &lt;br /&gt;1. Murray Print mengungkapkan bahwa kurikulum meliputi perencanaan pengalaman belajar, program sebuah lembaga pendidikan yang diwujudkan dalam sebuah dokumen serta hasil dari implementasi dokumen yang telah disusun. &lt;br /&gt;2. Peter F. Oliva menyatakan bahwa kurikulum pada dasarnya adalah suatu perencanaan atau program pengalaman siswa yang diarahkan sekolah. &lt;br /&gt;3. Hilda Taba mengatakan bahwa kurikulum adalah program atau rencana belajar&lt;br /&gt;4. Crow and Crow mendefinisikan bahwa kurikulum adalah rancangan pengajaran atau sejumlah mata pelajaran yang disusun secara sistematis untuk menyelesaikan suatau program untuk memperoleh ijazah. &lt;br /&gt;5. M. Arifin memandang kurikulum sebagai seluruh bahan pelajaran yang harus disajikan dalam proses kependidikan dalam suatu sistem institusional pendidikan. &lt;br /&gt;6. Zakiyah Daradjat memandang kurikulum sebagai suatu program yang direncanakan dalam bidang pendidikan dan dilaksanakan untuk mencapai sebuah tujuan-tujuan pendidikan tertentu. &lt;br /&gt;7. Dr. Addamardasyi Sarhan dan Dr. Munir Kamil bahwa kurikulum adalah sejumlah pengalaman pendidikan, kebudayaan, social, olah raga, dan kesenian yang disediakan oleh sekolah bagi murid-muridnya di dalam dan di luar sekolah dengan maksud menolong untuk berkembang menyeluruh dalam segala segi dan merubah tingkah laku mereka sesuai dengan tujuan-tujuan pendidikan. &lt;br /&gt;8. Alice Miel mengatakan bahwa kurikulum meliputi keadaan gedung, suasana sekolah, keinginan, keyakinan, pengetahuan, kecakapan dan sikap-sikap orang yang melayani dan dilayani di sekolah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian pengertian kurikulum dalam pandangan modern merupakan program pendidikan yang disediakan oleh sekolah yang tidak hanya sebatas bidang studi dan kegiatan belajarnya saja, akan tetapi meliputi segala sesuatu yang dapat mempengaruhi perkembangn dan pembentukan pribadi siswa sesuai dengan tujuan pendidikan yang diharapkan sehingga dapat meningkatkan mutu kehidupannya yang pelaksanaanya bukan saja di sekolah tetapi juga di luar sekolah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Bentuk-Bentuk Kurikulum 2004 Dan 2006&lt;br /&gt;1. Bentuk Kurikulum 2004&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;2. Bentuk Kurikulum 2006&lt;br /&gt;Kurikulum  tingkat satuan pendidikan (KTSP) merupakan kurikulum terbaru di indonesia yang disarankan untuk dijadikan rujakan oleh para pengembang kurikulum ditingkat satuan pendidikan. KTSP merupakan kurikulum yang berorintasi pada pencapaian kompetisi. Oleh sebab itu kurikulum ini merupakan penyempurnaan dari Kurikulum Berbasis Kompetensi atau yang kita kenal dengan KBK (kurikulum 2004). Ini dapat dilihat dari unsure yang melekat pada KTSP itu sendiri, yakni adanya standar kompetensi dan kompetensi dasar serta adanya prinsip yang sama dalam pengelolahan kurikulum yang disebut dengan Kurikulum Berbasis Sekolah (KBS). Standar kompetensi dan kompetensi dasar dapat kita lihat dari Standar Isi (SI) yang disusun oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), yang diturunkan dari Standar Kompetensi Lulusan (SKL), yang selanjutnya SI dan SKL itu hars dijadikan salahsatu rujakan &lt;br /&gt;a. Pengertian KTSP &lt;br /&gt;Dalam Standar Nasional Pendidikan (SNP Pasal 1, Ayat 15), dijelaskan bahwa KTSP adalah kurikulum oprasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan.&lt;br /&gt;b. Karakteristik KTSP &lt;br /&gt;1) Dilihat dari desainnya KTSP adalah kurikulum yang berorientasi pada disiplin ilmu. &lt;br /&gt;2) KTSP adalah kurikulum yang berorientasi pada pengembangan individu&lt;br /&gt;3) KTSP adalah kurikulum yang mengakses kepentingan daerah &lt;br /&gt;4) KTSP merupakan kurikulum tekhnologis&lt;br /&gt;c. Tujuan KTSP &lt;br /&gt;1) Meningkatkan mutu pendidikan melalui kemandirian dan inisiatif sekolah dalam mengembangkan kurikulum, mengelola dan memberdayakan sumber daya yang tersedia&lt;br /&gt;2) Meningkatkan kepedulian warga sekolah dan masyarakat dalam pengembangan kurikulum melalui pengambilan keputusan bersama&lt;br /&gt;3) Meningkatkan kompetisi yang sehat ntar satuan pendidikan tentang kualitas pendidikan yang akan dicapai&lt;br /&gt;d. Dasar Penyusunan KTSP &lt;br /&gt;Pengembangan KTSP didasarkan pada dua landasan pokok, yakni landasan empiris dan landasan formal&lt;br /&gt;e. Komponen KTSP &lt;br /&gt;Sebagai sebuah pedoman KTSP terdiri atas empat komponen, yakni: &lt;br /&gt;1) Tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan &lt;br /&gt;2) Struktur program dan muatan KTSP&lt;br /&gt;3) Kalender pendidikan&lt;br /&gt;4) Silabus dan rencana pembelajaran &lt;br /&gt;f. Proses Penyusunan KTSP &lt;br /&gt;Terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menyusun KTSP, yaitu: &lt;br /&gt;1) Analisis konteks. Yaitu, mengidenifikasi Standar Isi dan Standar Kemampuan lulusan, menganalisis kondisi yang ada dari satuan pendidikan dan menganalisis peluang dan tantangan yang ada di masyarakat dan lingkungan sekitar. &lt;br /&gt;2) Mekanisme penyusunan. Yang meliputi Tim Penyusun, Kegiatan dan Pemberlakuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Tanggapan Kelompok Tentang Kurikulum Yang Ada Sekarang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; H. Rahmayulis, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta, Kalam Mulya, 2002) &lt;br /&gt; Uno Hamzah B., Model Pembelajaran Menciptakan Proses Belajar Mengajar Yang Kreatif Dan Efektif,  (Jakarta, Bumi Aksara, 2007)&lt;br /&gt; Uno Hamzah B, Teori Belajar Dan Pembelajaran, (Gorontalu, Nurul Jannah 1997)&lt;br /&gt; Sanjaya Wina, Kurikulum Dan Pembelajaran Teori Dan Praktek Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP),(Jakarta, Kencana, 2008)&lt;br /&gt; Amnur Ali Muhdi, Konfigurasi Politik Pedidikan Nasional,(Yogyakarta, Pustaka Fhima, 2007)&lt;br /&gt; Sanjaya Wina, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, Jakarta, (Pernada Media, 2006)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6679881372287842610-1334930087655298901?l=cacul.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cacul.blogspot.com/feeds/1334930087655298901/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cacul.blogspot.com/2010/04/kurikulum-pendidikan-agama-islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6679881372287842610/posts/default/1334930087655298901'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6679881372287842610/posts/default/1334930087655298901'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cacul.blogspot.com/2010/04/kurikulum-pendidikan-agama-islam.html' title='KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM'/><author><name>edy_45</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07836591165153306168</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_oWfigQ6xiEM/S1aHepA1s5I/AAAAAAAAAAM/KqX5bnnBx-U/S220/14.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6679881372287842610.post-5519892842501455810</id><published>2010-04-20T18:44:00.000-07:00</published><updated>2010-04-20T18:46:44.520-07:00</updated><title type='text'>KEGUNAAN MEDIA SUMBER BELAJAR DAN BELAJAR MENGAJAR</title><content type='html'>KEGUNAAN MEDIA SUMBER BELAJAR  &lt;br /&gt;DAN PROSES BELAJAR MENGAJAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makalah  ini diajukan untuk memenuhi tugas &lt;br /&gt;mata kuliyah Strategi Belajar Mengajar II&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dosen Pembina:&lt;br /&gt;Lailatur Rahmah M.Pd &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disusun Oleh: &lt;br /&gt;Ach Sa’idi Tamin &lt;br /&gt;Syamsul Arifin &lt;br /&gt;Nawawi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakultas Agama Islam (FAI)&lt;br /&gt;Universitas Islam Madura (UIM)&lt;br /&gt;Bettet Pamekasan Madura&lt;br /&gt;2010&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KATA PENGANTAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah kami panjatkan puja serta puji syukur kehadirat Ilahi Rabbi yang telah memberikan petunjuk melalui Rasul-NYA. Sholawat dan salam semoga abadi tercurah kepada Nabi Muhammad SAW. Pemilik uswah paripurna, Berkat beliau kami bisa mengenal dunia yang begitu menakjubkan, berkat beliau kami bisa terangkat dari Alam Marjinalisasi menuju Alam Pengangkat Derajat Manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ucapan Syukran Jazil kami lantunkan kepada dosen pembina,  berkat bimbingan beliau kami bisa menyelesaikan makalah ini meski masih jauh dari kesempurnaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih kami ucapkan pada teman-temanku yang telah ikut berpartisipasi dalam penyelesaian makalah ini sehingga makalah ini yang berjudul “Kegunaan Media Sumber Belajar Dan Proses Balajar Mengajar” bisa terselesaikan dengan baik dan menyenangkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati selalu berharap, pikiran telah menggarap, mulut selalu berucap semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi teman-teman mahasiswa khususnya dan masyarakat pada umumnya. Amin…!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pamkasan 16.04.2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Penulis &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR ISI &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KATA PENGANTAR  1&lt;br /&gt;DAFTAR ISI  2&lt;br /&gt;BAB I  3&lt;br /&gt;PENDAHULUAN  3&lt;br /&gt;BAB II  4&lt;br /&gt;PEMBAHASAN  4&lt;br /&gt;KEGUNAAN MEDIA SUMBER BELAJAR  DAN PROSES BELAJAR MENGAJAR   4&lt;br /&gt;A. Meningkatkan Produktifitas Pendidikan  4&lt;br /&gt;B. Memberikan Kemungkinan Pendidikan Yang Sifatnya Lebih Individual  5&lt;br /&gt;C. Memberikan Dasar Yang Lebih Ilmiyah Terhadap Pengajaran   5&lt;br /&gt;D. Lebih Memantapkan Pengajaran   5&lt;br /&gt;E. Memungkinkan Belajar Secara Seketika  5&lt;br /&gt;BAB III  8&lt;br /&gt;KESIMPULAN  8&lt;br /&gt;DAFTAR ISI  9&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB I&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan pendidikan seiring dengan tujuan Allah menciptakan manusia, yakni untuk mengabdi kepada-Nya. Pengabdian pada Allah sebagai realisasi dari keimanan yang diwujudkan dalam amaliyah untuk mencapai derajat orang yang bertaqwa di sisinya. Kemudian juga Allah menciptakan manusia sebagai khlifah. Untuk melaksankan tugasnya, khalifah dituntut untuk menjadikan sifat-sifat Allah bagian dari karakteristik kepribadiannya untuk mendukung terwujudnya kemakmuran. Pengabdian dan ketaqwaan kepada Allah merupakan jembatan untuk mencapai kebhagiaan hidup di dunia dan di akhirat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar tujuan bisa tercapai, maka perlu diperhatikan segala sesuatu yang mendukung keberhasilan program pendidikan itu. Dari sekian faktor penunjang keberhasilan tujuan pendidikan, kesuksesan dalam proses pembelajaran merupakan salah satu faktor yang sangat dominan. Sebab di dalam proses pembelajaran itulah terjadinya internalisasi nilai-nilai dan pewarisan budaya maupun norma-norma secara langsung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;PEMBAHASAN &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEGUNAAN MEDIA SUMBER BELAJAR  DAN PROSES BELAJAR MENGAJAR &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar pada hakikatnya merupakan kegiatan yang dilakukan secara sadar untuk menghasilkan suatu perubahan, keterampilan, sikap dan nilai-nilai. Manusia tanpa belajar akn mengalami kesulitan dalam beradaptasi dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan tekhnologi yang tidak lain juga merupakan produk kegiatan berfikir manusia-manusia pendahulunya. Untuk mencapai semua tujuan yang dimaksud maka diperlukan alat atau media dalam mewujudkan tujuan tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari beberapa literatur tidak terdapat perbedaan pengertian alat dan media pendidikan, Zakiyah Deradjat menyebutkan pengertian alat pendidikan sama dengan media pendidikan, sarana pendidikan. Sedangkan dalam kepustakaan asing, sementara ahli menggunakan istilah audio visual aids (AVA), teaching, material, instructional material. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bawah ini terdapat beberapa kegunaan media sumber belajar dan proses belajar mengajar: &lt;br /&gt;A. Meningkatkan Produktifitas Pendidikan&lt;br /&gt;1. Mempercepat laju belajar dan membantu guru/dosen untuk menggunakan waktu secara lebih baik.&lt;br /&gt;2. mengurangi beban guru/dosen dalam menyajikan informasi, sehingga dapat lebih banyak membina dan mengembangkan gairah belajar peserta didik/mahasiswa.&lt;br /&gt;3. Membuat konkrit konsep yang abstrak&lt;br /&gt;4. Menampilkan objek yang tidak bisa diamati dengan mata telanjang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Memberikan Kemungkinan Pendidikan Yang Sifatnya Lebih Individual&lt;br /&gt;1. Mengurangi control guru/dosen yang kaku dan trasisional &lt;br /&gt;2. Memberikan kesempatan bagi peserta didik/mahasiswa untuk berkembang sesuai dengan kemampuannya&lt;br /&gt;3. Menyajikan informasi belajar secara konsisten dan dapat diulang maupun disimpang menurut kebutuhan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Memberikan Dasar Yang Lebih Ilmiyah Terhadap Pengajaran &lt;br /&gt;1. Perencanaan program pendidikan yang lebih sistematis&lt;br /&gt;2. Pengembangan bahan pengajaran yang dilandasi oleh penelitian&lt;br /&gt;3. Merangsang anak didik untuk bekerja dan menggerakkan naluri kecintaan belajar dan menimbulkan kemauan keras untuk mempelajari sesuatu&lt;br /&gt;4. Membantu pembentukan kebiasaan, melahirkan pendapat, memperhatikan dan memikirkan suatu pelajaran &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Lebih Memantapkan Pengajaran &lt;br /&gt;1. Meningkatkan kemampuan manusia dengan berbagai media komunikasi&lt;br /&gt;2. Penyajian informasi dan data secara lebih konkrit &lt;br /&gt;3. Mampu mempermudah pemahaman dan menjadikan pelajaran lebih hidup dan menarik&lt;br /&gt;4. Menimbulkan kekuatan perhatian (ingatan) mempertajam, indera, melatihnya, memperhalus perasaan dan cepat belajar&lt;br /&gt;5. Mengamati gerakan yang terlalu cepat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Memungkinkan Belajar Secara Seketika&lt;br /&gt;1. Mengurangi jurang pemisah antara pelajaran yang bersifat verbal dan abstrak dengan realitas yang sifatnya konkrit&lt;br /&gt;2. Memungkinkan penyajian pendidikan yang lebih luas, terutama dengan adanya media massa&lt;br /&gt;3. Mampu mengatasi kesulitan-kesulitan dan memperjelas materi pelajaran yang sulit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kegunaan media sumber belajar dan proses belajar mengajar ini ada beberapa langkah yang perlu dilakukan : &lt;br /&gt;1. Identifikasi kebutuhan sumber daya &lt;br /&gt;Pengelola sekolah perlu dilakukan identifikasi tentang sumber daya, terutama manusia, yang tersedia untuk dapat memanfaatkan atau mengelola sumber-sumber belajar demi pencapaian tujuan pendidikan. Ketersediaan sumber belajar tidak akan banyak berarti tanpa ada dukungan sumber daya manusia yang mampu menggunaknnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Mengidentifikasi potensi sumber belajar yang ada dan dimanfaatkan untuk pembelajaran&lt;br /&gt;Selain persoalan ketersediaan sumber daya di sekolah juga perlu diklasifikasikan sumber-sumber belajar tersebut agar mudah dalam pemnfaatannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pengelompokan sumber belajar dalam kelompok&lt;br /&gt;Sumber belajar tidak hanya dipahami sebagai jumlah benda matin namun juga berupa mahkluk hidup, termasuk manusia. Oleh karenanya pengelompokan sumber belajar sangat membantu dalam penggunaanya agar sesuai dengan tujuan belajar dari setiap mata pelajaran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Mencari dan menganalisis relevansi antara kelompok  sumber belajar dengan mata pelajaran yang dimampu guru&lt;br /&gt;Setelah mengelompokkan sumber-sumber belajar maka mengkaitkan kelompok sumber belajar tersebut dengan mata pelajaran yang dimampu guru. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Menentukan materi dan kompetensi untuk pembelajaran &lt;br /&gt;Langkah berikutnya yang perlu dicermati adalah menentukan materi dan kompetensi dasar dari setiap mata pelajaran yang harus dikuasai oleh peserta didik. Penggunaan sumber belajar pada dasarnya untuk mendukung pencapaian kompetensi ini. Kompetensi yang dimaksud di sini mencakup penguasaan pengetahuan, pemahaman, keterampilan, nilai, sikap dan minat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Pemanfaatan sumber-sumber belajar dalam pembelajaran&lt;br /&gt;Langkah berikutnya adalah memanfaatkan sumber belajar yang tersedia untuk dapat mencapai kompetensi yang diinginkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB III &lt;br /&gt;KESIMPULAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEGUNAAN MEDIA SUMBER BELAJAR  DAN PROSES BELAJAR MENGAJAR &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Meningkatkan Produktifitas Pendidikan&lt;br /&gt;B. Memberikan Kemungkinan Pendidikan Yang Sifatnya Lebih Individual&lt;br /&gt;C. Memberikan Dasar Yang Lebih Ilmiyah Terhadap Pengajaran &lt;br /&gt;D. Lebih Memantapkan Pengajaran &lt;br /&gt;E. Memungkinkan Belajar Secara Seketika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kegunaan media sumber belajar dan proses belajar mengajar ini ada beberapa langkah yang perlu dilakukan :&lt;br /&gt;1. Identifikasi kebutuhan sumber daya &lt;br /&gt;2. Mengidentifikasi potensi sumber belajar yang ada dan dimanfaatkan untuk pembelajaran&lt;br /&gt;3. Pengelompokan sumber belajar dalam kelompok&lt;br /&gt;4. Mencari dan menganalisis relevansi antara kelompok  sumber belajar dengan mata pelajaran yang dimampu guru&lt;br /&gt;5. Menentukan materi dan kompetensi untuk pembelajaran &lt;br /&gt;6. Pemanfaatan sumber-sumber belajar dalam pembelajaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; H. Rahmayulis, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta, Kalam Mulya, 2002) &lt;br /&gt; Uno Hamzah B., Model Pembelajaran Menciptakan Proses Belajar Mengajar Yang Kreatif Dan Efektif,  (Jakarta, Bumi Aksara, 2007)&lt;br /&gt; Uno Hamzah B, Teori Belajar Dan Pembelajaran, (Gorontalu, Nurul Jannah 1997)&lt;br /&gt; Sanjaya Wina, Kurikulum Dan Pembelajaran Teori Dan Praktek Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP),(Jakarta, Kencana, 2008)&lt;br /&gt; Amnur Ali Muhdi, Konfigurasi Politik Pedidikan Nasional,(Yogyakarta, Pustaka Fhima, 2007)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6679881372287842610-5519892842501455810?l=cacul.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cacul.blogspot.com/feeds/5519892842501455810/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cacul.blogspot.com/2010/04/kegunaan-media-sumber-belajar-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6679881372287842610/posts/default/5519892842501455810'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6679881372287842610/posts/default/5519892842501455810'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cacul.blogspot.com/2010/04/kegunaan-media-sumber-belajar-dan.html' title='KEGUNAAN MEDIA SUMBER BELAJAR DAN BELAJAR MENGAJAR'/><author><name>edy_45</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07836591165153306168</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_oWfigQ6xiEM/S1aHepA1s5I/AAAAAAAAAAM/KqX5bnnBx-U/S220/14.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6679881372287842610.post-5142922231889978585</id><published>2010-02-19T07:32:00.000-08:00</published><updated>2010-02-19T07:33:40.483-08:00</updated><title type='text'>PROPOSAL PENDIRIAN SEKOLAH</title><content type='html'>PROPOSAL &lt;br /&gt;PENDIRIAN&lt;br /&gt;SEKOLAH  MADRASAH  ALIYAH  AL-MUSTARDLI &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proposal ini akan diajukan untuk memenuhi tugas &lt;br /&gt;mata kuliah “Manajement Pendidikan Islam” &lt;br /&gt;yang dibimbing Oleh Mohammad Toha M.Pd.i&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Ach Saedi Tamin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEKOLAH  MADRASAH  ALIYAH (SMA) AL-MUSTARDLI&lt;br /&gt;RUBARU SUMENEP&lt;br /&gt;TAHUN  AJARAN  2010/2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENGANTAR PROPOSAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sasaran umum pembangunan jangka panjang adalah terciptanya kualitas manusia dan kualitas masyarakat Indonesia pada umumnya yang maju dan mandiri didalam suasana tentram dan sejahtera lahir batin, dalam tata kehidupan masyarakat, bangsa dan Negara yang berdasarkan pancasila. Manusia dan masyarakat yang maju dan mandiri adalah manusia dan masyarakat yang berkualitas utuh, yaitu yang beriman, berbudi pekerti luhur, berkepribadian, mandiri, maju, produktif, sehat jasmani dan rohani, serta mempunyai tanggung jawab kesetiakawanan social dan disiplin tinggi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejalan dengan hal tersebut, undang-undang tentang system Pendidikan  Nasional menyatakan bahwa Pendidikan Nasional berfungsi untuk mengembangkan kemampuan serta meningkatkan mutu kehidupan dan martabat manusia Indonesia dalam rangkamewujudkan tujuan nasional. Setiap warga Negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan  serta kesempatan seluas-luasnya untuk mengikuti pendidikan agar memperoleh pengetaahuan, kemampuan, keterampilan yang berkualitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan skala intelegensi Wechter. Munandar (1992) menyatakan anak berbakat intelektual tergolong “sangat unggul” (IQ &gt;130) berjumlah 2,2% dan tergolong “unggul” (IQ 120-129) berjumlah 6,7% dari populasinya. Keuntungan lain dengan penyelenggaraan sekolah unggulan ini untuk memacu pemerataan kualitas pendidikan nasional. Dari segi efektifitas penggunaan sumber daya, penyelenggaraan sekolah unggulan memiliki  nilai strategis dalam memacu keterlibatan dunia swasta  untuk turut berperan serta secara aktif dalam pembangunan pendidikan. Dengan adanya pengembangan cirri-ciri keunggulan tertentu yang sesuai dengan kekhasan potensi ekonomi, social dan budaya daerah setempat, penyelenggaraan sekolah unggulan memberikan kontribusi yang besar dalam pembangunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Visi dan Misi &lt;br /&gt;1. Visi &lt;br /&gt;Visi SMA AL-MUSTARDLI Rubaru Sumenep adalah: &lt;br /&gt;“Mencetak kader muslim yang sehat jasmani dan rohani serta unggul dalam IMTEK dan  IMTAQ". &lt;br /&gt;Adapun indikatornya adalah: &lt;br /&gt;a. Peningkatan ketaqwaan kepada Allah SWT &lt;br /&gt;b. Berakhlak mulia terhadap orang tua, guru, teman, masyarakat dan lingkungan &lt;br /&gt;c. Peningkatan kualitas SDM bagi tenaga kependidikan dan pelaksanaan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK)&lt;br /&gt;d. Unggul peningkatan prestasi akademis &lt;br /&gt;e. Unggul dalam bidang computer dan bahasa asing, utamanya bahasa ingris dan bahasa Indonesia&lt;br /&gt;f. Unggul dalam prestasi olah raga dan seni&lt;br /&gt;g. Unggul dalam berbagai karya ilmiah remaja dan berbagai lomba olimpiade &lt;br /&gt;h. Memiliki lingkungan sekolah yang nyaman dan kondusif&lt;br /&gt;i. Mendapat kepercayaan dari masyarakat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Misi &lt;br /&gt;Misi SMA AL-MUSTARDLI Rubaru Sumenep adalah: &lt;br /&gt;a. Menyelenggarakan system pendidikan yang terpadu antara agama dan umum&lt;br /&gt;b. Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara efektif sehingga setiap siswa berkembang secara optimal sesuai potensi yang dimiliki&lt;br /&gt;c. Membangkitkan segala potensi peserta didik dan membimbingnya dengan mengadakan kegiatan pengembangan model-model pembelajaran yang inofatif dan menyenangkan sehingga siswa betah belajar disekolah&lt;br /&gt;d. Siswa mampu mengoprasikan computer program Microsoft Word, Microsof Excel, Microsoft Power Point 85% serta mampu mengoprasikan Internet &lt;br /&gt;e. Siswa mampu mengembangkan kemampuan dalam Bahasa Ingris dan Bahasa Arab&lt;br /&gt;f. Menumbuhkan penghayatan terhadap pelajaran agama, utamanya dalam bidang akhlak &lt;br /&gt;g. Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara efektif sehingga setiap siswa dapat berkembang secara optimal&lt;br /&gt;h. Memotifasi dan menfasilitasi siswa untuk menguasai Bahasa Ingris dan Arab menuju era globalisasi &lt;br /&gt;i. Menerapkan manajement partisipasif dengan melibatkan seluruh warga sekolah dan komete sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Target dan Tujuan&lt;br /&gt;SMA AL-MUSTARDLI Rubaru Sumenep didirikan dengan bertujuan: &lt;br /&gt;1. Membantu memanifestasian tujuan pemerintah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa &lt;br /&gt;2. Mencetak Out Put dan Out Comes yang berkualitas dan berakhlakul karimah&lt;br /&gt;3. Menyiapkan generasi muslim yang utuh, beriman dan berilmu amaliah dan beramal ilmiah sebagai manifestasi hamba Allah yang Kholifah Fil Ardli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Sasaran SMA AL-MUSTARDLI Rubaru Sumenep &lt;br /&gt;Dengan memperhatikan dasar hukum dan tujuan program sekolah yang kondusif dan obyektif beserta permasalahannya yang dihadapi SMA AL-MUSTARDLI yaitu ada 6 (Enam) sasaran pokok:&lt;br /&gt;1. Peningkatan mutu pendidikan baik yang bersifat intra maupun ekstra kurikuler yang sasarannya profesi guru, mutu pengelola, pengelola perpustakaan dan Pengelola administrasi. &lt;br /&gt;2. Peningkatan mutu dan wawasan siswa dalam dunia IPTEK dan IMTAQ  melalui kegiatan &lt;br /&gt;3. Peningkatan dan penyempurnaan Laboratorium, IPA, Lab. Bahasa keterampilan &lt;br /&gt;4. Berusaha dan meningkatkan mutu dan menuju SMA Unggulan &lt;br /&gt;5. Mengusahakan siswa-siswa yang rangking 1 s/d 10 masuk perguruan negeri tanpa test atau melalui PMDK&lt;br /&gt;6. Peningkatan kegiatan ekstra keterampilan untuk menambah pengetahuan bagi siswa yang tidak melanjutkan ke perguruan tinggi.&lt;br /&gt;D. Perencanaan (Planning)&lt;br /&gt;1. Perencanaan Guru (Ketenagaan)&lt;br /&gt;Di lembaga SMA Al-Mustardli, perencanaan guru yang dimulai dari rekrutmen, seleksi, penempatan hingga pembagian tugas dilakukan dengan cara yang sangat sederhana. Tidak seperti di lembaga sekolah yang sangat birokratik dan administratif. Sebab, yang terpenting bagi lembaga SMA Al-Mustardli, guru-guru yang akan mengajar mempunyai kualitas keilmuan yang layak dan kapasitas moral yang bisa dipertanggungjawabkan. &lt;br /&gt;Di lembaga SMA Al-Mustardli ada salah satu nilai yang selalu ditanamkan kepada seluruh guru yaitu pengabdian tersebut harus dilukakan dengan ikhlas tanpa pamrih. Sedangkan keputusan penempatan mereka disesuaikan dengan keperluan lembaga berdasarkan pada kemampuan bidang yang dimiliki guru tersebut.. &lt;br /&gt;Data Guru SMA Al-Mustardli&lt;br /&gt;Berdasarkan Ijazah / Pendidikan Terakhir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IJAZAH TERAKHIR JUMLAH GURU KET.&lt;br /&gt;Dipl.  - Pendidikan&lt;br /&gt;-  Umum &lt;br /&gt;-  Agama  &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;S1     - Pendidikan&lt;br /&gt;    - Umum&lt;br /&gt;    - Agama 42 &lt;br /&gt; 3 &lt;br /&gt; 6 &lt;br /&gt;Guru Tetap 24 &lt;br /&gt;Jumlah total 75 orang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Perencanaan Siswa&lt;br /&gt;Perencanaan siswa di SMA Al-Mustardli dilakukan dengan cara membuka pendaftaran siswa seperti halnya lemabaga pendidikan pada umumnya. Adapun proses penerimaan siswa tersebut, direncanakan melalui proses yang panjang, mulai dari syarat-syarat penerimaan, pendaftaran awal, tes seleksi, hingga pendaftaran ulang dan penyerahan siswa dari walinya kepada Kepala Madrasah. Proses tersebut dilakukan dengan cara yang sederhana dan penuh kemandirian. Salah satu proses yang tersebut di atas, sejak dini para siswa diberikan pemahaman-pemahaman mendasar tentang maksud dan tujuan mencari ilmu (thalibul ’ilm), yaitu bahwa ”belajar untuk ibadah”, siap dididik dengan ikhlas di lembaga MI. Semua proses ini diatur oleh panitia khusus yaitu panitia penerimaan siswa baru. Setelah semua langkah-langkah perencanaan di atas dilalui, maka selanjutnya siswa-siswa diorganisir, diatur, dan ditempatkan ke kelas-kelas sesuai dengan penjenjangan dan kelanjutan studi yang berlaku SMA Al-Mustardli. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Perencanaan Kurikulum (Materi Pelajaran)&lt;br /&gt;Kurikulum SMA Al-Mustardli adalah segala rencana dan pengaturan yang berhubungan dengan tujuan, materi, dan instrumen pendidikan yang mencakup seluruh aspek kehidupan para siswa-siswi dan guru-guru, baik dalam rangka berinteraksi dengan Allah dan Rasul, dengan diri sendiri, maupun dengan sesama manusia dan dengan alam. Semua kegiatan di kelas dan di luar kelas, seluruhnya harus tercakup dalam kurikulum. Hal ini tentu saja berangkat dari filosofi dan sistem pendidikan SMA Al-Mustardli yang menerapkan integralisasi pendidikan, yaitu antara pendidikan sekolah, rumah, dan miniatur masyarakat, sehingga segala gerak-gerik dikurikulumkan secara jelas dan terencana. &lt;br /&gt;Namum demikian, semua rencana kurikulum itu diarahkan untuk mencapai tujuan pendidikan yang mengacu pada Tujuan Pendidikan Nasional dan Tujuan Pendidikan Dasar dan Menengah yang telah ditetapkan dalam perundang-undangan yang berlaku, dengan penekanan khusus pada upaya mempersiapkan siswa/lulusan untuk: 1) menguasai bekal-bekal dasar keulamaan, kepemimpinan dan keguruan, 2) memiliki kemauan dan kemampuan untuk mengembangkan bekal-bekal dasar tersebut sampai ke tingkat yang paling maksimal secara mandiri, dan 3) siap mengamalkannya di tengah-tengah masyarakat secara benar dan proporsional. Semua tujuan institusional tersebut kemudian dijabarkan dalam bentuk “tujuan kurikuler” dan “tujuan instruksional atau edukasional”, yaitu tujuan-tujuan yang harus dicapai dalam setiap pokok bahasan ada di dalam masing-masing bidang studi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Perencanaan Sarana dan Prasarana&lt;br /&gt;Perencanaan sarana dan prasarana pendidikan, mulai dari rencana pengadaan, penyaluran, hingga perawatannya, di lembaga SMA Al-Mustardli ditangani oleh penganggungjawab khusus yang disebut bagian sarana, bahkan ada bagian khusus yang bertanggungjawab untuk tugas perencanaan pengadaan sarana ini. &lt;br /&gt;Namun demikian, sarana dan prasarana pendidikan di SMA Al-Mustardli selalu direncanakan pengadaannya dengan berpedoman pada prinsip-prinsip berikut: 1) direncanakan dan diusahakan dengan cara-cara yang halal dan baik, 2) dipisahkan secara tegas antara hak milik peribadi dan hak milik lembaga, 3) mengacu kepada jiwa kemandirian, sebagai salah satu dari nilai-nilai agama yang harus diperhatikan, 4) dikelola dengan manajemen yang terbuka dan amanah, dan 5) pengadaannya harus diciptakan untuk selalu berguna bagi kepentingan pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Perencanaan Keuangan&lt;br /&gt;Persoalan keuangan di lembaga SMA Al-Mustardli didapat dengan usaha-usaha yang penuh dengan kemandirian dan tidak tergantung pada subsidi dari pemerintah. Inilah salah satu daya tahan lembaga ini yang sangat independen dan otonom, yang tentunya sulit ditemukan di lembaga-lembaga lain di luar madrasah. Semua perencanaan itu, tentu saja menggunakan sistem penganggaran yang mengedepankan nilai kejujuran dan amanah  yang tinggi dari para pengelolanya agar rencana penganggaran keuangan lembaga SMA Al-Mustardli bisa dipertanggungjawabkan. &lt;br /&gt;Namun demikian, ada satu hal yang selalu ditanamkan di SMA Al-Mustardli ini adalah bagaimana setiap dana yang direncanakan dan dikelola itu mendatangkan barokah yang sebesar-besarnya bagi pemenuhan kebutuhan lembaga. Sekecil apapun dana yang yang diterima, itu merupakan amanah Allah yang harus disalurkan dan dikelola secara jujur dan proporsional sesuai dengan ketentuan yang digariskan. Untuk itulah, di lembaga SMA Al-Mustardli berbagai rencana dan upaya dilakukan untuk mendapatkan dana yang didapat dari usaha-usaha internal seperti; penarikan iuran bulanan dari siswa-siswi, maupun dari usaha-usaha eksternal yang diperolah dari penghimpunan dana melalui para dermawan, simpatisan dan donatur tetap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Perencanaan Humas&lt;br /&gt;Hubungan masyarakat diciptakan dan diupayakan agar bisa menjadi mediator para pengelola SMA Al-Mustardli untuk mengadakan interaksi dengan masyarakat sekitar lembaga maupun dengan para wali murid. Oleh sebab itu, bagian humas selalu merencanakan kegiatan-kegiatan dalam rangka mencari dan menjaring masyarakat sekitar agar bisa menyekolahkan anak-anaknya di lembaga SMA Al-Mustardli, termasuk berupaya untuk mencari hubungan sosial dan hubungan keuangan dengan para simpatisan dan para donatur lembaga yang sangat peduli terhadap perkembangan pendidikan madrasah, khususnya di lembaga pendidikan seperti SMA Al-Mustardli. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Pengorganisasian (Organizing) SMA AL-MUSTARDLI&lt;br /&gt;Struktur  dan Organisasi SMA AL-MUSTARDLI, disusun berdasarkan petunjuk pelaksanaan dan pengolahan kurikulum 2004 Sekolah Menengah Atas yang dikeluarkan oleh Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta tahun 2003 sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan: &lt;br /&gt; Garis Komando/Koordinasi&lt;br /&gt;  Garis Konsultasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qurratul Aini M.Pd   = K. TU&lt;br /&gt;1. Farid Harja S.Pd.i  = Adm. Kesiswaan &lt;br /&gt;2. kholifur Rahman SE  = Adm. Keuangan &lt;br /&gt;3. Samsul Arifins.Pd.i   = Adm. Koperasi &lt;br /&gt;4. Habibur Raman S.pd   = Adm. Umum &lt;br /&gt;5. Yesi ST    = UPT. Komputer &lt;br /&gt;6. Khotibul Umam S.Pd   = Bag. Pengarsipan  &lt;br /&gt;7. Ismail S.Pd   = UPT. Laboratorium IPA&lt;br /&gt;8. Samsul Hilal S.Pd  = UPT. Perpustakaan &lt;br /&gt;9. Rahma S.Pd   = Kebersihan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F. Penempatan Staf / Pembagian Tugas SMA AL-MUSTARDLI&lt;br /&gt;Penggunaan struktur organisasi yang tersebut diatas memerlukan perumusan pembagian tanggung jawab sebagai berikut: &lt;br /&gt;1. Tugas Kepala Sekolah &lt;br /&gt;a. Sebagai penanggung jawab atas keseluruhan pengelolaan sekolah&lt;br /&gt;b. Bersama wali dan para guru menyusun rencana kerja tahun ajaran baru&lt;br /&gt;c. Mengawasi dan mengontrol pelaksanaan kurikulum &lt;br /&gt;d. Memriksa dan mengesahkan satuan pelajaran yang disajikan kepada para siswa&lt;br /&gt;e. Mengadakan kunjungan ke kelas/lokal, laboratorium dan perpustkaan&lt;br /&gt;f. Memimpin rapat kerja di sekolah&lt;br /&gt;g. Menghadiri rapat dengan atasan (Yayasan maupun Depdikbud)&lt;br /&gt;h. Menandatangani Ijazah, Foto Kopy Ijazah, Surat Mutasi Siswa Pindah dan Legalisir&lt;br /&gt;i. Melaporkan dan mempertanggung jawabkan tugasnya kepada Yayasan dan DIKNAS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Tugas Kepala Bidang Unggulan&lt;br /&gt;a. Sebagai penanggung jawab pengelolahan internal kelas&lt;br /&gt;b. Bersama wali dan para guru menyusun rencana kerja sekolah kelas &lt;br /&gt;c. Mengadakan kunjungan ke kelas/lokal, laboratorium dan perpustkaan&lt;br /&gt;d. Memimpin rapat rutin bersama kepala sekolah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Tugas Kepala Tata Usaha &lt;br /&gt;Bertanggung jawab dalam urusan administrasi ketata usaha sekolah baik keluar maupun kedalam, seperti: &lt;br /&gt;a) Administrasi kantor &lt;br /&gt;b) Kepegawaian&lt;br /&gt;c) Administrasi keuangan &lt;br /&gt;d) Koperasi sekolah&lt;br /&gt;e) Melaporkan dan mempertanggung jawabkan tugasnya kepada kepala sekolah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Tugas Wakasek Kesiswaan &lt;br /&gt;a. Perencanaan dan pelaksanaan penerimaan siswa baru&lt;br /&gt;b. Kegiatan ekstra kurikuler&lt;br /&gt;c. Pembinaan OSIS&lt;br /&gt;d. Tata tertib siswa&lt;br /&gt;e. Menkoordinasi alumnus&lt;br /&gt;f. Membimbing koperasi sekolah&lt;br /&gt;g. Melaporkan dan mempertanggung jawabkan tugasnya kepada kepala sekolah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Tugas Wakasek Kurikulum&lt;br /&gt;a. Menyusun program tahunan &lt;br /&gt;b. Mengadakan/pengelolaan system pembelajaran &lt;br /&gt;c. Membantu pembagian tugas guru&lt;br /&gt;d. Menyusun jadwal pelajaran&lt;br /&gt;e. Mengelola kegiatan belajar-mengajar&lt;br /&gt;f. Membuat dan bertanggung jawab pengelolaan nilai&lt;br /&gt;g. Bertanggung jawab pengelolaan kegiatan kurikulum&lt;br /&gt;h. Melaporkan dan mempertanggung jawabkan tugasnya kepada kepala sekolah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Tugas Wakasek Sarana-Prasarana&lt;br /&gt;a. Inventarisasi sarana/prasarana &lt;br /&gt;b. Pengadaan sarana/prasarana&lt;br /&gt;c. Pemeliharaan sarana/prasarana&lt;br /&gt;d. Pengelolaan keuangan alat-alat pengajaran&lt;br /&gt;e. Kelengkapan format kerja &lt;br /&gt;f. Melaporkan dan mempertanggung jawabkan tugasnya kepada kepala sekolah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Tugas Wakasek Hubungan Masyarakat &lt;br /&gt;a. Kerjasama dengan BP 3/Komete&lt;br /&gt;b. Peringatan hari-hari nasional/keagamaan &lt;br /&gt;c. Bakti social&lt;br /&gt;d. Kerjasama dengan lembaga-lembaga pendidikan pada perguruan tinggi/masyarakat&lt;br /&gt;e. Melaporkan dan mempertanggung jawabkan tugasnya kepada kepala sekolah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Tugas Koordinator Bimbingan Dan Penyuluhan &lt;br /&gt;a. Menyusun tugas BP dan program bimbingan karer&lt;br /&gt;b. Memonitor pelaksanaan BP pada umumnya dan program bimbingan karer khususnya&lt;br /&gt;c. Mengkoordinasikan untuk mendapat masukan dari pelaksanaan BP dan bimbingan karer pada khususnya &lt;br /&gt;d. Melaporkan dan mempertanggung jawabkan tugasnya kepada kepala sekolah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Tugas-Tugas Wali Kelas &lt;br /&gt;a. Membina murid yang menjadi tanggungjawabnya&lt;br /&gt;b. Membentuk pengurus kelas &lt;br /&gt;c. Membagi murid menjadi kelompok belajar &lt;br /&gt;d. Mendata murid yang pandai, nakal dan yang bodoh (kurang tanggap terhadap pelajaran)&lt;br /&gt;e. Bertanggung jawab kebersihan kelas yang menjadi tanggung jawabnya beserta halaman kelas/diperintah&lt;br /&gt;f. Menertibkan absensi murid, data kelas dan mengisi raport serta menarik raport sesuai dengan hari yang ditentukan&lt;br /&gt;g. Melaporkan anak yang nakal kepada guru BP&lt;br /&gt;h. Melaporkan dan mempertanggung jawabkan tugasnya kepada kepala sekolah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Tugas Pendidik/Guru &lt;br /&gt;a. Memberilan materi pelajaran sesuai dengan bidang tugas serta pembagian jam mengajar&lt;br /&gt;b. Membuat Prota, Promes, Silabus &lt;br /&gt;c. Membuat rencana pembelajaran (RP)&lt;br /&gt;d. Mengadakan test formatif/evaluasi&lt;br /&gt;e. Mengadakan praktek bagi pemegang bidang studi biologi, fisika dan fiqih/syariah, bahasa arab dan ingris&lt;br /&gt;f. Mengabsen siswa sebelum/sesudah memberikan materi pelajaran&lt;br /&gt;g. Membuat rekap nilai&lt;br /&gt;h. Pada tiap-tiap akhir bulan melaporkan secara tertulis kepada wakil kepala sekolah tentang keadaan siswa yang diajar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;G. Pengawasan (Controlling)&lt;br /&gt;Pengawasan yang dilaksanakan dilembaga SMA Al-Mustardli yaitu sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan kebijakan organisasi/lembaga pada masa selanjutnya. &lt;br /&gt;Upaya tersebut secara sinergis dilaksanakan sebagai bahan evaluasi  perbaikan program pada masa yang akan datang. Terutama: &lt;br /&gt;A. Kedisiplinan guru, Kepala sekolah beserta Staf-stafnya&lt;br /&gt;B. Kedisiplinan murid&lt;br /&gt;C. Metode pembelajaran&lt;br /&gt;D. Pembinaan kesejahteraan &lt;br /&gt;E. Analisis daya tampung siswa &lt;br /&gt;F. Pemeliharaan&lt;br /&gt;G. Layanan perbaikan&lt;br /&gt;H. Analisis sumber dana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa pola pengawasan yang dilakukan secara berkesinambungan sebagai langkah mengembangkan perubahan dalam menyetarakan pendidikan seiring dengan perkembangan zaman, dengan memperhatikan:&lt;br /&gt;A. Evaluasi dilakukan secara menyeluruh dan kontinyu&lt;br /&gt;B. Pengawasan dilakukan pada data yang ada secara menyeluruh&lt;br /&gt;C. Controlling dilakukan dengan pihak yang bersangkutan &lt;br /&gt;D. Hasil pengawasan hendaknya bertujuan untuk menuju perbaikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses yang dilaksanakan di lembaga SMA Al-Mustardli tidak hanya berkutat di pihak civitas lembaga tetapi seluruh elemen masyarakat terkait dengan pelaksanaan manajemen pendidikan yang dijalankan sejak berdirinya lembaga tersebut sampai seterusnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pengawasan Guru (Ketenagaan)&lt;br /&gt;Pengawasan terhadap guru, di lembaga SMA Al-Mustardli dikontrol langsung oleh Kepala Madrasah. Hal ini bisa dilihat dalam program kerja dan kegiatan kepala madrasah yang selalu melakukan monitoring dan supervisi di kelas-kelas setiap harinya, memeriksa buku persiapan mengajar guru-guru, dan selalu mengawasi pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan oleh para guru. Adapun tugas guru di bidang fungsional dan struktural pengawasannya langsung di bawah tanggungjawab bagian pendidikan dan kurikulum bersama dengan bagiaan personalia. &lt;br /&gt;Di samping pengawasan langsung dari kepala madrasah, bagian pendidikan dan kurikulum juga melakukan pengawasan dengan cara mengkoordinir kegiatan guru yang berhubungan dengan disiplin harian dan membuat jadwal petugas keliling ke kelas untuk mengetahui sekaligus mencarikan pengganti guru yang tidak mengajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pengawasan Siswa&lt;br /&gt;Pengawasan terhadap siswa secara garis besar dibagi menjadi dua bagian. Pertama, di kelas mereka dibina sekaligus diawasi oleh wali kelas. Kedua, di luar kelas mereka dibina oleh orang tua yang bekerja sama dengan Humas. Di samping itu guru kelas yang juga selalu membina, membimbing, dan mengawasi dengan ekstra disiplin terhadap segala aktivitas siswa sehari-hari. &lt;br /&gt;Pengawasan terhadap siswa ini juga dilakukan oleh bagian kesiswaan yang ada di SMA Al-Mustardli terutama dalam pelaksanaan kegiatan pelajaran formal dan praktek ataupun tutorial sekolah, agar supaya siswa-siswa bisa hidup penuh disiplin dan bisa mengendalikan dirinya sebaik mungkin. Untuk itulah, bentuk pengawasan siswa yang dikembangkan di lembaga SMA Al-Mustardli menggunakan pendekatan uswah (keteladanan) dan shuhbah (pendampingan) agar para siswa bisa diajak kepada kebaikan dengan mudah tanpa ada kesan pemaksaan, sehingga dengan sendirinya para siswa akan menyadari dan memperbaiki kesalahan-kesalahan dan pelanggaran yang telah diperbuatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pengawasan Kurikulum (Materi Pelajaran)&lt;br /&gt;Di lembaga SMA Al-Mustardli, proses pelaksanaan kurikulum dalam bentuk KBM sehari-hari selalu diawasi dan dikontrol oleh Kepala Madrasah bersama bagian akademik sekolah sebagai penanggungjawab. Kepala Madrasah dan para guru serta bagian pendidikan dan kurikulum selalu mengadakan pertemuan mingguan yang penuh dengan nilai kebersamaan dan kekeluargaan dalam rangka evaluasi pelaksanaan KBM selama sebulan dan merencanakan segala sesuatu yang akan dikerjakan pada bulan berikutnya, agar pengawasan terhadap kurikulum pendidikan betul-betul inovatif dan bisa menjadi sumber ilmu pengetahuan yang benar-benar menjadi sesuatu yang ilmul-yaqin (well-informed), ainul-yaqin (well-visioned), dan haqqul-yaqin (well-believed) kepada seluruh elemen lembaga SMA Al-Mustardli, terutama kepada para guru dan para siswa.&lt;br /&gt;4. Pengawasan Sarana dan Prasarana&lt;br /&gt;Pengawasan sarana dan prasarana di SMA Al-Mustardli, sepenuhnya merupakan tugas dan wewenang bagian sarana dan prasarana. Bentuk pengawasannya dilakukan dengan cara mengadakan control dan checking terhadap kondisi peralatan dan aset-aset sekolah secara berkala dan segera mengambil langkah-langkah solutif apabila melihat atau menemukan kerusakan dan kekurangan dengan terlebih dahulu berkonsultasi dan berkoordinasi kepada bagian pembangunan. Artinya bahwa pengawasan tersebut betul-betul telah dilakukan oleh pihak yang berwenang, dan kalaupun memang sudah waktunya sarana tersebut diperbaiki ataupun dibelikan yang baru, pihak pengawas tersebut harus memperhatikan nilai keefektifan dan efisiensi (kesederhaan) dan bisa mengusahakannya secara mandiri dan disesuaikan dengan kemampuan lembaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Pengawasan Keuangan&lt;br /&gt;Pengawasan terhadap keuangan di lembaga SMA Al-Mustardli adalah wewenangnya bagian pendanaan. Tentu saja dengan cara melakukan audit keuangan terlebih dahulu secara jujur (shiddiq) dan amanah  terutama terhadap dana yang tidak jelas sumbernya. Dari hasil audit itu kemudian dilaporkan kepada dewan pengurus madrasah untuk dikaji, dianalisis, dikoreksi dan diadakan perbaikan jika misalkan ada anggaran yang sekiranya janggal. Baru kemudian dewan pengurus bersama kepada madrasah menyetujui untuk dioperasionalkan. Tetapi sebagai bentuk dari sikap kehati-hatian, maka semua laporan keuangan tersebut bentuk pembelanjaannya pasti dipertanyakan dengan rinci oleh Dewan Pengurus Madrasah. Tentu saja pemegang keuangan itu harus membuktikannya dengan bukti-bukti kuat yang bisa dipercaya (amanah) dan dipertanggungjawabkan seperti nota, kwitansi, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Pengawasan Humas&lt;br /&gt;Pada bagian Humas telah diuraikan bahwa hampir semua hubungan interaksi dengan masyarakat sekitar dan wali murid diawasi oleh bagian Humas sendiri bersama-sama dengan Dewan Pengurus Madrasah. Dari hasil pengawasan itu, para pengurus harus melaporkan kepada Kepala Madrasah, untuk kemudian dipikirkan rencana tindak lanjutnya agar suasana kebersamaan dan kepercayaan dari seluruh elemen dan stake holders madrasah dapat terjaga secara berkesinambungan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Pelaksanaan Evaluasi Pendidikan &lt;br /&gt;Dari proses pendidikan yang telah diuraikan di atas, selanjutnya lembaga SMA Al-Mustardli melangsungkan berbagai bentuk evaluasi dan supervisi untuk mengukur sejauhmana keberhasilan menyelenggarakan pendidikan. Dari segi waktu pelaksanaan evaluasi ada yang bentuknya harian, mingguan, bulanan, semesteran, dan tahunan. Sedangkan macam-macam ujian dari proses penyelenggaraan pendidikan tersebut terdiri dari; ujian masuk, ujian semester pertama, ujian semester kedua, dan ujian akhir (UAN).&lt;br /&gt;Semua bentuk pelaksanaan evaluasi di atas, tidak lain hanyalah berfungsi sebagai tes prestasi (achievement test) dengan tujuan utama agar para siswa bisa belajar lebih baik. Karena itu, pelaksanaan evaluasi pendidikan di lembaga SMA Al-Mustardli mempunyai dasar dan syarat-syarat sebagai berikut; validitas, reliabilitas, differentibilitas, dan edukatif serta praktis. Namun demikian, penilaian terhadap aspek afektif dan psikomotorik, terutama moralitas (akhlaqul karimah) dan kepribadian siswa menjadi dasar/pijakan utama untuk menentukan kesuksesan proses pendidikan di lembaga SMA Al-Mustardli. &lt;br /&gt;Oleh karena itu, sistem penilaian pendidikan di SMA Al-Mustardli yang tidak hanya melihat prestasi siswa dalam bentuk nilai-nilai mata pelajaran yang kemudian hasilnya dilaporkan dalam bentuk rapor prestasi belajar. Tetapi, aspek kepribadian dan kegiatan di luar kelas juga dinilai dan penjadi penentu kenaikan dan kelulusan siswa dari lembaga SMA Al-Mustardli.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan adanya system pengawasan tersebut maka aspek kelemahan dan kelebihan akan muncul dan sejauh mana kedua factor tersebut mampu mempengaruhi kinerja yang selama ini telah beralangsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;H. Pola Manajemen Kurikulum&lt;br /&gt;1. Penetapan kurikulu yang dipakai&lt;br /&gt;Secara garis besar, kurikulum dan materi pendidikan di SMA Al-Mustardli dikelompokkan menjadi 3 jenis pendidikan, yaitu: 1) Pendidikan Keagamaan  2) Pendidikan Keilmuan (Intelektualitas); dan 3) Pendidikan Keterampilan.&lt;br /&gt;Kelima jenis kurikulum tersebut dijabarkan dalam beberapa Bidang Studi yang diprogram sesuai dengan kelas/tingkat pendidikan yang ada dengan alokasi waktu yang fleksibel dan disesuaikan dengan target kompetensi yang harus dikuasai oleh siswa-siswi. Berikut daftar kurikulum dan materi pendidikan atau bidang studi yang berlaku di SMA Al-Mustardli: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Distribusi Kurikulum Pendidikan dan Bidang Studi&lt;br /&gt;Di Lembaga SMA Al-Mustardli&lt;br /&gt;NO JENIS &lt;br /&gt;KURIKULUM PENDIDIKAN BIDANG STUDI&lt;br /&gt;1 Pendidikan Keagamaan (Syari’ah/ibadah); - Bahasa Arab &lt;br /&gt;- Agama Islam&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;2 Pendidikan Keilmuan/Keahlian - Bahasa Ingris &lt;br /&gt;- Bahasa Indonesia&lt;br /&gt;- Bahasa Prancis&lt;br /&gt;- Tekhnik Informatika dan      komonikasi &lt;br /&gt;- Bahasa Jepang&lt;br /&gt;- Matematika&lt;br /&gt;- Fisika&lt;br /&gt;- Bimbingan Konseling&lt;br /&gt;- Kimia&lt;br /&gt;- Biologi&lt;br /&gt;- Kewarga Negaraan&lt;br /&gt;- Bahasa German &lt;br /&gt;- Akuntansi&lt;br /&gt;3 Pendidikan Keterampilan - Penjaskes &lt;br /&gt;- Kesenian &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari materi-materi di atas, maka dibuatlah silabus dan struktur kurikulum per-kelas yang disusun per sub-bidang studi sebagai pelengkap dari kurikulum yang telah ada di atas. Silabus tersebut berisi standar kompetensi, rincian materi pembelajaran, indikator, kegiatan pembelajaran dan penilaian, alokasi waktu yang disediakan dan sumber/bahan/alat belajar. Silabus tersebut disusun berdasarkan prinsip-prinsip pendidikan di lembaga SMA Al-Mustardli yang berlandaskan pada “nilai-nilai keagamaan” dan bersifat akomodatif terhadap perkembangan terbaru dalam dunia pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Peningkatan Mutu&lt;br /&gt;Berdasarkan langkah-langkah pemecahan persoalan, sekolah bersama-sama dengan semua unsur-unsurnya termasuk Komite Sekolah membuat rencana dan program untuk merealisasikan rencana dan pencapaian sasaran yang telah ditetapkan sebagai berikut:&lt;br /&gt;A. Sasaran 1 : Pelanggaran Tata Tertib Sekolah&lt;br /&gt;Rencana   : Peningkatan kedisiplinan &lt;br /&gt;Penanggung jawab  : Guru BP/BK  &lt;br /&gt;Program Kerja 1 : Pengadaan Buku Saku Tata Tertib Sekolah&lt;br /&gt;Rincian Program:&lt;br /&gt;1. Pengadaan buku saku&lt;br /&gt;2. Pembagian buku saku&lt;br /&gt;3. Pemantauan pelaksanaan&lt;br /&gt;4. Evaluasi pelaksanaan&lt;br /&gt;5. Koordinasi&lt;br /&gt;Program kerja 2: Pembinaan Kedisiplinan Melalui Upacara Bendera&lt;br /&gt;Rincian Program:&lt;br /&gt;1. Menyusun jadwal Pembina Upacara&lt;br /&gt;2. Mengtur materi pembinaan&lt;br /&gt;3. Membuat peleton khusus bagi siswa yang  melanggar tata tertib&lt;br /&gt;4. Pemberian penghargaan dan sanksi&lt;br /&gt;Program kerja 3:  Pembuatan Instrumen&lt;br /&gt;Rincian Program:&lt;br /&gt;1. Rapat koordinasi BP/BK dengan Wali kelas&lt;br /&gt;2. Merumuskan score untuk setiap pelanggaran&lt;br /&gt;3. Menyusun format laporan untuk orang tua&lt;br /&gt;4. Membuat peta kerawanan&lt;br /&gt;5. Menyusun lembar pemantauan kedisiplinan&lt;br /&gt;6. Pembagian tugas pemantauan&lt;br /&gt;Program kerja 4:  Pemberdayaan peran BP/BK&lt;br /&gt;Rincian Program:&lt;br /&gt;1. Penyusunan program kerja&lt;br /&gt;2. Koordinasi dengan guru, wali kelas dan Tata Usaha&lt;br /&gt;3. Pengadaan format administrasi&lt;br /&gt;4. Mengikutsertakan guru BP/BK dalam seminar atau MGBK&lt;br /&gt;5. Pendelegasian wewenang yang lebih luas pada guru BP/BK&lt;br /&gt;6. Pembentukan informan kelas&lt;br /&gt;7. Rehabilitasi ruang BP/BK&lt;br /&gt;8. Penyenggaraan tes IQ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Sasaran  :  Meningkatkan jumlah nilai rata-rata 0,38 tiap tahun&lt;br /&gt;Rencana   :  Peningkatan NEM siswa&lt;br /&gt;Program kerja 1 :  Penambahan jam pelajaran Ebtanas&lt;br /&gt;Rincian Program:&lt;br /&gt;1. Menyusun jadwal pelajaran&lt;br /&gt;2. Mempersiapkan tenaga pengajar&lt;br /&gt;3. Membuat surat pemberitahuan pada orang tua/wali&lt;br /&gt;4. Percepatan pencapaian target kurikulum&lt;br /&gt;Program kerja 2:  Mengaktifkan bimbingan belajar kelompok dan individual&lt;br /&gt;Rincian Program:&lt;br /&gt;1. Menyusun jadwal bimbingan&lt;br /&gt;2. Pembagian kelompok belajar&lt;br /&gt;3. Membuat buku laporan hasil belajar kelompok&lt;br /&gt;4. Menyusun jadwal belajar kelompok&lt;br /&gt;Program kerja 3:  Peningkatan Motivasi  Belajar Siswa&lt;br /&gt;Rincian Program&lt;br /&gt;1. Menyusun jadwal bimbingan siswa bermasalah/lemah&lt;br /&gt;2. Menyiapkan kertas ulangan harian yang ditandatangani orang tua / wali&lt;br /&gt;3. Menyiapkan papan tempel&lt;br /&gt;4. Pembuatan ranking hasil tes secara berkala&lt;br /&gt;Program kerja 4:  Mengefektifkan Latihan dan Ujicoba Soal-soal Ebtanas&lt;br /&gt;Rincian Program:&lt;br /&gt;1. Mempersiapkan soal-soal Ebtanas tahun lalu&lt;br /&gt;2. Memberi tugas kepada guru untuk menyusun prediksi soal ebtanas&lt;br /&gt;3. Latihan, pembahasan dan penilaian pekerjaan siswa&lt;br /&gt;4. Kerjasama dengan Lembaga Bimbingan Belajar&lt;br /&gt;C. Sasaran 3   :  Peningkatan Kegiatan Ekstrakurikuler&lt;br /&gt;Rencana 1  :  Ekstrakurikuler Peleton Inti&lt;br /&gt;Penanggung jawab  :  Pembina OSIS&lt;br /&gt;Program kerja 1: Wajib baris berbaris bagi siswa baru&lt;br /&gt;Rincian program:&lt;br /&gt;1. Menyusun jadwal Pra Masa Orientasi Sekolah (MOS)&lt;br /&gt;2. Mengadakan lomba baris berbaris bagi siswa baru&lt;br /&gt;3. Pemberian materi baris berbaris pada kegiatan MOS&lt;br /&gt;4. Pemutaran dukumentasi kegiatan baris berbaris&lt;br /&gt;5. Pengenalan hasil prestasi yang pernah diraih&lt;br /&gt;Program kerja 2 :  Peningkatan frekuensi latihan&lt;br /&gt;Rincian program:&lt;br /&gt;1. Menyusun jadwal latihan&lt;br /&gt;2. Penundaan kegiatan ekstrakurikuler lainnya&lt;br /&gt;3. Mengikutsertakan lomba sebagai pemanasan&lt;br /&gt;Program kerja 3 :  Penghargaan prestasi non akademik dari sekolah yang lebih tinggi&lt;br /&gt;Rincian program:&lt;br /&gt;1. Pemberian piagam&lt;br /&gt;2. Pencantuman prestasi non akademik pada formulir pendaftaran&lt;br /&gt;3. Penyertaan foto kopi piagam pada saat pendaftaran&lt;br /&gt;Rencana 2   :  Ekstrakurikuler Bahasa Inggris&lt;br /&gt;Penanggung jawab  :  Guru Mata Pelajaran Bahasa Inggris&lt;br /&gt;Program kerja 1     :  Pengadaan laboratorium bahasa  dan sosialisasi pentingnya bahasa &lt;br /&gt;1. Inggris menghadapi era globalisasi&lt;br /&gt;2. Rincian program:&lt;br /&gt;3. Pengajuan proposal bantuan RKB &lt;br /&gt;4. Penggunaan laboratorium bahasa SMK PIRI Sleman&lt;br /&gt;5. Motivasi pentingnya bahasa inggris&lt;br /&gt;6. Pendaftaran peserta kelas bahasa inggris ketahui orang tua&lt;br /&gt;7. Pembuatan buku kontrol siswa&lt;br /&gt;Program kerja 2 :  Penambahan buku, modul dan media&lt;br /&gt;Rincian program:&lt;br /&gt;1. Pengadan modul melalui Lembaga Bimbingan&lt;br /&gt;2. Pembuatan media&lt;br /&gt;3. Penambahan buku&lt;br /&gt;4. Menggali dana bantuan dari Tallangatta Secondary College Victoria Australia&lt;br /&gt;5. Penggalian bantuan buku dari siswa yang lulus&lt;br /&gt;Program kerja 3 :  Kerja sama dengan Tallangatta Secondary College Victoria Australia&lt;br /&gt;Rincian program &lt;br /&gt;1. Menjalin surat menyurat&lt;br /&gt;2. Pertukaran majalah dinding&lt;br /&gt;3. Kominikasi melalui internet&lt;br /&gt;4. Pertukaran siswa&lt;br /&gt;5. Pertukaran guru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rencana 3   : Ekstrakurikuler Komputer&lt;br /&gt;Penanggungjawab  : Urusan Kurikulum&lt;br /&gt;Program kerja  : Pengadaan laboratorium komputer&lt;br /&gt;Rincian program :&lt;br /&gt;1. Pengajuan bantuan RKB&lt;br /&gt;2. Pemanfaatan laboratorium komputer &lt;br /&gt;3. Penambahan daya listrik sekolah&lt;br /&gt;4. Pembuatan modul&lt;br /&gt;Rencan 4   : Ekstrakurikuler Olah Raga&lt;br /&gt;Penanggungjawab  : Guru Olah Raga&lt;br /&gt;Program kerja 1  : Penambahan peralatan olah raga&lt;br /&gt;Rincian program:&lt;br /&gt;1. Menginventarisir peralatan&lt;br /&gt;2. Penentuan skala prioritas&lt;br /&gt;3. Penyusunan anggaran&lt;br /&gt;Program kerja 2 : Peningkatan semangat berlatih&lt;br /&gt;Rincian program:&lt;br /&gt;1. Pengaturan jadwal&lt;br /&gt;2. Pembentukan regu&lt;br /&gt;3. Pembuatan buku kontrol kegiatan&lt;br /&gt;4. Laporan untuk orang tua&lt;br /&gt;5. Pemberian penghargaan&lt;br /&gt;Program kerja 3 : Pengembangan bakat dan prestasi&lt;br /&gt;Rincian program :&lt;br /&gt;1. Penelusuran bakat dan prestasi&lt;br /&gt;2. Pembentukan regu&lt;br /&gt;3. Penyusunan jadwal&lt;br /&gt;4. Ujicoba pertandingan antar sekolah&lt;br /&gt;5. Pemberian penghargaan &lt;br /&gt;6. Pengajuan beasiswa bakat dan prestasi&lt;br /&gt;Rencana 5   :  Ekstrakurikuler Karawitan&lt;br /&gt;Penanggungjawab  :  Guru Kesenian&lt;br /&gt;Program kerja 1  :  Pengadan ruang kesenian dan peralatannya&lt;br /&gt;Rincian program :&lt;br /&gt;1. Pengajuan bantuan RKB&lt;br /&gt;2. Penataan ruang&lt;br /&gt;3. Menginventarisir peralatan yang dibutuhkan&lt;br /&gt;4. Pengalokasian anggaran&lt;br /&gt;5. Pengadaan peralatan&lt;br /&gt;6. Perawatan&lt;br /&gt;Program kerja 2 :  Penambahan buku dan alat peraga atau alat bantu pendidikan&lt;br /&gt;Rincian program :&lt;br /&gt;1. Seleksi buku&lt;br /&gt;2. Pembelian buku-buku panduan&lt;br /&gt;3. Pembuatan alat peraga&lt;br /&gt;Program kerja 3 : Pengadaan pelatih&lt;br /&gt;Rincian program:&lt;br /&gt;1. Pemberdayaan guru yang ada&lt;br /&gt;2. Mengangkat pelatih dari masyarakat sekitar&lt;br /&gt;3. Menyusun jadwal latihan&lt;br /&gt;D. Sasaran 4  :  Penerimaan Peserta Didik Baru ( PPDB )&lt;br /&gt;Rencana   :  Peningkatan animo pendaftar&lt;br /&gt;Penaggung jawab  :  Ketua PPDB&lt;br /&gt;Proram kerja 1 : Penggalangan dana PPDB&lt;br /&gt;Rincian program:&lt;br /&gt;1. Mengajukan permohonan bantuan kepada Yayasan&lt;br /&gt;2. Menggali sumber dana di sekolah&lt;br /&gt;3. Memberdayakan bantuan dari Tallangatta Secondary College Victoria Australia&lt;br /&gt;Program kerja 2 :  Pemberdayaan Tim PPDB&lt;br /&gt;Rincian program : &lt;br /&gt;1. Pembentukan Tim PPDB sejak awal tahun&lt;br /&gt;2. Mengadakan persiapan PPDB&lt;br /&gt;3. Penyusunan progam kerja&lt;br /&gt;4. Penyusunan jadwal pembagian tugas&lt;br /&gt;5. Penyusunan rincian tugas&lt;br /&gt;Program kerja 3 :  Kerjasama lintas sekolah&lt;br /&gt;Rincian program:&lt;br /&gt;1. Pemberian kalender kesekolah-sekolah&lt;br /&gt;2. Silaturahmi berkala ke lembaga-lembaga sekitar&lt;br /&gt;3. Latiahan ujian akhir sekolah dasar&lt;br /&gt;Program kerja 4 : Promosi sekolah&lt;br /&gt;Rincian program:&lt;br /&gt;1. Daging qurban&lt;br /&gt;2. Mengikuti lomba dan upacara tujuh belas agustus&lt;br /&gt;3. Menulis artikel dalam surat kabar&lt;br /&gt;E. Sasaran 5   : Meningkatkan Kesadaran Melaksanakan Sholat dan &lt;br /&gt; Kemampuan baca Tulis Al-Qur’an&lt;br /&gt;Rencana    :  Peningkatan kesadaran melaksnakan sholat dan kemampuan&lt;br /&gt;  baca tulis Al-Qur’an&lt;br /&gt;Penanggung jawab  :  Koordinator Guru Agama&lt;br /&gt;Program kerja 1:  Pengajian kelas&lt;br /&gt;Rincian program:&lt;br /&gt;1. Menyusun jadwal pengajian kelas&lt;br /&gt;2. Menentukan materi pengajian&lt;br /&gt;3. Menyusun perangkat evaluasi&lt;br /&gt;Program kerja 2 :  Pengadan buku agama dan media&lt;br /&gt;Rincian program:&lt;br /&gt;1. Pembelian buku&lt;br /&gt;2. Permohonan bantuan ke Yayasan dan Departemen Agama&lt;br /&gt;3. Pendayagunan bantuan DBO&lt;br /&gt;4. Pembuatan metode An-Nur&lt;br /&gt;Program kerja 3 : Perbaikan Sarana Ibadah &lt;br /&gt;Rincian program:&lt;br /&gt;1. Mengajukan bantuan ke Yayasan dan Dinas terkait.&lt;br /&gt;2. Menggali infak dari orang tua atau wali&lt;br /&gt;Program kerja 4 :  Pesantren kilat&lt;br /&gt;Rincian program:&lt;br /&gt;1. Menyusun jadwal pesantren kilat&lt;br /&gt;2. Pembentukan tim pelaksana dan pembagian tugas&lt;br /&gt;3. Penggunaan metode Iqro dan An-Nur&lt;br /&gt;4. Pemberitahuan pada orang tua/wali&lt;br /&gt;5. Pengadaan buku kegiatan Romadhon&lt;br /&gt;6. Pemberian tugas kliping keagamaan&lt;br /&gt;7. Pengumpulan zakat&lt;br /&gt;8. Buka bersama dan peringatan hari besar agama&lt;br /&gt;Program kerja 5 :  Penggalangan dana infak&lt;br /&gt;Rincian program:&lt;br /&gt;1. Mempersiapkan blangko administrasi&lt;br /&gt;2. Pembentuakan tim pelaksana&lt;br /&gt;3. Pemberitahuan pada orang tua/wali&lt;br /&gt;4. Menyusun laporan&lt;br /&gt;Program kerja 6 :  Optimalisasi peran  “Guru Agama”&lt;br /&gt;Rincian program:&lt;br /&gt;1. Mengadakan pelatihan baca tulis Al-Qur’an bagi guru&lt;br /&gt;2. Pengadaan buku-buku keagamaan&lt;br /&gt;3. Mengaktifkan pengajian guru dan karyawan&lt;br /&gt;4. Tadarus Al-Qur’an&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Menyusun program semesteran (promes) dan program tahunan (prota) &lt;br /&gt;a. Program semesteran (promes)&lt;br /&gt;a) Menyelenggarakan perbaikan alat-alat sekolah&lt;br /&gt;b) Menyelenggarakan persiapan pelaksanaan ulangan umum semester&lt;br /&gt;c) Menyelenggarakan evaluasi kegiatan BK, OSIS, UKS dan Ekstra Kurikuler lainnya&lt;br /&gt;d) Daftar kelas&lt;br /&gt;e) Kumpulan nilai (Legger)&lt;br /&gt;f) Catatan tentang siswa yang perlu mendapat perhatian khusus&lt;br /&gt;g) Pengisian nilai semester&lt;br /&gt;h) Pembagian buku Laporan Penilaian Hasil Belajar&lt;br /&gt;i) Pemanggilan orang tua siswa, sejauh diperlukan untuk konnsultasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Menyusun program tahunan (prota)&lt;br /&gt;a) Rogram Akhir Tahun &lt;br /&gt;a) Menyelenggarakan penutupan buku inventaris dan keuangan&lt;br /&gt;b) Menyelenggarakan ujian umum dan ujian akhir &lt;br /&gt;c) Kegiatan kenaikan kelas dan kelulusan &lt;br /&gt;d) Persiapan daftar kumpulan nilai (legger)&lt;br /&gt;e) Penyiapan bahan-bahan untuk rapat guru&lt;br /&gt;f) Persiapan buku laporan penilaian hasil belajar&lt;br /&gt;g) Pemilihan program &lt;br /&gt;h) Menyelenggarakan evaluasi pelaksanaan program sekolah tahun pelajaran yang bersangkutan dan menyusun program sekolah untuk tahun yang akan datang &lt;br /&gt;i) Menyelenggarakan penyusunan keuangan tahun yang akan datang (RAPBS)&lt;br /&gt;j) Menyelenggarakan penyusunan rencana perbaikan dan pemeliharaan sekolah serta alat Bantu pendidikan &lt;br /&gt;k) Menyelenggarakan pembuatan laporan akhir tahun pelajaran &lt;br /&gt;l) Melaksanakan kegiatan penerimaan siswa baru yang meliputi kegiatan&lt;br /&gt;m) Pembentukan panitia penerimaan dan pendaftaran &lt;br /&gt;n) Penyusunan syarat-syarat penerimaan dan pendaftaran&lt;br /&gt;o) Penyiapan formulir dan pengumuman penerimaan siswa baru &lt;br /&gt;p) Pengumuman siswa yang diterima dan daftar ulang &lt;br /&gt;q) Rapat WK&lt;br /&gt;b) Program Awal Tahun &lt;br /&gt;a) Merencanakan kebutuhan guru setiap mata pelajaran&lt;br /&gt;b) Pembagian tugas mengajar&lt;br /&gt;c) Menyusun program pengajaran, jadwal pelajaran dan kalender pendidikan &lt;br /&gt;d) Menyusun kebutuhan buku pelajaran, buku pegangan guru&lt;br /&gt;e) Menyusun kelengkapan alat pelajaran dan bahan pelajaran &lt;br /&gt;f) Mengadakan rapat guru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Pola Pembelajaran&lt;br /&gt;a. menyelenggarakan paket program pendidikan, yaitu: pendidikan keislaman, kecendikiawanan dan kebangsaan &lt;br /&gt;b. menyiapkan lulusan yang memeliki kualitas  unggul, beriman, cerdas, terampil, kuat dan cinta tanah air&lt;br /&gt;c. kurikulum yang digunakan adalah kurikulum pendidikan nasional dan kurikulum muatan lembaga yang dikembangkan secara profesional pembelajran yang ditetapkan adalah pembelajaran terpadu&lt;br /&gt;d. manajement pendidikan sekolah yang handal&lt;br /&gt;e. pendidikan diselenggarakan sehari penuh Full day school (pukul 06.35-15.25 wita)&lt;br /&gt;f. pendidikan diselenggarakan dan dikelola secara professional&lt;br /&gt;1) pembelajran di kelas dibimbing dengan dua orang guru yang berkualifikasi sarajana pendidikan&lt;br /&gt;2) super visi sekolah / kelas yang baik&lt;br /&gt;3) menejemen dan kepemimpinan sekolah yang handal &lt;br /&gt;g. Program sekolah&lt;br /&gt;1) kegiatan membaca Al-Quran setiap 2 jam pelajaran&lt;br /&gt;2) kegiatan Sholat berjamaah di musholla&lt;br /&gt;3) kegiatan Ekstra Kurikuler yang disesuaikan minat siswa&lt;br /&gt;4) kegiatan bimbingan pelajaran setiap hari sebagai pengganti PR&lt;br /&gt;5) kegiatan belajar Computer&lt;br /&gt;6) kegiatan belajar Sempoa&lt;br /&gt;7) kegiatan penanam aqidah pagi (PAP) upacara dan senam pagi&lt;br /&gt;8) kegiatan kunjungan wisata setiap bulan sekali.&lt;br /&gt;h. Layanan sekolah&lt;br /&gt;1) layanan kesehatan siswa (poli gigi dan umum)&lt;br /&gt;2) layanan makan siang/snack&lt;br /&gt;3) layanan bimbingan konseling&lt;br /&gt;4) layanan administrasi&lt;br /&gt;5) layanan kantin sekolah yang higienis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Bimbingan dan konseling&lt;br /&gt;Dasar diadalkan program BK adalah untuk mengantarkan siswa mengenal pribadinya dan mewujudkan potensi-potensi yang ada pada dirinya, untuk memperoleh tujuan dari program ini, hendaklah menyiapkan siswa dan orang lain yang bisa membantu dan menolong siswa tersebut. Sabagai mana dalam gambar dibawah ini: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program Bimbingan dan Konseling &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program bimbingan dan konseling melayani lima kelompok, pertama yang paling penting adalah siswa itu sendiri. Program BK menolong siswa untuk memahami diri mereka sendiri (Aprasial), kemudian lingkungan siswa yang akan dan segera mereka tempati. Untuk mencapai keputusan yang akan membantu kecakapan siswa pada masa sekarang atau yang akan datang, juga program BK yang baik siswa dalam mencari pekerjaan atau perguruan tinggi yang tepat dan memeriksa mereka setelah keluar sekolah untuk membantu pelayanan sekolah yang lebih efektif terhadap siswa dan kebutuhan siswa selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. Pola Manajement Kepegawaian&lt;br /&gt;A. Analisis kebutuhan pegawai&lt;br /&gt;Merupakan kenyatan bahwa anggaran yang harus disediakan untuk membiayai kegiatan dan pengembangan merupakan beban bagi organisasi. Oleh karena itu, agar penyediaan anggaran tersebut sungguh-sungguh dapat dibenarkan, perlu adanya jaminan terlebih dahulu bahwa kegiatan dan pengembangan tersebut sudah nyata-nyata diperlukan. Artinya kegiatan dan pengembangan tertentu hanya diselenggarakan apabila kebutuhan untuk itu memang ada. Penentuan kebutuhan itu mutlak perlu didasarkan pada analisis yang tepat. Analisis kebutuhan iu harus mampu mendiagnosa paling sedikit dua hal, yaitu: masalah-masalah yang dihadapi  sekarang dan berbagai tantangan baru yang diperkirakan akan timbul di masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam mengidentifikasikan kebutuhan akan kegiatan dan pengembangan terdapat tiga pihak yang turut terlibat: &lt;br /&gt;a. Satuan organisasi/lembaga yang mengelola sumber daya manusia &lt;br /&gt;Peranan satuan kerja ini adalah mengidentifikasikan kebutuhan organisasi sebagai keseluruhan, baik untuk kepentingan sekarang maupun pada masa yang akan datang &lt;br /&gt;b. Para pegawai yang bersangkutan &lt;br /&gt;c. Kepala sekolah &lt;br /&gt;Kepala sekolah itulah yang sehari-hari memimpin dan mengetahui para pegawainya dan dia pulalah yang paling bertanggung jawab atas keberhasilan atau kegagalan satuan-satuan kerja yang dipimpinnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Menyusun Formas&lt;br /&gt;FORMASI GURU YANG DIBUTUHKAN &lt;br /&gt;SMA AL-MUSTARDLI RUBARU SUMENEP&lt;br /&gt;Yayasan Al-Mustardli pada tahun pelajaran 2010/2011 membutuhkan tenaga kependidikan pada SMA AL-MUSTARDLI, meliputi: &lt;br /&gt;A. Tenaga Guru / BP  &lt;br /&gt;1. Bahasa Ingris          : 3 Orang&lt;br /&gt;2. Bahasa Indonesia        : 3 Orang&lt;br /&gt;3. Bahasa Arab         : 3 Orang&lt;br /&gt;4. Bahasa Prancis        : 3 Orang&lt;br /&gt;5. Bahasa German        : 3 Orang &lt;br /&gt;6. bahasa Jepang         : 3 Orang&lt;br /&gt;7. Agama Islam         : 3 Orang&lt;br /&gt;8. Matematika          : 3 Orang&lt;br /&gt;9. Fisika          : 3 Orang&lt;br /&gt;10. Penjaskes          : 3 Orang&lt;br /&gt;11. Kesenian         : 3 rang&lt;br /&gt;12. Bimbingan Konseling        : 3 Orang&lt;br /&gt;13. Kimia           : 3 Orang&lt;br /&gt;14. Biologi         : 3 Orang&lt;br /&gt;15. Kewarga Negaraan        : 3 Orang&lt;br /&gt;16. Tekhnik Informatika dan Komonikasi      : 3 Orang&lt;br /&gt;17. Akuntansi         : 3 Orang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Tenaga Non Guru &lt;br /&gt;1. Staf administrasi , berijazah S1, menguasai dan mampu&lt;br /&gt;mengoprasikan computer dan mempunyai keterampilan &lt;br /&gt;menulis         : 2 orang&lt;br /&gt;2. Perawat, berijazah SPK/Akper (D1)      : 2 orang&lt;br /&gt;3. Staf kebersihan, berijazah SLTP mempunyai keterampilan &lt;br /&gt;Pertukangan         : 2 orang&lt;br /&gt;4. Tenaga Accounting berijazah S1 Akuntansi     : 2 orang&lt;br /&gt;5. Petugas keamanan, berijazah minimal SLTA (pernah mengikuti&lt;br /&gt;pelatihan petuas keamanan)       : 2 orang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun beberapa ketentuan yang harus diikuti adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;A. Syarat/Kualifikasi Tenaga &lt;br /&gt;1. Syarat Umum &lt;br /&gt;a. Beragama islam taat&lt;br /&gt;b. Fasih membaca Al-Quran dan huruf Arab &lt;br /&gt;c. Membuat surat lamaran (tulis tangan dengan tinta hitam)&lt;br /&gt;d. Pernah aktif diorganisasi kemahasiswaan (khusus calon guru)&lt;br /&gt;e. Menyerahkan foto kopy ijazah (bagi sarjana disertai tanskip nilai dan Akta IV) dan dilegalisir oleh sekolah perguruan tinggi berwenang&lt;br /&gt;f. Indeks Prestasi (IP) minimal 3,0 (untuk calon guru dan non guru)&lt;br /&gt;g. Dapat mengoprasilan computer dengan baik &lt;br /&gt;h. Usia antara 21-32 tahun&lt;br /&gt;i. Surat keterangan sehat dari dokter&lt;br /&gt;j. Menyerahkan pas foto 3X4 sebanyak 4 lembar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Syarat Khusus&lt;br /&gt;No  Kualifikasi Ketenangan  Syarat Khusus&lt;br /&gt;1 Bahasa Ingris • S-1IKIP/FKIP/IAIN/STAIN/UNIV &lt;br /&gt;     (negri/swasta)&lt;br /&gt;• Jurusan pendidikan bahasa ingris&lt;br /&gt;• Mempunyai keahlian bidang seni/olah vokal&lt;br /&gt;2 Bahasa Indonesia • S-1IKIP/FKIP/STKIP/UNIV &lt;br /&gt;     (negri/swasta)&lt;br /&gt;• Jurusan pendidikan bahasa Indonesia&lt;br /&gt;• Mempunyai keahlian bidang seni/puisi/teater&lt;br /&gt;3 Bahasa Arab • S-1IKIP/IAIN/STAIN/UNIV &lt;br /&gt;     (negri/swasta)&lt;br /&gt;• Fakultas tarbiyah/tadris bahasa arab&lt;br /&gt;4 Bahasa Prancis • S-1IKIP/FKIP/IAIN/STAIN/UNIV &lt;br /&gt;     (negri/swasta)&lt;br /&gt;• Jurusan pendidikan bahasa prancis&lt;br /&gt;• Mempunyai keahliah bidang seni/olah vocal&lt;br /&gt;5 Bahasa German • S-1IKIP/FKIP/UNIV &lt;br /&gt;     (negri/swasta)&lt;br /&gt;• Jurusan pendidikan bahasa german&lt;br /&gt;• Mempunyai keahlian bidang seni/olah vokal&lt;br /&gt;6 Agama Islam  • S-1IAIN/STAIN/FAI &lt;br /&gt;     (negri/swasta)&lt;br /&gt;• Jurusan pendidikan agama islam&lt;br /&gt;• Berkemampuan mengajar Al-Quran&lt;br /&gt;7 Matematika • S-1IKIP/FKIP/STKIP/UNIV &lt;br /&gt;     (negri/swasta)&lt;br /&gt;• Jurusan pendidikan matematika&lt;br /&gt;8 Fisika • S-1IKIP/FKIP/STKIP/UNIV &lt;br /&gt;     (negri/swasta)&lt;br /&gt;• Jurusan pendidikan fisika&lt;br /&gt;9 Kesenian • S-1IKIP/FKIP/STKIP/UNIV &lt;br /&gt;     (negri/swasta)&lt;br /&gt;• Jurusan pendidikan seni&lt;br /&gt;• Mempunyai kemampuan untuk berkreasi&lt;br /&gt;10 Penjaskes • S-1IKIP/FKIP/STKIP/UNIV &lt;br /&gt;     (negri/swasta)&lt;br /&gt;• Jurusan pendidikan olah raga &lt;br /&gt;• Mempunyai keahlian bela diri&lt;br /&gt;11 Bimbingan Konseling • S-1IKIP/FKIP/IAIN/STAIN/UNIV &lt;br /&gt;     (negri/swasta)&lt;br /&gt;• Jurusan bimbingan dan konseling&lt;br /&gt;• Mempunyai keterampilan mengajar Al-Quran&lt;br /&gt;12 Kimia   • S-1IKIP/FKIP/STKIP/UNIV &lt;br /&gt;     (negri/swasta)&lt;br /&gt;• Jurusan pendidikan kimia&lt;br /&gt;13 Biologi • S-1IKIP/FKIP/STKIP/UNIV &lt;br /&gt;     (negri/swasta)&lt;br /&gt;• Jurusan pendidikan biologi&lt;br /&gt;14 Kewarga Negaraan • S-1IKIP/FKIP/STKIP/UNIV &lt;br /&gt;     (negri/swasta)&lt;br /&gt;• Jurusan kewarga negaraan&lt;br /&gt;15 Bahasa Jepang  • S-1IKIP/FKIP/UNIV &lt;br /&gt;     (negri/swasta)&lt;br /&gt;• Jurusan pendidikan bahasa jepang &lt;br /&gt;16  Akuntansi • S-1IKIP/FKIP/UNIV &lt;br /&gt;     (negri/swasta)&lt;br /&gt;• Jurusan akuntansi&lt;br /&gt;17 Tekhnik Informatika dan Komonikasi • S-1IKIP/FKIP/STKIP/UNIV &lt;br /&gt;     (negri/swasta)&lt;br /&gt;• Jurusan tekhnik informatika dan komonikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Tempat Pendaftaran&lt;br /&gt;Pendaftaran bertempat di kampus SMA AL-Mustardli Jl. KH.Nuyu Rubaru&lt;br /&gt;Telp. (0328) 664609 Hp. 081935192109&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Waktu Pendaftaran&lt;br /&gt;Pendaftaran dibuka tanggal ..… januari 2010 - …. Januari 2010, pukul 08.00 – 14.00 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Seleksi Guru dan Tenaga Non Kependidikan &lt;br /&gt;Seleksi dan tes dilaksanakan pada tanggal …. Februari 2010 - … Februari 2010, meliputi tes: &lt;br /&gt;1. Seleksi administrative  &lt;br /&gt;2. Tes Potensi Dasar (TPD)&lt;br /&gt;3. Tes Potensi Tugas Utama (TPU)&lt;br /&gt;4. Wawancara dan pengamatan sikap&lt;br /&gt;5. Tes kesehatan&lt;br /&gt;(jadwal menyusul)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Pengumuman Hasil Seleksi dan  Tes&lt;br /&gt;Pengumuman hasil tes dilaksanakan pada tanggal …. Februari 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F. Lain-Lain&lt;br /&gt;1. Keterangan lebih lanjut dapat ditanyakan di tempat pendaftaran &lt;br /&gt;2. Peserta yang lulus seleksi administrasi dan Tes Potensi Dasar (TPD), dikenakan biaya Tes Potensi Tugas Utama (TPU), Wawancara dan Pengmatan Sikap, dan Tes kesehatan sebesar Rp ……… untuk calon guru, dan Rp …….. bagi calon non guru.&lt;br /&gt;3. Bila dinyatakan diterima, calon harus :&lt;br /&gt;a. Bersedia mengabdi penuh minimal masa percobaan satu tahun mulai Juli 2010 – Juni 2011&lt;br /&gt;b. Bersedia dimagangkan di SMA Al-Mustardli Banasare Rubaru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Rekrutmen &lt;br /&gt;REKRUTMEN KARYAWAN&lt;br /&gt;SMA AL-MUSTARDLI &lt;br /&gt;TAHUN PELAJARAN 2010/2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Tujuan Rekrutmen &lt;br /&gt;Mendapatkan calon tenaga kependidikan yang betul-betul (surplus of candidates) dan paling memnuhi kualifikasi (most qualified and outstanding individuals) dalam memenuhi formasi kebutuhan tenaga kependidikan di SMA Al-Mustardli &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Formasi Kebutuhan &lt;br /&gt;1. Menetapkan beban kerja lembaga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Menginventarisir kebutuhan tenaga kependidikan (jumlah dan jenis tenaga kependidikan yang ideal, jumlah dan jenis tenaga kependidikan yang ada dan kebutuhan tenaga kependidikan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Proses Rekrutmen &lt;br /&gt;1. Penyusunan usulan formasi kebutuhan tenaga kependidikan oleh sekolah dan penetapan formasi  kebutuhan melalui Tim pengembang&lt;br /&gt;2. Pembentujan panitia &lt;br /&gt;3. Penyebarab pengumuman melalui: &lt;br /&gt;a. Surat kabar&lt;br /&gt;b. Radio &lt;br /&gt;c. Brosur-brosur yang disebarkan di majlis taklim&lt;br /&gt;4. Penerimaan lamaran/pendaftaran rekrutmen &lt;br /&gt;a. Persyaratan:&lt;br /&gt;1) Membuat surat lamaran (ditulis tangan)&lt;br /&gt;2) Pas foto 3X4 sebanyak 2 lembar (berwarna) &lt;br /&gt;3) 2 lembar foto kopy ijazah, transkip yang telah disahkan &lt;br /&gt;4) Membayar biaya penggandaan format riwayat hidup  dan map Rp ………..&lt;br /&gt;b. Ketentuan:&lt;br /&gt;1) Bagi pendaftar yang sudah mengambil format riwayat hidup tidak diperbolehkan dijual kepada orang lain (dianggap tidak sah)&lt;br /&gt;2) Bagi pendaftar yang lulus seleksi administrative, dikenakan biaya Tes Potensi Dasar (TPD), Tes Potensi Tugas Utama (TPU), Wawancara dan Pengamatan sikap dan tes kesehatan sebesar Rp. 25.000 untuk calon guru dan Rp. 15.000 untuk calon tenaga non guru.&lt;br /&gt;5. Seleksi pelamar melalui proses sebagai berikut:&lt;br /&gt;a. Seleksi Administratif: &lt;br /&gt;1) Mengumpulkan semua lamaran&lt;br /&gt;2) Mengkaji ulang criteria penilaian administratif&lt;br /&gt;3) Pembahasan criteria dan format penilaian administrative (melalui rapat Tim pengembang)&lt;br /&gt;4) Melekukan penilaian administrtif atas lamaran yang masuk dan menyampaikan kepada Tim pengembang&lt;br /&gt;5) Menetapkan calon yang betul-betul (surplus of candidates) dan paling memnuhi kualifikasi (most qualified and outstanding individuals) melalui rapat Tim pengembang&lt;br /&gt;6) Pengumuman hasil seleksi administratif&lt;br /&gt;b. Tes Potensi Dasar (TPD)&lt;br /&gt;1) Tes kemapuan dasar &lt;br /&gt;2) Tes kematangan profesionalisme&lt;br /&gt;3) Menetapkan calon yang betul-betuk baik (surplus of candidates) dan paling memnuhi kualifikasi (most qualified and outstanding individuals) melalui rapat Tim pengembang&lt;br /&gt;4) Pengumuman hasil tes potensi dasar&lt;br /&gt;c. Tes Potensi Tugas Utama (TPU)&lt;br /&gt;1) Tes pengetahuan tugas utama &lt;br /&gt;2) Tes keterampilan tugas utama&lt;br /&gt;3) menetapkan calon yang betul-betuk baik (surplus of candidates) dan paling memnuhi kualifikasi (most qualified and outstanding individuals) melalui rapat Tim pengembang&lt;br /&gt;4) Pengumuman hasil tes potensi tugas utama&lt;br /&gt;d. Wawancara dan Pengamatan Sikap&lt;br /&gt;1) Wawancara mengenai kometmen keagamaan &lt;br /&gt;2) Wawancara mengenai kesiapan melaksanakan tugas yan tidak ringan&lt;br /&gt;3) Wawancara mengenai gaji&lt;br /&gt;4) Wawancara mengenai berbagai aturan yang akan diberlakukan&lt;br /&gt;5) Pengamatan terhadap sikap dalam berbicara, duduk, berpakaian dan lainnya&lt;br /&gt;6) Penandatanganan sejumlah pernyataan kesediaan mengikuti aturan  yang berlaku&lt;br /&gt;7) Menetapkan calon yang betul-betuk baik (surplus of candidates) dan paling memnuhi kualifikasi (most qualified and outstanding individuals) melalui rapat Tim pengembang&lt;br /&gt;e. Pengumuman Akhir&lt;br /&gt;f. Orientasi dan Magang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Pemimpinan/Pengarahan (Leading)&lt;br /&gt;1. Pemimpinan/Pengarahan Guru (Ketenagaan)&lt;br /&gt;Di lembaga SMA Al-Mustardli, para guru dibina dan dididik secara terus menerus untuk menjadi seorang pendidik profesional dengan mengembangkan dan membekali mereka dengan keterampilan-keterampilan mendidik lewat training, pendidikan dan pelatihan (diklat), seminar, lokakarya, dan workshop keguruan baik yang diadakan oleh lembaga SMA sendiri ataupun lembaga lain di luar SMA Al-Mustardli. &lt;br /&gt;Selain proses pemimpinan di atas, para guru juga mendapat bimbingan khusus lewat evaluasi mingguan dalam musyawarah sesama guru se-bidang edukasi di bawah arahan pengurus bidang pendidikan dan kurikulum. Di sisi lain, pengurus bagian keguruan atau personalia juga mengarahkan bentuk pembinaan, bimbingan, dan penyuluhan maupun kesejahteraan para guru. Mereka diarahkan agar bisa disiplin mengajar dan semacamnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pemimpinan/Pengarahan Siswa&lt;br /&gt;Pemimpinan siswa di lembaga SMA Al-Mustardli dijiwai oleh obsesi dan keiginan kuat untuk mencetak calon-calon mundirul qoum yang mutafaqqih fiddien (orang yang ahli agama). Oleh karena itu, para siswa selalu dibina, dibimbing, dan diarahkan dengan semboyan ”tiada hari tanpa belajar prestasi”, para siswa-siswi secara aktif dan tanpa henti menempa diri dengan berbagai kegiatan, perlombaan, dan even. Hal ini tidak lain dalam rangka menggali dan melatih segala potensi yang ada pada diri siswa agar hidupnya terus berkembang ke arah yang lebih baik sesuai dengan nilai falsafah hidup: ”barangsiapa yang hari ini prestasinya lebih baik dari hari kemarin, maka ia orang yang beruntung.”&lt;br /&gt;Pemimpinan siswa tersebut antara lain berupa pembinaan spiritual, intelektual, emosional, vokasional, sosial, kepemimpinan dan manajemen, serta pembinaan untuk selalu mencintai lingkungan. Semua pembinaan dan bimbingan ini mengarah dan sesuai dengan isi kurikulum pendidikan yang ada di lembaga SMA Al-Mustardli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pemimpinan/Pengarahan Kurikulum (Materi Pelajaran)&lt;br /&gt;Secara substansial, pemimpinan kurikulum di SMA Al-Mustardli yang meliputi materi Komdas A dan Komdas B merupakan tanggungjawab PKM urusan pendidikan dan kurikulum.  Pengurus bidang inilah yang menentukan hitam putihnya substansi pembelajaran mulai dari metode, materi, diktat, serta inovasi-inovasi pembelajaran yang mesti dilakukan. Di sinilah para pengurus di bidang pendidikan dan kurikulum dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif dalam menformulasi KBM dan proses pembelajaran di SMA Al-Mustardli Shibyan. Tetapi, tentu saja prosesnya harus dilakukan dengan memperhatikan prinsip musyawarah secara kekeluargaan dengan mengedepankan nilai-nilai yang ada dalam prinsip ”al-muhafadhatu ala qadimis shaleh wal akhdzu bil jadidil ash-lah”, sehingga kurikulum di MI Tarbiyatus Shibyan akan terus berkembang ke arah yang lebih inovatif tanpa kehilangan identitas pendidikan keagamaan yang menjadi substansi kependidikannya..&lt;br /&gt;Di sisi lain, agar isi kurikulum pendidikan dapat dipahami dengan utuh oleh guru dan siswa, serta upaya menciptakan demoktratisasi dalam pendidikan maka di awal semester para guru berkumpul untuk mengkaji dan mengevaluasi serta menjelaskan substansi materi yang akan diajarkan selama satu semester kepada para siswa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Pemimpinan/Pengarahan Sarana dan Prasarana&lt;br /&gt;Sarana dan prasarana di lembaga SMA Al-Mustardli selalu dikondisikan untuk diusahakan dan diadakan secara mandiri, dan diarahkan untuk kepentingan pendidikan. Oleh karena itu, pengurus bagian sarana yang bertanggungjawab mengurus persoalan ini selalu dituntut menjaga secara jujur dan bertanggungjawab terhadap keutuhan semua peralatan lembaga, mengkoordinir penambahan peralatan lembaga, dan menyampaikan laporan berkala kepada Kabid urusan sarana dan prasarana serta bagian pembangunan. Sedangkan pengurus bagian sarana dan perlengkapan di lembaga SMA Al-Mustardli diarahkan dan dibina untuk bisa memimpin dan mengkoordinir segala hal yang berhubungan dengan peralatan, dapat menjaga dan berusaha untuk menambah peralatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Pemimpinan/Pengarahan Keuangan&lt;br /&gt;Mekanisme pemimpinan keuangan di lembaga SMA Al-Mustardli dilaksanakan dengan manajemen terbuka, pengontrolan yang ketat, dan audit yang betul-betul teliti oleh pengurus khusus yang di bidang pendanaan dan ekonomi. Hal ini dilakukan agar keuangan di lembaga SMA Al-Mustardli dapat dijaga dengan amanah dan penuh kejujuran. &lt;br /&gt;Oleh karena itu, untuk menjaga kepercayaan tersebut dan untuk menciptakan pemimpinan keuangan yang betul-betul amanah dan transparan, Bendahara di tingkat selalu diarahkan untuk bisa mengkoordinir semua kegiatan yang berhubungan dengan keuangan atau kas lembaga SMA Al-Mustardli sekaligus mendata, mengatur, dan memelihara seluruh asset lembaga dengan sebaik-baiknya. Bahkan setiap penanggungjawab keuangan dari yang paling kecil, misalnya bendahara kelas, sampai yang paling tinggi, misalnya bendahara madrasah harus melaporkan buku asset dan kredit keuangan dengan bukti-bukti akurat dan jujur serta melaporkan perkembangan keuangan setiap bulan kepada pengurus keuangan yang ada di lembaga SMA Al-Mustardli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Pemimpinan/Pengarahan Humas&lt;br /&gt;Di lembaga SMA Al-Mustardli, pengarahan Humas dikondisikan lewat program-progran dan kegiatan-kegiatan yang pembagiannya telah dijelaskan dalam pengorganisasian lingkungan di atas. Program ini berlangsung secara mekanik dan dilakukan oleh para pengurus Humas melalui arahan dan bimbingan ketua pengurus madrasah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Pembinaan karier pegawai&lt;br /&gt;Dengan keterlibatan bagian kepegawaian dalam perencanaan karier para anggota organisasi secara proaktif, nilai para anggota tersebut bagi organisasi semakin bertambah. Di samping itu tugas bagian kepegawaian  dalam mengisi berbagai lowongan menjdi lebih ringan karena tersedianya tenaga kerja dalam organisasi sendiri yang siap dipromosikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang benar bahwa yang paling berkepentingan dalam perencanaan karier adalah para pegawai yag bersangkutan sendiri. Agar dapat menentukan jalur karier, tujuan karier dan pengembanga karier yang mereka tempuh, para pegawai perlu mempertimbangkan lima factor: &lt;br /&gt;7. Perlakuan yang adil dalam berkarier.&lt;br /&gt;Perlakuan yang adil itu hanya bisa terwujud  apabila criteria promosi didasarkan pada pertimbanga-pertimbangan yang obyektif, rasional dan dapat diketahui secara luas di kalangan pegawai&lt;br /&gt;8. Keperdulian atasan lamgsung &lt;br /&gt;para pegawai pada umumnya mendambakan keterlibatan atasan langsung dalam perencanaan karier masing-masing&lt;br /&gt;9. Informasi tentang berbagai peluang &lt;br /&gt;Para pegawai pada umumnya mengaharapkan memiliki akses informasi tentang berbagai peluang.&lt;br /&gt;10. Minat untuk dipromosikan &lt;br /&gt;Pendekatan yang tepat digunkan dalam menumbuhkan minat para pegawai untuk perkembangan karier adalah pendekatan yang fleksibel dan proaktif. Artinya, minat untuk mengembangkan karier sangat individualistic.&lt;br /&gt;11. Tingkat kepuasan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun secara umum dapat dikatakan bahwa setiap orang ingin meraih kemajuan, termasuk dalam meniti karier, ukuran keberhasilan yang digunakan memang berbeda-beda. Akibat tersebut merupakan konsekuensi dari tingkat kepuasan seseorang yang berbeda-beda pula. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterlibatan itulah yang mengharuskan bagian kepegawaian bersikap proaktif dalam pengembangan karier para anggota organisasi. Dengan sikap yang proaktif tersebut, bagian kepegawaian akan dapat mencapai sedikit lima sasaran, yaitu: &lt;br /&gt;1. Membantu para pegawai dalam pengembanga karier masing-masing yang pada gilirannya menumbuhkan loyalitas karena merasa dibantu oleh organisasi meraih kemajuan dalam kariernya yang biasanya mengurangi keinginan pindah  ke tempat organisasi yang lain&lt;br /&gt;2. Tersedianya sekelompok pegawai yang memilki potensi dan kemampuan untuj dipromosikan di masa yang akan datang&lt;br /&gt;3. Membantu para pelatih mengidentifikasikan kebutuhan para pegawai dala pelatihan dan pengembangan tertentu&lt;br /&gt;4. Perbaikan dalam prestasi kerja, peningkatan loyalitas dan penumbuhan motivasi di kalangan para pegawai&lt;br /&gt;5. Meningkatkan produktifitas dan mutu kekaryaan para pegawai.&lt;br /&gt;Tercapainya berbagai sasaran tersebut tidak hanya menguntungkan para pegawai sendiri, tetapi juga organisasi/lembaga yang bersangkutan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F. Pemutusan hubungan kerja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan pemutusan hubungan kerja ialah apabila ikatan formal antara organisasi/lembaga selaku pemakai tenaga kerja dan karyawannya terputus. Banyak factor yang dapat menjadi penyebab terjadinya pemutusan hubungan kerja tersebut, seperti: &lt;br /&gt;1. alasan pribadi pegawai tertentu&lt;br /&gt;2. karena pegawai dikenakan sanksi disiplin yang sifatnya berat&lt;br /&gt;3. karena factor ekonomi seperti resesi, depresi atau stagflasi&lt;br /&gt;4. karena adanya kebijakasanaan organisasi untuk mengurang kegiatannya yang pada gilirannya menimbulkan keharusan untuk mengurangi jumlah pegawai yang dibutuhkan oleh organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya pemutusan hubungan kerja mengambil dua bentuk utama, yaitu berhenti dan diberhentikan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemberhentian normal&lt;br /&gt;Yaitu apabila seseorang tidak lagi bekerja pada oraganisasi karena berhenti atas permintannya sendiri, karena sudah mencapai usia pension dan karena meninggal dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang pegawai yang berhenti atas permintannya sendiri berarti mengambil keputusan bahwa hubungan kerja dengan organisasi tidak lagi dilanjutkan. Dalam hal demikian pihak oraganisasi tidak berhak menolak keputusan pegawai yang bersangkutan tersebut.&lt;br /&gt;Pemberhentian tidak atas permintaan sendiri&lt;br /&gt;Pemutusan hubungan kerja dalam bentuk pemberhentian pegawai tidak atas kemauan sendiri dapat terjadi karena dua sebab utama: &lt;br /&gt;1. karena menurunnya kegiatan organisasi yang cukup gawat sehingga organisasi terpaksa mengurangi jumlah karyawannya. Dalam hal demikian pemutusan hubungan kerja dapat bersifat permanent(selamanya) dan ada juga yang bersifat temporer (sementara). &lt;br /&gt;2. Karena pengenaan sanksi yang berat yang berakibat pemutusan hubungan kerja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal inilah pegawai berhak mendapatkan pesangon dari pihak organisasi yang bersangkutan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;J. Pola Manajemen Sarana Dan Prasarana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini, perlengkapan sekolah atau sering juga disebut dengan fasilitas sekolah, dapat dibedakan dalam dua kelompok atau dua jenis yaitu, sarana dan prasarana sekolah. &lt;br /&gt;1. Sarana sekolah &lt;br /&gt; sarana sekolah adalah alat langsung untk mencapai tujuan pndidikan, misalnya: ruang, buku, perpustakaan, laboratorium dan sebagainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Prasarana sekolah &lt;br /&gt; secara etemologis, prasarana berarti alat tidak langsung untuk mencapai tujuan pandidikan, misalnya: lokasi, banguna sekolah, lapangan olah raga, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Perencanaan perlengkapan sekolah&lt;br /&gt; Kegiatan perencanaan dibidang administrasi perlengkapan ditekankan pada perencanaankebutuhan perlngkapan, disamping harus dibuat pula rencana biaya keseluruhan untuk melaksanakan tugas dibidang tersebut. &lt;br /&gt; Dalam hal ini tanggung jawab utama administrasi sekolah dalam perencanaan pengembangan sekolah ada dua yaitu: &lt;br /&gt;a. Merencanakan perubahan terhadap sarana yang ada, seperti perubahan bentuk atau penambahan atau merenovasi model bangunan, dalam artian meencanakan pemugaran terhadap struktur bangunan yang sudah ada. &lt;br /&gt;b. Merencanakan fasiltas baru, seperti perencanaan pembuatan gedung baru. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Pengadaan perlengkapan sekolah&lt;br /&gt;Tahap pertama administrasi perlengkapan sekolah adalahperencanaan yang sekaligus merupakan bagian dari langkah pengadaan. Untuk proses pengadaan sarana dan prasarana ini diperlkan pertimbangan yang lebih banyak, dan semuanya bersifa edukatif. &lt;br /&gt;Pengadaan perlengkapan sekolah dapat dilaksanakan dengan cara sebagai brikut: &lt;br /&gt;a. Membeli. Yaitu dapat dilakukan melalui pembelian langsung ke pabrik, toko ataupun melalui pesanan&lt;br /&gt;b. Menerima hibbah. Untuk memperoleh hadiah atau sumbangan banyak ditentukan antara hubungan sekolah dengan sumber-sumber yang dapat dimintai  hadiah atau sumbangan, serta berdasarkan kemampuan pengelola perengkapan sekolah dalam memperoleh sumbangan. &lt;br /&gt;c. Menrima hak pakai atau meminjamnya dari phak-pihak tertentu. &lt;br /&gt;d. Menukar. Hal ini dapat dilakukan dengan cara melakukan kerja sama dengan pihak lain dalam bentuk tukar menukar perlengkapan sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Inventarisasi perlengapan sekolah&lt;br /&gt;Tiap sekolah wajib menyelenggarakan  inventarisasi terhadap barang milik sekolah yang diurus dan dikuasainya secara terperinci, lengkap danteratur. &lt;br /&gt;Dalam hal ini, kegunaan inventarisasi adalah terciptanya ketertiban administrasi barang, penghematan keuangan, mempermudah pemeliharaan dan perawatan. Dengan adanya inventarisasi dapat mmudahkan pihak sekolah dalam pencarian data dan informasi untuk keperluan perencanaan pengadaan perlengkapan, selain itu juga bermanfaat dalam rangk pendistribusian, pemeliharaan, pengawasan dan pengapusan perlengkapan pendidikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Pendistribusian perlengkapan sekolah&lt;br /&gt;Proses pendistribusia terdapat tiga hal yang harus diperhatikan, yaitu:&lt;br /&gt;a. Penyusunan alokasi barang&lt;br /&gt; dalam hal ini ada empat hal yang harus dipenuhi, yaitu: penerimaan barang, waktu penyaluran barang, jenis barang dan jumlah barang yang akan disalurkan&lt;br /&gt;b. Pengiriman barang&lt;br /&gt;c. Penyerahan barang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Penggunaan perlengkapan sekolah&lt;br /&gt;Fasilitas sekolah harus dijadwalkan penggunaannyauntuk mengakomodasi program rutin sekolah, program ekstra kurikuler serta permintaan pihak lain yang akan menggunakan fasilitas tersebut.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;8. Pemeliharaan perlengkapan sekolah&lt;br /&gt;Administrator perlengkapan sekolah harus mengawasi para penjaga sekolah dan mengontrol kerja mereka, sesuai dengan situasi dan kondisi umum gedung dan tanah. Hal yang dilakukan adalah: &lt;br /&gt;a. mengetahui jadwal kerja dan tanggung jawab tehis setiap staf penjaga sekolah &lt;br /&gt;b. berjalan mengelilingi gdung sekolah dan lahan sekitarnya secara kontinyu&lt;br /&gt;c. membuat metode atau prosedur untuk siswa, guru atau yang lain&lt;br /&gt;d. mengembangkan hubungan kerja yang baik dengan semua staf. &lt;br /&gt;9. Penghapusan perlengkapan sekolah&lt;br /&gt;Penghapusan perlengkapan sekolah ini bisa terjadi apabila: &lt;br /&gt;a. dalam keadaan rusak berat sehingga tidak dapat diperbaiki/digunakan lagi&lt;br /&gt;b. perbaikan akan menelan biaya yang besar sekali sehingga merupakan pemborosan &lt;br /&gt;c. secara tehnis dan ekonomi kegunaan tidak seimbang dengan besarnya biaya pemeliharaan&lt;br /&gt;d. penyusutan diluar kekuasaan pengurus barang &lt;br /&gt;e. tidak sesuai dengan kebutuhan&lt;br /&gt;f. barang kelebihan yang jika disimpan lebih lama akan rusak dan tidak terpakai lagi&lt;br /&gt;g. dicuri, terbakar, diselewengkan, musnah akibat bencana alam dan sebagainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SMA Al-Mustardli menyediakan fasilitas yang representative dan memadai yang dapat menunjang optimalisasi siswa dalam proses belajar mengajar. Fasilitas yang tersedia antara lain: &lt;br /&gt;1. Fasilitas sekolah &lt;br /&gt;a. Gedung &lt;br /&gt;1) Gedung sekolah&lt;br /&gt;2) Gedung kantor &lt;br /&gt;3) Gedung auditorium&lt;br /&gt;4) Gedung tempat ibadah/mushalla&lt;br /&gt;5) Gedung kantin/koprasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Ruang &lt;br /&gt;1) Ruang kelas&lt;br /&gt;2) Ruang kepala sekolah &lt;br /&gt;3) Ruang guru&lt;br /&gt;4) Ruang TU&lt;br /&gt;5) Ruang BP&lt;br /&gt;6) Ruang rapat&lt;br /&gt;7) Ruang UKS &lt;br /&gt;8) Ruang kamar mandi+toilet utnuk kepala sekolah&lt;br /&gt;9) Ruang kamar mandi+toilet unatuk guru&lt;br /&gt;10) Ruang Kamar mandi+toilet untuk pegawai non gru&lt;br /&gt;11) Ruang kamar mandi+toilet untuk siswa dan siswi&lt;br /&gt;12) Ruang lab komputer&lt;br /&gt;13) Ruang lab bahasa &lt;br /&gt;14) Ruang lab IPA&lt;br /&gt;15) Ruang lab IPS&lt;br /&gt;16) Ruang praktek &lt;br /&gt;17) Ruang OSIS&lt;br /&gt;18) Ruang pramuka &lt;br /&gt;19) Ruang prakarya &lt;br /&gt;20) Ruang statistik &lt;br /&gt;21) Ruang kesenian &lt;br /&gt;22) Ruang musik &lt;br /&gt;23) Ruang bela diri&lt;br /&gt;24) Ruang piket &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;c. Halaman&lt;br /&gt;1) Halaman yang luas untuk olah raga, upacara dan bermain &lt;br /&gt;2) Lapangan basket ball&lt;br /&gt;3) Lapangan bola volly&lt;br /&gt;4) Lapangan sepak takrau&lt;br /&gt;5) Lapangan bulu tangkis &lt;br /&gt;6) Lapangan tenis meja &lt;br /&gt;7) Kebun praktek &lt;br /&gt;8) Lingkungan yang hijau dan berbunga&lt;br /&gt;9) Areal parkir &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Perabot Kelas&lt;br /&gt;1) Meja kursi&lt;br /&gt;2) Rak buku&lt;br /&gt;3) Locker siswa&lt;br /&gt;4) Mejea guru&lt;br /&gt;5) Kursi &lt;br /&gt;6) Lemari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Dana yang diperoleh &lt;br /&gt;a. Donator tetap dan sumber dana yang tidak terikat &lt;br /&gt;b. Dana yang berasal dari orang tua murid, yaitu:&lt;br /&gt;a) Infaq pengembangan pendidikan SMA Al-Mustrdli&lt;br /&gt;b) SPP setiap bulan &lt;br /&gt;c) DPP&lt;br /&gt;d) Pendaftaran murid baru atau pindahan&lt;br /&gt;c. Dana bantuan dari pemerintah dan dari para dermawan yang peduli dan mengerti akan kemajuan pendidikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K. Pola Manajemen Kesiswaan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Permasalahan disiplin siswa&lt;br /&gt;Secara umum masalah disiplin siswa dapat diklasifikasikan menjadi empat kelompok, yaitu seperti tabel dibawah ini: &lt;br /&gt;No  Jenis  Contoh &lt;br /&gt;1 Perilaku buruk di kelas a. Membentak guru&lt;br /&gt;b. Tidak memperhatikan&lt;br /&gt;c. Menggangu siswa lain &lt;br /&gt;d. Fandalisme (suka merusak)&lt;br /&gt;e. Mengucapkan kata-kata kotor &lt;br /&gt;f. Mencontek atau menjiplak&lt;br /&gt;g. Melakaukan keonaran&lt;br /&gt;2 Perilaku buruk di luar kelas a. Perkelahian &lt;br /&gt;b. Fandalisme&lt;br /&gt;c. Merokok &lt;br /&gt;d. Menggunakan obat terlarang&lt;br /&gt;e. Berpakaian yang tidak sewajarnya &lt;br /&gt;f. Mencuri &lt;br /&gt;g. Berjufi mencoret-coret tembok &lt;br /&gt;h. Aktivisme siswa &lt;br /&gt;3 Pembolosan  a. Meninggalkan kelas &lt;br /&gt;b. Bolos sekolah &lt;br /&gt;4 Keterlambatan  Sering terlambat masuk sekolah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Respon terhadap masalah disiplin siswa&lt;br /&gt;Banyak langkah-langkah administrator dalam menanggaapi siswa, diantaranya adalah: &lt;br /&gt;a. Hukuman secara verbal (teguran)&lt;br /&gt;b. Penahanan (siswa harus tinggal di sekolah setelah sekolah)&lt;br /&gt;c. Penugasan untuk bekerja sekeliling gedung setelah sekolah &lt;br /&gt;d. Huluman fisik &lt;br /&gt;e. Persekoran &lt;br /&gt;f. rekomndasi pengusiran &lt;br /&gt;Seorang administrator sekolah akan menjatuhkan hukuman pada siswa setelah mealui beberapa perimabangan berikut:&lt;br /&gt;a. penyebab timbulnya perilaku buruk siswa &lt;br /&gt;b. beratnya pelanggaran &lt;br /&gt;c. kebiasaan melanggar &lt;br /&gt;d. kepribadian pelanggar &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menghukum siswa, administrator sekolah melakukannya secara baik dengan memperhatikan rekomendasi yang dikeluarkan olh pihak pimpinan. Yaitu:&lt;br /&gt;a. Menggunakan hukuman dengan hemat &lt;br /&gt;b. Menjelaskan kepada siswa kenapa diberi hukuman &lt;br /&gt;c. Memberi kesempatan kepada siswa untuk memanfaatkan alternatif kemampuannya&lt;br /&gt;d. Mnghindari hukuman fisik jika tidak diperlukan&lt;br /&gt;e. Menghindari hukuman ketika dalam keadaan marah atau emosi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pelayanan pribadi siswa &lt;br /&gt;Ada banyak karakter siswa pada suatu kelompok, baik secara kemampuan akademik atau dalam pendidikan yang khusus. Tujuan utama dalam pendidikan adalah menolong siswa dalam memenuhi atau memaksimalkan potensi yang ada pada diri siswa. &lt;br /&gt;Administrator sekolah adalah orang yang sanga bertanggung jawab atas dalam pelayanan pribadi siswa dan yang harus banyak mengetahui tentang hal tersebut. Perhatian program ini akan sangat membantu administrator sekolah mengerti secara obyektif peranan personalnya, tanggung jawab administrasi, dan permasalahan yang ada pada dua komponen utama pada pelayanan pribadi siswa, yaitu: 1) program bimbingan dan konseling, 2) program soial, psikologi, dan kesehatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Pelayanan sekolah terhadap siswa&lt;br /&gt;a. Layanan kesehatan siswa (poli gigi dan umum)&lt;br /&gt;b. Layanan makan siang/snack&lt;br /&gt;c. Layanan bimbingan konseling&lt;br /&gt;d. Layanan administrasi&lt;br /&gt;e. Layanan kantin sekolah yang higienis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Progran kegiatan siswa di sekolah &lt;br /&gt;a. Kegiatan membaca Al-Quran setiap 2 jam pelajaran&lt;br /&gt;b. Kegiatan Sholat berjamaah di musholla&lt;br /&gt;c. Kegiatan Ekstra Kurikuler yang disesuaikan minat siswa&lt;br /&gt;d. Kegiatan bimbingan pelajaran setiap hari sebagai &lt;br /&gt;e. Kegiatan belajar Computer&lt;br /&gt;f. Kegiatan penanam aqidah pagi (PAP) upacara dan senam pagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Pola pembelajaran&lt;br /&gt;a. Menyelenggarakan paket program pendidikan, yaitu: pendidikan keislaman, kecendikiawanan dan kebangsaan &lt;br /&gt;b. Menyiapkan lulusan yang memeliki kualitas  unggul, beriman, cerdas, terampil, kuat dan cinta tanah air&lt;br /&gt;c. Kurikulum yang digunakan adalah kurikulum pendidikan nasional dan kurikulum muatan lembaga yang dikembangkan secara profesional pembelajran yang ditetapkan adalah pembelajaran terpadu&lt;br /&gt;d. Manajement pendidikan sekolah yang handal&lt;br /&gt;e. Pendidikan diselenggarakan sehari penuh Full day school (pukul 06.35-15.25 wita)&lt;br /&gt;f. Pendidikan diselenggarakan dan dikelola secara profesional&lt;br /&gt;g. Pembelajran di kelas dibimbing dengan dua orang guru yang berkualifikasi sarajana pendidikan&lt;br /&gt;h. Super visi sekolah / kelas yang baik&lt;br /&gt;i. Menejemen dan kepemimpinan sekolah yang handal&lt;br /&gt;j. Kapasitas siswa dalam satu kelas hanya 20 orang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program kegiatan siswa juga disebut “ekstrakuriluler atau kurikuler” program, dan yang bertanggung jawab adalah Direktur kegiatan siswa. Adapun tujuannya utamnya adalah untuk memnuhi kepentingan hubungan sekolah dan kebutuhan siswa yang tidak terpenuhi oleh program kurikuler. Dan tujuan secara umun dari programkegiatan siswa adalah: &lt;br /&gt;7. Menolong siswa untuk belajar menggunakan waktu luangnya secara bijaksana &lt;br /&gt;8. Membantu siswa supaya meningkatkan dan menggunakan  potensi dan keterampilan yang dimiliki&lt;br /&gt;9. Membantu siswa untuk meningkatkan kegemaran dan keterampilan yang baru&lt;br /&gt;10. Menolong siswa untuk mningkatkan sikap yang positif rhadap nilai-nilai kegemaran dan kegiaan hiburan&lt;br /&gt;11. Menolong siswa untuk menambah pengtahuan dan keterampilan dalam fungsinya  sebagai pemimpin atau ketua organisasi&lt;br /&gt;12. Membanu siswa untuk lebih realistik dan bersikap positif terhadap diri mereka sendiri dan orang lain &lt;br /&gt;13. Menolong siswa untuk bersikap lebih positif terhadap sekolah sebagai hasil partisipasi dalam program kegiaan siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KETENTUAN PENERIMAAN CALON SISWA BARU &lt;br /&gt;SMA AL-MUSTARDLI RUBARU SUMENEP &lt;br /&gt;TAHUN PELAJARAN 2010/2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun pelajaran 2010/2011 SMA Al-Mustardli rubaru sumenep akan menerima siswa baru sebanyak 180 siswa dengan ketentuan sebagai berikut:&lt;br /&gt;A. Waktu dan tempat pendaftaran &lt;br /&gt;1. Pendaftaran  :  ………….&lt;br /&gt;            : Pukul…. Wib &lt;br /&gt;2. Tempat  : Kantor SMA Al-mustardli&lt;br /&gt;Jl. KH.Nuyu Rubaru sumenep&lt;br /&gt;Telp. (0328) 664609 Hp. 081935192109&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Persyaratan &lt;br /&gt;a. membayar uang pendaftaran&lt;br /&gt;b. mengisi dan menyerahkan formulir dan status kesehatan dengan dilengkapi: &lt;br /&gt;1) 3 (tiga) lembar foto kopy STTB SMP/MTs negeri/sasta &lt;br /&gt;2) 2 (satu) lembar foto kopy akte kelahiran dan menunjukkan aslinya&lt;br /&gt;3) 4 (empat) lembar pas foto  berwarna ukuran 3X4 cm&lt;br /&gt;4) Melampirkan foto kopy piagam kejuaraan atau prestasi (jika ada)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Seleksi&lt;br /&gt;a. Pengumuman jadwal seleksi dan pengambilan kartu seleksi pada hari…… tanggal…..juli  2010 pukul 13.30 WIB (menunjukkan kwitansi pendaftaran)&lt;br /&gt;b. Tempat : SMA Al-Mustardli rubaru sumenep&lt;br /&gt;c. Waktu seleksi : sabtu dan minggu, tanggal ….. juli 2010&lt;br /&gt; pukul 07.30-15.00 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Pengumuman &lt;br /&gt;Pengumuman hasil seleksi calon siswa baru SMA Al-Mustardli Rubaru Sumenep pada hari………. Juli 2010 pkul 07.30 WIB dengan melalui pengumuman di sekolah dan tidak dapat dilayani melalui via telephon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Pembiayaan dan penyelesaian administrasi &lt;br /&gt;Penyelesaian administrasi dilakukan setelah pengumuman penerimaan. Bagi calon siswa baru yang dinyatakan lulus, wajib mendaftarkan ulang dengan menyelesaikan administrasi uang pangkal sejumlah Rp ……. Pada:&lt;br /&gt;tanggal :&lt;br /&gt;waktu :&lt;br /&gt;tempat : Kantor SMA Al-Mustardli&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Catatan:&lt;br /&gt;1. Dinyatakan sebagai siswa SMA Al-Mustardli Rubaru sumenep, jika telah menyelesaikan administrasi yang telah ditentukan tersebut di atas&lt;br /&gt;2. bila calon siswa yang dinyatakan diterima tidak mendaftar ulang pada waktu yang telah ditentukan di atas, maka dianggap mengundurkan diri&lt;br /&gt;3. Administrasi keuangan yang telah disesuaikan tidak dapat ditarik kembali&lt;br /&gt;4. SMA Al-Mustardli pada tahun ajaran 2010-2011 akan menerima siswa/i baru maksimal 160 orang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;L. Pola Manajemen Keuangan&lt;br /&gt;1. Mengembangkan angaran &lt;br /&gt;a. Sentralisasi &lt;br /&gt;Peran Administrator sekolah dalam mengembangkan anggaran mungkin terbatas pada satu hal yang penting, bergantung pada tingkat dimana angaran diproses, apakah distrik sekolah yang tersentralisasi. Dalam  proses anggaran yang tersentralisasi tanggung jawab administrator sekolah adalah terbatas untuk melaporkan pada pejabat distrik data yang berhubungan dengan sejumlah siswa da guru yang ditugaskan di sekkolah tersebut selama beberapa tahun. Dan tingkat dimana pengembangan modal dibutuhkan untuk pembangunan. Pejabat pusat kemudian mengembangkan anggaran untuk masing-masing sekolah berdasarkan rumusan yang ditetapkan sebelumnya yang menntukan alokasi untuk berbagai kategori anggaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Desentralisasi&lt;br /&gt;Dalam proses anggaran yang terdesentralisasi administrator mendapat tanggung jawab untuk mengembangkan anggaran untuk sekolah berdasar pada karakteristik unit siswa dan atau program pendidikan yang disusun. Dalam pendekatan program ini, administrator didorong untuk melibatkan guru, orang tua, masayarakat dan bahkan sekolah dalam mengembangkan anggaran untuk sekolah. Masing-masing kelompok diminta mengidentifikasi dan membatasi kebutuhan-kebutuhnnya yang brhubungan dengan penggantian dan atau penambahan barang dan jasa. Sepanjang proses tersebut ada penekanan untuk melibatkan berbagai macam orang, dan mengembangkan anggaran yang akan mencerminkan kebutuhan-kebutuhan dari sekolah tertentu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Sentralisasi-desentralisasi&lt;br /&gt;Proses penyusunan anggaran di beberapa sekolah tidak sepenuhnya tersentralisasi atau desentralisasi, ttapi kebanyakan merupakan gabungan dari keduanyan. Keuntungan utama dari sistem anggaran ini adalah jika ditetapkan satu tingkat kesamaan diantara sekolah-sekolahdalam hal alokasi anggaran, sementara memberikan dukungan dana tambahan untuk sekolah yang dapat menunjukkan bahwa karena suatu kondisi tertentu memperoleh lokasi anggran lebih tinggi dari pada rumus baku untuk distrik tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Dana yang diperoleh SMA Al-Mustardli&lt;br /&gt;1) Donator tetap dan sumber dana yang tidak terikat &lt;br /&gt;2) Dana yang berasal dari orang tua murid, yaitu:&lt;br /&gt;a) Infaq pengembangan pendidikan SMA Al-Mustrdli&lt;br /&gt;b) SPP setiap bulan &lt;br /&gt;c) DPP&lt;br /&gt;d) Pendaftaran murid baru atau pindahan&lt;br /&gt;3) Dana bantuan dari pemerintah dan dari para dermawan yang peduli dan mengerti akan kemajuan pendidikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekapitulasi Pendapatan  SMA Al-Mustardli&lt;br /&gt;No Sumber Dana Masuk Keluar Ket&lt;br /&gt;1 Pemerintah provensi 50.000000  &lt;br /&gt;2 Pemerintah kab/kota 45.000000  &lt;br /&gt;3 Komite sekolah  25.000000  &lt;br /&gt;4 Donatur tetap 36.000000  &lt;br /&gt;5 Infaq wali murid  5.760000  1000 /bulan&lt;br /&gt;6 SPP 288.000000  50000 /siswa&lt;br /&gt;7 DPP 48.000000  100000 /siswa&lt;br /&gt;8 Pendaftaran murid baru 500000  &lt;br /&gt;9 Dermawan  35.000000  23 orang&lt;br /&gt;10    &lt;br /&gt; JUMLAH TOTAL 533.260000  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekapitulasi Belanja SMA Al-Mustardli&lt;br /&gt;No Alokasi Dana  Masuk Keluar Ket&lt;br /&gt;1 Gaiji Guru   81.600000 1 Tahun &lt;br /&gt;2 Gaji Pegawai Non Guru  36.000000 1 Tahun&lt;br /&gt;3 Pengembangan Kreatifitas Siswa  25..000000 &lt;br /&gt;4 Peningkatan Mutu Guru  20.000000 &lt;br /&gt;5 Peningkatan Mutu Pegawai   7.000000 &lt;br /&gt;6 Pemeliharaan Sarana Prasarana  24.000000 &lt;br /&gt;7 Penambahan sarana prasarana  50.000000 &lt;br /&gt;8 Penambahan Bangunan  100.000000 &lt;br /&gt;9 Anggaran Tidak Terduga  50.000000 &lt;br /&gt;10    &lt;br /&gt; JUMLAH TOTAL  393.600000 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;M. Pola Manajemen Hubungan Mayarakat&lt;br /&gt;SMA Al-Mustardli mengelompokkan elemen masyarakat menjadi empat kelompok, yaitu:&lt;br /&gt;1. Manusia &lt;br /&gt;a. Individual &lt;br /&gt;a) Anggota masyarakat  yang menjadi orang tua murid dan yang bukan orang tua murid&lt;br /&gt;b) Backround sosial ekonomi masyarakat, apakah pegawai atau buruh&lt;br /&gt;c) Tingkat kesejahtraan masyarakat &lt;br /&gt;d) Kerja orang tua, apakah pihak ibu atau ayah atau balikan keduanya bekerja di luar &lt;br /&gt;e) Siapa yang menjadi tokoh informal dalam masyarakat&lt;br /&gt;f) Dan lain-lain&lt;br /&gt;b. Kelompok&lt;br /&gt;a) Organisasi orang tua&lt;br /&gt;b) Organisasi sosial&lt;br /&gt;c) Kelompok informal&lt;br /&gt;d) Dan lain-lain&lt;br /&gt;2. Tempat berkumpulnya orang &lt;br /&gt;Pihak sekolah (SMA Al-Musardli) meninjau tempat-tempat yang sudah biasa ditempati oleh masyarakat, apakah di tempat ibadah, super market, pertemuan organisasi, tempat majlis taklim dan lain-lain. Hal  ini harus dipahami oleh pihak sekolah dan juga harus mampu menditeksi opini masyarakat terhadap sekolah dan dapat melakukan komunikasi dengan mereka.&lt;br /&gt;3. Metode komunikasi yang digunakan &lt;br /&gt;Dengan memahami metode  komunikasi yang digunakan, pihak sekolah dapat memastikan bagaimana masyarakat mengakses informasi tentang skolah dan sekolah dapat melakukan komunikasi  dengan masyarakat, apakah melalui telephon, surat, surat kabar, radio, televisi, tatap muka dan lain-lain.&lt;br /&gt;4. Harapan masyarakat&lt;br /&gt;Pihak sekolah juga harus memahami harapan-harapan masyarakat terhadap sekolah tersebut terutama yang berhubungan dengan perubahan tingkah laku siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persatuan (partisipasi) guru dan orang tua beserta masyarakat sangatlah penting dipahami dan dilaksanakan dalam pendidikan, karena hal tersebut bedampak positif bagi kemajuan sekolah. Dampak-dampaknya diantaranya adalah: &lt;br /&gt;1. Masyarakat lebih cepat dan labih jauh mengenal kegiatan sekolah sehingga mereka bisa mnsuportnya&lt;br /&gt;2. Dapat menumbangkan ide atau keahlian yang dimilikinya untuk keajuan sekolah&lt;br /&gt;3. Mempunyai posisi yang lebih baik dalam mengevaluasi sekolah secara evesien dan evektif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan bentuk-bentuk persauan (parisipasi) tersebut bisa berupa:&lt;br /&gt;1. Guru dan orang tua murid serta masyarakat&lt;br /&gt;Organisasi ini beranggotakan guru, orang tua murid dan masyarakat umumyang bertujuan untuk menjalin komuniksi dan memecahkan problem yang dihadapi sekolah secara bersama-sama.&lt;br /&gt;2. Komite sekolah&lt;br /&gt;Komite sekolah juga merupakan bentuk perwakilan masyarakat dalam kegiatan-kegiatan sekolah. Hal yang perlu diperhatikan dalam hal ini adalah adanya perasaan anggota komite bahwa mereka tidak didengarkan atau sebaliknya, pihak sekolah merasa bahwa anggota komite terlalu jauh mencampuri urusan sekolah.&lt;br /&gt;3. Evaluator&lt;br /&gt;Persatuan/partisipasi tersebut dapat juga sebagai evaluator. Pihak sekolah dapat menggunakan dua tehnik dalam hal ini, yaitu pertama dengan kuesioner yang menanyakan reaksi orang tua, guru dan masyarakat terhadap program-program sekolah. Kedua yaitu dengan interview, bisa sebagai follow up trhadap kuesioner atau berfungsi sebagai ganti dari kuesioner.&lt;br /&gt;4. Resouree person/pembantu&lt;br /&gt;Persatuan tersebut juga dapa meminta orang-orang yang memiliki kemampuan pengetahuan dan ketermpilan untuk menyumbangkan kemampuannya kepada sekolah.&lt;br /&gt;5. Penggunaan fasilitas sekolah&lt;br /&gt;Pengguna fasilitas sekolah biasanya lebih peka terhadap masalah sekolah dari pada yang idak menggunakannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6679881372287842610-5142922231889978585?l=cacul.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cacul.blogspot.com/feeds/5142922231889978585/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cacul.blogspot.com/2010/02/proposal-pendirian-sekolah_19.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6679881372287842610/posts/default/5142922231889978585'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6679881372287842610/posts/default/5142922231889978585'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cacul.blogspot.com/2010/02/proposal-pendirian-sekolah_19.html' title='PROPOSAL PENDIRIAN SEKOLAH'/><author><name>edy_45</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07836591165153306168</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_oWfigQ6xiEM/S1aHepA1s5I/AAAAAAAAAAM/KqX5bnnBx-U/S220/14.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6679881372287842610.post-8929836231120085010</id><published>2010-02-19T07:31:00.000-08:00</published><updated>2010-02-19T07:32:45.349-08:00</updated><title type='text'>PROPOSAL</title><content type='html'>PROPOSAL &lt;br /&gt;PERMOHONAN IZIN PENDIRIAN DAN OPRASIONAL&lt;br /&gt;MADRASAH STANAWIYAH SWASTA (MTs) AL-ROSYIDIN  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proposal ini akan diajukan untuk memenuhi tugas &lt;br /&gt;mata kuliah “Manajement Pendidikan Islam” &lt;br /&gt;yang dibimbing Oleh Mohammad Toha M.Pd.i&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Ach Rosiyadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MADRASAH STANAWIYAH SWASTA (MTs) AL-ROSYIDIN&lt;br /&gt;PALAKPAK PAGANTENAN PAMEKASAN &lt;br /&gt;TAHUN  AJARAN  2008/2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM &lt;br /&gt;MADRASAHA TSANAWIYAH SWASTA AL-ROSYIDIN&lt;br /&gt;PALAKPAK PAGANTENAN PAMEKASAN &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamu’alaikum Wr.Wb.&lt;br /&gt;Dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan guna merealisasikan rumusan tujuan pendidikan  nasional maka, diperlukan lembaga pandidikan formal berupa sekolah. Oleh karenanya, MTs Al-Rosyidin plakpak kec. Pagantenan Kab. Pamekasan berinisiatif mendirikan MTs Al-Rosyidin sebagai jenjang kelanjutan dari SD. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan ini kami mohon kepada bapak untuk dapat merekomendasikan pendirian dan oprasional MTs dimaksud agar memliki legalitas hukum dengan segala hubungannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai bahan pertimbangan berikut ini kami lampirkan proposal pendirian berisi beberapa perangkat pendidikan. &lt;br /&gt;Wassalamu’alaikum Wr.Wb. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DASAR TUJUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mnghadapi era globalisasi yang mewujudkan peningkatan melalui tehnologi informasi dan komonikasi harus diimbangi dengan peningkatan sumber daya manusia yang tangguh. Hal ini dapat ditempuh dengan membekali ilmu pengetahuan (pendidikan) dan moralitas bangsa indonesia yang memadai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan selalu menjadi fokus perhatian dan mendapat respons hangat dari berbagai pihak. Hal demikian wajar, sebab esesnsi pendidikan antara lain “ education is the key development “. Mencerdaskan bangsa pada dasarnya hanya mungkin dengan pendidikan, reaksi pergeseran statifikasi masyarakat dari stastus  achriving socety dan tuntutan era globalisasi yang diwarnai kemajuan sains dan tekhnologi menuntut manusia paripurna dengan sentuhan tehnologi dan humanity.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses pendidikan yang efektif harus melalui sistem pembelajaran-pembelajaran sebagai sub-set (kontensi ruang) pendidikan ideal memerlukan iklim institusi-institusi yang diaministrasikan dan diinterventarisir secara teratur , terarah serta terpadu. Dalam hal ini sekolah menjadi tumpuan intens masyarakat belajar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai institusi yang tumbuh bergerak dalam bidang pendidikan dan kemasyarakatan, MTs Al-Rosyidin sedang mengemban tugas besar untuk mampu menjadi pemeran serta pembangunan manusia seutuhnya dengan melaksanakan pendidikan formal sebagai wujud pencanangan program wajib belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VISI DAN MISI LEMBAGA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VISI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berusaha menciptakan generasi muslim yang islami yang sadar akan keislamannya dengan mengamalkan isi Al-Quran dan Al-Hadist dengan lebih menfokuskan dalan keteladanan kepada ulama’-ulama’ salaf. Karena mereka yang lebih dekat dan tahu terhadap apa yang dilakukan oleh rasulullah SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MISI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemuliaan di dunia dan terutama di akhirat dengan keridaan Allah SWT. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Relevansi modul mata kuliah manajemen pendidikan dengan lembaga MTs Al-Rosyidin” &lt;br /&gt;A. Tinjauan Umum Manajemen Pendidikan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat yang dikutip oleh Baharuddin dari Harold Kontz mendifinisikan manajemen sebagai usaha pencapaian yang diinginkan dengan pembangunan yang diinginkan dengan membangun suatu lingkungan (suasana) yang kondusif terhadap pekerjaan yang diinginkan oleh dua orang atau lebih  dalam sebuah kelompok yang terorganisir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapat ditarik kesimpulan bahwa unsur utama manajemen adalah: &lt;br /&gt;1. Pendayagunaan &lt;br /&gt;2. Kerja sama &lt;br /&gt;3. Pengorganisasian &lt;br /&gt;4. Adanya tujuan, dan &lt;br /&gt;5. Target yang diinginkan/direncanakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diskripsi yang dipaparkan di atas dengan mengkorelasikan terhadap lembaga pendidikan MTs Al-Rosyidin masih belum teraplikasi hanya sebatas keinginan sebagai suatu acuan untuk lemabaga pendidikan yang ideal.&lt;br /&gt;B. Posisi Manajemen Dalam Sebuah Organisasi &lt;br /&gt;Organisasi merupakan satu mata rantai yang tidak terpisahkan satu sama lainnya untuk menanamkan kesamaan visi menuju tercapainya tujuan yang di rencanakan. Namun realita yang ada hanya nama yang terpampang di struktur organisasi. Kenyataan seperti ini tidak jarang di jumpai di berbagai tempat kerja, yang sebenarnya hal itu menunjukkan kelemahan Top manajer/sejumlah tenaga kerja (staf) tersebut dalam mengorganisir sumber daya manusia yang di milikinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Fungsi Manajemen&lt;br /&gt;Untuk mendeteksi fungsi manajemen yang dipaparkan oleh Fremon, dapat dilihat bahwa manajemen tidak saja hanya mengatur tata hubungan yang bersifat intern namun juga berkenaan denga urusan ekstern organisasi, akan tetapi jarang sekali korelasi yang menjadi satu kesatuan yang terdapat pada masing masing (Stakeholders) di sebabkan diantara berbagai elemen baik yang terdapat pada lembaga itu sendiri atau diluar lembaga kurang terorganisasi, sehingga dalam mengkordinir, menghubungkan, mengembangkan dan melaksanakan serta menciptakan fasilitas hubungan antar pribadi, informasi, dan memutuskan problem yang timbul antar mereka menjamur dan menjadikan suasana yang kurang kondusif dan transformatif. Oleh karena itu manajemen tidak hanya berfungsi sebagai strukturalisasi tetapi berfungsi juga sebagai  pengaplikasian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) RENCANA PENGEMBANGAN &lt;br /&gt;MTs Al-Rosyidin saat ini, seperti sebuah kendaraan yang berjalan ditempat. Artinya kebijakan yang di ambil masih dalam kerangka berkelanjutan dari anggaran terdahulu. Bahkan setelah beberapa tahun berjalan masih belum ada bukti yang kongkrit, walaupun saya tidak menafikan adanya lembaga tersebut yang masih primitif  saat ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dikaitkan dengan manajemen kesiswaan, maka pandangan akan mengarah pada kegiatan menganalisis daya tampung siswa berdasarkan infentaris sekolah yang dimiliki. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruang belajar terdapat 3 kls. Di lembaga tersebut, dalam mengidentifikasi kebutuhan pengembangan fisik pendidikan untuk memenuhi kebutuhan seluruh komonitas pendidikan yang ada, lembaga masih mengandalkan swadaya masyarakat tanpa adanya intervensi dari pemerintah setempat visi kepemimpinan sekarang (K.Kholil.R) yang cendrung terhegemoni oleh Ulama-Ulama salaf dengan berusaha menciptakan : &lt;br /&gt;1. Komunitas murid dan masyarakat yang islami&lt;br /&gt;2. Terfokus pada pengetahuan Al-Quran&lt;br /&gt;3. Keteladanan Ulama’-Ulama’ salaf&lt;br /&gt;4. Kemuliaan, keridlaan dari Allah SWT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontekstualisasi visi diatas mencerminkan budaya-budaya salafiyah terdahulu dengan mengintegrasikan dan menginternalisasikan ketangguhan karakter moral, ketulusan rohani (spiritual) untuk mewujudkan masyarakat madani. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lembaga MTs Al-Rosyidin dengan kondisi fisik (sekolah masih dini) ditambah lagi dengan komunitas murid yang semakin tahun  semakin bertambah, menyebabkan dampak yang sangat signifikan dalam escorling (mengiringi) perkembangan zaman, dengan pula paradigma yang salafis dalam menjalankan roda-roda organisasi sehingga sulit sekali membangun sinergitas untuk mewujudkan perubahan pandangan-pandangan dalam teori beberapa pakar manajemen pendidikan  dalam merumuskan perencanaan pendidikan, diantaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. PMB (penerimaan murid baru)&lt;br /&gt;2. Orientasi murid&lt;br /&gt;3. Pelayanan murid&lt;br /&gt;4. Klasifikasi murid&lt;br /&gt;5. Disiplin murid &lt;br /&gt;6. Pelepasan murid&lt;br /&gt;7. Pengkordinasian murid &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara sistematis perencanaan tersebut adalah merencanakan untuk mengembangkan efektif kognitif dan psikomotorik murid, namun mengimplementasikan perencanan tersebut lembaga MTs Al-Rosyidin hanya sebatas: &lt;br /&gt;1. Pembangunan fisik sekolah&lt;br /&gt;2. Pembagian tugas mengajar&lt;br /&gt;3. Pengaturan jadwal pembelajaran&lt;br /&gt;4. Pelaksanaan pembelajaran &lt;br /&gt;5. Pengaturan penutupan pembelajaran &lt;br /&gt;6. Pembinaan kesejahteraan &lt;br /&gt;7. Rekrutmen murid&lt;br /&gt;8. Pelaksanaan PHBI (panitia hari besar islam)&lt;br /&gt;• Maulid Nabi Muhammad SAW.&lt;br /&gt;• Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW. &lt;br /&gt;9. Pengaturan penutupan tahun pelajaran &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekolah yang biasa dipakai sebagai penghias nurani dari keteladanan manusia dijadikan sebagai poster untuk mengenalinya dan menyamarkan dengan dunia pendidikan formal menjadi salah satu bentuk arti perubahan disebabkan kondisi riilnya yang kurang terorganisir, sehingga kalangan masyarakat yang kurang peduli terhadap madrasah terutama yang terjadi dilembaga MTs Al-Rosyidin dan menjadi realitas hidup yang berkembang menjadi sosiologis rumit, karena didalamnya terjadi perebutan pengaruh, pergeseran kepentingan, sentimen kesukaan, atau bahkan otoritas keturunan. &lt;br /&gt;Perlu disadari kembali, bahwa kondisi fisik pembangunan MTs Al-Rosyidin sangat kritis sehingga bentuk-bentuk perencanaan yang ingin dikemas hanya berkutat pada stetemen bagaimana menjadikan pembangunan yang lebih baik dan berbagai perencanaan yang lain dengan tidak menafikan bahwa berdirinya lembaga MTs Al-Rosyidin hanya seusia jagung, sehingga patut kita katakan manajemen pandidikan perlu ditingkatkan dan dikembangkan dalam (escorting) perkembangan zaman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) PENGORGANISASIAN GURU DAN KARYAWAN &lt;br /&gt;Pengorganisasian yang dimaksud dilembaga MTs Al-Rosyidin sangat berbeda sekali dengan lembaga pendidikan baik formal, non formal maupun informal lainnya. Dalam pendidikan madrasah, perorganisasian lebih tertuju pada proses pembelajaran didalam kelas disamping perencanaan pengorganisasian  oleh tim guru yang sudah bertanggung jawab pada job kinerjanya masing-masing dalam proses belajar mengajarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk/pola pengorganisasian MTs Al-Rosyidin lebih spesifikasi pada proses analisis: &lt;br /&gt;1. Masuk atau tidak guru&lt;br /&gt;2. Pengadaan guru piket sebagai pencatatan terhadap keaktifan guru&lt;br /&gt;3. Proses penerimaan/pencatatan murid baru&lt;br /&gt;4. Publikasi dengan transformasi kepada: &lt;br /&gt;• Orang tua/wali murid&lt;br /&gt;• Murid &lt;br /&gt;• Humas &lt;br /&gt;5. Pelaporan terhadap pimpinan atau kepala sekolah &lt;br /&gt;6. Pelaksanaan akhirus sanah / akhir ahun pelajaran &lt;br /&gt;7. Pengembangan program bersifat efektif, efisien, prioritas, rasionalitas, pencapaian dan kebersamaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses pengorganisasian yang terjadi di MTs Al-Rosyidin lebih bersifat kebersamaan, kegotong royongan, toleransi pada umumnya yang lebih dipentingkan hanya pada kinerja dari pada masing-masing guru dengan mempreoritaskan hasil yang hendak dicapai sebagai momentum lembaga disebabkan berbagai sarana dan prasarana yang belum memadai sehingga modal yang perlu diprioritaskan adalah masyarakat pada umumnya sebagai wadah dalam proses pembangunan, pengrekrutan murid, alokasi dana kepanitiaan akhir tahun pelajaran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) PEMBAGIAN TUGAS PADA GURU DAN KARYAWAN&lt;br /&gt;Sebagaimana stetemen yang telah dideskripsikan  melalui wacana realistis dalam pengorganisasian guru dan karyawan di lembaga MTs Al-Rosyidin lebih mudah dalam pelaksanaanya disebabkan kriteria program yang dihadapi lebih sedikit, oleh karena pasca pengembangan lembaga pendidikan lebih memprioritaskan pola pembelajaran yang baik dengan metode tersebut pendidikan dan manajemennya akan mengikuti proses perkembangannya. &lt;br /&gt;Dengan sistem yang dikembangkan dalam proses pembelajaran meliputi beberapa konsep, sebagai berikut: &lt;br /&gt;a. Dengan 9 ruang&lt;br /&gt;b. Alokasi waktu: &lt;br /&gt;o Masuk   :07.00WIB&lt;br /&gt;o Jam istirahat :09.30-10.00WIB&lt;br /&gt;o Jam pulang :01.00 WIB&lt;br /&gt;c. Masing kelas membaca surat-surat pendek dari Al-Quran (sebelm materi pelajaran dimulai)&lt;br /&gt;d. Latihan pramuka tiap sore hari kamis dengan 1 pembina&lt;br /&gt;e. Jam mata pelajaran dihasilkan pada guru bagian pelajaran tiap masuk &lt;br /&gt;f. Ketidak hadiran guru diisi oleh guru piket atau yang mewakilinya&lt;br /&gt;g. Proses penerimaan murid baru / pencatatan dengan tanpa: &lt;br /&gt; Seleksi tes maupun non tes&lt;br /&gt; Pengelompokan: &lt;br /&gt;• Danun &lt;br /&gt;• Jenis kelas &lt;br /&gt;• Jenis tempat tinggal &lt;br /&gt;• Latar ekonomi&lt;br /&gt;• Agama&lt;br /&gt;h. Uang pendaftaran Rp. 5000,- untuk sekarang (2009,- Rp. 10.000,-)&lt;br /&gt;i. Penarikan uang bulanan/SPP sebesar Rp. 25.000,- (berlaku tahun ajaran 2009) dengan pemberian tugas kepada:&lt;br /&gt;1. Bendahara 1, dan &lt;br /&gt;2. Bendahara 2. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(4) PENGAWASAN &lt;br /&gt;Pengawasan yang dilaksanakan dilembaga MTs Al-Rosyidin sebagai pertimbangan dalam menentukan kebijakan organisasi pada masa selanjutnya.&lt;br /&gt;Upaya tersebut secara sinergis dilaksanakan sebagai bahan evaluasi perbaikan program pada masa yang akan datang, terutama: &lt;br /&gt;a. Kedisiplinan guru, kepala sekolah beserta staf-stafnya&lt;br /&gt;b. Kedisiplinan murid&lt;br /&gt;c. Metode pembelajaran&lt;br /&gt;d. Pembinan kesejahteraan &lt;br /&gt;e. Analisis daya tampung murid &lt;br /&gt;f. Pemeliharaan &lt;br /&gt;g. Layanan perbaikan&lt;br /&gt;h. Analisis sumber dana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberpa pola pengawasan yang dilakukan secara berkesinambungan sebagai langkah mengembangkan perubahan dalam menyeterakan pendidikan seiring dengan perkembangan zaman, dengan memperhatikan: &lt;br /&gt;• Evaluasi dilakukan secara menyeluruh dan kontinyu&lt;br /&gt;• Pengawasan dilakukan pada data yang ada secara menyeluruh &lt;br /&gt;• Controling dilakukan dengan pihak yang bersangkutan &lt;br /&gt;• Hasil pengawasan hendaknya bertujuan untuk menuju perbaikan &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Proses pengawasan yang dilaksanakan di lembaga MTs Al-Rosyidin tidak hanya berkutat pada cifitas lembaga tetapi seluruh elemen masyarakat terkait dengan pelaksanaan manajemen pendidikan yang dijalankan selama masa berdirinya sampai sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan adanya sistem pengawasan tersebut maka, aspek kelemahan dan kelebihan akan muncul dan sejauh mana kedua faktor tersebut mampu mempengaruhi kinerja yang selama ini telah berlangsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(5) KURIKULUM MTS AL-ROSYIDIN &lt;br /&gt;Madrasah yang biasa dikenal sebagai proses pendidikan yang bersifat tradisional lebih cendrung kepada pola kurikulum dengan standarisasi pada out comes pembelajran siswa yang diinginkan pada lembaga MTs Al-Rosyidin khususnya dan pada lembaga pendidikan formal lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pola kurikulum yang dikembangkan disesuaikan dengan kebutuhan murid dari semua tingkatan, baik yang berkemampuan rendah, siswa berbakat, maupun yang memiliki keterampilan khusus. Oleh karenanya, madarasah ingin mempersiapkan murid dalam kehidupan yang lebih konstruktif dan produktif. Maka kurikulum harus merefleksikan realitas kehidupan itu dengan memberi bekal dengan ilmu yang mengacu futunstik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ali bin Abi Tholib berkata:&lt;br /&gt;“Didiklah anak kalian dengan pendidikan yang berbeda dengan yang diajarkan padamu, karena mereka diciptakan untuk zaman yang berbeda dengan zaman kalian”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh pola pengembangan pengajaran yang diciptakan di lembaga MTs Al-Rosyidin.&lt;br /&gt;Kelas 1&lt;br /&gt;1. Membaca beberapa lafadl Al-Quran&lt;br /&gt;2. Menulis (pengembangan dibaca oleh guru)&lt;br /&gt;3. Praktek sholat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kels 2 &lt;br /&gt;1. Pengetahuan bahasa asing (bahasa ingris dan Qaidah bahasa arab)&lt;br /&gt;2. speaking B.inglins dan B.arab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelas 3 &lt;br /&gt;1. Praktek pengembangan ilmu Nahwu-Sharraf dan pelajaran yang sudah diberikan seperti fiqih, Al-Quran dan Hadist.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(6) JADWAL PELAJARAN  KTSP TAHUN PELAJARAN 2008/2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kls Jam ke Waktu HARI  MATA / PELAJARAN&lt;br /&gt;   Senin Selasa Rabu Kamis Jum’at Sabtu&lt;br /&gt;I&lt;br /&gt;(A-C) 1 07.15-07.50 Upacara B. arab  B. daerah MTK SKJ MTK&lt;br /&gt; 2 07.50-08-25 MTK Bhs. Indo Kimia  MTK Penjas MTK&lt;br /&gt; 3 08.25-09.00 Al-quran hadis Biologi  IPS IPS Penjas TIK&lt;br /&gt; 4 09.00-09.15 Istirahat Istirahat Istirahat Istirahat Istirahat Istirahat&lt;br /&gt; 5 09.15-09.50 Fisika  MTK Georafi  Bhs. Ina SAINS Bhs. Indo &lt;br /&gt; 6 09.50-10.25 B. Ingris  Kimia  PPKN Bhs. Ina Aqidah akhlak B.arab &lt;br /&gt; 7 10.25-11.00 Biologi  Sejarah  Biologi  Penjas  Sejarah  Agama &lt;br /&gt; 8 11.00-11.35 Bhs. Indo TIK Agama B.ingris   TIK  Fisika &lt;br /&gt;        &lt;br /&gt;II&lt;br /&gt;(A-C) 1 07.15-07.50 Upacara Penjas   Biologi  TIK PPKN MTK&lt;br /&gt; 2 07.50-08-25 MTK Bhs. Indo Kimia  MTK Penjas MTK&lt;br /&gt; 3 08.25-09.00 Fiqih  Biologi  IPS IPS Penjas TIK&lt;br /&gt; 4 09.00-09.15 Istirahat Istirahat Istirahat Istirahat Istirahat Istirahat&lt;br /&gt; 5 09.15-09.50 Fisika  MTK Georafi  Bhs. Ina SAINS Bhs. Indo &lt;br /&gt; 6 09.50-10.25 B. Ingris  B. ingris  PPKN Bhs. Ina Aqidah akhlak B.arab &lt;br /&gt; 7 10.25-11.00 Biologi  Sejarah  Biologi  Penjas  Sejarah  Agama &lt;br /&gt; 8 11.00-11.35 Bhs. Ino TIK Agama B.ingris   TIK  Fisika &lt;br /&gt;        &lt;br /&gt;III&lt;br /&gt;(A-C) 1 07.15-07.50 Upacara Penjas   Biologi  TIK PPKN MTK&lt;br /&gt; 2 07.50-08-25 MTK Bhs. Indo Kimia  MTK Penjas MTK&lt;br /&gt; 3 08.25-09.00 Fiqih  Biologi  IPS IPS Penjas TIK&lt;br /&gt; 4 09.00-09.15 Istirahat Istirahat Istirahat Istirahat Istirahat Istirahat&lt;br /&gt; 5 09.15-09.50 Fisika  MTK Georafi  Bhs. Ina SAINS Bhs. Indo &lt;br /&gt; 6 09.50-10.25 B. Ingris  B. ingris  PPKN Bhs. Ina Al-quran hadis B.arab &lt;br /&gt; 7 10.25-11.00 Biologi  Sejarah  Biologi  Penjas  Sejarah  Agama &lt;br /&gt; 8 11.00-11.35 Bhs. Ino TIK Agama B.ingris   TIK  Fisika &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(7) PENGELOLAAN  KESISWAAN &lt;br /&gt;Manajemen kesiswaan menurut Richar Gorton meliputi: &lt;br /&gt;1. Permasalahan disiplin siswa &lt;br /&gt;2. Cara menanggulangi permasalahan siswa &lt;br /&gt;3. Pelayanan pribadi siswa &lt;br /&gt;4. Program kegiaan siswa &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses pengelolaan siswa / murid dilembaga MTs Al-Rosyidin sejalan dengan adanya tujuan yang dikembangkan dalam proses pendidikan yang meliputi beberapa kriteria, terdiri dari: &lt;br /&gt;a. Analisis daya tampung siswa/murid&lt;br /&gt;  Salah datu figur yang dijadikan sebagai penarik untuk masuk dilembaga MTs Al-Rosyidin adalah “kharismatik seorang pengasuh” sehingga presentasi murid semakin bertambah tiap tahunnya, kendatipun pembangunan fisik sekolah yang tidak layak ditempati.&lt;br /&gt;b. Penerimaan murid baru &lt;br /&gt;Syarat-syaratnya ialah: &lt;br /&gt;o Membayar uang administrasi Rp. 5000,- sekarang (2009 Rp. 10.000,-)&lt;br /&gt;o Membayar uang SPP Rp. 25.000,- (berlaku 2008/tahun ajran baru)&lt;br /&gt;o Mengisi data PMB (peserta murid baru)&lt;br /&gt;c. Pengelompokan murid &lt;br /&gt;Proses klasifikasi murid dikategorikan sebagai berikut:&lt;br /&gt; Kemampuan afektif dan kognitifnya &lt;br /&gt; Pemisahan laki-laki dan perempuan sekalipun dalam satu ruang&lt;br /&gt; Seleksi tes meliputi&lt;br /&gt; Tes tulis &lt;br /&gt; Tes baca &lt;br /&gt; Tes baca al-quran&lt;br /&gt;d. Pelayanan pribadi murid sehari-hari&lt;br /&gt;Bentuk pelayanan yang diberikan baik yang terjadi dalam proses pembelajaran maupun diluar belajar mengajar diberikan secara kontinyu dengan melihat, memperhatikan serta mengawasi murid setiap hari disebabkan sebagian besar tingkat umur yang belum dewasa (+ 14 tahun kebawah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(8) DATA PERKEMANGAN MURID MTS AL-ROSYIDIN BERDIRI SEJAK 12 JUNI 1999&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Grafik perkembangan murid MTs Al-Rosyidin periode 2001-2002&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelas &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Grafik perkembangan murid MTs Al-Rosyidin periode 2002-2003&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kelas &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Grafik perkembangan murid MTs Al-Rosyidin periode 2003-2004&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;             Kelas &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Grafik perkembangan murid MTs Al-Rosyidin periode 2004-2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   Kelas &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Grafik perkembangan murid MTs Al-Rosyidin periode 2005-2006&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Kelas &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Grafik perkembangan murid MTs Al-Rosyidin periode 2006-2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Kelas &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Grafik perkembangan murid MTs Al-Rosyidin periode 2007-2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kelas   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(9) PENGELOLAAN SUMBER DAYA MANUSIA&lt;br /&gt;Mengidentifikasi suatu kebutuhan untuk meningkatkan pengajaran seharusnya diikuti dngan mendiagnosis kebutuhan itu sendiri. &lt;br /&gt;Untuk kebutuhan ini lembaga MTs Al-Rosyidin masih bersifat klasik dalam pengelolaan sumber daya manusia dikarenakan alokassi dana  yang masih minim diamtaranya, 4% metode salafiyah, 3% metode KBK, 1% proses dalam pengajaran 2%. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya saja: &lt;br /&gt;1. Guru lebih banyak mngembangkan kebiasaan-kebiasaan/memberikan terlalu banyak penjelasan &lt;br /&gt;2. guru kekurangan skill dalm megembangkan diskusi kelas &lt;br /&gt;3. ada reword/tidak dari guru terhadap siswa yang berprestasi dalam diskusi kelas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(10) PENGELOLAAN SARANA DAN PRASARANA&lt;br /&gt;Dalam hal ini, perlngkapan sekolah/sekolah sering juga disebut dengan fasilitas madrasah, dapat dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu: &lt;br /&gt;1. Sarana sekolah, dan&lt;br /&gt;2. Prasarana sekolah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sarana sekolah&lt;br /&gt;Adalah alat langsung untuk mencapai tujuan pendidikan, sebagaimana proses proses pembelajaran yang dilakukan di lembaga MTs Al-Rosyidin, dengan kriteria: &lt;br /&gt;a. Papan tulis &lt;br /&gt;b. Kapur tulis&lt;br /&gt;c. Mendengar, membaca, menulis dan diskusi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Prasarana sekolah&lt;br /&gt;secara etemologis prasarana berarti alat tidak langsung untuk mencapai tujuan pendidikan, misalnya: &lt;br /&gt;a. Lokasi terletak di desa palakpak &lt;br /&gt;b. Bangunan sekolah&lt;br /&gt;c. Jalan menuju madrasah sebagian lewat bukan atas nama milik madrasah&lt;br /&gt;d. Bangunan madrasah terdiri dari 9 ruang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(11) PENGELOLAAN KEUANGAN &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LAPORAN PRTANGGUNG JAWABAN KEUANGAN&lt;br /&gt;MTS AL-ROSYIDIN&lt;br /&gt;TAHUN PELAJARAN 2009/2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;No PMASUKAN I No PPENGLUARAN I&lt;br /&gt;1 Dana bulan april-juni &lt;br /&gt;Rp. 3.000.000 1&lt;br /&gt;2&lt;br /&gt;3&lt;br /&gt;4&lt;br /&gt;5&lt;br /&gt;6&lt;br /&gt;7&lt;br /&gt;8&lt;br /&gt;9&lt;br /&gt;10&lt;br /&gt;11&lt;br /&gt;12 Administrasi &lt;br /&gt;Hr. guru&lt;br /&gt;Hr. guru&lt;br /&gt;Hr. guru&lt;br /&gt;Hr. guru&lt;br /&gt;Dan lain-lain&lt;br /&gt;Beli meja besar 4 buah&lt;br /&gt;Beli meja kecil 4 buah &lt;br /&gt;Beli kursi baru 10 buah &lt;br /&gt;Beli kursi bekas 10 buah&lt;br /&gt;Biaya angkut dan lain-lain&lt;br /&gt;Qur’an   Rp. 322.000&lt;br /&gt;Rp. 418.500&lt;br /&gt;Rp. 445.000&lt;br /&gt;Rp. 463.000&lt;br /&gt;Rp. 404.500&lt;br /&gt;Rp. 20.000&lt;br /&gt;Rp. 600.000&lt;br /&gt;Rp. 540.000&lt;br /&gt;Rp.700.000&lt;br /&gt;Rp.150.000&lt;br /&gt;Rp. 40.000&lt;br /&gt;Rp. 50.000&lt;br /&gt; JUMLAH     Rp. 3.690.000  JUMLAH  Rp. 4.153.000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;No PMASUKAN II dan III No PPENGLUARAN II dan III&lt;br /&gt;1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2 Dana bulan juli-september &lt;br /&gt;Rp. 1.1000.000,-&lt;br /&gt;Dana bulan oktob-des&lt;br /&gt;Rp. 1.100.000,- 1&lt;br /&gt;2&lt;br /&gt;3&lt;br /&gt;4&lt;br /&gt;5&lt;br /&gt;6&lt;br /&gt;7 Administrasi &lt;br /&gt;Administrasi &lt;br /&gt;Administrasi &lt;br /&gt;Hr. guru&lt;br /&gt;Hr. guru&lt;br /&gt;Hr. guru&lt;br /&gt;Hr. guru Rp. 150.000&lt;br /&gt;Rp. 222.200&lt;br /&gt;Rp. 100.000&lt;br /&gt;Rp. 430.000&lt;br /&gt;Rp. 420.500&lt;br /&gt;Rp. 422.000&lt;br /&gt;Rp. 389.000&lt;br /&gt; JUMLAH     Rp. 2.200.000  JUMLAH  Rp. 2.134.700&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;No PMASUKAN II dan III No PPENGLUARAN II dan III&lt;br /&gt;1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dana bulan januari-maret &lt;br /&gt;Rp. 1.1000.000,-&lt;br /&gt; 1&lt;br /&gt;2&lt;br /&gt;3&lt;br /&gt;4 Administrasi &lt;br /&gt;Guru &lt;br /&gt;Guru &lt;br /&gt;Dana musabaqah dan latihan Rp. 360.000&lt;br /&gt;Rp. 404.000&lt;br /&gt;Rp. 306.000&lt;br /&gt;Rp. 200.000&lt;br /&gt; JUMLAH     Rp. 1.100.000  JUMLAH  Rp. 1.270.000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(12) PENGELOLAAN HUBUNGAN MASYARAKAT (HUMAS)&lt;br /&gt;Madrasah merupakan lembaga yang tidak terisolasi dari masyarakat, ia tidak dapat dipastikan dengan masyarakat-masyarakat merupakan sumber sekaligus tujuan kegiatan sekolah. Masyarakat tersebut secara langsung maupun tidak langsung dalam pelaksanaan kegiatan baik dngan finansial maupun pada hal yang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, pihak madrasah MTs Al-Rosyidin mengkoordinasikan tatanan masyarakat yang meliputi: &lt;br /&gt;• Wilayah utara   : Jl Hanora&lt;br /&gt;• Wilayah timur   : Jl Blumbungan&lt;br /&gt;• Wilayah selatan   : Jl Tajempah&lt;br /&gt;• Wilayah barat   : Jl Singosari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masing-masing wilayah diatas sudah terdapat tokoh masyarakat yang terorganisir melalui kelompok-kelompok tertentu.&lt;br /&gt;Disamping itu pula jaringan tatanan masyarakat berada di luar area wilayah madrasah. Hal terebut diatas sebagai upaya penyaluran dalam meningkatkan kualitas kuantitas madrasah / lembaga pendidikan sepanjang perjalanan yang masih memakan waktu + 8 tahun, lmbaga MTs Al-Rosyidin mengalami peningkatan dalam berbagai aspek disebabkan korelasi yang terjalin antara: &lt;br /&gt;a. Pengasuh dengan guru&lt;br /&gt;b. Pengasuh dengan masyarakat &lt;br /&gt;c. Guru dengan murid &lt;br /&gt;d. Guru dengan wali murid &lt;br /&gt;e. Lembaga dengan masyarakat begitu juga sebaliknya antara masyarakat dengan kualitas lembaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, humas dalam konteks pendidikan mempunyai tiga arti: &lt;br /&gt;1. Tujuan dari program humas adalah menjual program pendidikan pada masyarakat agar merka bangga men-support madrasah&lt;br /&gt;2. Dalam menjanjikan “interpretasi” masyarakat tentang program pndidikan yang berlangsug sehingga masyarakat mmpunyai pemahaman yang lebih baik tentang kegiatan madrasah dan akhirnya mendukung program madrasah&lt;br /&gt;3. Dalam program Humas adalah mendorong minat masyarakat dan partisipasinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PROPOSAL &lt;br /&gt;PENDIRIAN&lt;br /&gt;MADRASAH STANAWIYAH SWASTA (MTs) AL-HIKMAH  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proposal ini akan diajukan untuk memenuhi tugas &lt;br /&gt;mata kuliah “Manajement Pendidikan Islam” &lt;br /&gt;yang dibimbing Oleh Mohammad Toha M.Pd.i&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Syamsul Arifin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MADRASAH TSANAWIYAH SWASTA (MTs) AL-HIKMAH &lt;br /&gt;NYALABUH PAMEKASAN  &lt;br /&gt;TAHUN  AJARAN&lt;br /&gt;  2010/2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MADRASAH TSANAWIYAH SWASTA (MTs) AL-HIKMAH&lt;br /&gt;NYALABUH PAMEKASAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Madrasah Al-Hikmah ini merupakan lembaga yang senantiasa Konsisten terhadap tujuan awalnya untuk mencetak pribadi muslim yang hakiki. Menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Profesional sekaligus beriman dan bertaqwa berakhlakul karimah. Sebagai lembaga pendidikan islami yang berada dalam lingkungan pesantren Al-Usymuni mengemban amanat dengan misi ganda. Yaitu membangun tradisi islami dan spritual keislaman secara integratif. Kiprah dan dinamikanya tetap konsisten pada perkembangan dan perubahan serta pembaharuan yang memiliki dua makna sekaligus yakni maka spritual dan material. Untuk meraih maktu spritual perlu dikembangkan rasa keimanan dan ketaqwaan terhadap Allah SWT.&lt;br /&gt;Intergrasi keilmuan antara ilmu pengetahuan, teknologi dan ilmu pengetahuan agama diharapkan menjadi solusi terhadap ragam keinginan masyarakat untuk menjadi ahli atau pakar di segala disiplin keilmuan, mengembangkan Sains dan teknologi ditengah pesantren diharapkan untuk mencetak ilmuan muslim sejati atau teknologi Qur'any dengan berbagai fasilitasi dan sistem layanan untuk mengembangkan sains di rancang bangun untuk terus dikembangkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan para peserta didik akan dapat mengembangkan dirinya dalam suasana yang kondusif dan menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VISI&lt;br /&gt;Mewujudkan lembaga berbasis penelitian yang dilandasi aqidah islam Ahlussunah Wal-Jamaah dan Beraklakul Karimah. Serta memiliki kepedulian terhadap masalah sosial budaya kemanusiaan dan tata nilai dalam mayarakat.&lt;br /&gt;MISI&lt;br /&gt;  Mencetak intelektual dan tenaga profesional menguasai iptek dibidangnya juga dibekali pengetahuan  penghayatan dan pengamalan ajaran Islam Ahlussunnah Waljamaah.&lt;br /&gt;  Menciptakan, mengembangkan, menerapkan dan menyebarluaskan iptek untuk membangun  bangsa serta untuk kesejahteraan rakyat dan kemanusiaan.&lt;br /&gt;  Mencetak lulusan unggul beriman, bertaqwa kepada Allah SWT&lt;br /&gt;  Mengembangkan kajian-kajian keislaman yang integratif&lt;br /&gt;A. DASAR PEMIKIRAN&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt; Menghadapi era globalisasi yang mewujudkan melalui peningkatan teknologi informasi dan komonikasi harus diimbangi dengan peningkatan sumber daya manusia yang mumpuni.hal ini dapat ditempuh dengan membekali ilmu pengetahuan (pendidikan) dan moralitas bangsa Indonesia yang memadai &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pendidikan selalu menjadi fokus perhatian dan mendapat respon hangat dari berbagai pihak. Hal demikian wajar sebab esensi pendidikan antara lain: &lt;br /&gt;"Education is the key development" mencerdaskan bangsa pada dasarnya hanya mungkin dengan pendidikan. Reaksi pergeeseran statifikasi masyarakat dari status society pada actieving dan tentukan era globalisasi yang diwarnai kemajuan sains dan teknologi menuntut manusia paripurna dengan sentuhan teknologi dan humanity.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Proses pendidikan yang efektif harus melalui sistem pembelajaran.&lt;br /&gt;Pembelajaran sebagai sub-set (konfensi ruang) pendidikan ideal memerlukan iklim institusi-institusi yang diadministrasikan dan di interventarisir secara teratur, terarah, serta terpadu. Dalam hal ini menjadi tumpuan intens masyarakat belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sebagai institusi yang tumbuh bergerak dalam bidang pendidikan kemasyarakatan yayasan Al-Hikmah sedang mengemban tugas besar untuk mampu menjadi pameran sarta pembangunan manusia seutuhnya dengan melaksnakan pendidikan formal sebagai wujud pencanangan program wajib belajar 9 tahun pada jenjang pendidikan lanjutan pertama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendirian lembaga Al-Hikmah secara spesifik mempunyai alasan-alasan, &lt;br /&gt;Antara lain:&lt;br /&gt;1. Motivasi tokoh agama dan masyarakat &lt;br /&gt;Memandang bahwa pendidikan di SLTP merupakan salah satu pendidikan lanjutan pertama yakin dan sadar bahwa kebersihan pendidikan SLTP  sangat menentukan pada jenjang pendidikan selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Motivasi kepada SD khususnya pembinaan mental keagamaan melihat out-put           siswa SD atau MI setiap tahun banyak perlu wadah penampungan yang layak dalam melanjutkan pelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Respon orang tua &lt;br /&gt;Keadaan ekonomi kurang dan letak sekolah yang mendekat dengan pemukiman penduduk mungkin dapat menekan pembiayaan&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;B. TUJUAN PENDIDIKAN &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Bertolak dari pokok pemikiran diatas maka rumusan tujuan pendirian MTs Al-Hikmah sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Umum&lt;br /&gt;1.1 Mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan formal dalam rangka mencetak manusia paripurna yang beriman dan bertaqwa kepada tuhan yang maha Esa.&lt;br /&gt;1.2 Menggelang partisipasi kritis kontroktif masyarakat dan pemerintah untuk lebih memahami proses pembangunan kini dan akan dating.&lt;br /&gt;1.3 Membentuk jaringan komonikasi dan intraksi sehat antara masyarakat dengan pemerintah guna memupuk persatuan persepsi menerima tanggung jawab dan tugas generasi masa depan yang tangguh dan handal sesuai tujuan pendidikan nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Khusus &lt;br /&gt; 2.1. Mencetak siswa MTs Al-Hikmah yang bertaqwa, beramal, cerdas, dan terampil.&lt;br /&gt;2.2. Meningkatkan mutu, kesadaran serta responsibilitas siswa MTs Al-Hikmah&lt;br /&gt;Terhadap masyarakat dan pemerintah&lt;br /&gt;2.3. Tersedianya wadah pendidikan lanjutan pengetahuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. PENDAPATAN DAN BELANJA SEKOLAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; SUMBER keuangan MTs Al-Hikmah&lt;br /&gt;1. Pendaftaran siswa baru&lt;br /&gt;2. Uang pangkal&lt;br /&gt;3. Droping Yayasan&lt;br /&gt;4. Donatur Masyarakat&lt;br /&gt;5. Instansi pemeritah terkait&lt;br /&gt;6. Sumber lain yang sah dan tidak terkait &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KUALIFIKASI PENDIDIKAN&lt;br /&gt;Guru atau pendidik di lembaga Al-Hikmah terdiri dari para guru senior,  Para ahli dari berbagai disiplin ilmu secara professional yang mempunyai tingkat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keahlian dan kompetensi sesuai spesifikasinya bekerja sama dengan lembaga-lembaga lain yang wilayahnya berdampingan guru-guru yang mempunyai pengalaman yang di dukung oleh penguasaan pengetahuan keahlian serta seperangkat sikap dan keterampilan tehnik yang di peroleh  melalui pendidikan  dan latihan khusus yang tetap konsisten sebagai amanat yang harus di tuangkan lembaga yang sudah mendapat kan izin dari pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SISTEM KURIKULUM / PENDIDIKAN&lt;br /&gt;Lembaga Al-Hikmah menerapkan kurikulum berbasis kompetensi sesuai SK mendiknas RI. NO. 232/ U/ T/ 2000 yang terdiri tatap muka pendidikan peserta didik- latihan dan diskusi ilmiah, seminar, belajar mandiri studi pustaka penelitian lapangan latihan analisis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KRITERIA PENERIMAAN ANAK DIDIK&lt;br /&gt;Untuk mendukung kompetensi peserta didik yang diperoleh dan tercapainya kualitas lulusan di bina secara terpadu melalui wadah lembaga / organisasi kesiswaan yang siap menampung pengembangan bakat, minat, dan kreatifitas siswa dengan dilengkapi sarana memadai diantaranya. &lt;br /&gt;1. Osis / Organisasi Intra Sekolah&lt;br /&gt;2. Pramuka&lt;br /&gt;3. Teater&lt;br /&gt;4. Buletin Lentera&lt;br /&gt;5. Bela Diri&lt;br /&gt;6. Voli Ball&lt;br /&gt;7. Tenis&lt;br /&gt;8. Tenis Meja&lt;br /&gt;9. Sepak Bola&lt;br /&gt;10. Bola Basket&lt;br /&gt;FUNGS DAN TUGAS PENGELOLA SEKOLAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala sekolah berfungsi dan bertugas sebagai Edukator manajer administrator dan supervisor, Pemimpin Mouator, Motivator.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. KEPALA SEKOLAH SELAKU EDUKATOR&lt;br /&gt;Kepala sekolah sebagai edukator bergutas melaksanakan proses belajar mengajar secara efektif dan efisien&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. KEPALA SEKOLAH SEBAGAI MANAJER&lt;br /&gt;Mempunyai tugas&lt;br /&gt;1. Menyusun perencanaan (Plaining)&lt;br /&gt;2. Mengorganisasi Kegiatan&lt;br /&gt;3. Mengarahkan kegiatan&lt;br /&gt;4. Mengkoordinasikan kegiatan&lt;br /&gt;5. Melaksanakan pengawasan&lt;br /&gt;6. Melakukan evaluasi terhadap keigatan&lt;br /&gt;7. Menentukan kebijakan&lt;br /&gt;8. Mengadakan rapat&lt;br /&gt;9. Mengambil keputusan&lt;br /&gt;10. Mengatur proses belajar mengajar&lt;br /&gt;11. Mengatur administrasi, ketata usahaan, siswa ketata nengaraan, sarana prasarana dan keuangan&lt;br /&gt;12. Mengatur Osis&lt;br /&gt;13. Mengatur hubungan sekolah dengan maysarakat dan instansi terkait.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. KEPALA SEKOLAH SELAKU ADMINISTRATOR&lt;br /&gt;Bertugas Menyelenggarakan Aministrasi&lt;br /&gt;1. Perencanaan    12. Perpustakaan&lt;br /&gt;2. Pengorganisasian  13. Laboratorium&lt;br /&gt;3. Pengarahan   14. Ruang Keterampilan / Kesiswaan&lt;br /&gt;4. Penkoordinasi   15. Bimbingan Konseling (BK) &lt;br /&gt;5. Pengawasan   16. UKS&lt;br /&gt;6. Kurikulum   17. Osis&lt;br /&gt;7. Kesiswaan   18. Serba Guna&lt;br /&gt;8. Ketata Usahaan  19. Media&lt;br /&gt;9. Ketenagaan   20. Gedung&lt;br /&gt;10. Kantor    21. 7 K&lt;br /&gt;11. Keuangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. KEPALA SELAKU SUPERVISOR&lt;br /&gt;Bertugas menyelenggarakan supervise mengenai :&lt;br /&gt;1. Proses Belajar Mengajar&lt;br /&gt;2. Kegiatan Bimbingan dan Konseling&lt;br /&gt;3. Kegiatan Ekstra Kulikuler&lt;br /&gt;4. Kegiatan Ketata Usahaan&lt;br /&gt;5. Kegiatan Kerja samam dengan masyarakat dan Instansi Terkait&lt;br /&gt;6. Sarana dan Prasarana&lt;br /&gt;7. Kegiatan OSIS&lt;br /&gt;8. Kegiatan 7 K&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. KEPALA SEKOLAH SEBAGAI KADER&lt;br /&gt;1. Dapat dipercaya jujur dan bertanggung Jawab&lt;br /&gt;2. Memahami kondisi Guru karyawan dan siswa&lt;br /&gt;3. Memiliki visi dan misi sekolah&lt;br /&gt;4. Mengambil keputusan urusan Intern dan Ekstern Sekolah&lt;br /&gt;5. Membuat, mencari dan memilih gagasan baru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F. KEPALA SEKOLAH SEBAGAI INDIKATOR&lt;br /&gt;1. Melakukan pembaharuan dibidang :&lt;br /&gt;a. KBM&lt;br /&gt;b. BK&lt;br /&gt;c. Ekstrakurikuler&lt;br /&gt;d. Pengadaan&lt;br /&gt;2. Melaksanakan Pembinaan Guru dan Karyawan&lt;br /&gt;3. Melakukan Pembaharuan dalam mengambil Sumber Daya di Komite Sekolah dan Masyarakat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;G. KEPALA SEKOLAH SEBAGAI MOTIVATOR&lt;br /&gt;1. Mengatur Ruang kantor yang kondusip untuk bekerja&lt;br /&gt;2. Mengatur Ruang kantor yang kondusip untuk KBM/BK&lt;br /&gt;3. Mengatur ruang laboratorium yang kondusif untuk praktik&lt;br /&gt;4. Mengatur ruang perpustakaan yang kondusif untuk belajar&lt;br /&gt;5. mengatur halaman / lingkungan sekolah yang sejuk dan teratur&lt;br /&gt;6. menciptakan hubungan harmonis antar sekolah dan lingkungan&lt;br /&gt;7. menciptakan hubungan harmonis sesama guru dan karyawan&lt;br /&gt;8. menerapkan prinsip penghargaan dan hukuman dalam melaksanakan tugasnya. Kepala sekolah dapat mendelegasikan kepada wakil kepala sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. WAKIL KEPALA SEKOLAH&lt;br /&gt;Wakil kepala sekolah membantu Kepala sekolah dan kegiatan sebagai berikut :&lt;br /&gt;a. Manyusun Perencanaan, membuat program kegiatan dan pelaksanaan program&lt;br /&gt;b. Pengorganisasian&lt;br /&gt;c. Pengarahan&lt;br /&gt;d. Ketenagaan&lt;br /&gt;e. Pengkooridinasian&lt;br /&gt;f. Pengawasan&lt;br /&gt;g. Penilaian&lt;br /&gt;h. Identifikasi dan pengumpulan data&lt;br /&gt;i. Penyusun Laporan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wakil kepala sekolah bertugas membantu kepala sekolah dalam urusan-urusan sebagai berikut :&lt;br /&gt;a. Kurikulum&lt;br /&gt;1. Menyusun dan menjabarkan kalender pendidikan&lt;br /&gt;2. menyusun pembagian tugas guru dan jadwal pelajaran&lt;br /&gt;3. mengatur, menyusun program pengajaran ( program semester) program sarana pelajaran, dan persiapan mengajar penjabaran dan penyesuaikan kurikulum&lt;br /&gt;4. Mengatur pelaksanaan kegiatan kurikuler dan ekstra kurikuler&lt;br /&gt;5. mengatur pelaksanaan program penilaian kriteria kenaikan siswa, serta pembaigna dan STTB&lt;br /&gt;6. mengatur pelaksanaan program perbaikan dan pengajaran&lt;br /&gt;7. mengatur pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar&lt;br /&gt;8. Mengatur pengembangan MGMPP dan koordinator mata pelajaran&lt;br /&gt;9. Mengatur mutasi siswa&lt;br /&gt;10. Melaksnakan supervisi administrasi dan akademis&lt;br /&gt;11. menyusun laporan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Kesiswaan&lt;br /&gt;1. Mengatur program dan pelaksanaan bimbingan dan konseling&lt;br /&gt;2. Mengatur dan mengkoordinasikan pelaksanaan 7 K (Keamanan, Kebersihan, Ketertiban, Keindahan, Kekeluargaan, Kesehatan, dan Kerindangan)&lt;br /&gt;3. Mengatur dan membina program kegiatan-kegiatan Osis meliputi kepramukaan, palang merah remaja (PMR) kelompok ilmiah remaja (KIR) usaha kesehatan sekolah (UKS) patroli keamanan sekolah (PKS)  paskibra.&lt;br /&gt;4. mengatur program pesantren kilat&lt;br /&gt;5. menyusun dan mengatur pelaksanaan pemilihan siswa teladan sekolah&lt;br /&gt;6. Menyelenggarakan Cerdas Cermat, olah raga prestasi&lt;br /&gt;7. Menyeleksi calon untuk di usulkan mendapatkan bea siswa.&lt;br /&gt;c.  Sarana Prasarana&lt;br /&gt;1. Merencanakan kebutuhan prasarana untuk menunjalig proses belajar mengajar.&lt;br /&gt;2. Mengadakan program pengadaannya&lt;br /&gt;3. Mengatur pemanfaatan sarana dan prasarana&lt;br /&gt;4. Mengatur pembukuan&lt;br /&gt;5. Mengelola perawatan, perbaikan dan pengisian&lt;br /&gt;6. Menyusun Laporan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d.   Hubungan dengan masyarakat&lt;br /&gt;1. Mengatur dari mengembangkan hubungan dengan Komite Sekolah dan peran Komite Sekolah&lt;br /&gt;2. Menyelenggarakan bakti social karya wisata&lt;br /&gt;3. Menyelenggarakan pameran hasil pendidikan sekolah (Gebyar Pendidikan)&lt;br /&gt;4. Menyusun Laporan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PANITIA REHABILITASI MUSHALLA&lt;br /&gt;"AL-FAIRUZ"&lt;br /&gt;SUMBER TALON BATUAMPAR &lt;br /&gt;KECAMATAN GULUK-GULUK KABUPATEN SUMENEP &lt;br /&gt;Sekretariat: Dusun Sumber Talon Batuampar Kec. Guluk-Guluk Kab. Sumenep  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LEMBAR PENGESAHAN&lt;br /&gt;REHABILITASI MUSHALLA&lt;br /&gt;"AL-FAIRUZ"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Ketua          Sekretaris&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     JAUHARI            SYAMSUL ARIFIN, A.Ma.Pd&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengetahui;&lt;br /&gt;Penasehat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K. SYAHRAL &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyetujui;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Desa &lt;br /&gt; Batuampar &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;H. FARID &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PANITIA REHABILITASI MUSHALLA&lt;br /&gt;"AL-FAIRUZ"&lt;br /&gt;SUMBER TALON BATUAMPAR &lt;br /&gt;KECAMATAN GULUK-GULUK KABUPATEN SUMENEP &lt;br /&gt;Sekretariat: Dusun Sumber Talon Batuampar Kec. Guluk-Guluk Kab. Sumenep  &lt;br /&gt;        Batuampar, 05 Februari 2008&lt;br /&gt;Nomor  : 02/PRL/II/2007    &lt;br /&gt;Lampiran : 1 Berkas     &lt;br /&gt;Perihal  : Permohonan Bantuan Dana   &lt;br /&gt;      &lt;br /&gt;   Kepada Yang terhormat &lt;br /&gt;  K.H Ramdhan Siraj &lt;br /&gt; Bapak Bupati Sumenep&lt;br /&gt;   Di-&lt;br /&gt;   Sumenep&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam silaturrahmi dan doa barokah dari kami, Panitia Renovasi Lapangan Satria Gudas   Batuampar untuk Bapak/Ibu. Semoga senantiasa dalam limpahan rahmat, hidayah, dan ma'unah Allah SWT dalam melaksanakan aktivitas ibadah dan pengabdian sehari-hari dengan baik. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, kami sampaikan bahwa dalam rangka menciptakan suasana ibadah yang khusu' dan lancar, kami Panitia Renovasi Lapangan Satria Gudas  Dusun Sumber Talon Batuampar Kecamatan guluk-guluk Kabupaten Sumenep.&lt;br /&gt;Guna terealisasinya rencana tersebut kami mohon dan berharap kepada bapak/ibu saudara dermawan berkenan memberi bantuan dana untuk meringankan beban panitia dalam segi pendanaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah akhirnya mendahului kesediaan dan bantuan Bapak/Ibu kami sampaikan terima kasih dan Jazakumullah Khoiron Katsiro. Semoga amal baik kita diterima oleh Allah SWT dan mendapat balasan yang setimpal. Amin.&lt;br /&gt;والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته &lt;br /&gt; Panitia&lt;br /&gt; Rehabilitasi Mushalla Al-Fairuz&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Ketua          Sekretaris&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     JAUHARI            SYAMSUL ARIFIN, A.Ma.Pd&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengetahui;&lt;br /&gt;Kepala Desa &lt;br /&gt; Batuampar &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;H. FARID &lt;br /&gt;سم الله الرحمن الرحيم &lt;br /&gt;PANITIA REHABILITASI MUSHALLA&lt;br /&gt;"AL-FAIRUZ"&lt;br /&gt;SUMBER TALON BATUAMPAR &lt;br /&gt;KECAMATAN GULUK-GULUK KABUPATEN SUMENEP &lt;br /&gt;Sekretariat: Dusun Sumber Talon Batuampar Kec. Guluk-Guluk Kab. Sumenep  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. PENDAHULUAN&lt;br /&gt;Fungsi rumah ibadah saat ini sudah berkembang sedemikian rupa sehingga hampir segala kegiatan masyarakat berpusat atau diadakan di tempat tersebut. Selama ini tempat ibadah hanya berfungsi sebagai tempat shalat, tapi sejalan dengan perkembangan jaman, hampir segala kegiatan kemasyarakatan seperti-kegiatan sosial, kegiatan pendidikan bahkan kegiatan yang berhubungan dengan ekonomi juga menggunakan tempat ibadah sebagai sarana untuk mencapai tujuan. Sehingga tempat ibadah membutuhkan penanganan yang serius baik dari segi kualitas fisik maupun kualitas kegiatan itu sendiri.&lt;br /&gt;Mengingat fungsi dan peran tempat ibadah dan semakin besarnya animo masyarakat untuk aktif meramaikan mushalla maka bangunan tersebut harus bisa menampung jamaah dalam skala yang besar. Kesadaran masyarakat ini harus ditindaklanjuti dengan ketersediaan tempat yang memadai dan layak untuk sebuah tempat ibadah yang kondusif serta terciptanya suasana ibadah yang khusyuk dan lancar. &lt;br /&gt;Dalam perkembangannya, sejak sepuluh tahun terakhir jumlah jamaah semakin banyak-bahkan bila sudah memasuki bulan ramadlan jamaah shalat tarawih harus rela shalat diluar mushalla. Selain itu mushalla ini juga berfungsi sebagai tempat belajar al-Qur'an, pengajian kitab kuning bagi anak-anak usia sekolah maupun remaja disekitar lokasi.. Saat ini kondisi fisik bangunan mushalla sudah sangat rapuh karena dimakan usia sehingga sudah tidak layak lagi bagi sebuah mashlla yang layak untuk tempat inadah.&lt;br /&gt;Melihat kondisi Mushalla saat ini, maka sudah merupakan  kebutuhan yang sangat mendesak untuk secepat mungkin dilakukan perbaikan-perbaikan atau rehabilitasi total, mengingat bahwa saat ini daya tampung yang sudah tidak memadai. Kondisi semacam ini tentu saja memerlukan perhatian yang serius dari semua pihak agar mushalla bisa berfungsi secara maksimal.&lt;br /&gt;Berangkat dari realitas di atas, serta mengingat begitu pentingnya keberadaan mushalla bagi masyarakat, maka kami Panitia Rehabilitasi Mushalla Al-Fairuz   bertekad untuk secepat mungkin merealisasikan rencana tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. NAMA KEGIATAN&lt;br /&gt;Kegiatan ini diberi nama Rehabilitasi Mushalla Al-Fairuz Dusun Sumber Talon Batuampar Kecamatan guluk-guluk Kabupaten Sumenep.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III. TUJUAN&lt;br /&gt;• Membangun kembali bangunan mushalla yang sudah hampir ambruk.&lt;br /&gt;• Menambah luas bangunan muhalla.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV. PELAKSANA&lt;br /&gt;Kegiatan Rehabilitasi Mushalla Al-Fairuz ini dilaksanakan oleh sebuah panitia yang terdiri dari beberapa unsur warga masyarakat  Batuampar, dengan susunan panitia sebagaimana terlampir (LAMPIRAN1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;V. RENCANA ANGGARAN&lt;br /&gt;Recana anggaran biaya Rehabilitasi Mushalla Al-Fairuz Dusun Sumber Talon Batuampar ini sebesar Rp. 11.500.000,00 (Sebelas Juta lima ratus ribu rupiah) dengan rincian sebagaimana terlampir (LAMPIRAN 2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VI. SUMBER DANA&lt;br /&gt;• Dana awal berupa sumbangan dari warga masyarakat dan jamaah Mushalla Al- Adhim  (Rp.1.200.000,00).&lt;br /&gt;• Bantuan Pemda Kabupaten Sumenep&lt;br /&gt;• Bantuan dari BKM Kabupaten Sumenep&lt;br /&gt;• Donatur &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VII. PENUTUP&lt;br /&gt;Proposal ini disusun dan diajukan dalam rangka mewujudkan rencana Rehabilitasi Mushalla Al-Fairuz Dusun Sumber Talon Batuampar, dengan harapan mendapat respon dan dukungan dari semua pihak serta mendapat ridlo Allah SWT. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lampiran (1)&lt;br /&gt;SUSUNAN PANITIA REHABILITASI MUSHALLA&lt;br /&gt;"AL-FAIRUZ"&lt;br /&gt;SUMBER TALON BATUAMPAR &lt;br /&gt;KECAMATAN GULUK-GULUK KABUPATEN SUMENEP &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelindung    : Kepala Desa  Batuampar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penasehat    :  K. Muradji&lt;br /&gt;KH. Asmuni&lt;br /&gt;K. Rifa’ei&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penanggung Jawab   : Pengasuh Mushalla  Al-Fairus Sumber Talon Batuampar Guluk-Guluk Sumenep&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua     : Sajuri Adhim &lt;br /&gt;Wakil Ketua    :  Mudzakkir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekretaris    :  Mukhtar, S.Ag&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bendahara    :  Farid Ma’ruf&lt;br /&gt;Wakil Bendahara   : Musahra &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Divisi-Divisi&lt;br /&gt;I. Humas    :  M.Sahur  (Koordinator)&lt;br /&gt;Abd. Samat&lt;br /&gt;Taslim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. Pengawas Pembangunan :  Kawim  (Kordinator)&lt;br /&gt;Takdir&lt;br /&gt;Idris&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III. Pengadaan Material  :  Shaleh&lt;br /&gt;Muhsin&lt;br /&gt;Tasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV. Penerimaan Material  :  Kimin&lt;br /&gt;Hafid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;V. Pencari Dana   : M. Sahur  (Kordinator)&lt;br /&gt;Puran&lt;br /&gt;M. Holla &lt;br /&gt;Taslim&lt;br /&gt;Jakfar &lt;br /&gt;Mosleh&lt;br /&gt;Sulaiman &lt;br /&gt;Moh Jasuli&lt;br /&gt;Rasyid Kirana&lt;br /&gt;Abd Ghani &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lampiran (2)&lt;br /&gt;RENCANA ANGGARAN BIAYA&lt;br /&gt;PANITIA REHABILITASI MUSHALLA&lt;br /&gt;"AL-FAIRUZ"&lt;br /&gt;SUMBER TALON BATUAMPAR &lt;br /&gt;KECAMATAN GULUK-GULUK KABUPATEN SUMENEP &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;REKAPITULASI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. PEKERJAAN PERSIAPAN &amp; PEMBONGKARAN  2.000.000,00 &lt;br /&gt;2. PEKERJAAN GALIAN &amp; URUGAN    1.260.000,00&lt;br /&gt;3. PEKERJAAN PONDASI &amp; ROLAAG    5.000.000,00 &lt;br /&gt;4. PEKERJAAN BETON               50.000.000,00 &lt;br /&gt;5. PEKERJAAN PASANGAN DINDING             18.850.000,00 &lt;br /&gt;6. PEKERJAAN PLESTERAN &amp; ACIAN             12.500.000,00&lt;br /&gt;7. PEKERJAAN ATAP &amp; PLAFOND              17.250.000,00&lt;br /&gt;8. PEKERJAAN PINTU &amp; JENDELA              15.250.000,00&lt;br /&gt;9. PEKERJAAN LANTAI &amp; KERAMIK    7.050.000,00&lt;br /&gt;10. PEKERJAAN FINISHING CAT     8.750.000,00&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TOTAL             138.510.000,00  &lt;br /&gt;TERBILANG:&lt;br /&gt;  Seratus tiga puluh Delapan Juta Lima Ratus Sepuluh Ribu Rupiah             &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Ketua          Sekretaris&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     JAUHARI            SYAMSUL ARIFIN, A.Ma.Pd&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                              &lt;br /&gt;                                                   Mengetahui;&lt;br /&gt;                                                   Kepala Desa &lt;br /&gt;                                                   Batuampar &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                                  H. FARID &lt;br /&gt;NAMA-NAMA PARA SIMPATISAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;No Nama Alamat Nominal&lt;br /&gt;1    &lt;br /&gt;2    &lt;br /&gt;3    &lt;br /&gt;4    &lt;br /&gt;5    &lt;br /&gt;6    &lt;br /&gt;7    &lt;br /&gt;8    &lt;br /&gt;9    &lt;br /&gt;10    &lt;br /&gt;11    &lt;br /&gt;12    &lt;br /&gt;13    &lt;br /&gt;14    &lt;br /&gt;15    &lt;br /&gt;16    &lt;br /&gt;17    &lt;br /&gt;18    &lt;br /&gt;19    &lt;br /&gt;20    &lt;br /&gt;21    &lt;br /&gt;22    &lt;br /&gt;23    &lt;br /&gt;24    &lt;br /&gt;25    &lt;br /&gt;26    &lt;br /&gt;27    &lt;br /&gt;28    &lt;br /&gt;29    &lt;br /&gt;30    &lt;br /&gt;31    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PROPOSAL &lt;br /&gt;PENDIRIAN&lt;br /&gt;MADRASAH STANAWIYAH SWASTA (MTs) AL-JAHURIYAH &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proposal ini akan diajukan untuk memenuhi tugas &lt;br /&gt;mata kuliah “Manajement Pendidikan Islam” &lt;br /&gt;yang dibimbing Oleh Mohammad Toha M.Pd.i&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Farid &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MADRASAH STANAWIYAH SWASTA (MTs) AL-JAHURIYAH&lt;br /&gt;BATUAMPAR GULUK-GULUK SUMENEP&lt;br /&gt;TAHUN  AJARAN  2010/2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KATA PENGANTAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah Swt. atas rahmat, hidayah, dan karunia yang dilimpahkan-Nya, sehingga proposal pendirian lembaga pendidikan  Madrasah Tsanawiyah Swasta (MTs) Al-Jahuriyah  ini dapat diselesaikan dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proposal pendirian sekolah ini mengungkap suatu sistem pendidikan di sebuah lembaga yang dikelola dengan manajemen pendidikan berbasis keagamaan. Tentu saja sistem pendidikan tersebut cukup unik dan menarik karena dikembangkan dengan manajemen yang berbeda dengan pendidikan sekolah pada umumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proposal pendirian sekolah ini ditulis untuk memenuhi tugas materi kuliah Manajemen Pendidikan Islam yang dibina oleh Bapak Mohammad Thoha ,M.Pd.I&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, penulis berharap semoga tugas ini dapat memenuhi keinginan dan harapan bapak dosen pembimbing. Serta mendapat respon positif sebagaimana mestinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pamekasan, 1 januari 2008 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Farid Harja   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Visi Sekolah :  Unggul Dalam Disiplin, Kaya Prestasi, dan Berakhlaq Mulia&lt;br /&gt;Indikator :   1.     Unggul dalam kedisiplin&lt;br /&gt;2. Unggul dalam perolehan prestasi akademik&lt;br /&gt;3. Unggul dalam Ekstrakurikuler&lt;br /&gt;4. Unggul dalam Animo&lt;br /&gt;5. Unggul dalam kegiatan Keagamaan.&lt;br /&gt;B. Misi Sekolah  &lt;br /&gt;1. Menumbuhkembangkan sikap disiplin pada warga sekolah&lt;br /&gt;2. Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan sebagai ibadah,aktif, kreatif ,efektif, dan menyenangkan sehingga kemampuan siswa berkembang secara optimal&lt;br /&gt;3. Mendorong dan membantu siswa untuk mengenali potensi dirinya sehingga potensi non akademik berkembang secara optimal.&lt;br /&gt;4. Menerapkan manajemen secara partisipatif dengan mengikutsertakan seluruh warga sekolah dan Komite Sekolah.&lt;br /&gt;5. Menumbuhkembangkan penghayatan ajaran agama yang dianut sehingga menjadi sumber kearifan dalam bertindak.&lt;br /&gt;C. Tujuan &lt;br /&gt;1. Pada tahun 2010 keterlaksanaan tata tertib sekolah mencapai 99,90  %&lt;br /&gt;2. Pada tahun 2010 sekolah memperoleh rata-rata jumlah nilai UN 19,50.&lt;br /&gt;3. Pada tahun 2010, kegiatan ekstrakurikuler :&lt;br /&gt;a. Peleton Inti Putra dan Putri meraih juara I Tingkat Propinsi.&lt;br /&gt;b. Bahasa Inggris mampu berkomunikasi secara aktif baik lisan maupun tertulis dengan didukung Laboratorium Bahasa dan Ruang Multimedia yang memadai di sekolah sendiri.&lt;br /&gt;c. Komputer, siswa mampu membuat website sendiri.&lt;br /&gt;d. Olah Raga, siswa mampu meraih prestasi Olah Raga sampai Tingkat Propinsi.&lt;br /&gt;e. Siswa mampu meraih juara lomba Karawitan tingkat Kabupaten.&lt;br /&gt;f. Seni Tari, siswa meraih juara lomba tari tingkat Kabupaten.&lt;br /&gt;g. Musik, siswa meraih juara lomba band tingkat Kabupaten.&lt;br /&gt;4. Pada tahun  2010, status sekolah meningkat menjadi tipe C plus.&lt;br /&gt;5. Pada tahun 2010 warga sekolah yang sadar menjalankan ibadah dan mampu membaca Al-Qur’an dengan benar mencapai 98%, dan mampu meraih juara dalam lomba MTQ tingkat Kabupaten&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Sasaran &lt;br /&gt;Dengan mempertimbangkan dan berbagai macam kebijakan pengelola dengan pandangan sekolah lembaga ke depan, maka sasaran dari sekolah tersebut adalah: &lt;br /&gt;1. Peningkatan mutu pendidikan baik yang bersifat intra maupun ekstra kurikuler yang sasarannya profesi guru, mutu pengelola, pengelola perpustakaan dan Pengelola administrasi. &lt;br /&gt;2. Peningkatan  kualitas IPTEK dan IMTAQ  siswa  &lt;br /&gt;3. Mengusahakan siswa-siswi yang rangking 1 s/d 5 masuk sekolah lanjutan  tanpa test &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Perencanaan &lt;br /&gt;Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan maka selanjutnya untuk mengatasi kelemahan atau ancaman yang terdapat pada tabel diatas, dilakukan langkah-langkah strategis sebagai berikut:&lt;br /&gt;A. Penegakan Kedisiplinan Sekolah&lt;br /&gt;1. Pengadaan buku Tata Tertib bagi warga sekolah&lt;br /&gt;2. Peningkatan pembinaan kedisiplinan melalui upacara bendera&lt;br /&gt;3. Membuat instrumen pelanggaran tata tertib sekolah yang mudah dikontrol&lt;br /&gt;4. Memberdayakan peranan wali kelas&lt;br /&gt;B. Peningkatan Jumlah nilai UN rata-rata 0,38 pertahun:&lt;br /&gt;1. Penambahan jam pelajaran UNAS &lt;br /&gt;2. Mengaktifkan bimbingan belajar kelompok dan individual&lt;br /&gt;3. Mengadakan motivasi belajar siswa melalui pemberian hasil ulangan kepada orang tua dan ditempel di papan pengumuman&lt;br /&gt;4. Mengefektifkan latihan dan uji soal soal-soal UNAS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Peningkatan kegiatan Ekstrakurikuler&lt;br /&gt;1. Ekstrakurikuler Peleton Inti:&lt;br /&gt;a. Siswa baru wajib mengikuti kegiatan baris berbaris, kelas VII dan Kelas VIII masih dilibatkan.&lt;br /&gt;b. Peningkatan frekuensi latihan&lt;br /&gt;c. Perlunya jenjang sekolah yang lebih tinggi menghargai prestasi non akademik waktu PPDB&lt;br /&gt;2. Ekstrakulikuler Bahasa Inggris&lt;br /&gt;a. perlu pengadaan laboratorium bahasa dan penjelasan kepada para siswa tentang pentingnya penguasaan bahasa Inggris di Era Globalisasi&lt;br /&gt;b. perlu penambahan buku-buku dan media yang mendukung&lt;br /&gt;c. Perlu mengaktifkan kerjasama dengan Tallangatta Secondary College Australia lewat surat atau media lain dengan menggunakan bahasa Inggris&lt;br /&gt;3. Ekstrakurikuler Komputer&lt;br /&gt;a. Belum mempunyai Laboratorium komputer sendiri&lt;br /&gt;4. Ekstrakurikuler Olah Raga&lt;br /&gt;a. Perlu penambahan peralatan Olah Raga&lt;br /&gt;b. Perlu membangkitkan semangat siswa untuk berlatih&lt;br /&gt;c. Mengaktifkan pragram pengaembangan bakata dan prestasi&lt;br /&gt;5. Kegiatan Ekstrakurikuler&lt;br /&gt;a. Perlu pengadaan ruang kesenian dan penambahan perangkat gamelan yang belum ada&lt;br /&gt;b. Perlu pengadaan buku-buku panduan dan peraga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F. Pengorganisasian (Organizing)&lt;br /&gt;1. Pengorganisasian Guru (Ketenagaan)&lt;br /&gt;Para guru/tenaga pendidikan di MTs Al-Jahuriyah  secara garis besar terdiri dari 2 kelompok, yaitu tenaga edukatif dan administratif. Guru yang mempunyai tugas sebagai tenaga edukatif terdiri dari, kepala madrasah dan guru tetap MTs serta tenaga-tenaga profesional di masyarakat yang direkrut untuk mengajar keterampilan-keterampilan tertentu.&lt;br /&gt;Oleh karena itu, para guru di lembaga MTs Al-Jahuriyah  mempunyai 3 tugas pokok yang dijalankan secara bersamaan dan teratur, yaitu tugas fungsional, struktural, dan instruksional (edukasional). Tugas fungsional adalah tugas-tugas praktek pembinaan kepada para siswa untuk membina mental kepribadian dan intelektualitas, baik di kelas maupun di luar kelas. Sedangkan tugas struktural merupakan tugas yang berhubungan dengan jabatan (struktur) tertentu dalam kepengurusan lembaga pendidikan. Adapun tugas tugas intruksional (edukasional) adalah tugas mengajar bidang edukasi tertentu berdasarkan kemampuan dan keilmuan para guru itu sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pengorganisasian Siswa&lt;br /&gt;Pengorganisasian siswa di lembaga MTs Al-Jahuriyah dilakukan dengan cara para siswa diatur dan dibagi ke dalam kelas-kelas sesuai dengan proses penerimaan, penjenjangan, dan kelanjutan studi yang telah ada. Proses penerimaannya tentu saja melalui tes seleksi sebagaimana telah dijelakan dalam bagian perencanaan siswa, baik untuk lulusan SD/MI &lt;br /&gt;Dari penjenjangan kelas tersebut dan berdasarkan data yang ada, jumlah semua siswa MTs Al-Jahuriyah untuk tahun pelajaran 2010/2011 adalah 300 orang. 148 orang putra dan 152 putri. Tabel berikut menunjukkan jumlah siswa-siswi MTs Al-Jahuriyah berdasarkan penjenjangan kelas yang ada.&lt;br /&gt;Data Jumlah Siswa-siswi &lt;br /&gt;MTs Al-Jahuriyah Berdasarkan Kelas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KELAS / TINGKAT Putra Putri Jumlah&lt;br /&gt;Kelas I 50 60 110&lt;br /&gt;Kelas II 43 57 100&lt;br /&gt;Kelas III 55 35 90&lt;br /&gt;Jumlah Total 300&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua siswa-siswi di tersebut didata dan dicatat dengan administrasi yang lengkap untuk memudahkan pengaturan dan penanganannya yang berhubungan dengan administrasi di sekolah (kelas). Semua proses dan bentuk pengorganisasian di atas dilakukan dengan mekanisme tersendiri yang mengedepankan nilai keterbukaan dan kebebasan yang positif seperti yang ada dalam visi dan misi lembaga, sehingga lembaga MTs Al-Jahuriyah punya kebebasan tersendiri untuk menentukan penjenjangan kelas sesuai dengan sistem pendidikan yang ada secara proporsioanal berdasarkan daya tampung lembaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pengorganisasian Kurikulum (Materi Pelajaran)&lt;br /&gt;Secara garis besar, kurikulum dan materi pendidikan di MTs Al-Jahuriyah dikelompokkan menjadi 5 jenis pendidikan, yaitu: 1) Pendidikan Keimanan (Aqidah); 2) Pendidikan Kepribadian dan Akhlaq Karimah; 3) Pendidikan Keagamaan (Syari’ah/ ibadah); 4) Pendidikan Keilmuan (Intelektualitas); dan 5) Pendidikan Keterampilan.&lt;br /&gt;Kelima jenis kurikulum tersebut dijabarkan dalam beberapa Bidang Studi yang diprogram sesuai dengan kelas/tingkat pendidikan yang ada dengan alokasi waktu yang fleksibel dan disesuaikan dengan target kompetensi yang harus dikuasai oleh siswa-siswi. Berikut daftar kurikulum dan materi pendidikan atau bidang studi yang berlaku di MTs Al-Jahuriyah: &lt;br /&gt;Distribusi Kurikulum Pendidikan dan Bidang Studi&lt;br /&gt;Di Lembaga MTs Al-Jahuriyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NO JENIS &lt;br /&gt;KURIKULUM PENDIDIKAN BIDANG STUDI&lt;br /&gt;1 Pendidikan Keimanan (Aqidah); -   Tauhed/Aqidah&lt;br /&gt;2 Pendidikan Kepribadian dan Akhlaq Karimah; - Akhlaq&lt;br /&gt;- Sejarah Islam&lt;br /&gt;- Kebersihan Lingkungan&lt;br /&gt;3 Pendidikan Keagamaan (Syari’ah/ibadah); - Fiqih&lt;br /&gt;- Qur’an Hadits&lt;br /&gt;- Al-Qur’an &lt;br /&gt;- Sholat Jama’ah&lt;br /&gt;4 Pendidikan Keilmuan/Keahlian - Nahwu&lt;br /&gt;- Sharraf&lt;br /&gt;- Qiratul Kutub&lt;br /&gt;5 Pendidikan Keterampilan. - Bahasa Arab&lt;br /&gt;- Tajwid&lt;br /&gt;- Khat Imla’&lt;br /&gt;- Latihan-latihan&lt;br /&gt;(Praktek sholat, hafalan, pidato bahasa Arab, dll.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari materi-materi di atas, maka dibuatlah silabus dan struktur kurikulum per-kelas yang disusun per sub-bidang studi sebagai pelengkap dari kurikulum yang telah ada di atas. Silabus tersebut berisi standar kompetensi, rincian materi pembelajaran, indikator, kegiatan pembelajaran dan penilaian, alokasi waktu yang disediakan dan sumber/bahan/alat belajar. Silabus tersebut disusun berdasarkan prinsip-prinsip pendidikan di lembaga MTs Al-Jahuriyah yang Islami dan Tarbawi dengan berlandaskan pada “nilai-nilai keagamaan” dan bersifat akomodatif terhadap perkembangan terbaru dalam dunia pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Pengorganisasian Sarana dan Prasarana&lt;br /&gt;Pengorganisasian sarana dan prasarana pendidikan di MTs Al-Jahuriyah dikelola melalui mekanisme kerja sama antara bagian khusus sarana dengan bagian pembangunan selaku perencana, pengelola dan pelaksana pembangunan sarana fisik dan non fisik. Melalui kerja sama ini lembaga MTs Al-Jahuriyah selalu berusaha untuk mewujudkan prinsip ”tiada hari tanpa membangun”. prinsip ini bukan berarti MTs Al-Jahuriyah selalu menghambur-hamburkan dana pendidikan, tetapi sebagai bentuk penerapan nilai-nilai amanah atau tanggungjawab agar dapat memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan dan menyalurkannya untuk kepentingan pendidikan. &lt;br /&gt;Oleh karena itu, sarana dan fasilitas pendidikan di MTs Al-Jahuriyah yang pada tahun-tahun awal sangat terbatas, kini lebih memadai dan berkembang cukup pesat baik yang sifatnya fisik, seperti gedung-gedung bangunan sekolah, dan lain-lain, maupun yang sifatnya non fisik seperti program-program pendidikan menuju terciptanya kesempurnaan manajemen sesuai dengan obsesi lembaga berkembang dan mandiri. Semua proses pengorganisasian sarana tersebut dilakukan melalui proses musyawarah yang penuh dengan nilai-nilai kekeluargaan dan kebersamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Pengorganisasian Keuangan&lt;br /&gt;Untuk pengelolaan keuangan, di MTs Al-Jahuriyah tetap berpijak pada  sistem open management agar proses penganggaran dan pembelanjaannya bisa dipertanggunjawabkan dan betul-betul amanah (dapat dipercaya), termasuk juga dalam penyampaian laporannya. Dengan berbekal nilai kejujuran sebagai salah satu nilai kepesantrenan, MTs Al-Jahuriyah selalu berfikir dan berusaha untuk menggali dan menghimpun dana yang terserak baik yang ada di dalam maupun yang ada di luar. Oleh karenanya, bagian bendahara MTs dan bidang pendanaan dituntut untuk lebih kreatif dan profesional dalam mengatur dan mengembangkan dana. Tetapi tetap harus berlandaskan pada nilai kesederhanaan dan uang yang dihasilkan betul-betul halal dan bisa mendatangkan barokah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Pengorganisasian Humas&lt;br /&gt;Sesuai dengan perencanaan Humas di atas, bahwa Humas di lembaga MTs Al-Jahuriyah selalu menciptakan suasana yang interaktif antar lembaga, pengelola, masyarakat dan wali murid, maka tentu bagian humas selalu menciptakan dan menyelenggarakan pertemuan rutin antar seluruh elemen dan stake holder lembaga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;G. Penempatan Staf / Pembagian Tugas &lt;br /&gt; Penggunaan struktur organisasi yang tersebut diatas memerlukan perumusan pembagian tanggung jawab sebagai berikut: &lt;br /&gt;1. Tugas Kepala Sekolah &lt;br /&gt;a. Sebagai penanggung jawab atas keseluruhan pengelolaan sekolah&lt;br /&gt;b. Bersama wali dan para guru menyusun rencana kerja tahun ajaran baru&lt;br /&gt;c. Mengawasi dan mengontrol pelaksanaan kurikulum &lt;br /&gt;d. Memriksa dan mengesahkan satuan pelajaran yang disajikan kepada para siswa&lt;br /&gt;e. Mengadakan kunjungan ke kelas/lokal, laboratorium dan perpustkaan&lt;br /&gt;f. Memimpin rapat kerja di sekolah&lt;br /&gt;g. Menghadiri rapat dengan atasan (Yayasan maupun Depdikbud)&lt;br /&gt;h. Menandatangani Ijazah, Foto Kopy Ijazah, Surat Mutasi Siswa Pindah dan Legalisir&lt;br /&gt;i. Melaporkan dan mempertanggung jawabkan tugasnya kepada Yayasan dan DIKNAS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Tugas Kepala Bidang Unggulan&lt;br /&gt;a. Sebagai penanggung jawab pengelolahan internal kelas&lt;br /&gt;b. Bersama wali dan para guru menyusun rencana kerja sekolah kelas &lt;br /&gt;c. Mengadakan kunjungan ke kelas/lokal, laboratorium dan perpustkaan&lt;br /&gt;d. Memimpin rapat rutin bersama kepala sekolah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Tugas Kepala Tata Usaha &lt;br /&gt;Bertanggung jawab dalam urusan administrasi ketata usaha sekolah baik keluar maupun kedalam, seperti: &lt;br /&gt;a. Administrasi kantor &lt;br /&gt;b. Kepegawaian&lt;br /&gt;c. Administrasi keuangan &lt;br /&gt;d. Koperasi sekolah&lt;br /&gt;e. Melaporkan dan mempertanggung jawabkan tugasnya kepada kepala sekolah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Tugas Wakasek Kesiswaan &lt;br /&gt;a. Perencanaan dan pelaksanaan penerimaan siswa baru&lt;br /&gt;b. Kegiatan ekstra kurikuler&lt;br /&gt;c. Pembinaan OSIS&lt;br /&gt;d. Tata tertib siswa&lt;br /&gt;e. Menkoordinasi alumnus&lt;br /&gt;f. Membimbing koperasi sekolah&lt;br /&gt;g. Melaporkan dan mempertanggung jawabkan tugasnya kepada kepala sekolah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Tugas Wakasek Kurikulum&lt;br /&gt;a. Menyusun program tahunan &lt;br /&gt;b. Mengadakan/pengelolaan system pembelajaran &lt;br /&gt;c. Membantu pembagian tugas guru&lt;br /&gt;d. Menyusun jadwal pelajaran&lt;br /&gt;e. Mengelola kegiatan belajar-mengajar&lt;br /&gt;f. Membuat dan bertanggung jawab pengelolaan nilai&lt;br /&gt;g. Bertanggung jawab pengelolaan kegiatan kurikulum&lt;br /&gt;h. Melaporkan dan mempertanggung jawabkan tugasnya kepada kepala sekolah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Tugas Wakasek Sarana-Prasarana&lt;br /&gt;a. Inventarisasi sarana/prasarana &lt;br /&gt;b. Pengadaan sarana/prasarana&lt;br /&gt;c. Pemeliharaan sarana/prasarana&lt;br /&gt;d. Pengelolaan keuangan alat-alat pengajaran&lt;br /&gt;e. Kelengkapan format kerja &lt;br /&gt;f. Melaporkan dan mempertanggung jawabkan tugasnya kepada kepala sekolah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Tugas Wakasek Hubungan Masyarakat &lt;br /&gt;a. Kerjasama dengan BP 3/Komete&lt;br /&gt;b. Peringatan hari-hari nasional/keagamaan &lt;br /&gt;c. Bakti social&lt;br /&gt;d. Kerjasama dengan lembaga-lembaga pendidikan pada perguruan tinggi/masyarakat&lt;br /&gt;e. Melaporkan dan mempertanggung jawabkan tugasnya kepada kepala sekolah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Tugas Koordinator Bimbingan Dan Penyuluhan &lt;br /&gt;a. Menyusun tugas BP dan program bimbingan karer&lt;br /&gt;b. Memonitor pelaksanaan BP pada umumnya dan program bimbingan karer khususnya&lt;br /&gt;c. Mengkoordinasikan untuk mendapat masukan dari pelaksanaan BP dan bimbingan karer pada khususnya &lt;br /&gt;d. Melaporkan dan mempertanggung jawabkan tugasnya kepada kepala sekolah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Tugas-Tugas Wali Kelas &lt;br /&gt;a. Membina murid yang menjadi tanggungjawabnya&lt;br /&gt;b. Membentuk pengurus kelas &lt;br /&gt;c. Membagi murid menjadi kelompok belajar &lt;br /&gt;d. Mendata murid yang pandai, nakal dan yang bodoh (kurang tanggap terhadap pelajaran)&lt;br /&gt;e. Bertanggung jawab kebersihan kelas yang menjadi tanggung jawabnya beserta halaman kelas/diperintah&lt;br /&gt;f. Menertibkan absensi murid, data kelas dan mengisi raport serta menarik raport sesuai dengan hari yang ditentukan&lt;br /&gt;g. Melaporkan anak yang nakal kepada guru BP&lt;br /&gt;h. Melaporkan dan mempertanggung jawabkan tugasnya kepada kepala sekolah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Tugas Pendidik/Guru &lt;br /&gt;a. Memberilan materi pelajaran sesuai dengan bidang tugas serta pembagian jam mengajar&lt;br /&gt;b. Membuat Prota, Promes, Silabus &lt;br /&gt;c. Membuat rencana pembelajaran (RP)&lt;br /&gt;d. Mengadakan test formatif/evaluasi&lt;br /&gt;e. Mengadakan praktek bagi pemegang bidang studi biologi, fisika dan fiqih/syariah, bahasa arab dan ingris&lt;br /&gt;f. Mengabsen siswa sebelum/sesudah memberikan materi pelajaran&lt;br /&gt;g. Membuat rekap nilai&lt;br /&gt;h. Pada tiap-tiap akhir bulan melaporkan secara tertulis kepada wakil kepala sekolah tentang keadaan siswa yang diajar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;H. Pengawasan (controlling)&lt;br /&gt;Pengawasan (controlling) merupakan fungsi manajemen yang tidak kalah pentingnya dalam suatu organisasi. Semua fungsi terdahulu, tidak akan efektif tanpa disertai fungsi pengawasan. Dalam hal ini, Louis E. Boone dan David L. Kurtz (1984) memberikan rumusan tentang pengawasan sebagai : “…the process by which manager determine wether actual operation are consistent with plans”.&lt;br /&gt;Sementara itu, Robert J. Mocker sebagaimana disampaikan oleh T. Hani Handoko (1995) mengemukakan definisi pengawasan yang di dalamnya memuat unsur esensial proses pengawasan, bahwa:&lt;br /&gt;“Pengawasan manajemen adalah suatu usaha sistematik untuk menetapkan standar pelaksanaan dengan tujuan – tujuan perencanaan, merancang sistem informasi umpan balik, membandingkan kegiatan nyata dengan standar yang telah ditetapkan sebelumnya, menentukan dan mengukur penyimpangan-penyimpangan, serta mengambil tindakan koreksi yang diperlukan untuk menjamin bahwa semua sumber daya perusahaan dipergunakan dengan cara paling efektif dan efisien dalam pencapaian tujuan-tujuan perusahaan.”&lt;br /&gt;Dengan demikian, pengawasan merupakan suatu kegiatan yang berusaha untuk mengendalikan agar pelaksanaan dapat berjalan sesuai dengan rencana dan memastikan apakah tujuan organisasi tercapai. Apabila terjadi penyimpangan di mana letak penyimpangan itu dan bagaimana pula tindakan yang diperlukan untuk mengatasinya.&lt;br /&gt;Selanjutnya dikemukakan pula oleh T. Hani Handoko bahwa proses pengawasan memiliki lima tahapan, yaitu : &lt;br /&gt;1) penetapan standar pelaksanaan&lt;br /&gt;2) penentuan pengukuran pelaksanaan kegiatan&lt;br /&gt;3) pengukuran pelaksanaan kegiatan nyata&lt;br /&gt;4) pembandingan pelaksanaan kegiatan dengan standar dan penganalisaan penyimpangan-penyimpangan dan &lt;br /&gt;5) pengambilan tindakan koreksi bila di perlukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsi-fungsi manajemen ini berjalan saling berinteraksi dan saling kait mengkait antara satu dengan lainnya, sehingga menghasilkan apa yang disebut dengan proses manajemen. Dengan demikian, proses manajemen sebenarnya merupakan proses interaksi antara berbagai fungsi manajemen.&lt;br /&gt;Dalam perspektif persekolahan, agar tujuan pendidikan di sekolah dapat tercapai secara efektif dan efisien, maka proses manajemen pendidikan memiliki peranan yang amat vital. Karena bagaimana pun sekolah merupakan suatu sistem yang di dalamnya melibatkan berbagai komponen dan sejumlah kegiatan yang perlu dikelola secara baik dan tertib. Sekolah tanpa didukung proses manajemen yang baik, boleh jadi hanya akan menghasilkan kesemrawutan lajunya organisasi, yang pada gilirannya tujuan pendidikan pun tidak akan pernah tercapai secara semestinya.&lt;br /&gt;Dengan demikian, setiap kegiatan pendidikan di sekolah harus memiliki perencanaan yang jelas dan realisitis, pengorganisasian yang efektif dan efisien, pengerahan dan pemotivasian seluruh personil sekolah untuk selalu dapat meningkatkan kualitas kinerjanya, dan pengawasan secara berkelanjutan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya tersebut secara sinergis dilaksanakan sebagai bahan evaluasi  perbaikan program pada masa yang akan datang. Terutama: &lt;br /&gt;A. Kedisiplinan guru, Kepala sekolah beserta Staf-stafnya&lt;br /&gt;B. Kedisiplinan murid&lt;br /&gt;C. Metode pembelajaran&lt;br /&gt;D. Pembinaan kesejahteraan &lt;br /&gt;E. Analisis daya tampung siswa &lt;br /&gt;F. Pemeliharaan&lt;br /&gt;G. Layanan perbaikan&lt;br /&gt;H. Analisis sumber&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa pola pengawasan yang dilakukan secara berkesinambungan sebagai langkah mengembangkan perubahan dalam menyetarakan pendidikan seiring dengan perkembangan zaman, dengan memperhatikan:&lt;br /&gt;A. Evaluasi dilakukan secara menyeluruh dan kontinyu&lt;br /&gt;B. Pengawasan dilakukan pada data yang ada secara menyeluruh&lt;br /&gt;C. Controlling dilakukan dengan pihak yang bersangkutan &lt;br /&gt;D. Hasil pengawasan hendaknya bertujuan untuk menuju perbaikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. Manajemen Kurikulum&lt;br /&gt;Manajemen kurikulum merupakan subtansi manajemen yang utama di sekolah. Prinsip dasar manajemen kurikulum ini adalah berusaha agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik, dengan tolok ukur pencapaian tujuan oleh siswa dan mendorong guru untuk menyusun dan terus menerus menyempurnakan strategi pembelajarannya. Tahapan manajemen kurikulum di sekolah dilakukan melalui empat tahap : &lt;br /&gt;(a) perencanaan&lt;br /&gt;(b) pengorganisasian dan koordinasi&lt;br /&gt;(c) pelaksanaan dan&lt;br /&gt;(d) pengendalian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), Tita Lestari (2006) mengemukakan tentang siklus manajemen kurikulum yang terdiri dari empat tahap :&lt;br /&gt;1. Tahap perencanaan; meliputi langkah-langkah sebagai : &lt;br /&gt;(1) analisis kebutuhan&lt;br /&gt;(2) merumuskan dan menjawab pertanyaan filosofis&lt;br /&gt;(3) menentukan disain kurikulum dan&lt;br /&gt;(4) membuat rencana induk (master plan): pengembangan, pelaksanaan, dan penilaian. &lt;br /&gt;2. Tahap pengembangan; meliputi langkah-langkah :&lt;br /&gt;(1) perumusan rasional atau dasar pemikiran&lt;br /&gt;(2) perumusan visi, misi, dan tujuan&lt;br /&gt;(3) penentuan struktur dan isi program&lt;br /&gt;(4) pemilihan dan pengorganisasian materi&lt;br /&gt;(5) pengorganisasian kegiatan pembelajaran&lt;br /&gt;(6) pemilihan sumber, alat, dan sarana belajar dan&lt;br /&gt;(7) penentuan cara mengukur hasil belajar. &lt;br /&gt;3. Tahap implementasi atau pelaksanaan; meliputi langkah-langkah: &lt;br /&gt;(1) penyusunan rencana dan program pembelajaran (Silabus, RPP: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran)&lt;br /&gt;(2) penjabaran materi (kedalaman dan keluasan)&lt;br /&gt;(3) penentuan strategi dan metode pembelajaran&lt;br /&gt;(4) penyediaan sumber, alat, dan sarana pembelajaran&lt;br /&gt;(5) penentuan cara dan alat penilaian proses dan hasil belajar; dan &lt;br /&gt;(6) setting lingkungan pembelajaran &lt;br /&gt;4. Tahap penilaian&lt;br /&gt;terutama dilakukan untuk melihat sejauhmana kekuatan dan kelemahan dari kurikulum yang dikembangkan, baik bentuk penilaian formatif maupun sumatif. Penilailain kurikulum dapat mencakup Konteks, input, proses, produk (CIPP) : Penilaian konteks: memfokuskan pada pendekatan sistem dan tujuan, kondisi aktual, masalah-masalah dan peluang. Penilaian Input: memfokuskan pada kemampuan sistem, strategi pencapaian tujuan, implementasi design dan cost benefit dari rancangan. Penilaian proses memiliki fokus yaitu pada penyediaan informasi untuk pembuatan keputusan dalam melaksanakan program. Penilaian product berfokus pada mengukur pencapaian proses dan pada akhir program (identik dengan evaluasi sumatif) &lt;br /&gt;5. Penetapan pelajaran&lt;br /&gt;Secara garis besar, kurikulum dan materi pendidikan di MTs Al-Jahuriyah dikelompokkan menjadi 5 jenis pendidikan, yaitu: 1) Pendidikan Keimanan (Aqidah); 2) Pendidikan Kepribadian dan Akhlaq Karimah; 3) Pendidikan Keagamaan (Syari’ah/ ibadah); 4) Pendidikan Keilmuan (Intelektualitas); dan 5) Pendidikan Keterampilan.&lt;br /&gt;Kelima jenis kurikulum tersebut dijabarkan dalam beberapa Bidang Studi yang diprogram sesuai dengan kelas/tingkat pendidikan yang ada dengan alokasi waktu yang fleksibel dan disesuaikan dengan target kompetensi yang harus dikuasai oleh siswa-siswi. Berikut daftar kurikulum dan materi pendidikan atau bidang studi yang berlaku di MTs Al-Jahuriyah: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Distribusi Kurikulum Pendidikan dan Bidang Studi&lt;br /&gt;Di Lembaga MTs Al-Jahuriyah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NO JENIS &lt;br /&gt;KURIKULUM PENDIDIKAN BIDANG STUDI&lt;br /&gt;1 Pendidikan Keimanan (Aqidah); -   Tauhed/Aqidah&lt;br /&gt;2 Pendidikan Kepribadian dan Akhlaq Karimah; - Akhlaq&lt;br /&gt;- Sejarah Islam&lt;br /&gt;- Kebersihan Lingkungan&lt;br /&gt;3 Pendidikan Keagamaan (Syari’ah/ibadah); - Fiqih&lt;br /&gt;- Qur’an Hadits&lt;br /&gt;- Al-Qur’an &lt;br /&gt;- Sholat Jama’ah&lt;br /&gt;4 Pendidikan Keilmuan/Keahlian - Nahwu&lt;br /&gt;- Sharraf&lt;br /&gt;- Qiratul Kutub&lt;br /&gt;5 Pendidikan Keterampilan. - Bahasa Arab&lt;br /&gt;- Tajwid&lt;br /&gt;- Khat Imla’&lt;br /&gt;- Latihan-latihan&lt;br /&gt;(Praktek sholat, hafalan, pidato bahasa Arab, dll.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Proses Belajar Mengajar&lt;br /&gt;MTs Al-Jahuriyah telah melaksanakan Kurikulum 2004, yang lebih dikenal dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dimulai pada tahun pelajaran 2006/2007. Kurikulum 2004 ini dijadikan dasar dalam mengaptasi Kurikulum Internasional. Sebagai langkah awal, pada tahun 2006 dilakukan penerjemahan Kurikulum 2004 ke dalam bahasa Inggris untuk mata pelajaran Matematika, Fisika, Kimia, Biologi dan Bahasa Inggris. Adaptasi kurikulum internasional tersebut akan menjadi kurikulum di kelas SNBI.&lt;br /&gt;Untuk mencapai tujuan tersebut MTs Al-Jahuriyah akan megadakan lokakarya, seminar dan pelatihan agar pemahaman guru tentang kurikulum adaptasi nasional dapat terlaksana dan sekaligus dapat meningkatkan mutu proses belajar mengajar.&lt;br /&gt;Pengadaptasian dan pemahaman serta pelaksanaan metodologi, media, bahan ajar dan sistem evaluasi dilakukan secara bertahap dimulai dari tahun pelajaran 2005/2006 pada kelas intisan, dan akan tetap dikembangkan pada tahun berikutnya. Pada tahun 2007 saat kelas internasional telah dimulai guru-guru dan perangkat sekolah telah siap dan mampu menggunakannya sesuai dengan pagu SNBI. Selain itu pada saat SNBI telah dilaksanakan, moving class juga dilaksanakan di samping pelaksanaan PBM dengan ketentuan SNBI.&lt;br /&gt;Jumlah siswa di kelas rintisan yang ada sekarang dalam satu kelas adalah 30 orang. Diusahakan pada kelas rintisan berikutnya termasuk di kelas internasional maksimum jumlah siswa perkelas adalah 25 orang. Perekrutan siswa kelas internasional akan mengutamakan mutu dan ketentuan yang digariskan SNBI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Pola Pembelajaran&lt;br /&gt;a. Menyelenggarakan paket program pendidikan, yaitu: pendidikan keislaman dan kebangsaan &lt;br /&gt;b. Menyiapkan lulusan yang berakhlaq mulia, berilmu amaliyah dan Beramal ilmiyah, beriman, cerdas, teramspil, kuat dan cinta tanah air&lt;br /&gt;c. Kurikulum yang digunakan adalah kurikulum pendidikan nasional dan kurikulum muatan lembaga yang dikembangkan secara profesional pembelajran yang ditetapkan adalah pembelajaran terpadu&lt;br /&gt;d. Pendidikan diselenggarakan dan dikelola secara professional&lt;br /&gt;1) Pembelajran di kelas dibimbing oleh guru yang berkualifikasi sarjana pendidikan&lt;br /&gt;2) Super visi sekolah / kelas yang baik&lt;br /&gt;3) Menejemen dan kepemimpinan sekolah yang handal &lt;br /&gt;e. Program sekolah&lt;br /&gt;1) Kegiatan membaca Al-Quran setiap pertama kali masuk kelas&lt;br /&gt;2) Kegiatan Ekstra Kurikuler yang disesuaikan minat siswa&lt;br /&gt;3) Kegiatan bimbingan pelajaran setiap minggu&lt;br /&gt;4) Kegiatan kunjungan wisata setiap tahun sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Pengembangan sistem pengajaran &lt;br /&gt;Hal penting yang harus diperhatikan oleh administrator yang sedang berusaha memperbaiki sistem pengajaran haruslah engorganisir semua sumber yang tersedia dan sesuai scara efektif. Administrator mempunyai peran besar untuk mengembangkan bakat masing-masing individu. Hal ini dapat dilakukan dengan melalui dua cara: pertma, dengan tegas memperlakukan mereka, lingkungan dan memberikan tanggung jawab super visi terhadap mereka. Kedua, degan cara mengorganisir mereka yang dibentuk dalam tim pengembang sistem pembelajaran.&lt;br /&gt;Adanya tim pengembang ini merupakan konsep terbaru dalam pendidikan yang belum banyak diterapkan di berbagai sekolah. Usaha yang perlu dilakukan oleh tim pengembangan dalam sistem pembelajaran antara lain: &lt;br /&gt;a. Mempersiapkan hasil tes atau hasil percobaan&lt;br /&gt;b. Mendiskusikan tentang bagaimana hasil tes tersebut berhubungan dengan perstasi hasil bidang pendidikan di sekolah., atau kesatuan organisasi yang ada di dalamnya&lt;br /&gt;c. Mengidentifikasi peningkatan atau pengembangan yang diperlukan.&lt;br /&gt;J. Manajement Kepegawaian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FORMASI GURU YANG DIBUTUHKAN &lt;br /&gt;MTs AL-JAHURIYAH BATUAMPAR GULUK-GULUK SUMENEP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Yayasan Al-jahuriyah pada tahun pelajaran 2010/2011 membutuhkan tenaga kependidikan pada Madrasah Stanawiyah Swasta (MTs)&lt;br /&gt;meliputi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Tenaga Guru / BP  &lt;br /&gt;1. Bahasa Ingris         : 4 orang&lt;br /&gt;2. Bahasa Indonesia       : 3 orang&lt;br /&gt;3. Bahasa Arab        : 2 orang&lt;br /&gt;4. Aqidah Akhlah       : 2 Orang&lt;br /&gt;5. Al-Quran Hadist        : 2 Orang&lt;br /&gt;6. Faqih          : 2 Orang&lt;br /&gt;7. Sejarah Kebudayaan Islam       : 2 Orang&lt;br /&gt;8. Biologi         : 4 Orang&lt;br /&gt;9. Matematika         : 3 Orang &lt;br /&gt;10. Penjaskes         : 3 Orang&lt;br /&gt;11. Kesenian        : 2 Orang&lt;br /&gt;12. Kewarga Negaraan       : 2 Orang&lt;br /&gt;13. Ekonomi         : 3 Orang&lt;br /&gt;14. Sejarah Nasional        : 2 Orang&lt;br /&gt;15. Fisika          : 3 Orang&lt;br /&gt;16. Giografi         : 3 Orang&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;B. Tenaga Non Guru &lt;br /&gt;1. Staf administrasi , berijazah S1, menguasai dan mampu&lt;br /&gt;mengoprasikan computer dan mempunyai keterampilan &lt;br /&gt;menulis        : 5 Orang&lt;br /&gt;2. Perawat, berijazah SPK/Akper (D1)     : 2 Orang&lt;br /&gt;3. Staf kebersihan, berijazah SLTP mempunyai keterampilan &lt;br /&gt;Pertukangan        : 2 Orang&lt;br /&gt;4. Tenaga Accounting berijazah S1 Akuntansi    : 3 Orang&lt;br /&gt;5. Petugas keamanan, berijazah minimal SLTA (pernah mengikuti&lt;br /&gt;pelatihan petugas keamanan)      : 2 Orang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun beberapa ketentuan yang harus diikuti adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;A. Syarat/Kualifikasi Tenaga &lt;br /&gt;1. Syarat Umum &lt;br /&gt;a. Beragama islam&lt;br /&gt;b. Membuat surat lamaran (tulis tangan dengan tinta hitam)&lt;br /&gt;c. Pernah aktif diorganisasi kemahasiswaan (khusus calon guru)&lt;br /&gt;d.  Fasih membaca Al-Quran dan huruf Arab &lt;br /&gt;e. Menyerahkan foto kopy ijazah (bagi sarjana disertai tanskip nilai dan Akta IV) dan dilegalisir oleh sekolah perguruan tinggi berwenang&lt;br /&gt;f. Indeks Prestasi (IP) minimal 3,29 (untuk calon guru dan non guru)&lt;br /&gt;g. Ahli dalam computer &lt;br /&gt;h. Usia antara 20-30 tahun&lt;br /&gt;i. Surat keterangan sehat dari dokter&lt;br /&gt;j. Menyerahkan pas foto 3X4 sebanyak 4 lembar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Syarat Khusus&lt;br /&gt;No  Kualifikasi Ketenangan  Syarat Khusus&lt;br /&gt;1 Bahasa Ingris • S-1IKIP/FKIP/IAIN/STAIN/UNIV &lt;br /&gt;     (negri/swasta)&lt;br /&gt;• Jurusan pendidikan bahasa ingris&lt;br /&gt;• Mempunyai keahlian bidang seni/olah vokal&lt;br /&gt;2 Bahasa Indonesia • S-1IKIP/FKIP/STKIP/UNIV &lt;br /&gt;     (negri/swasta)&lt;br /&gt;• Jurusan pendidikan bahasa Indonesia&lt;br /&gt;• Mempunyai keahlian bidang seni/puisi/teater&lt;br /&gt;3 Bahasa Arab • S-1IKIP/IAIN/STAIN/UNIV &lt;br /&gt;     (negri/swasta)&lt;br /&gt;• Fakultas tarbiyah/tadris bahasa arab&lt;br /&gt;4 Matematika • S-1IKIP/FKIP/STKIP/UNIV &lt;br /&gt;     (negri/swasta)&lt;br /&gt;• Jurusan pendidikan matematika&lt;br /&gt;5 Kesenian • S-1IKIP/FKIP/STKIP/UNIV &lt;br /&gt;     (negri/swasta)&lt;br /&gt;• Jurusan pendidikan seni&lt;br /&gt;• Mempunyai kemampuan untuk berkreasi&lt;br /&gt;6 Penjaskes • S-1IKIP/FKIP/STKIP/UNIV &lt;br /&gt;     (negri/swasta)&lt;br /&gt;• Jurusan pendidikan olah raga &lt;br /&gt;• Mempunyai keahlian bela diri&lt;br /&gt;7 Kewarga Negaraan • S-1IKIP/FKIP/STKIP/UNIV &lt;br /&gt;     (negri/swasta)&lt;br /&gt;• Jurusan kewarga negaraan&lt;br /&gt;8 Giografi • S-1IKIP/FKIP/STKIP/UNIV &lt;br /&gt;     (negri/swasta)&lt;br /&gt;9 Fisika • S-1IKIP/FKIP/STKIP/UNIV &lt;br /&gt;     (negri/swasta)&lt;br /&gt;• Jurusan Fisika&lt;br /&gt;10 Sejarah Nasional  • S-1ikip/Fkip/Stkip/Univ &lt;br /&gt;     (Negri/Swasta)&lt;br /&gt;• Jurusan Sejarah&lt;br /&gt;11 Ekonomi • S-1ikip/Fkip/Stkip/Univ &lt;br /&gt;     (Negri/Swasta)&lt;br /&gt;• Jurusan Ekonomi&lt;br /&gt;12 Biologi • S-1IKIP/FKIP/STKIP/UNIV &lt;br /&gt;     (negri/swasta)&lt;br /&gt;• Jurusan Biologi&lt;br /&gt;13 Sejarah Kebudayaan Islam &lt;br /&gt; • S-1ikip/Fkip/Stkip/Univ &lt;br /&gt;     (Negri/Swasta)&lt;br /&gt;• Jurusan Sejarah Islam&lt;br /&gt;14 Aqidah Akhlaq  • S-1IKIP/FKIP/STKIP/UNIV &lt;br /&gt;     (negri/swasta)&lt;br /&gt;• Jurusan Tarbiyah&lt;br /&gt;15 Al-Qur’an Hadist • S-1IKIP/FKIP/STKIP/UNIV &lt;br /&gt;     (negri/swasta)&lt;br /&gt;• Jurusan Ulumul Hadist&lt;br /&gt;16 Fiqih • S-1IKIP/FKIP/STKIP/UNIV &lt;br /&gt;     (negri/swasta)&lt;br /&gt;• Jurusan Syari’ah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Induksi Atau Orientasi Staf&lt;br /&gt; Proses induksi atau orientasi harus dilaksanakan setelah pengankatan staf baru. Proses ini merupakan panduan yang membantu anggota baru untuk beradaptasi dengan lingkungan baru yang meliputi komunitas,  sistem sekolah, posisi struktural serta para staf yang akan menjadi mitra kerja. Program-program induksi yang dilaksanakan di MTs Al-Jahuriyah adalah: &lt;br /&gt;Fase 1. Sebelum permulaan tahun ajaran baru&lt;br /&gt;a. Diadakan pertemuan dengan para staf baru untuk mendapatkan brain storming  dari pekerjaan dan problem yang akan mereka hadapi&lt;br /&gt;b. Para staf baru harus mempunyai buku panduan tentang sekolah&lt;br /&gt;c. Para staf ikut membantu jalannya induksi untuk memandu mereka menjadi mitra kerja yang baik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fase 2. Workshop sekolah yang pertama dan orientasi staf baru&lt;br /&gt;d. Staf baru harus memperkenalkan diri pada seluruh komunitas pada hari pertama kerja&lt;br /&gt;e. Menjadwalkan pertemuan terpisah bagi program ini yang terfokus pada iklim kerja, idiologi sekolah, kebijakan dan prosedur pengoprasian sistem sekolah, kedisiplinan, absensi dan permohonan serta peranannya sebagai staf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fase 3. Program induksi follow up&lt;br /&gt;a. Program bulanan yang meliputi diskusi tentang solving problem, pengalaman mereka dengan komunitas baru dan sebagainya&lt;br /&gt;b. Jika diperlukan program personal secara pereode sehingga merasa diperhatikan dan diarahakan sebagi mitra kerja secara kekeluargaan&lt;br /&gt;c. Kunjungan-kunjungan ke berbagai kelas atau sekolah untuk mengobservasi sebagai tehnik mengajar&lt;br /&gt;d. Pengawasan secara spesifik pada absensi, disiplin dan prestasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fase 4. Evaluasi &lt;br /&gt;Evaluasi ini merupakan pertimbangan-pertimbangan tentng keberlangsungan diadakannya program induksi. Evaluasi ini menilai kelebihan dan kelemahnnya para staf baru yang harus diperbaiki dan dikembangkan. Dari hasil evaluasi ini diharapkan bahwa administrator peduli terhaap masalah mereka namun juga diharapkan untuk  berupaya semaksimal dan optimal dalam pekerjaan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K. Pola Manajemen Kesiswaan &lt;br /&gt;1. Rekrutmen murid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KETENTUAN PENERIMAAN CALON SISWA BARU &lt;br /&gt;MTs AL-JAHURIYAH BATUAMPAR GULUK-GULUK SUMENEP &lt;br /&gt;TAHUN PELAJARAN 2010/2011&lt;br /&gt;Pada tahun pelajaran 2010/2011 MTs Al-Jahuriyah guluk-guluk sumenep akan menerima siswa baru sebanyak 120 siswa dengan ketentuan sebagai berikut:&lt;br /&gt;A. Waktu dan tempat pendaftaran &lt;br /&gt;1. Pendaftaran  : &lt;br /&gt;            : Pukul 07.00-01.30&lt;br /&gt;2. Tempat  : Kantor MTs Al-Jahuriyah&lt;br /&gt;Batuampar guluk-guluk sumenep&lt;br /&gt;Telp. (0328) 667809 Hp. 081935138509&lt;br /&gt;B. Persyaratan &lt;br /&gt;1. Membayar uang pendaftaran&lt;br /&gt;2. Usia minimal 5 tahun 10 bulan dengan menunjukkan akte kelahiran asli&lt;br /&gt;3. Mengisi dan menyerahkan formulir dan status kesehatan dengan dilengkapi: &lt;br /&gt;a. 3 (tiga) lembar foto kopy STTB SD/MI &lt;br /&gt;b. 1 (satu) lembar foto kopy akte kelahiran dan menunjukkan aslinya&lt;br /&gt;c. 4 (empat) lembar pas foto  berwarna ukuran 3X4 cm&lt;br /&gt;d. Melampirkan foto kopy piagam kejuaraan atau prestasi (jika ada)&lt;br /&gt;C. Seleksi&lt;br /&gt;1. Pengumuman jadwal seleksi dan ppengambilan kartu seleksi pada hari jumat tanggal….. juli 2010 pukul 13.30 WIB (menunjukkan kwitansi pendaftaran)&lt;br /&gt;2. Tempat : MTs Al-Jahuriyah batuampar  guluk-guluk sumenep&lt;br /&gt;3. Waktu seleksi : sabtu dan minggu, tanggal …..juli 2010&lt;br /&gt; pukul 07.30-15.00 WIB&lt;br /&gt;D. Pengumuman &lt;br /&gt;Pngumuman hasil seleksi calon siswa baru MTs Al-Jahuriyah batuampar guluk-guluk sumenep pada hari………. Juli 2010 pkul 07.30 WIB dengan pengumuman di sekolah dan tidak dapat dilayani melalui pesawat telephon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;L. Sistem manajemen sarana dan prasarana&lt;br /&gt;MTS Al-Jahuriyah menyediakan fasilitas yang nyaman, lengkap dan memadai yang dapat menunjang berjalannya kegiatan siswa dalam proses belajar mengajar. Fasilitas yang tersedia antara lain: &lt;br /&gt;1. Fasilitas sekolah &lt;br /&gt;a. Gedung &lt;br /&gt;1) Gedung sekolah&lt;br /&gt;2) Gedung kantor &lt;br /&gt;3) Gedung auditorium&lt;br /&gt;4) Gedung perpustakaan&lt;br /&gt;5) Gedung UKS.&lt;br /&gt;6) Gedung musholla&lt;br /&gt;7) Gedung kantin/koprasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Ruang &lt;br /&gt;1) Ruang kelas&lt;br /&gt;2) Ruang kepala sekolah &lt;br /&gt;3) Ruang guru&lt;br /&gt;4) Ruang TU&lt;br /&gt;5) Ruang BP&lt;br /&gt;6) Ruang kamar mandi+toilet &lt;br /&gt;7) Ruang praktek &lt;br /&gt;8) Ruang OSIS&lt;br /&gt;9) Ruang kesenian &lt;br /&gt;10) Ruang Lab fisika&lt;br /&gt;11)  Ruang Lab biologi&lt;br /&gt;12) Ruang Lab bahasa&lt;br /&gt;13)  Lab komputer&lt;br /&gt;14) Ruang piket &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;c. Halaman&lt;br /&gt;1) Halaman sekolah untuk upara bendera&lt;br /&gt;2) Lapangan sepak bola dan olah raga&lt;br /&gt;3) Tempat belajar diluar kls&lt;br /&gt;4) Taman sekolah &lt;br /&gt;5) Tempat piket &lt;br /&gt;6) Areal parkir &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Perabot Kelas&lt;br /&gt;1) Meja kursi&lt;br /&gt;2) Papan tulis&lt;br /&gt;3) Spidol Borcmiker &lt;br /&gt;4) Penghapus&lt;br /&gt;5) Locker siswa&lt;br /&gt;6) Mejea guru&lt;br /&gt;7) Kursi &lt;br /&gt;8) Lemari dll&lt;br /&gt;M. Sistem Menejemen Keuangan&lt;br /&gt;Persoalan keuangan di lembaga MTs Al-Jahuriyah didapat dengan usaha-usaha yang penuh dengan kemandirian dan tidak tergantung pada subsidi dari pemerintah. Inilah salah satu daya tahan lembaga ini yang sangat independen dan otonom, yang tentunya sulit ditemukan di lembaga-lembaga lain di luar madrasah. Semua perencanaan itu, tentu saja menggunakan sistem penganggaran yang mengedepankan nilai kejujuran dan amanah  yang tinggi dari para pengelolanya agar rencana penganggaran keuangan lembaga MTs Al-Jahuriyah bisa dipertanggungjawabkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, ada satu hal yang selalu ditanamkan di MTs Al-Jahuriyah ini adalah bagaimana setiap dana yang direncanakan dan dikelola itu mendatangkan barokah yang sebesar-besarnya bagi pemenuhan kebutuhan lembaga. Sekecil apapun dana yang yang diterima, itu merupakan amanah Allah yang harus disalurkan dan dikelola secara jujur dan proporsional sesuai dengan ketentuan yang digariskan. Untuk itulah, di lembaga MTs Al-Jahuriyah berbagai rencana dan upaya dilakukan untuk mendapatkan dana yang didapat dari usaha-usaha internal seperti; penarikan iuran bulanan dari siswa-siswi, maupun dari usaha-usaha eksternal yang diperolah dari penghimpunan dana melalui para dermawan, simpatisan dan donatur tetap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekapitulasi Pendapatan  MTs Al-Jahuriyah&lt;br /&gt;No Sumber Dana Masuk Keluar Ket&lt;br /&gt;1 Pemerintah provensi   &lt;br /&gt;2 Pemerintah kab/kota   &lt;br /&gt;3 Komite sekolah  150.000000  &lt;br /&gt;4 Donatur tetap 90.000000  5 Orang&lt;br /&gt;5 Infaq wali murid  36.000000  10000 /wali murid&lt;br /&gt;6 SPP   &lt;br /&gt;7 DPP   &lt;br /&gt;8 Pendaftaran murid baru   &lt;br /&gt;9 Dermawan  50.000000  &lt;br /&gt;10 Dana Bos 80.000000  &lt;br /&gt; JUMLAH TOTAL 406.000000  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekapitulasi Belanja MTs Al-Jahuriyah&lt;br /&gt;No Alokasi Dana  Masuk Keluar Ket&lt;br /&gt;1 Gaiji Guru   12.600000 1 Tahun &lt;br /&gt;2 Gaji Pegawai Non Guru  4.200000 1 Tahun&lt;br /&gt;3 Pengembangan Kreatifitas Siswa  20..000000 &lt;br /&gt;4 Peningkatan Mutu Guru  10.000000 &lt;br /&gt;5 Peningkatan Mutu Pegawai   5.000000 &lt;br /&gt;6 Pemeliharaan Sarana Prasarana  15.000000 &lt;br /&gt;7 Penambahan sarana prasarana  75.000000 &lt;br /&gt;8 Penambahan Bangunan  100.000000 &lt;br /&gt;9 Anggaran Tidak Terduga  50.000000 &lt;br /&gt;10    &lt;br /&gt; JUMLAH TOTAL  291.000000 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;N. Sistem Manajeman Hubungan Mayarakat&lt;br /&gt; Penyelesaian masalah&lt;br /&gt; Cara/langkah yang digunakan di MTs Al-Jahuriyah dalam menyelesaiakan masalah, adalah seperti pada gambar berikut: &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Metode komunikasi yang digunakan &lt;br /&gt;Dengan memahami metode  komunikasi yang digunakan, pihak sekolah dapat memastikan bagaimana masyarakat mengakses informasi tentang skolah dan sekolah dapat melakukan komunikasi  dengan masyarakat, apakah melalui telephon, surat, surat kabar, radio, televisi, tatap muka dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Cara komunikasi pihak sekolah dengan masyarakat&lt;br /&gt;Dengan memahami metode  komunikasi yang digunakan, pihak sekolah dapat memastikan bagaimana masyarakat mengakses informasi tentang sekolah dan sekolah dapat melakukan komunikasi  dengan masyarakat, apakah melalui telephon, surat, surat kabar, radio, televisi, tatap muka dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PROPOSAL&lt;br /&gt;PERMOHONAN DANA PEMBANGUNAN MASJID&lt;br /&gt;TAHUN 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MASJID AT-TAQWA&lt;br /&gt;Dusun Rakmerakan Desa Tlambah&lt;br /&gt;Karangpenang Sampang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PANITIA PEMBANGUNAN MASJID&lt;br /&gt;"AT-TAQWA"&lt;br /&gt;Dusun Rakmerakan Desa Tlambah Karangpenang Sampang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nomor : 01/PPM/AT/IX/2008&lt;br /&gt;Lampiran : 1 (satu) bundel&lt;br /&gt;Perihal : Permohonan Dana&lt;br /&gt;Pembangunan Masjid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada Yth.&lt;br /&gt;Bpk. Bupati Kab. Sampang&lt;br /&gt;Di&lt;br /&gt;SAMPANG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamualaikum wr wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puji syukur kehadirah Allah swt. Atas segala karuninya-Nya kepada kita semua, semoga segala aktivitas kita berjalan sesuai rencana berkat ma'unah-Nya. Amein.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan ini kami panitia pembangunan masjid at-taqwa dusun rakmrerakan desa tlambah melalui musyawarah dengan masyarakat sekitar bermaksud ingin membangun masjid dengan menghimpun dana dari masyarakat akan tetapi dana yang terkumpul sangat jauh dari cukup. Oleh karena itu kami mohon kepada Bapak Bupati agar kiranya sudi membantu dana pembangunan masjid at-taqwa tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pembangunan masjid at-taqwa tersebut diperkirakan akan menelan dana sebesar Rp. 427.000.000,- (empat ratus dua puluh tuhuh juta rupiah). Bersama ini kami lampirkan:&lt;br /&gt;1. Susunan Panitia&lt;br /&gt;2. Ta'mir Masjid&lt;br /&gt;3. RAB&lt;br /&gt;4. Sertifikat Tanah&lt;br /&gt;5. Piagam Masjid&lt;br /&gt;6. Denah Lokasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian permohonan ini kami buat agar dapatnya Bapak sudi membantu dana pembangunan masjid dimaksud, atas perhatian dan dikabulkannya permohonan ini, kami sampaikan terima kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamualaikum wr wb.&lt;br /&gt;Sampang, 10 September 2008&lt;br /&gt; Ketua Panitia Bendahara&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; MISRUJI, S.Sos.I MOH. HAJI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengetahui,&lt;br /&gt; Camat Karangpenang Kepala Desa Tlambah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; SYAFIUDDIN, SE. HOTIP, S.Ag.&lt;br /&gt; NIP. 010 083 851&lt;br /&gt;PANITIA PEMBANGUNAN MASJID&lt;br /&gt;"AT-TAQWA"&lt;br /&gt;Dusun Rakmerakan Desa Tlambah Karangpenang Sampang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUSUNAN PANITIA&lt;br /&gt;PEMBANGGUNAN MASJID AT-TAQWA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua : Misruji, S.Sos.I&lt;br /&gt;Wakil Ketua : P. Moh. Rawi&lt;br /&gt;Sekretaris : H. Rosyidi&lt;br /&gt;Wakil Sekretaris : H. Abd. Halim&lt;br /&gt;Bendahara : Moh. Haji&lt;br /&gt;Wakil Bendahara : H. Nasir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota-anggota&lt;br /&gt;1. Moh. Juhri&lt;br /&gt;2. Bukadin&lt;br /&gt;3. Armawi&lt;br /&gt;4. Asmadin&lt;br /&gt;5. Dul Samin&lt;br /&gt;6. P. Sajidin&lt;br /&gt;7. H. Marzuki&lt;br /&gt;8. Sapunar&lt;br /&gt;9. Moh. Sahid&lt;br /&gt;10. Markawi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampang, 10 September 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ketua Panitia Bendahara&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; MISRUJI, S.Sos.I MOH. HAJI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PANITIA PEMBANGUNAN MASJID&lt;br /&gt;"AT-TAQWA"&lt;br /&gt;Dusun Rakmerakan Desa Tlambah Karangpenang Sampang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUSUNAN TA'MIR MASJID&lt;br /&gt;AT-TAQWA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penasehat : KH. Zaini Sholeh&lt;br /&gt;Pembina : KH. Siri Alwi, Lc.&lt;br /&gt;Pelindung : Kepala Desa Tlambah&lt;br /&gt;Ketua : K. Madani, Sos.I&lt;br /&gt;Wakil Ketua : Ust. Sahawi&lt;br /&gt;Sekretaris : Ahmadi&lt;br /&gt;Wakil Sekretaris  : Salim. As&lt;br /&gt;Bendahara : Moh. Rosyadi&lt;br /&gt;Wakil Bendahara : Sirojul Monir&lt;br /&gt;Seksi-Seksi   :&lt;br /&gt; Seksi Perlengkapan / Umum :&lt;br /&gt;1. P. Nasir&lt;br /&gt;2. H. Rosyidi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Seksi Pembangunan&lt;br /&gt;1. P. Moh. Rawi&lt;br /&gt;2. P. Armawi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Seksi Penggerak Generasi Muda&lt;br /&gt;1. Abd. Hannan. Ms&lt;br /&gt;2. Ach. Fauzi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seksi Kebersihan&lt;br /&gt;1. Syamsul Arifin&lt;br /&gt;2. Abdullah Hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seksi Keamanan dan Ketertiban&lt;br /&gt;1. Marhawi&lt;br /&gt;2. P. Hakim&lt;br /&gt;3. Abdullah Saed&lt;br /&gt;4. Moh. Jarin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampang, 10 September 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ketua Panitia Bendahara&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; MISRUJI, S.Sos.I MOH. HAJI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PANITIA PEMBANGUNAN MASJID&lt;br /&gt;"AT-TAQWA"&lt;br /&gt;Dusun Rakmerakan Desa Tlambah Karangpenang Sampang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;REKAPITULASI&lt;br /&gt;RENCANA ANGGARAN BIAYA PEMBANGUNAN MASJID &lt;br /&gt;"AT-TAQWA" TLAMBAH KARANGPENANG SAMPANG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. PERSIAPAN PEKERJAAN&lt;br /&gt;2. PEKERJAAN TANAH&lt;br /&gt;3. PEKERJAAN PASANGAN&lt;br /&gt;4. PEKERJAAN KAP / ATAP&lt;br /&gt;5. PEK. PENGECETAN / PENGUNCI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TOTAL Rp.&lt;br /&gt;Rp.&lt;br /&gt;Rp.&lt;br /&gt;Rp.&lt;br /&gt;Rp.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rp. 4.650.000.00,-&lt;br /&gt;27.5198.787.50&lt;br /&gt;276.535.438.10&lt;br /&gt;90.107.775.53&lt;br /&gt;28.188.018.87&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;427.000.000.00,-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbilang : empat ratus dua puluh tujuh juta rupiah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampang, 10 September 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ketua Panitia Bendahara&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; MISRUJI, S.Sos.I MOH. HAJI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PANITIA PEMBANGUNAN MASJID&lt;br /&gt;"AT-TAQWA"&lt;br /&gt;Dusun Rakmerakan Desa Tlambah Karangpenang Sampang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DENAH LOKASI MASJID AT-TAQWA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampang, 10 September 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ketua Panitia Bendahara&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; MISRUJI, S.Sos.I MOH. HAJI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampang, 10 September 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ketua Panitia Bendahara&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; MISRUJI, S.Sos.I MOH. HAJI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MADRASAH DINIYAH (MD)&lt;br /&gt;MIFTAHUL ULUM IX&lt;br /&gt;Alamat : PPMU.Sumberedang  Ds. Tlambah ec. Karangpenang Kab. Sampang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Sampang, 08 September,2008&lt;br /&gt;Nomor  : 012/MD.MU/IX/09/2008  Kepada&lt;br /&gt;Lampiran : 1(satu) berkas    Yth. Bapak Bupati Sampang&lt;br /&gt;Perihal  : Permohonan Bantuan Meubelair  di-&lt;br /&gt;    MD. Miftahul ulum IX    SAMPANG&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamu'alaikum Wr. Wb.&lt;br /&gt; Sehubungan dengan kurangnya sarana dan prasarana di madrasah kami terutama meubelair, maka dengan ini kami selaku Pengasuh MD. Miftahul Ulum IX mengajukan permohonan bantuan sarana pendidikan berupa meubelair demi kelancaran kegiatan proses belajar mengajar di lembaga kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Adapun Jumlah Murid di MD. Miftahul Ulum IX  kami, adalah 543 Siswa yang terdiri dari  16 Kelas, dengan perincian berikut :&lt;br /&gt;1. MI. Diniyah 331 Siswa ( 9, kelas)&lt;br /&gt;2. Mts.Diniyah 159 Siswa ( 5,kelas)&lt;br /&gt;3. MA.Diniyah  53 Siswa ( 2, kelas)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Dengan demikian meubelair yang kami butuhkan sebagaimana daftar terlampir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Demikian surat ini kami buat, atas segala bantuan serta perhatian Bapak  kami ucapkan terima kasih, semuga amal ibadah Bapa menjadi amal jariyah dan diterima Allah SWT. Amin ya rabbal Alamin.&lt;br /&gt;Wassalamu'alaikum Wr. Wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengetahui&lt;br /&gt;Kepala Madrasah Diniyah&lt;br /&gt;Miftahul Ulum IX&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ACH. BAIJURI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Camat Karangpenang    Kepala Desa Tlambah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SYAFIUDDIN, SE.    HOTIB, S.Pd.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MADRASAH DINIYAH (MD)&lt;br /&gt;MIFTAHUL ULUM IX&lt;br /&gt;Alamat : PPMU.Sumberedang  Ds. Tlambah ec. Karangpenang Kab. Sampang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR KEBUTUHAN SARANA MEUBELAIR&lt;br /&gt;MADRASAH DINIYAH ( MD )&lt;br /&gt;MIFTAHUL ULUM IX TLAMBAH KARANGPENANG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NO&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;KEBUTUHAN &lt;br /&gt;BANYAKNYA &lt;br /&gt;KETERANGAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;MEJA GURU + KURSI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BANGKU + KURSI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LEMARI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RAK BUKU &lt;br /&gt;9 Unit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;157 Unit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6 Unit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3 Unit&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengetahui,&lt;br /&gt;Kepala Madrasah Diniyah&lt;br /&gt;Mifthul UlumIX Tlambah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ACH. BAIJURI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MADRASAH DINIYAH (MD)&lt;br /&gt;MIFTAHUL ULUM IX&lt;br /&gt;Alamat : PPMU.Sumberedang  Ds. Tlambah ec. Karangpenang Kab. Sampang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUSUNAN PANITIA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. PELINDUNG   : KEPALA DESA TLAMBAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. KETUA    : R. MUDANI, S. Sos, I&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; WAKIL KETUA   : MOHAMMAD JUHRI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; SEKRETARIS   : MOH. SAHID KHOLIL, S.Sos, I&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; BENDAHARA   : ABDULLAH SALIM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. SEKSI-SEKSI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; PENLIAN DANA  : SAJIDIN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; HUMAS    : TAUFIQUR RAHMAN, S. Sos, I&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; PERLENGKAPAN  : ROHMAD SALAM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; PEMBANTU UMUM  : MOH. SUMLIH ZAIN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       SAMPANG, 08 SEPTEMBER,2008&lt;br /&gt;KETUA      SEKRETARIS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;R. MUDANI, S. Sos, I    MOH. SAHID KHOLIL, S.Sos, I&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PROPOSAL&lt;br /&gt;PERMOHONAN IJIN OPERASIONAL&lt;br /&gt;PAUD AL-HUZAIN&lt;br /&gt;DESA BULMATET KEC. KARANGPENANG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM&lt;br /&gt;AL-MIFTAH&lt;br /&gt;KECAMATAN KARANGPENANG&lt;br /&gt;KABUPATEN SAMPANG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;YAYASAN AL-MIFTAH&lt;br /&gt;DESA BULMATET KECAMATAN KARANGPENANG&lt;br /&gt;KABUPATEN SAMPANG&lt;br /&gt;Sampang, 01 Juli  2008&lt;br /&gt;Nomor : 01/YA-M/07/2008&lt;br /&gt;Lampiran : 1 (satu) bundle&lt;br /&gt;Perihal : Permohonan Ijin Operasional&lt;br /&gt;   PAUD AL-HUZAIN&lt;br /&gt;Kepada Yth.&lt;br /&gt;Bapak Kepala Dinas P dan K&lt;br /&gt;Kabupaten Sampang&lt;br /&gt;Di&lt;br /&gt;SAMPANG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamualaikum wr wb.&lt;br /&gt;Dalam rangka menuntaskan program wajib pendidikan dasar 9 tahun dan usaha meningkatkan mutu pendidikan khususnya di kabupaten Sampang. Dengan ini Yayasan Al-Miftah dan masyarakat disekitar kami sepakat mendirikan PAUD AL-HUZAIN dikarenakan tidak adanya Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di desa kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai bahan pertimbangan Bapak, bersama ini kami lampiran data-data sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Proposal Pendirian PAUD AL-HUZAIN&lt;br /&gt;2. Susunan Pengurus Yayasan&lt;br /&gt;3. Daftar nama guru pengajar&lt;br /&gt;4. Foto copy ijazah guru&lt;br /&gt;5. Data Murid&lt;br /&gt;6. Profil PAUD&lt;br /&gt;7. Susunan pernyataan kesanggupan dari ketua yayasan&lt;br /&gt;8. Foto Copy Akta Notaris Yayasan&lt;br /&gt;Demikian adanya surat permohonan ini kami buat agar mendapat pertimbanan untuk mendapatkan ijin operasional, atas berkenanya Bapak kami mengucapkan terima kasih.&lt;br /&gt;Wassalamualaikum wr wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua&lt;br /&gt;Yayasan Al-Miftah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;M. RODI, AL&lt;br /&gt;YAYASAN AL-MIFTAH&lt;br /&gt;DESA BULMATET KECAMATAN KARANGPENANG&lt;br /&gt;KABUPATEN SAMPANG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SURAT PERNYATAAN KESANGGUPAN PEMBIAYAAN&lt;br /&gt;OPERASIONAL SEKOLAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang bertanda tangan dibawah ini:&lt;br /&gt;Nama  : M. Rodi Al&lt;br /&gt;Jenis Kelamin : Laki-laki&lt;br /&gt;Jabatan  : Ketua Yayasan&lt;br /&gt;Alamat  : Blu’uran Karangpenang Sampang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan ini menyatakan sesungguhnya bahwa Yayasan Sosial dan Pendidikan Al-Miftah desa Tlambah Karangpenang Sampang bertanggung jawab atas pembiayaan opersional PAUD AL-HUZAIN desa Bulmatet Kecamatan Karangpenang Kabupaten Sampang, tidak harus meminta bantuan pemerintah setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian surat pernyataan ini kami buat dengan sebenarnya dan harap menjadi maklum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampang, 01 Juli,  2008&lt;br /&gt;Ketua&lt;br /&gt;Yayasan Al-Miftah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;M. RODI, AL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;YAYASAN AL-MIFTAH&lt;br /&gt;DESA BULMATET KECAMATAN KARANGPENANG&lt;br /&gt;KABUPATEN SAMPANG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DATA GURU PAUD AL-HUZAIN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NO. NAMA ALAMAT TTL. LULUSAN&lt;br /&gt;1 Ismail Bulmatet Sampang, 27/11/1988 MA&lt;br /&gt;2 Sahami Bulmatet Sampang, 10/12/1988 MA&lt;br /&gt;3 Yesi In Kristin Pamekasan Pamekasan,26/07/1986 SMA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampang, 01 Juli, 2008&lt;br /&gt;Ketua&lt;br /&gt;Yayasan Al-Miftah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;M. RODI, AL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;YAYASAN AL-MIFTAH&lt;br /&gt;DESA BULMATET KECAMATAN KARANGPENANG&lt;br /&gt;KABUPATEN SAMPANG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUSUNAN PENGURUS YAYASAN AL-MIFTAH&lt;br /&gt;KECAMATAN KARANGPENANG KABUPATEN SAMPANG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 1. Dewan Pendiri  :  KH. Lutfi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 2.  Pembina   : Abd. karim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 3. Dewan Pengawas  : Zehiruddin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 4. Dewan Pengurus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Ketua   : M. rodi, al&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 5. Sekretaris   : Mansur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 6. Bendahara   : Mabruroh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 7. Anggota   : Subaidi&lt;br /&gt;       Sahawi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampang, 01 Juli, 2008&lt;br /&gt;Ketua&lt;br /&gt;Yayasan Al-Miftah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;M. RODI, AL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;YAYASAN AL-MIFTAH&lt;br /&gt;DESA BULMATET KECAMATAN KARANGPENANG&lt;br /&gt;KABUPATEN SAMPANG&lt;br /&gt;PROFIL LEMBAGA PAUD TAHUN 2008&lt;br /&gt;KECAMATAN KARANGPENANG KABUPATEN SAMPANG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  Jenis Program :&lt;br /&gt; a. Taman Penitipan Anak&lt;br /&gt; b. elompok Bermain&lt;br /&gt; c. PAUD Integrasi Posyandu&lt;br /&gt; d. PAUD Integrasi TPQ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.  Identitas Lembaga :&lt;br /&gt; a. Nama Lembaga   : PAUD. AL-HUZAIN&lt;br /&gt; b. Alamat    : Dsn. Mangar Bulmatet Karangpenang&lt;br /&gt; c. Tahun Berdiri   : 2008&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;3.  Sumber Dana :&lt;br /&gt; a. SPP     : Rp…..-….&lt;br /&gt; b. Uang Pangkal   : Rp…..-….&lt;br /&gt; c. Bantuan Dari PEMDA/PKK dll. : Rp…..-….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.  Jumlah Anak didik :&lt;br /&gt; a. Usia 0-2 tahun   : 0 Anak&lt;br /&gt; b. Usia 2-4 tahun   : 0 Anak&lt;br /&gt; c. Usia 4-6 tahun  . : 25 Anak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Tenaga Pendidik   :        03 Orang&lt;br /&gt; Pendidikan    : SMA/Sederajat, 03 Orang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Status Gedung    &lt;br /&gt; Milik Sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Sebutkan jumlah APE luar yang dimiliki:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.  Lampiran lain :&lt;br /&gt; 1. Foto Anak didik&lt;br /&gt; 2. Data Anak didik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampang, 01 Juli, 2008&lt;br /&gt;Ketua&lt;br /&gt;Yayasan Al-Miftah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;M. RODI, AL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;YAYASAN AL-MIFTAH&lt;br /&gt;DESA BULMATET KECAMATAN KARANGPENANG&lt;br /&gt;KABUPATEN SAMPANG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DATA MURID PAUD AL-HUZAIN DESA BULMATET&lt;br /&gt;KECAMATAN KARANGPENANG KABUPATEN SAMPANG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NO NAMA UMUR NAMA ORANG TUA ALAMAT&lt;br /&gt;1&lt;br /&gt;2&lt;br /&gt;3&lt;br /&gt;4&lt;br /&gt;5&lt;br /&gt;6&lt;br /&gt;7&lt;br /&gt;8&lt;br /&gt;9&lt;br /&gt;10&lt;br /&gt;11&lt;br /&gt;12&lt;br /&gt;13&lt;br /&gt;14&lt;br /&gt;15&lt;br /&gt;16&lt;br /&gt;17&lt;br /&gt;18&lt;br /&gt;19&lt;br /&gt;20&lt;br /&gt;21&lt;br /&gt;22&lt;br /&gt;23&lt;br /&gt;24&lt;br /&gt;25&lt;br /&gt; Kacong&lt;br /&gt;Suyuf&lt;br /&gt;Nur aidi&lt;br /&gt;Wawan&lt;br /&gt;Faiz&lt;br /&gt;Mainun&lt;br /&gt;Muammar&lt;br /&gt;Isrin&lt;br /&gt;Abd. Rahman&lt;br /&gt;Maswai&lt;br /&gt;Muslihah&lt;br /&gt;Rosidah&lt;br /&gt;Qurrotun&lt;br /&gt;Mailah&lt;br /&gt;Ira&lt;br /&gt;Tohir&lt;br /&gt;Lutfi&lt;br /&gt;Yusroh&lt;br /&gt;Sinaf&lt;br /&gt;Khotimah&lt;br /&gt;Iis&lt;br /&gt;Yasir&lt;br /&gt;Mafruroh&lt;br /&gt;Uus&lt;br /&gt;Kulsum&lt;br /&gt; 4 tahun&lt;br /&gt;5 tahun&lt;br /&gt;4 tahun&lt;br /&gt;4 tahun&lt;br /&gt;4 tahun&lt;br /&gt;5 tahun&lt;br /&gt;5 tahun&lt;br /&gt;5 tahun&lt;br /&gt;4 tahun&lt;br /&gt;4 tahun&lt;br /&gt;5 tahun&lt;br /&gt;4 tahun&lt;br /&gt;5 tahun&lt;br /&gt;4 tahun&lt;br /&gt;4 tahun&lt;br /&gt;4 tahun&lt;br /&gt;5 tahun&lt;br /&gt;5 tahun&lt;br /&gt;4 tahun&lt;br /&gt;4 tahun&lt;br /&gt;5 tahun&lt;br /&gt;4 tahun&lt;br /&gt;4 tahun&lt;br /&gt;4 tahun&lt;br /&gt;5 tahun&lt;br /&gt; M. Safik&lt;br /&gt;Mattarib&lt;br /&gt;Hirun&lt;br /&gt;Agus&lt;br /&gt;Mastur&lt;br /&gt;Sarkawi&lt;br /&gt;Hamzah&lt;br /&gt;M. Tohir&lt;br /&gt;Marsuro&lt;br /&gt;Syahrawi&lt;br /&gt;Musleh&lt;br /&gt;Marhadi&lt;br /&gt;Moh. Saleh&lt;br /&gt;Dahlawi&lt;br /&gt;Martam&lt;br /&gt;Miskadin&lt;br /&gt;Zali&lt;br /&gt;Toyyib&lt;br /&gt;Demawi&lt;br /&gt;Marsuto&lt;br /&gt;Hadiri&lt;br /&gt;Hasim&lt;br /&gt;Muri&lt;br /&gt;H. Nawawi&lt;br /&gt;Dikanm Bulmatet&lt;br /&gt;Bulmatet Bulmatet Bulmatet Bulmatet Bulmatet Bulmatet Bulmatet Bulmatet Bulmatet Bulmatet Bulmatet Bulmatet Bulmatet Bulmatet Bulmatet Bulmatet Bulmatet Bulmatet Bulmatet Bulmatet Bulmatet Bulmatet Bulmatet Bulmatet &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PROPOSAL&lt;br /&gt;PERMOHONAN DANA PEMBANGUNAN SEKOLAH&lt;br /&gt;TAHUN 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MI. MISBAHUS SUDUR&lt;br /&gt;POREH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alamat: Dusun Kombangan Desa Poreh&lt;br /&gt;Karangpenang Sampang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;YAYASAN MISBAHUS SUDUR&lt;br /&gt;MI. MISBAHUS SUDUR POREH&lt;br /&gt;Alamat ; Dusun Kombangan Desa Poreh Karangpenang Sampang&lt;br /&gt;Nomor : 005/YM/MI.MS./XI/2008&lt;br /&gt;Lampiran : 1 (satu) bundel&lt;br /&gt;Perihal : Permohonan Dana&lt;br /&gt;Pembangunan Gedung MI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada Yth.&lt;br /&gt;Bpk. Bupati Kab. Sampang&lt;br /&gt;Di&lt;br /&gt;SAMPANG&lt;br /&gt;Assalamualaikum wr wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puji syukur kehadirah Allah swt. Atas segala karuninya-Nya kepada kita semua, semoga segala aktivitas kita berjalan sesuai rencana berkat ma'unah-Nya. Amein.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan berjalannya aktivitas proses belajar mengajar di MI. Misbahus Sudur Tlamlah Karangpenang Sampang dengan Nomor Statistik Sekolah 112352710348 dan seiring makin bertambahnya jumlah siswa terasa masih ada kendala untuk tercapainya upaya optimalisasi dimaksud yang dikarekan sarana prasarana yang ada kurang memadai, terlebih dengan kondisi ruang belajar yang kurang memenuhi standart.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, kami ketua Yayasan Misbahus Sudur dan seluruh pengurus bermaksud agar dapat memiliki ruang belajar yang memadai, sehingga proses belajar menggajar lebih efektif dan lebih sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu melalui alokasi APBD Tahun 2009 kami mohon perkenan bapak Bupati kiranya dapat bantuan dana untuk pembangunan 3 (tiga) ruang belajar dimaksud dengan Rekapitulasi Rencana Anggaran Biaya terlampir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian permohonan ini kami sampaikan, atas perhatian dan dikabulkannya permohonan ini, kami sampaikan terima kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamualaikum wr wb.&lt;br /&gt;Sampang, 10 September 2008&lt;br /&gt; Kepala Komite Sekolah&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; MOH. SIDI, Ama, Pd. HERUDIN&lt;br /&gt;Mengetahui,&lt;br /&gt;Ketua Yayasan Misbahus Sudur Pengasuh PP. Karang Durin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HODAP  KH. ZAINI SHOLEH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tembusan:&lt;br /&gt;1. Ketua DPRD Kab. Sampang&lt;br /&gt;2. Ketua Komisi C DPRD Kab. Sampang&lt;br /&gt;3. Kepala Dinas P &amp; K Kab. Sampang&lt;br /&gt;4. Kepala Depag Kab.Sampang&lt;br /&gt;5. Kepala Bapedda Kab. Sampang&lt;br /&gt;6. Kepala Kimwil&lt;br /&gt;7. Arsip&lt;br /&gt;YAYASAN MISBAHUS SUDUR&lt;br /&gt;MI. MISBAHUS SUDUR POREH&lt;br /&gt;Alamat ; Dusun Kombangan Desa Poreh Karangpenang Sampang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PROFIL&lt;br /&gt;MI. MISBAHUS SUDUR POREH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Madrasah : MI. MISBAHUS SUDUR&lt;br /&gt;Alamat Sekolah : Desa Poreh Karangpenang Sampang&lt;br /&gt;NSS /.NSM : 112352710348&lt;br /&gt;Setatus Madrasah : Terakreditasi C&lt;br /&gt;Tahun Berdiri : 1999&lt;br /&gt;Tahun Beroperasi : 1999&lt;br /&gt;Status tanah : Wakaf&lt;br /&gt;Luas Tanah : 3.280 M2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah Siswa dalam tiga Tahun&lt;br /&gt;TAHUN Jumlah Siswa Seluruhnya&lt;br /&gt; L P Jumlah&lt;br /&gt;2006/2007 60 59 119&lt;br /&gt;2007/2008 59 42 101&lt;br /&gt;2008/2009 75 55 130&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data Ruang Kelas&lt;br /&gt;Jumlah Ruang Kelas Asli (a) Jumlah Ruang Lain yang digunakan untuk Kelas (b) Jumlah a +b&lt;br /&gt;Ukuran 7x9 Ukuran 5x7 &lt;br /&gt;3 milik 3 bukan milik (pinjam) 6 ruang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data Guru&lt;br /&gt;Uraian Jumla Keterangan&lt;br /&gt;Guru Tetap (PNS)  &lt;br /&gt;Guru Kontak  &lt;br /&gt;Guru Tidak Tetap Yayasan 4 orang &lt;br /&gt;Guru Tetap Yayasan 4 orang &lt;br /&gt;Tata Usaha 1 orang &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampang, 10 September 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MOH. SIDI, Ama, Pd&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;YAYASAN MISBAHUS SUDUR&lt;br /&gt;MI. MISBAHUS SUDUR POREH&lt;br /&gt;Alamat ; Dusun Kombangan Desa Poreh Karangpenang Sampang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;REKAPITULASI&lt;br /&gt;RENCANA ANGGARAN BIAYA&lt;br /&gt;PEMBANGUNAN GEDUNG MI. MISBAHUS SUDUR&lt;br /&gt;POREH KARANGPENANG SAMPANG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NO URAIAN BIAYA&lt;br /&gt;1 Pekerjaan Persiapan Rp. &lt;br /&gt;2 Pekerjaan Pondasi Rp. 36.975.000.00&lt;br /&gt;3 Pekerjaan Kayu Rp. 36.125.000.00&lt;br /&gt;4 Pekerjaan Keramik Rp. 40.075.000.00&lt;br /&gt;5 Pekerjaan Pembuatan Pintu Rp. 22.835.000.00&lt;br /&gt;6 Pekerjaan Pengecatam Dindin Rp. 14.140.000.00&lt;br /&gt;7 Pekerjaan Pembenahan Dinding Rp. 43.625.000.00&lt;br /&gt;8 Pekerjaan List Plang Rp. 112.290.000.00&lt;br /&gt;Jumlah Total Rp. 306.065.000.00&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbilang : tiga ratus enam juta enam puluh lima ribu rupiah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampang, 10 September 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kepala Komite Sekolah&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; MOH. SIDI, Ama, Pd. HERUDIN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;YAYASAN MISBAHUS SUDUR&lt;br /&gt;MI. MISBAHUS SUDUR POREH&lt;br /&gt;Alamat ; Dusun Kombangan Desa Poreh Karangpenang Sampang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DENAH LOKASI MI. MISBAHUS SUDUR POREH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampang, 10 September 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kepala Komite Sekolah&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; MOH. SIDI, Ama, Pd. HERUDIN&lt;br /&gt;PROPOSAL&lt;br /&gt;PERMOHONAN DANA PEMBANGUNAN SEKOLAH&lt;br /&gt;TAHUN 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MI. MIFTAHUL ULUM IV&lt;br /&gt;BLU’URAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alamat: Dusun Turbugan Desa Blu’uran&lt;br /&gt;Karangpenang Sampang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;YAYASAN AL-MIFTAH&lt;br /&gt;MI. MIFTAHUL ULUM IV BLU’URAN&lt;br /&gt;Dusun Turbugan Desa Blu’uran Karangpenang Sampang&lt;br /&gt;Nomor : 14/YA/MI.MU.IV/IX/2008&lt;br /&gt;Lampiran : 1 (satu) bundel&lt;br /&gt;Perihal : Permohonan Dana&lt;br /&gt;Pembangunan Gedung MI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada Yth.&lt;br /&gt;Bpk. Bupati Kab. Sampang&lt;br /&gt;Di&lt;br /&gt;SAMPANG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamualaikum wr wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puji syukur kehadirah Allah swt. Atas segala karuninya-Nya kepada kita semua, semoga segala aktivitas kita berjalan sesuai rencana berkat ma'unah-Nya. Amein.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan berjalannya aktivitas proses belajar mengajar di MI. Miftahul Ulum IV Blu’uran Karangpenang Sampang dengan Nomor Statistik Sekolah 112352710143 dan seiring makin bertambahnya jumlah siswa terasa masih ada kendala untuk tercapainya upaya optimalisasi dimaksud yang dikarekan sarana prasarana yang ada kurang memadai, terlebih dengan kondisi ruang belajar yang kurang memenuhi standart.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, kami ketua Yayasan Al-Miftah dan seluruh pengurus bermaksud agar dapat memiliki ruang belajar yang memadai, sehingga proses belajar menggajar lebih efektif dan lebih sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu melalui alokasi APBD Tahun 2009 kami mohon perkenan bapak Bupati kiranya dapat bantuan dana untuk pembangunan 3 (tiga) ruang belajar dimaksud dengan Rekapitulasi Rencana Anggaran Biaya terlampir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian permohonan ini kami sampaikan, atas perhatian dan dikabulkannya permohonan ini, kami sampaikan terima kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamualaikum wr wb.&lt;br /&gt;Sampang, 10 September 2008&lt;br /&gt; Kepala Komite Sekolah&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; M. RODI AL ABD. KARIM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengetahui,&lt;br /&gt;Ketua Yayasan AL-MIFTAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;M. RODI AL&lt;br /&gt;Tembusan:&lt;br /&gt;8. Ketua DPRD Kab. Sampang&lt;br /&gt;9. Ketua Komisi C DPRD Kab. Sampang&lt;br /&gt;10. Kepala Dinas P &amp; K Kab. Sampang&lt;br /&gt;11. Kepala Bapedda Kab. Sampang&lt;br /&gt;12. Kepala Kimwil&lt;br /&gt;13. Arsip&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;YAYASAN AL-MIFTAH&lt;br /&gt;MI. MIFTAHUL ULUM IX BLU’URAN&lt;br /&gt;Dusun Turbugan Desa Blu’uran Karangpenang Sampang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PROFIL&lt;br /&gt;MI. MIFTAHUL ULUM IV BLU’URAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Madrasah : MI. MIFTAHUL ULUM IV&lt;br /&gt;Alamat Sekolah : Desa Blu’uran Karangpenang Sampang&lt;br /&gt;NSS /.NSM : 112352710143&lt;br /&gt;Setatus Madrasah : Terareditasi C&lt;br /&gt;Tahun Berdiri : 2000&lt;br /&gt;Tahun Beroperasi : 2000&lt;br /&gt;Status tanah : Wakaf&lt;br /&gt;Luas Tanah : 3.000 M2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah Siswa dalam tiga Tahun&lt;br /&gt;TAHUN Jumlah Siswa Seluruhnya&lt;br /&gt; L P Jumlah&lt;br /&gt;2006/2007 95 69 164&lt;br /&gt;2007/2008 108 83 191&lt;br /&gt;2008/2009 119 115 234&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data Ruang Kelas&lt;br /&gt;Jumlah Ruang Kelas Asli (a) Jumlah Ruang Lain yang digunakan untuk Kelas (b) Jumlah a +b&lt;br /&gt;Ukuran 7x9 Ukuran 5x7 &lt;br /&gt;4 milik 5 bukan milik (pinjam) 9 ruang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data Guru&lt;br /&gt;Uraian Jumla Keterangan&lt;br /&gt;Guru Tetap (PNS)  &lt;br /&gt;Guru Kontak  &lt;br /&gt;Guru Tidak Tetap Yayasan  &lt;br /&gt;Guru Tetap Yayasan 16 orang &lt;br /&gt;Tata Usaha 1 orang &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampang, 10 September 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;M. RODI AL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;YAYASAN AL-MIFTAH&lt;br /&gt;MI. MIFTAHUL ULUM IV BLU’URAN&lt;br /&gt;Dusun Turbugan Desa Blu’uran Karangpenang Sampang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;REKAPITULASI&lt;br /&gt;RENCANA ANGGARAN BIAYA&lt;br /&gt;PEMBANGUNAN GEDUNG MI. MIFTAHUL ULUM IV&lt;br /&gt;BLU’URAN KARANGPENANG SAMPANG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NO URAIAN BIAYA&lt;br /&gt;1 Pekerjaan Persiapan Rp. &lt;br /&gt;2 Pekerjaan Pondasi Rp. 36.975.000.00&lt;br /&gt;3 Pekerjaan Kayu Rp. 36.125.000.00&lt;br /&gt;4 Pekerjaan Keramik Rp. 40.075.000.00&lt;br /&gt;5 Pekerjaan Pembuatan Pintu Rp. 26.835.000.00&lt;br /&gt;6 Pekerjaan Pengecatam Dindin Rp. 14.140.000.00&lt;br /&gt;7 Pekerjaan Pembenahan Dinding Rp. 43.625.000.00&lt;br /&gt;8 Pekerjaan List Plang Rp. 112.290.000.00&lt;br /&gt;Jumlah Total Rp. 310.065.000.00&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbilang : tiga ratus sepuluh juta enam puluh lima ribu rupiah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampang, 10 September 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kepala Komite Sekolah&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; M. RODI AL ABD. KARIM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;YAYASAN AL-MIFTAH&lt;br /&gt;MI. MIFTAHUL ULUM IV BLU’URAN&lt;br /&gt;Dusun Turbugan Desa Blu’uran Karangpenang Sampang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DENAH LOKASI &lt;br /&gt;MI. MIFTAHUL ULUM IV BLU’URAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampang, 10 September 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kepala Komite Sekolah&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; M. RODI AL ABD. KARIM&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6679881372287842610-8929836231120085010?l=cacul.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cacul.blogspot.com/feeds/8929836231120085010/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cacul.blogspot.com/2010/02/proposal_19.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6679881372287842610/posts/default/8929836231120085010'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6679881372287842610/posts/default/8929836231120085010'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cacul.blogspot.com/2010/02/proposal_19.html' title='PROPOSAL'/><author><name>edy_45</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07836591165153306168</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_oWfigQ6xiEM/S1aHepA1s5I/AAAAAAAAAAM/KqX5bnnBx-U/S220/14.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6679881372287842610.post-6426830095108783891</id><published>2010-02-08T20:00:00.000-08:00</published><updated>2010-02-08T20:01:58.978-08:00</updated><title type='text'>Lingkar pena virus</title><content type='html'>Minggu. 27 Desember 2009&lt;br /&gt;MAU KEMANA SIH, LOE?&lt;br /&gt;Oleh: Edy_Virus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, misalnya ada orang Lalu berucap: “Mau kemana sih, loe?”, Gampang. kita jawab saja: “Gue mau ke kantor!”. Atau, “Gue mau ke kampus.” Bilang “ke rumah pacar” juga boleh. Satu pertanyaan menimbulkn banyak jawaban dan itu tidak dipersoalkan karena seseorng yang punya tujuan pasti bisa menjawbnya.&lt;br /&gt;“Mau kemana sih, loe?”. Sesungguhnya, ini bukan sekedar pertanyaan tentang sebuah tindakan. Melainkan tentang misi hidup kita. Pendek kata, `Mau kemana sih, loe..’ mengingatkan kita bahwa Tuhan menciptakan manusia dengan suatu tujuan, dan dengan tujuan itu seseorang bisa menjalani hidup. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penuntun Arah&lt;br /&gt;Setiap manusia yang dilahirkan memiliki misi hidup masing-masing. Kita diajak untuk sadar tentang tujuan hidup kita itu. Sebab, tujuan hidup kita akan menentukan tindakan kita. Jika tujuan hidup kita baik; maka kita akan menjauhi tindakan-tindakan yang buruk. Tetapi, jika tujuan hidup kita buruk; ngapain kita buang-buang waktu untuk melakukan tindakan yang baik? Kalaupun kita melakukan kebaikan, maka itu bertujuan supaya kita bisa menutupi keburukan lain yang kita lakukan. Topeng. Karena, kebaikan kita pasti tidak didasari oleh niat baik. Mungkin kita hanya sekedar ingin dipuji orang. Mungkin kita hanya ingin agar orang memihak kepada kita. &lt;br /&gt;Pendek kata, tujuan yang kita tentukan memberi arah kepada kita; atas jalan mana yang harus kita tempuh ketika kita berada disebuah persimpangan. Seorang bijak mengatakan “seseorang dengan tujuan yang jelas akan berada di jalan yang luas meskipun jalan itu sempit dan seseorang tanpa tujuan yang jelas akan ada di jalan yang sempit meskipun jalan itu luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekutan Jiwa&lt;br /&gt;mempunyai tujuan mulia; maka kesulitan hidup macam apapun yang merintangi, pasti akan kita hadapi. Jadinya, kita tidak mudah menyerah. Karena kita tahu, meskipun sulit; tapi itu adalah jalan yang akan membawa kita menuju ke tempat yang kita tuju. Sedangkan, jalan lain – meskipun kelihatannya indah – bukan membawa kita ke tempat yang kita cita-citakan. Dengan begitu kita bisa menjadi pribadi yang tangguh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan Hidup &lt;br /&gt;Hemat saya, tujuan hidup itu tidak lebih dari bagaikan seekor cacing tanah yang kesana-kemari hanya untuk mencari kenyamanan semata karena sangat mustahil seseorang hidup dengan niat dan perbuatannya untuk hal yang tidak nyaman apalagi menyakitkan itu sangat lucu kan?, Jhon RG Jhopari, (1995 : 6) mengungkapkan; dalam konteks kemanusiaan, manusia dikenal sebagai makhluk yang senantiasa mengejar kehormatan bagi dirinya sendiri. Ia tidak rela direndahkan atau dihina, atau akan membiarkan dirinya diremehkan dan dianggap tidak berharga oleh orang lain. Semua orang memiliki nafsu dan keinginan yang kuat untuk dihargai, dihormati atau dimulyakan. Itulah sebabnya manusia akan senantiasa berupaya untuk meraih penghargaan, kehormatan dan kemuliaannya dalam segala hal dan dalam setiap kesempatan .  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabu. 06.Januari.2010&lt;br /&gt;REMAJA  UNDERACHIEVER&lt;br /&gt;Oleh: Mulimah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Underachiever adalah orang yang memiliki potensi tinggi, tapi prestasi yang mereka tampilkan berada di bawah potensi yang dimiliki. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Ciri-Ciri Prilaku Sosial Emosional Underachiever&lt;br /&gt;1. Self esteem yang rendah, kurang merasa berharga untuk tampil diantara teman-teman atau keluarganya&lt;br /&gt;2. Memiliki konsep diri yang tidak realistis, kadang merasa sebagai anak yang gagal atau tidak berguna&lt;br /&gt;3. Menghindari komonikasi, resiko dan tidak berdaya, atau cenderung menunggu diajak orang lain&lt;br /&gt;4. Pasif. Ia akan taat terhadap perintah hanya sekedar saja&lt;br /&gt;5. Agresif dan suka memberontak&lt;br /&gt;6. Menolak perintah atau intruksi dari tokoh otoritas (orang tua, guru dll)&lt;br /&gt;7. Menyalahkan orang lain kalau ada masalah&lt;br /&gt;8. Kurang konstruktif dalam kelompok&lt;br /&gt;9. Tidak memiliki tokoh identifikasi dan teman dekat&lt;br /&gt;10. Kurang fleksibel dan berkreatifitas rendah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Faktor-Faktor Underachiever &lt;br /&gt;1. Situasi keluarga yang tidak stabil&lt;br /&gt;2. Orang tua yang tidak realistis dalam menetapkan target dan memaksakan nilai-nilai tertentu pada anak&lt;br /&gt;3. Orang tua tidak pernah memberi penghargaan pada prestasi anak sekecil apapun&lt;br /&gt;4. Orang tua jarang berbagi ide, kepercayaan dan kasih sayang &lt;br /&gt;5. Orang tua terlalu memanjakan dan melindungi anak sehingga tidak menumbuhkan rasa tanggung jawab pada diri anak&lt;br /&gt;6. Penyebab eksternal: bersekolah di sekolah yang sangat tinggi standartnya hingga membuat kepercayaan diri anak turun karena ia jarang memiliki pengalaman keberhasilan&lt;br /&gt;7. Perlakuan guru yang cenderung bertindak otoriter atau kurang memberi penghargaan bagi siswa&lt;br /&gt;8. Salah pilih teman&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pamekasan, 11 Januari 2010&lt;br /&gt;PREDIKSI KIAMAT 2012, BENARKAH?&lt;br /&gt;Oleh: Karyo&lt;br /&gt;Kapan Kiamat......? Hanya Allah SWT Yang Maha Tahu. Kita hanya tahu lewat tanda-tanda akan datangnya hari Kiamat itu. Pada manuskrip peninggalan suku Maya yang tinggal di selatan Meksiko atau Guatemala yang dikenal menguasai ilmu Falak, disebutkan bahwa kiamat akan terjadi pada 21 Desember 2012. Disebutkan juga pada waktu itu akan muncul gelombang galaksi yang besar-besaran sehingga mengakibatkan terhentinya semua kegiatan di muka Bumi ini.&lt;br /&gt;Ramalan akan adanya kiamat pada 2012 dari suku Maya sebenarnya belum diketahui dasar perhitungannya. Tetapi isu ini sudah menyebar luas lewat media Internet. Sebagai Muslim, saya hanya yakin bahwa Kiamat ada dan PASTI akan datang. Dan waktunya, kita tidak ada yang tahu, apalagi sampai menyebut tanggal..&lt;br /&gt;Al Qur’an telah menjelaskan bahwa hari kiamat benar-benar akan terjadi. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan (mu) dengan Rabbmu.” (QS. Ar Ra’du: 2)&lt;br /&gt;Tanda-tanda semakin dekatnya kiamat, sudah muncul semenjak diutusnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Di antara tandanya ada yang sudah terjadi. Seperti terbelahnya bulan di zaman Nabi (Lihat QS. Al Qamar: 1 dan HR. Bukhari no. 4864). Juga ada tanda yang akan bermunculan dan berulang hingga hari kiamat. Seperti keadaan banyak wanita yang berpakaian tetapi telanjang (pakaian ketat dan mengumbar aurat) (HR. Muslim no. 2128) dan munculnya beberapa orang yang mengaku sebagai Nabi (HR. Bukhari no. 3609 dan Muslim no. 157). Inilah berbagai kejadian yang menandakan semakin dekat hancurnya dunia. Manusia mungkin merasakan kiamat itu masih sangat lama. Namun itulah pemikiran dan pandangan manusia yang dangkal. &lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya oleh malaikat Jibril yang datang dalam wujud seorang Arab Badui, beliau ditanya mengenai kapan hari kiamat terjadi. Lantas beliau menjawab, “Orang yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya.” (HR. Bukhari no. 50 dan Muslim no. 9, 10)&lt;br /&gt;Sungguh sangat mengherankan yang terjadi saat ini. Sebagian orang atau tukang ramal (yang sudah pasti suka berdusta), ada yang bisa memprediksi kapan terjadinya kiamat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri tidak mengetahui terjadinya hari kiamat, padahal beliau adalah orang yang paling dekat dengan Allah. Begitu pula malaikat Jibril selaku penyampai wahyu dari Allah juga tidak mengetahui kapan terjadinya hari kiamat. Jika Nabi yang paling mulia dan malaikat yang mulia saja tidak mengetahui tanggal, bulan atau tahun terjadinya hari kiamat, sudah sepantasnya orang selain keduanya tidak mengetahui hal tersebut.&lt;br /&gt;Perlu ditegaskan pula bahwa waktu terjadinya hari kiamat termasuk perkara ghoib dan menjadi kekhususan Allah yang mengetahuinya. Sehingga sungguh sangat dusta jika beberapa paranormal (yang sebenarnya tidak normal) bisa menentukan waktu tersebut, baik Mama Laurent, suku Maya di Meksiko atau pun yang lainnya. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Manusia bertanya kepadamu tentang hari berbangkit. Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang hari berbangkit itu hanya di sisi Allah”. Dan tahukah kamu (hai Muhammad), boleh jadi hari berbangkit itu sudah dekat waktunya.” (QS. Al Ahzab: 63). Ayat ini dengan sangat jelas menunjukkan bahwa tidak satu pun makhluk yang mengetahui kapan terjadinya hari kiamat, tidak ada yang mengetahui waktunya selain Allah Ta’ala. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun tidak mengetahui karena waktu tersebut termasuk di antara mafaatihul ghoib (kunci-kunci ilmu ghoib) yang hanya Allah saja yang mengetahuinya. (Lihat QS. Luqman: 34)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabtu-16-01-10 &lt;br /&gt;LEBIH PENTING MANA PENDIDIKAN DAN UANG? &lt;br /&gt;Oleh: Abd Waris&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kalau kita harus menentukan mana yang lebih penting dalam hidup kita. Tentu kita akan merasa bingung, Karena ke dua-duanya sangat penting dalam hidup kita, dalam pendidikan uang sangatlah dibutuhkan, sedikit banyak  kita harus mempunyai uang untuk membayar adminitrasi sekolah, atau kebutuhan-kebutuhan kita untuk masuk sekolah seperti contoh seragam sekolah,  buku, tas dll. Kita mendapatkan itu semua  harus dengan uang. Maka uang sangatlah penting dalam pendidiakan. Begitu juga dengan uang kita akan sulit medapatkan uang kalau kita tidak berpendidikan, memang  bisa cari uang tanpa harus berpendidikan. Tapi,  tidak semudah orang yang berpendidian. Makanya keduanya sangatlah berkaitan dalam kehidupan kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sekalipun ditetapkan dalam UUD bahwa Negara mempunyai tanggung jawab besar dalam Pendidikan, tetapi kalau keuangan Negara kurang kuat maka akan sukar sekali membangun Pendidikan yang diperlukan. Sekarang telah ditetapkan bahwa 20% APBN disediakan untuk Pendidikan. Namun selama keuangan Negara lemah jumlah APBN juga tidak banyak, sehingga 20% APBN bukan jumlah uang yang banyak. Kalau dengan Dana yang relatif sedikit itu harus dibiayai seluruh kegiatan Pendidikan, khususnya Sistem Sekolah dari mulai Pendidikian Dasar sampai Pendidikan Tinggi, tidak mungkin ada dana yang memadai bagi pelaksanaan Pendidikan Bermutu. Akibatnya Indonesia menjadi lemah di semua tingkatan karena Pendidikan harus bermutu. Sebab itu selama Indonesia belum mencapai tingkat kesejahteraan yang tinggi sukar diharapkan ada pemasukan negara yang tinggi sehingga anggaran pendidikan juga relatif rendah. Jelas tetap berlaku bahwa hanya dengan Rakyat Sejahtera Negara Kuat. Orang yang tidak suka dan menolak peran Uang dalam Pendidikan sering mengatakan bahwa kehadiran Uang belum tentu menghasilkan Pendidikan yang baik. Pendapat itu benar karena kehadiran Uang belum dengan sendirinya menghadirkan Pendidik dan Alat Didik yang baik. Sekalipun hal itu benar, tetapi yang lebih sulit adalah membangun Pendidikan tanpa tersedianya Uang dan Dana yang memadai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MITOS&lt;br /&gt;Oleh: Holifur Rohman&lt;br /&gt;PERCAYA GAK SIH LHO?&lt;br /&gt;             Kalau kita membaca historis tentang metos(anggapan sekelompok masyarakat yang tidak ada dasarnya) maka disana banyak sekali keeksotisan yang kita jumpai seakan-akan kita terpancing dengan keapsahan mereka, banyak orang termotivasi bahkan sampai tertanam dibenak meraka tidak akn sampai menghilangkan yang namanya mitos itu sendiri.namun kalau kita fikir secara mendalam ada benarnya juga orang dulu meng interpretasikannya, seperti halnya orang kalau makan ikan terlalu banyak mengakibatkan bodoh.saya piker itu benar karna ikan juga mendoakan terhadap kita khususnya bagi orang yang mencari ilmu,logikanya kalau ikannya sudah dimakan oleh manusia maka akan berkurang mahluk Allah yang mendoakan kita. &lt;br /&gt;   tapi tidak sedikit kekeliruannya orang dulu menafsirkannya seperti halnya kalau orang berpayung dibawahnya atap bisa mengakibatkan orang tersebut cepat mati.contoh yang seperti ini menurut logika tidak rasional / tidak masuk akal apalagi menurut konsep agama tidak ada yang menerangkan tentang itu. &lt;br /&gt;   .dan masih banyak lagi penemuan orang dulu yang menurut kita tidak logis.dan yang terakhir yang menjadi pertanyaan saya;  &lt;br /&gt;PERCAYA GAK SIH LHO ?&lt;br /&gt;Pamekasan 24 Januari 2010  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pamekasan 26,01,2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEKUATAN DO’A&lt;br /&gt;Oeh ; I’im &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam islam do’a dikatakan sebagai otak ibadah. Artinya, tidak ada ritual ibadah dalam islam yang terlepas dari unsur doa. Shalat mislnya,sejak takbir hingga salam, semua lafal yang dilafalkan adalah doa, yang divisualisasikan dal;am bentuk gerakan shalat.&lt;br /&gt;Sebagai otak ibadah, doa memiliki perran sentral menciptakan ketenangan batin dan keharmonisan jiwa. Aspek inilah yang kemudian membentuk mental seorang muslim kepribadian tangguh, siap dan konsisten mewujudkan mini sebagai hamba allah SWT dan halifahnya di bumi &lt;br /&gt;Dengan doa,seorang muslim juga akan meninai kesuksesan dalam berbagai usaha yang di lakukan. Karena doa sejatinya mengandung sebentuk motivasi yang melecut semangat dalam diri seorang muslim. Selain itu,doa juga selalu semangat dan optimisme seorang muslim untuk menghadapi kenyataan hidup yang penuh warna dan dinamika &lt;br /&gt;Tangga doa, segala usaha yang kita lakukan, bisa jadi akan gagal, atau bahkan kontra produktif karena itu, keselarasan antara doa dan usaha manakala kita berharap kesuksesan dan nilai tambah (barokah) dari usaha kita.&lt;br /&gt;Secara sederhana, doa bias dimaknai sebagai salah satu sarana komonikasi yang paling mudah dilakukan hamba dengan tuhannya, sebab doa merupakan refleksi pengakuan yang jujur seorang hamba atas kesalahan dirinya, seperti pengakuan, la haula wala quwwata illa billahil’aliyyil ‘azhim, (tidak ada daya selain kekuatan kecuali milik Allah yang maha tinggi dan agung).&lt;br /&gt;Dalam Al-Quran, Allah bahkan memerintahkan para hambanya untuk selalu berdoa kepadanya, dan tuhanmu berfirman, “berdoalah kepada-kuniscaya akan aku perkenankan bagimu. (Qs. Al-mu’min;40:60)&lt;br /&gt;Firman ini menyiratkan bahwa Allah akan mengabulkan semua do’a yang sampaikan seorang hamba,epanjamg doa itu tidak bertentangan dengan syariat....... dan Allah akan menjerumuskan habamya yang enggan berdoa ke dalam api neraka &lt;br /&gt;Seorang hamba yang malas berdo’a, pada hakikatnya dia telah memutus ikatan batin dirinya dengan tuhan. Kerena itu, penting menyadari urgensi do’a terutama sebagai kalan terbaik meraih cinta allah SWT. Seorang hamba yang sudah merasakan nikmatnya do’a, maka ia akan senantiasa istiqomah berdo’a. kisah sayidina ali ibn abi thalib ra yang termasuk salah seorang kholifah yang benar-benar menjiwai makna do’a bisa dijadikan cermin.&lt;br /&gt;Setiap kali ber do’a, ia selalu berupaya meluruskan kehambaannya di hadapn allah. Dengan khusuk dan ikhlas. Hatinya lebur menyatu dengan allah. Sebagao hadiah, allah menganugrahinya kecerdasan dan hikmah dalam keluasan ilmu dan ketawaddunnya. &lt;br /&gt;“ana abdu man allmni harfan wahidan” (aku adalah hamba yang mengjariku satu huruf), tegasnya suatu ketika. Ia meneladankan bahwa seseorang yang istiqomah ber do’a hatinya akan tawaddu’ dan tidak angkuh. &lt;br /&gt;Bagi seorang muslim do’a merupakan senjata yang kan membentengi dari ancaman musuh. Terutama musuh yang tidak nampak, seperti hawa nafsu, kegelisahan hati, kesombongan, dan sikap-sikap tidak terpuji lainnya. Karena itulah setiap muslim diperintahkan untuk senantiasa mengasah ketajaman do’a. &lt;br /&gt;Cara yang paling ampuh melakukannya adalah membuat hati kita terus tersambung kepada allah. Salah satunya dengan konsisten menjalankan segala perintahnya dan menjahui segala larangannya. &lt;br /&gt;Terakhir, dalam berdo’a hendaknya dibarengi dengan keihlasan, ihlas artinya menyadari seluruh makna do’a yang kita lafalkan dan berusaha khusuk membackannya. Dengan begitu insya allah dia akan segera mangabulkan setiap do’a kita. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pameksan 27,01.2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF POLITIK&lt;br /&gt;By: Sucipno MS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Paulo Freire masalh pendidikan tidak mungkin dilepaskan dari masalah sosio poltik, karena bagaimanapun kebijakan politik sangat menentukan arah pembinaan dan pengembangan pendidikan, maka dalam konteks demokrasi dan desentralisasi di indonesia peran politik (eksekutif dan legislatif) begitu besar sehingga ranah politik dan kekuasaan mampu menjadi wahana espektasi public akan sebuah sistem pendidikan yang mencerahkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paulo Freire dalam beberapa kalangan  sering disebut sebagai salah satu tokoh liberalisme pendidikan yang kemudian telah mengarang buku yang diberi judul ”The Politic Of  Education” yang berisi tentang diskripsi betapa pentingnya politik pendidikan untuk menentukan kinerja suatu Negara dan isi dari buku itu juga melukiskan persoalan menyangkut pemberantasan buta huruf, pemeran guru, humanisasi pendidikan dan sebaginya yang tidak terlepas dari politik pendidikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun materi tentang politik pendidikan cukup konkrit tidak mungkin bisa mencapai apa yang diharapkan karena tergantung pada kinerja politik itu sendiri sehingg muncullah statement bahwa Negara yang politik pendidikannya buruk, kinerja pendidikannya pun juga buruk, dan sebaliknya, Negara yang politik pendidikannya bagus, kinerja pendidikannya pun juga bagus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menjadi persoalan kali ini adalah bagaimana politik cukup mengelitik untuk diklasifikasi, kalau kita ingin mengatakan politik pendidikan buruk setidaknya kita dapat menyatakan bahwa politik pendidikan di Negara kita belum sepenuhnya positif. Indikasinya tidak sulit, komitment yang rendah, bersarnya anggaran yang tidak memadai manajement pendidikan yang lemah dan sebaginya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6679881372287842610-6426830095108783891?l=cacul.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cacul.blogspot.com/feeds/6426830095108783891/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cacul.blogspot.com/2010/02/lingkar-pena-virus.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6679881372287842610/posts/default/6426830095108783891'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6679881372287842610/posts/default/6426830095108783891'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cacul.blogspot.com/2010/02/lingkar-pena-virus.html' title='Lingkar pena virus'/><author><name>edy_45</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07836591165153306168</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_oWfigQ6xiEM/S1aHepA1s5I/AAAAAAAAAAM/KqX5bnnBx-U/S220/14.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6679881372287842610.post-2617421789989002054</id><published>2010-01-23T01:45:00.000-08:00</published><updated>2010-01-23T02:29:23.812-08:00</updated><title type='text'>MAKALAH</title><content type='html'>MAKALAH&lt;br /&gt;Tentang &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INTELEGENSI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makalah ini disusun &lt;br /&gt;Untuk memenuhi tugas&lt;br /&gt;  Mata kuliah “Psikologi”&lt;br /&gt;   Semester II (Dua)&lt;br /&gt;Bimbingan Bapak Mukaffan M.Pd&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di susun oleh:&lt;br /&gt;Qurratul Aini&lt;br /&gt;Sunardi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakultas Agama Islam (FAI)&lt;br /&gt;Universitas Islam Madura (UIM)&lt;br /&gt;Tahun Akademik 2008/2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KATA PENGANTAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah kami panjatkan puja serta puji syukur kehadirat Ilahi Rabbi yang telah memberikan petunjuk melalui Rasul-NYA. Sholawat dan salam semoga abadi tercurah kepada Nabi Muhammad SAW. Pemilik uswah paripurna, Berkat beliau kami bisa mengenal dunia yang begitu menakjubkan, berkat beliau kami bisa terangkat dari Alam Marjinalisasi menuju Alam Pengangkat Derajat Manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ucapan Syukran Jazil kami lantunkan kepada guru tercinta,  berkat bimbingan beliau kami bisa menyelesaikan makalah ini meski masih jauh dari kesempurnaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih kami ucapkan pada teman-temanku yang telah ikut berpartisipasi dalam penyelesaian makalah ini sehingga makalah ini yang berjudul “Intelegensi” bisa terselesaikan dengan baik dan menyenangkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati selalu berharap, pikiran telah menggarap, mulut selalu berucap semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi teman-teman mahasiswa khususnya dan masyarakat pada umumnya. Amin…!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pamkasan 01.07.2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Penulis &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR ISI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HALAMAN JUDUL&lt;br /&gt;Kata Penganar  1&lt;br /&gt;Daftar Isi 2&lt;br /&gt;BAB I  3&lt;br /&gt;Pendahuluan  3&lt;br /&gt;BAB II  4&lt;br /&gt;Pembahasan  4&lt;br /&gt;A. Pengertian intelegensi  4&lt;br /&gt;B. Tingkat kecerdasan  4&lt;br /&gt;C. Tingkat kecerdasan Ala Howard Bardner  9&lt;br /&gt;BAB III  12&lt;br /&gt;A. Kesimpulan   12&lt;br /&gt;B. Kritik dan saran  12&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA 13 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB I&lt;br /&gt;PENDAHULUAN &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Secara tradisional, kecerdasan dimaknai sebagai kemampuan untuk menjawab berbagai jenis test kecerdasan, sehingga secara tradisional, seorang siswa atau pelajar dianggap cerdas jika dia mampu menjawab soal-soal ujian dan mendapatkan rangking pertama diantara teman-teman sekelasnya. Kata cerdas teraplikasikan pada individu yang patuh, bertingkah laku yang baik, pendiam, mudah beradaptasi dan dilengkapi oleh beberapa kekuatan ajaib (308). Padahal, kecerdasan juga menyangkut kemampuan manusia untuk menyelesaikan masalah atau produk mode yang menjadi konsekuensi dalam budaya masyarakat tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vine dan White mencatat bahwa dalam masyarakat tradisional, kemampuan mempertahankan ikatan sosial masyarakat dalam hubungannya dengan kerja sama untuk memenuhi kebutuhan dasar dipandang sebagai kecerdasan, termasuk mengikuti norma moral masyarakat dalam mempertahankan hubungan sosial dalam kerangka keamanan jangka panjang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;PEMBHASAN &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INTELEGENSI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Pengertian Intelegensi &lt;br /&gt; Intelek (pikiran) dengan intelek orang dapat menimbang, menguraikan, menghubung-hubungkan pengertian satu dengan yang lain dan menarik kesimpulan. &lt;br /&gt; Intelegensi (kecerdasan pikiran) dengan intelegensi fungsi dapat digunakan dengan cepat dan tepat untuk mengatasi suatu situasi/untuk memecahkan suatu masalah. Dengan perkataan lain, intelegensi adalah situasi kecerdasan berfikir, sifat-sifat perbuatan cerdas (intelegen). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Tingkat  Kecerdasan&lt;br /&gt; Kemampuan menyesesuaikan diri dengan keadaan yang baru tidak sama bagi setiap makhluk. Tiap-tiap orang mempunyai cara-cara sendiri. Maka dapat dikatakan bahwa kecerdasan bertingkat-tingkat. Yaitu:&lt;br /&gt;1. Kecerdasan binatang&lt;br /&gt; Pada mulanya banyak orang keberatan digunakan istilah intelegensi pada binatang, karena mereka hanya mau menggunakan istilah itu pada manusia saja. Menurut hasil penyelidikan para ahli, ternyata bahwa kecerdasan itu bertingkat-tingkat. &lt;br /&gt;Contoh kecerdasan binatang&lt;br /&gt;  W. Kohler (ahli ilmu jiwa, jerman) dengan percobaannya, seekor kera dikurung di sebuah kandang, diluar kandang diletakkan sebuah pisang yang jauh jaraknya, dalam kandang diletakkan sebuah tongkat, ternyata setelah kera tersebut tidak dapat meraih pisang maka diambillah tongkat didalam kandang tersebut untuk meraih pisang untuk dimakannya.&lt;br /&gt;  Dari percobaan diatas ternyata kera berusaha menyesesuaikan diri dengan keadaan, padanya timbul yang baru, ialah perbuatan yang tidak terkandung didalam bentuk naluri. Kera dapat menolong dirinya dalam situasi yang asing baginya. Maka kelakuannya tersebut adalah kelakuan intelegensi, dan kesanggupannya yang demikian tersebut disebut intelegensi.&lt;br /&gt;Catatan: &lt;br /&gt;  Kecerdasan pada binatang sangat terbatas, yakni terikat pada suatu yang konkrit, sebab kalau tongkat tersebut tidak tampak olehnya, maka tidak mungkin dapat mencari tongkat sendiri untuk meraih pisang. Demikian pula kecerdasan yang dimiliki oleh kera tidak dapat berkembang, karena tidak berkembangnya bahasa pada hewan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kecerdasan anak&lt;br /&gt; Yang dimaksudkan anak disini adalah anak-anak kecil lebih kurang umur  1 (satu) tahun dan belum dapat berbahasa. Kecerdasan anak-anak dipelajari terutama berdasarkan percobaan yang dipraktekkan dalam menyelidiki kecerdasan binatang. &lt;br /&gt; Usaha-usaha memperbandingkan perbuatan kera dengan anak-anak kecil membantu para ahli dalam mengadakan penyelidikan tentang kecerdasan anak. Bahkan jauh sebelum Kohler menyelidiki kecerdasan kera, Bouton telah mmpelajari dan membandingkan perbuatan cerdas kera dengan anak-anak kecil.&lt;br /&gt;Hasil penyelidikan Bouton dapat memberi kesimpulan sebagai berikut: &lt;br /&gt;a. Anak-anak kecil yang berumur + 1 tahun (belum dapat bicara) tingkat kecerdasannya hampir sama dengan kera. Sebagian soal-soal yang dihadapkan pada kera dapat diselesaikan oleh anak-anak, oleh karena itu, umur anak  pada kira-kira satu tahun sering disebut “Umur Simpansen”&lt;br /&gt;b. Kemampuan mempergunakan bahasa (berbicara) merupakan garis pemisah antara hewan dengan manusia. Manurut Bouton anak-anak yang sudah dapat berbicara majulah ia dan makin lama makin jauh melebihi tingkat kecerdasan kera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Anak yang sudah dapat bicara cepat memperoleh penyelesaian tentang masalah yang dihadapi. Fungsi bahasa dapat menumbuhkan pengertian permulaan tentang perhubungan dengan unsur dalam situasi, yang hal itu memungkinkan anak dapat melihat hubungan yang teratur tentang apa yang dihadapi.&lt;br /&gt;3. Kecerdasan manusia&lt;br /&gt;  Setelah anak dapat berbahasa, kecerdasan anak lebih tinggi dari pada kera. Tingkat kecerdasan manusia (bukan anak-anak) tidak sama dengan kera dan anak-anak. Beberapa hal yang merupakan ciri kecerdasan manusia antara lain:&lt;br /&gt;a. Penggunaan bahasa&lt;br /&gt;  Kemampuan berbahasa mempunyai faedah yang besar terhadap perkembangan pribadi:&lt;br /&gt;1) Dengan bahasa, manusia dapat mengatakan isi jiwanya (fantasi, pendapat dan sebagainya)&lt;br /&gt;2) Dengan bahasa, manusia dapat berhubungan dengan sesama, tingkat hubungannya selalu maju dan masalahnya selalu meningkat.&lt;br /&gt;b. Penggunaan perkakas&lt;br /&gt;  Perkakas adalah sifat, tetapi semua alat merupakan perkakas. Alat merupkan perantara antara makhluk yang berbuat dan objek yang diperbuat. Perkakas mempunyai fungsi yang sama, tetapi mempunyai pengertian yang lebih luas, perkakas adalah objek yang telah dibuat/dibulatkan dan diubah sedemikian rupa sehingga dengan mudah dan dengan cara yang tepat dapat dipakai untuk kesulitan atau mencapai suatu maksud. &lt;br /&gt;c. Macam-macam intelegensi&lt;br /&gt;1) Intelegensi terikat dan bebas&lt;br /&gt;  Intelegensi terikat adalah intelegensi suatu makhluk yang bekerja dalam situasi-situasi pda lapangan pengamatan yang brhubungan langsung dengan kebutuhan vital yang harus secara dipuaskan.&lt;br /&gt;  Intelegensi bebas terdapat pada manusia yang berbudaya dan berbahasa. Dengan intelegensinya orang selalu ingin mengadakan perubahan-perubahan untuk mencapai suatu tujuan, kalau tujuan telah dapat dicapai, manusia ingin mencapai tujuan lain yang lebih tinggi dan lebih maju. Untuk hal-hal tersebut manusia menggunakan intelegensi bebas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Intelegensi menciptakan (kreatif) meniru (eksutif)&lt;br /&gt;  Intelegensi meniru adalah kemampuan menggunakan dan mengikuti pikiran atau hasil penemuan orang lain, baik yang dibuat, yang diucapkan maupun yang ditulis. &lt;br /&gt; Intelegensi mencipta yaitu kesanggupan menciptakan tujuan-tujuan baru dan mencari alat-alat yang sesuai guna mencapai tujuan itu. Intelegensi kreatif  menghasilkan pendapat-pendapat baru, seperti: kereta api, radio, listrik, kapal terbang dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Faktor-faktor yang menentukan intelegensi manusia&lt;br /&gt;1) Pembawaan &lt;br /&gt; Intelegensi bekerja dalam suatu situasi yang berlain-lainan tingkat kesukarannya. Sulit tidaknya mengatasi persoalan ditentukan pula oleh pembawaan.&lt;br /&gt;2) Kematangan &lt;br /&gt;Kecerdasan tidak tetap statis tetapi dapat tumbuh dan berkembang. Tumbuh dan berkembang intlegensi sedikit banyak sejalan dengan berkembangnya jasmani, umur dan kemampuan-kemampuan lain yang telah dicapai (kematangan).&lt;br /&gt;e. Macam-macam test intelegensi&lt;br /&gt;1) Test Binet-Simon&lt;br /&gt;  Binet dan simon kedua-duanya bangsa perancis, menyelidiki intelegensi anak-anak berumur antara 3-15 tahun. Untuk tiap-tiap tahun diajukan 5 buah pertanyaan yang tidak ada hubungannya dengan pengetahuan sekolah, isinya antara lain menirukan kalimat-kalimat, menyebut deretan angka-angka, membuat kalimat dengan tiga perkataan dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Dengan test ini kita dapatkan perbandingan kecerdasan, ditingkat P.R atau intelegensi Bouton ditingkat IQ. IQ tersebut kita dapatkan secara membagi umur kecerdasan (M.A = Mental Age) ialah jumlah nilai jawaban-jawaban yang betul  bagi umur kalender (C.A = Chronological Age) ialah umur anak diselidiki kemudian dikalikan 100&lt;br /&gt;Jalannya percobaan: &lt;br /&gt;Mula-mula kita ajukan 5 buah pertanyaan yang sesuai dengan umur anak, misalnya angka berumur 6 tahun, kalau pertanyaan-pertanyaan tersebut terjawab semua, lalu diajukan pertanyaan-pertanyaan diatasnya (7 tahun, 8 tahun, 9 tahun dan selanjutnya) sampai sama sekali tidak ada pertanyaan yang terjawab.&lt;br /&gt;Tetapi kalau pertanyaan-pertanyaan yang pertama (6 tahun) ada sebuah atau lebih yang terjawab salah, maka diajukan pertanyaan-pertanyaan dibawah (5 tahun, 4 tahun, 3 tahun) sampai terjawab semua. Kemudian kita hitung dulu unsur kecerdasan, caranya sebagai berikut: pertanyaan-pertanyaan yang terjawab semua (5 pertanyaan), dinilai sama dengan umur pertanyaan, sedangkan jawaban-jawaban yang betul lainnya masing-masing dinilai seperlima, kemudian kesemuanya dijumlah. Jumlah tersebut kita bagi dengan umur anak, kemudian dikalikan 100, maka kita dapatkan IQ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh: &lt;br /&gt;  +  = Betul&lt;br /&gt;  -  = Salah&lt;br /&gt;Abdullah berumur 6 tahun&lt;br /&gt;No Umur pertanyaan Jawaban Nilai&lt;br /&gt;1 4 tahun + + + + + =  4 tahun&lt;br /&gt;2 5 tahun + - + + + + ¬=  4/5 tahun&lt;br /&gt;3 6 tahun - + + - + =  3/5 tahun&lt;br /&gt;4 7 tahun + + - - + =  3/5 tahun&lt;br /&gt;5 8 tahun - - - - - =  0 tahun&lt;br /&gt;6 Umur Kecerdasan =  6 tahun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi IQ Abdullah : ¬   X 100 = 100.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Test tentara (army mental tes) di Amerika&lt;br /&gt;Pada tahun 1917 Amerika Serikat terpaksa ikut dalam perang dunia I melawan jerman, karena itu Amerika terpaksa membentuk tentara secara besar-besaran dalam waktu singkat. Maka diadakan test tentara sebanyak 1.700.000 orang calon anggota tentara dan dikerjakan oleh lebih 1000 orang pemeriksa dalam 35 asrama. Dalam test tersebut dipergunakan psikoteknik, ialah ilmu jiwa yang mempelajari kesanggupan seseorang untuk memegang suatu jabatan yang sesuai dengan kecerdasan masing-masing. Karena test tersebut meliputi se-negara, test ini kemudian disebut: National Intelegenci Test.&lt;br /&gt;3) Mental test&lt;br /&gt;Jenis test ini tidak hanya menyelidiki kecerdasan saja tetapi untuk menyelidiki keadaan jiwa dan kesanggupan jiwa. Jadi dengan mental test diselidiki meliputi pengamatan, ingatan, fantasi, fikiran, perasaan, perhatian dan kemauan.&lt;br /&gt;4) Scholestick test&lt;br /&gt; Test ini tidak hanya menyelidiki kecerdasan anak, tetapi untuk menyelidiki sampai dimana kemampuan dan kemajuan anak/kelas dalam mata pelajaran di sekolah. Test ini disusun sebagai ajian mengenai mata pelajaran. Misalnya: bahasa, berhitung, sejarah, ilmu bumi, ilmu alam dan sebagainya, kalau test ini dilaksanakan dengan tertib dan teratur dapatlah menggantikan sistem ujian-ujian yang lazim dilaksanakan sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Tingkat Kecerdasan Ala Howard Gardner&lt;br /&gt;  Ada 7 macam dalam buku barunya ia menambah 3 lagi sehingga menjadi 10. yaitu: &lt;br /&gt;1. Kecerdasan linguistik (word smart)&lt;br /&gt;Adalah kecerdasan yang terfokus pada sifat bunyi bahasa (speaking, listenning, reading and writing), termasuk puisi siswa yang menguasai kecrdasan ini relatif berhasil dalam pembelajaran dengan metodologi tradisional dalam kelas klasikal. Daerah Broca pada otak kiri yang bertanggung  jawab menghasilkan kalimat yang benar secara gramatikal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kecerdasan logika matematika (logical smart)&lt;br /&gt;Dengan kecerdasan ini siswa memiliki kemampuan menyelesaikan persoalan yang berhubungan dengan angka/bilangan dan sebab akibat (otak kiri). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kecerdasan ruang (visual/spatial smart)&lt;br /&gt;Kecerdasan ini digunakan dalam pengamatan secara visual, seperti dalam navigasi, sistem pencatatan peta dan visualisasi benda dari sudut yang berbeda (shooting film) dan permainan catur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Kecerdasan musik (musical smart)&lt;br /&gt;Kecerdasan yang terfokus pada reaksi yang kuat dalam mengukur tinggi-rendahnya nada dan kemajuan yang tepat dalam memainkan instrumen, ini berperan penting dalam menyatukan masyarakat di zaman batu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Kecerdasan gerakan badan (kinestetik/body smart)&lt;br /&gt;Terdiri dari kemampuan menggunaka badan untuk beraktifitas dan menyatakan emosi (dansa), melakukan permainan (olah raga) dan menciptakan produk baru (menemukan penemuan). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Kecerdasan antar pribadi (interpersonal smart/people smart)&lt;br /&gt;Dibangun atas kemampuan untuk mengenali perbedaan, khususnya suasana hati, temperamen, motivasi dan kehendak sehingga mudah bergaul dengan banyak orang. Bukti biologis dari kecerdasan ini ada pada faktor, yakni : a) penjagaan masa anak-anak dari primata (hubungan dengan ibu), dan b) faktor interaksi sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Kecerdasan intra pribadi (intra personal smart/self smart)&lt;br /&gt;Kecerdasan yang membuat seseorang dapat berdialog dengan dirinya sendiri, termasuk nilai-nilai, perasaan dan gagasannya sendiri. Pengetahuan aspek internal individu dengan mempunyai model hidup yang efektif bagi dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Kecerdasan eksistensial&lt;br /&gt;Kecerdasan untuk dapat belajar melalui konteks/hubungan yang terfokus pada kedudukan manusia dalam Big Picture keberadaanya di Alam semesta. Jenis kecerdasan ini tanpak dalam aliran filsafat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Kecerdasn natural &lt;br /&gt;Kecerdasan yang berkaitan dengn kesenangan pada out door, binatang dan fieldtrip,  termasuk kesenangan menginterpretasikan waktu secara berbeda dengan orang lain pada umunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Kecerdasan spiritual&lt;br /&gt;Kecerdasan yang berkaitan dengan hal-hal transinden atau mengatasi waktu serta melampaui kekinian dan pengalaman manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB III&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Kesimpulan &lt;br /&gt; Dalam pembahasan Inelegensi memang harus benar-benar dipahami secara teliti biar kita semua bisa tau apa Intelegensi itu sendiri. Yang lebih penting lagi yang harus dipahami secara detail dalam pembagian kecerdasan/tingkat kecerdasan,  dengan memahami tingkat kecerdasan itu kita bisa tahu bahwa dalam diri kita ini ada kecerdasan yang tidak pernah kita sadari meski dalam sekolah-sekolah kita tidak pernah mendapatkan rangking, orang selalu menganggap bahwa orang yang cerdas adalah orang yang dapat  rangking kelas dan yang bisa jawab soal ujian,  namun orang yang mampu dalam menghias, main musik tidak dianggap kecerdasan. Dari itu, sangat perlulah kita memahami intelegensi dan tingkat intelegensi biar tidak ada kesalah pahaman dalam mengartikan intelegensi itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Kritik Dan Saran&lt;br /&gt;الانسان محلّل الخطّاْ والنسيان&lt;br /&gt;“manusia adalah tempatnya salah dan lupa”&lt;br /&gt; Kami hanyalah manusia biasa yang berlumur dosa yang selalu terjerumus kedalam hal yang sia-sia. Dalam makalah ini pasti ada salah, meski tanpa faktor sengaja. Kami selalu berusaha untuk sempurna namun, hasilnya masih tetap biasa. Dari itu, mengharuskan kami untuk membuka Qolbu kami untuk selalu menerima Saran dan Kritik Konstruktif dari teman-teman dan dosen pembimbing khususnya demi kesempurnaan makalah ini dan supaya kami tidak terjerumus ke lubang pendusta dalam pembuatan makalah yang ditugaskan dosen pada kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Gardner Howard, Intligence Reframed,  mutiple inlegences for the 21 centory,( New York, Basic Books, 1999)&lt;br /&gt;B. Ahmad, Abu &amp; Umar, Psikologi Umum, (PT. Bima Ilmu, 1992)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MAKALAH&lt;br /&gt;Tentang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;syirkah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah “Fiqih Mu’amalah”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dosen Pembina:&lt;br /&gt;Haidar Dadiri M.Pdi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di susun oleh: &lt;br /&gt;Qurratul Aini&lt;br /&gt;Moh. Erfan &lt;br /&gt;Moh. Ali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakultas agama islam&lt;br /&gt;UNIVERSITAS ISLAM MADURA (UIM II)&lt;br /&gt;Polagan Pamekasan&lt;br /&gt;2009/2010&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;KATA PENGANTAR &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah hanya kami pasrahkan kepada Allah SWT. Atas rahmat, taufik, hidayah serta ma’unahnya, kami bisa mengenyam fiqih Muamalah dan bisa menyelesaikan makalah ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sholawat dan salam, semoga Allah limpahkan kepada nabi besar kita Nabi Muhammad SAW. Sebagai pembawa akhlak yang mulia sehingga kami bisa membedakan antara yang hak dan yang bathil. Dan yang telah membawa kita dari alam demonis menuju alam yang humanis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Afwan kami lantunkan pada guru tercinta apabila ada kata yang tidak sesuai telah kami lalui dengan sebuah tinta karena kami hanyalah manusia dan tak lupa kami ucapkan terima kasih pada teman-teman kami yang telah berpartisipasi dalam penyelesaian makalah ini, lebih-lebih pada dosen tercinta yang telah ikhlas membimbing kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi kami semua lebih-lebih bagi kawan-kawan mahasiswa khususnya dan bagi masyarakat umumnya. Amin…!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pamekasan, 04 Desember 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR ISI &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Pengantar  1&lt;br /&gt;Daftar Isi  2&lt;br /&gt;BAB I   3&lt;br /&gt;PNDAHULUAN  3&lt;br /&gt;BAB II  4&lt;br /&gt;PEMBAHASAN  4&lt;br /&gt;SYIRKAH   4&lt;br /&gt;A. Pengertian Syirkah   4&lt;br /&gt;B. Macam-Macam Syirkah  6&lt;br /&gt;BAB III   9&lt;br /&gt;PENUTUP  9&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA   10&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB I&lt;br /&gt;PENDAHULUAN &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara tentang Syirkah (pengungsian, kerja sama) tentunya sesuatu yang sudah tidak asing lagi di telinga kita, jangankan di kalangan mahasiswa di kalangan umumpun kata ini sudah bisa terdengar karena syirkah merupakan sesuatu yang sudah kita lakukan pada keseharian kita. Namun, alangkah bingungnya ketika ada seseorang melakukan syirkah tapi ia tidak tahu dari pengertian syirkah itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syirkah adalah campur atau percampuran. Yang dimaksud dengan percampuran disini ialah seseorang mencampurkan hartanya dengan harta orang lain sehingga tidak mungkin untuk dibedakan. Untuk lebih jelasnya masalah syirkah maka lihatlah pada pengertian syirkah, karena kami akan mengulas apa syirkah itu secara luas dan mendetail. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;PEMBAHASAN &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SYIRKAH &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Pengertian Syirkah &lt;br /&gt;Secara etimologi, syirkah atau pengungsian brarti : &lt;br /&gt; الاحتلاط أي خلط أحد المالين باالأخر بحيث لايمتزان عن بعضها . &lt;br /&gt;Artinya:&lt;br /&gt;“Percampuran, yakni bercampurnya salah satu dari dua harta dengan harta lainnya, tanpa dapat dibedakan antara keduanya”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara terminologi, ulama’ fiqih berbeda pendapat dalam mendefinisikan, diantaranya : &lt;br /&gt;1. Menurut Malikiyah &lt;br /&gt;هى اذ ن فى التصرّف لهما معا انفسهما اي أن يأذ ن كلّ واحد من الشريكين لصاحبه فى أن يتصرّف فى مال لهما مع اعقاء حقّ التصرّف لكلّ منهما . &lt;br /&gt;Artinya:&lt;br /&gt;“Perkongsian adalah izin untuk mendayagunakan (tasharruf) harta yang dimiliki dua orang secara bersama-sama oleh keduanya saling mengizinkan kepada salah-satunya untuk mendayagunakan harta milik keduanya, namun masing-masing memiliki hak untuk bertasharruf”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Menurut Syafi’iyah&lt;br /&gt;ثبوت الحقّ فى شيء لاثنين فاكثر على جهة الشيوع . &lt;br /&gt;Artinya:&lt;br /&gt;“Ketetapan hak pada sesuatu yang dimiliki dua orang atau lebih dengan cara yang masyhur (diketahui)”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Menurut Hanafiyah  &lt;br /&gt;عبارة عن عقد بين المتشاركين فى رأس المال والرّبح .  &lt;br /&gt;Artinya:&lt;br /&gt;“Ungkapan tentang adanya transaksi (akad) antara dua orang yang bersekutu pada pokok harta  dan keuntungan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Menurut Syihab Al-Din Al-Qalyubi Wa Umaira&lt;br /&gt;ثبوت الحقّ لاثنين فاكثر . &lt;br /&gt;Artinya: &lt;br /&gt;“Penetapan hak  pada suatu bagi dua oran atau lebih”.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;5. Menurut Hasbi Ash-Shiddieqie&lt;br /&gt;  عقد بين شخصين فاكثر على التعا ون فى عمل اكتسابى واقتسام ارباحه .  &lt;br /&gt; Artinya: &lt;br /&gt;“Akad yang berlaku antara dua orang atau lebih untuk ta’awun dalam bekerja”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Setelah diketahui definisi-definisi syirkah menurut para ulama, kiranya dapat dipahami bahwa yang di maksud dengan syirkah adalah kerja sama antara dua orang atau lebih dalam berusaha yang keuntungan dan kerugiannya ditanggung bersama.&lt;br /&gt; Adapun yang dijadikan dasar hukum syirkah oleh para ulama adalah sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Daud dari Abi Hurairah dari Nabi SAW. Bersabda; &lt;br /&gt;انا ثالث الشريكين مالم يخن احدهما صاحبه فاذا خانه خرجت من بينهما . &lt;br /&gt;Artinya:&lt;br /&gt;“Aku jadi yang ketiga antara dua orang yang berserikat selama yang satu tidak khianat kepada yang lainnya, apbila yang satu berkhianat kepada pihak yang lain, maka keluarlah aku darinya”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Macam-Macam Syirkah&lt;br /&gt;Menurut hanafiyah, secara garis besar syirkah dibagi dua bagian :&lt;br /&gt;1. Syirkah Milk &lt;br /&gt;Yang dimaksud syirkah milk adalah &lt;br /&gt;عبارة عن أن يتملّك شخصان فاكثر من غير عقد الشركة . &lt;br /&gt;Artinya : &lt;br /&gt;“Ibarat dua orang atau lebih memilikkan suatu benda kepada yang lain tanpa  ada akad syirkah.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syirkah Milk dibagi dua: &lt;br /&gt;a. Syirkah milk jabar &lt;br /&gt; Syirkah milk jabar adalah &lt;br /&gt; ان يجتمعا شخصان فى ملك عين قهرا . &lt;br /&gt; Artinya :&lt;br /&gt; “Berkumpulnya dua orang atau lebih dalam pemilikan suatu benda  secara paksa”.&lt;br /&gt;b. Syirkah Milk al-ikhtiyar&lt;br /&gt; Syirkah al-ikhtiyar adalah &lt;br /&gt;ان يجتمع فى ملك عين باختيارهما . &lt;br /&gt; Artinya :&lt;br /&gt; “Berkumpul dua orang atau lebih dalam pemilikan benda dengan ikhtiyar  keduanya”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Syirkah ‘Uqud&lt;br /&gt;Syirkah ‘Uqud adalah &lt;br /&gt;عبارة عن العقد الواقع بين اثنين فأكثر للاشتراك فى مال وربحه . &lt;br /&gt;Artinya :&lt;br /&gt;“Ibarat akad yang terjadi antara dua orang atau lebih untuk berserikat dalam  harta dan keuntungan”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syirkah ‘Uqud dibagi menjadi tiga (3) :&lt;br /&gt;a. Syirkah ‘uqud al-mal &lt;br /&gt;Syirkah ‘uqud al-mal adalah &lt;br /&gt; عبارة عن أن يتّفق اثنان فأكثر على ان يدفع كلّ واحد منهما مبلعا من المال لاستشماره بالعمل فيه ولكلّ واحد من الشركاء جزء معيّن من الربح &lt;br /&gt;Artinya :&lt;br /&gt;“Ibarat kesepakatan dua orang atau lebih untuk menyerahkan harta mereka masing-masing supaya memperoleh hasil dengan cara mengelola harta itu, bagi setiap yang berserikat memperoleh bagian yang di tentukan dari keuntungan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Syirkah ‘uqud bi Al-abdan&lt;br /&gt;c. Syrikah ‘uqud bi Al-wujub&lt;br /&gt; Adalah; &lt;br /&gt;أن يشترك اثنان ليس لهما مال ويكن لهما وجامة . &lt;br /&gt;Artinya :&lt;br /&gt;“Dua orang berserikat atau pihak yang tidak ada harta di dalamnya tetapi keduanya sama-sama berusaha”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Menurut Fuqaha’ Mesis, yang kebanyakan bermazhab Syafi’i dan Maliki berpendapat bahwa pengungsian terbagi atas 4 macam: &lt;br /&gt;1. Pengungsian ‘Inan &lt;br /&gt;Pengungsian ‘Inan adalah persekutuan antara dau orang dalam harta milik untuk berdagang secara bersama-sama, dan membagi laba atau kerugian bersama-sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pengungsian Mufwadihah  &lt;br /&gt;Pengungsian mufwadihah adalah transaksi dua orang atau lebih untuk berserikat dengan syarat memiliki kesamaan dalam jumlah modal, penentuan keuntungan pengolahan, serta agama yang dianut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pengungsian Abdan &lt;br /&gt;Pengungsian abdan adalah persekutuan dua orang untuk menerima suatu pekerjaan yang akan dikerjakan secara bersama-sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Pengungsian Wujuh  &lt;br /&gt;Pengungsian Wujuh adalah bersekutunya dua pemimpin dalam pandangan masyarakat tanpa modal, untuk memberi modal secara tidak kontan dan akan menjual secara kontan, kemudian keuntungan yang diperoleh dibagi diantara mereka dengan syarat tertentu.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB III&lt;br /&gt;KESIMPULAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Syirkah adalah sesuatu yang sudah terjadi pada kita setiap hari.  Jadi membuat kita harus memahami tentang syirkah tersebut biar tidak ada demonis dalam pemahaman syirkah. Kadang seseorag menyepelekan tentang syirkah tersebut karena sulit dipelajari dalam kalangan-kalangan rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Meski tiap hari kita melakukan syirkah kadang kita tidak bisa tahu tentang macam-macam syirkah. Jadi, biar tidak ada kontradiksi jangan hanya memahami dalam pengertian saja tapi juga memahami macam-macamnya biar tahu kita itu termasuk melakukan pengungsian yang nomer berapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o Syafi’i, Rahmat, Fiqih Mu’amalah, Pustaka Setia, Bandung, 2001&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o Suhendi, Hendi, Fiqih Mu’amalah, Rajawali Pers, Jakarta, 2002&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;M A K A L A H&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BELAJAR &lt;br /&gt;Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas&lt;br /&gt;mata kuliah “Psikologi Belajar”&lt;br /&gt;bimbingan Bapak Mukaffan M.Pd&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Susun Oleh:&lt;br /&gt;Qurratul Aini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakultas Agama Islam (FAI)&lt;br /&gt;UNIVERSITAS ISLAM MADURA (UIM)&lt;br /&gt;Polagan Pamekasan &lt;br /&gt; 2009/2010&lt;br /&gt;KATA PENGANTAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Alhamdulillah kami panjatkan puja serta puji syukur kehadirat ilahi robbi atas segala limpahan taufik, hidayat, serta inayahnya sehingga kami bisa menyelesaikan makalah ini meski masih jauh dari kesempurnaan. Shalawat dan salam semoga abadi tercurah kepada pemilik uswah paripurna yakni Nabi Muhammad SAW berkat beliaulah kami bisa merasakan manisnya dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ucapan terima kasih kami panjatkan kepada Dosen, selaku Pembina dan tak lupa pada teman-teman kami yang telah berpartisipasi dalam menyelesaikan makalah ini.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Makalah ini kami susun sesuai dengan silabus yang diberikan oleh Bapak Dosen. Apabila ada kekurangan kami selalu mengharap kritik konstruktf, namun kami selalu berharap semoga makalah ini bisa bermanfaat kepada teman-teman mahasiswa khususnya dan masyarakat pada umumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pamekasan, 03 desember 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR ISI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Halaman Judul  &lt;br /&gt;Kata Pengantar  1&lt;br /&gt;Daftar Isi  2&lt;br /&gt;BAB I  3&lt;br /&gt;PENDAHULUAN  3&lt;br /&gt;BAB II  4&lt;br /&gt;A. Pengertian Belajar  4&lt;br /&gt;B. Hakekat Belajar  5&lt;br /&gt;C. Ciri-Ciri Belajar  6&lt;br /&gt;BAB III  8&lt;br /&gt;KESIMPULAN  8&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA  9&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB I&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Belajar adalah Key Term (istilah kunci) yang paling vital dalam setiap usaha pendidiakan, sehingga tanpa belajar sesungguhnya tidak pernah ada pendidikkan. Sebagai suatu proses, belajar hampir selalu mendapat tempat yang luas dalam berbagai disiplin ilmu yang berkaitan dengan upaya kependidikan, misalnya psikologi pendidikan dan psikologi belajar. Karena demikian pentingnya arti belajar, maka bagian terbesar upaya riset eksperimen psikologi belajarpun diarahkan pada tercapainya pemahaman yang lebih luas dan mendalam mengenai proses perubahan manusia itu. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Belajar merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi dan berperan penting dalam pembentukan pribadi dan prilaku individu. Nana Syaodih Sukmadinata (2005) menyebutkan bahwa sebagian terbesar perkembangan individu berlangsung melalui kegiatan belajar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;PEMBAHSAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BALAJAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Pangertian Belajar&lt;br /&gt;Belajar adalah sebuah kata yang sudah tidak asing lagi bagi kita baik dikalangan pelajar maupun mahasiswa. Namun, tidak setiap orang mengetahui apa itu belajar. Seandainya dipertanyakan apa yang sedang dilakukan? Tentu saja jawabannya  “belajar”  itu saja. Sebanarnya dari kata itu banyak pengertian yang terkandung didalamnya. Padahal pengertian belajar  itu kita harus pahami dan dihayati biar tidak ada simpang siur dalam pengertian belajar tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bawah ini saya akan mengulas tentang pengertian belajar menurut para ahli psikologi dalam pendidikan: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 James O.Whittaker, merumuskan belajar sebagai proses dimana tingkah laku ditimbulkan atau di ubah melalui latihan dan pengalaman&lt;br /&gt;2 Cron Bech, berpendapat bahwa learning by change in behavior as a result of experience. Belalar sebagai suatu aktivitas yang di tunjukkan oleh perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman &lt;br /&gt;3 Howard I. Kingskey, mengatakan bahwa learning is the proces by which behavior (in the broader sense) is originated or changed through practice of training. belajar  adalah proses dimana tingkah laku (dalam arti luas) ditimbulkan atau diubah melalui praktek atau latihan &lt;br /&gt;4 Drs. Slameto, mengatakan belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungan &lt;br /&gt;5 Galloway, dalam teori Soekamto mengatakan belajar merupakan suatu proses internal yang mencakup ingatan, retensi, pengolahan informasi, emosi dan faktor-faktor lain berdasarkan pengalaman-pengalaman sebelumnya &lt;br /&gt;6 Gegne, mengatakan belajar merupakan suatu proses dimana suatu organisme berubah prilakunya akibat suatu pengalaman &lt;br /&gt;7 Morgan mendefinisikan bahwa suatu kegiatan dikatakan belajar apabila memiliki tiga cirri-ciri sebagai berikut: &lt;br /&gt;a. Belajar adalah perubahan tingkah laku &lt;br /&gt;b. Perubahan terjadi karena latihan dan pengalaman bukan karena pertumbuhan &lt;br /&gt;c. Perubahan tersebut harus bersifat permanen dan tetap untuk waktu yang cukup lama &lt;br /&gt;8 Barlow, mengatakan belajar adalah suatu proses adaptasi (penyesuaian tingkah laku) yang berlangsung secara progresif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari beberapa pendapat ahli tentang pengetahuan belajar yang dikemukakan diatas dapat dipahami bahwa belajar adalah suatu kegiatan yang dilakukan dengan melibatkan dua unsure, yaitu, Jiwa dan Raga. Gerak raga yang ditunjukkan harus sejalan dengan proses jiwa untuk mendapatkan perubahan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya dapat disimpulkan bahwa belajr merupakan serangkaian kegiatan jiwa raga untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman individu dlam interaksi dengan lingkungannya yang kognitif, afektif dan psikomotor. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Hakikat Belajar &lt;br /&gt;Dari sejumlah pegertian belajar yang telah diuraikan, ada kata yang sangat penting untuk dibahas pada bagian ini, yakni kata “perubahan” atau change. Apapun formasi kata dan kalimat yang dirangkai oleh para ahli untuk memberikan pengertian belajar, maka intinya tidak lain adalah perubahan. Perubahan yang dimaksudkan tentu saja perubahan yang sesuai dengan perubahan yang dikehendaki oleh pengertian belajar, yang cirri-cirinya akan diuraikan dibawah nanti setelah hakikat belajar. &lt;br /&gt;Oleh karena itu, seseorang yang melkukn aktivitas belajar dan diakhiri dari aktivitasya itu telah memperoleh perubahan dalam dirinya dengan memiliki pengalaman baru, maka individu itu dikatakan belajar. Tapi perlu diingatkan bahwa perubahan yang terjadi akibat belajar adalah perubahan yang bersentuhan dengan aspek kejiwaan dan mempengaruhi tingkah laku. Sedangkan perubahan tingkah laku akibat mabuk karena minum-minuman keras, akibat gila, akibat tabrakan dan sebagainya, bukanlah katagori belajar yang dimaksud. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya dapat disimpulkan bahwa hakikat belajar adalah perubahan dan tidak setiap perubahan adalah sebagai hasil belajar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Ciri-Ciri Belajar &lt;br /&gt;1 Perubahan yang terjadi secara sadar dan disengaja (internasional) &lt;br /&gt;Perubahan  prilaku yang terjadi merupakan usaha sadar dan disengaja dari individu yang bersangkutan. Ini berarti individu yang belajar akan manyadari terjadinya perubahan itu atau sekurang-kurangnya individu merasakan telah terjadi adanya suatu perubahan dalam dirinya.&lt;br /&gt;2 Perubahan dalam belajar bersifat fungsional &lt;br /&gt;Perubahan yang terjadi terus-menerus dan tidak statis. Suatu perubahan yang terjadi akan menyebabkan perubahan berikutnya dan akan berguna bagi kehidupan ataupun proses belajar berikutnya.&lt;br /&gt;3 Perubahan dalam belajar bersifat positif &lt;br /&gt;Perubahan prilaku yang terjadi bersifat normatif dan menunjukkan kearah kemajuan. Misalnya: seorang mahasiswa sebelum belajar tentang psikologi pendidikan menganggap bahwa dalam proses belajar mengajar tidak perlu mempertimbangkan perbedaan-perbedaan individual atau perkembangan prilaku pribadi peserta didiknya, namun setelah mengikuti pembelajaran psikologi pendidikan, dia memahami dan berkeinginan untuk menerapkan prinsip-prinsip perbedaan individual maupun prinsip-prinsip perkembangan individu jika dia kelak menjadi guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4 Perubahan bersifat aktif &lt;br /&gt;Untuk memperoleh prilaku baru individu yang bersangkutan aktif berupaya melakukn perubahan. Perubahan yang bersifat aktif artinya bahwa perubahan itu tidak terjadi dengan sendirinya, melainkan karena usaha individu sendiri. &lt;br /&gt;5 Perubahan yang bersifat permanen &lt;br /&gt;Perubahan prilaku yang diperoleh dari proses belajar cendrung menetap dan menjadi bagian yang melekat dalam dirinya. Misalnya, mahasiswa belajar mengoprasikan komputer, maka penguasaan keterampilan mengoprasikan computer tersebut akan menetap dan melekat dalam diri mahasiswa tersebut. &lt;br /&gt;6 Perubahan yang bertujuan dan terarah &lt;br /&gt;Ini berarti bahwa perubahan tingkah laku itu terjadi karena ada tujuan yang akan dicapai. Perubahan belajar terarah pada perubahan tingkah laku yang benar-benar disadari. &lt;br /&gt;7 Perubahan mencakup seluruh aspek tingkah laku&lt;br /&gt;Perubahan yang diperoleh individu setelah melalui suatu proses belajar meliputi perubahan keseluruhan tingkah laku. Jika seseorang belajar sesuatu, sebagai hasilnya ia akan mengalami perubahan tingkah laku secara menyeluruh dalam sikap kebiasaan, keterampilan, pengetahuan dan sebagainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB III&lt;br /&gt;KESIMPULAN &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dalam pembahasan didepan kita harus benar-benar memahami supaya tidak terjadi simpangsiur dalam pemahaman “belajar”. Berbicara belajar pada dasarnya berbicara tentang bagaimana tingkah laku seseorang berubah sebagai akibat pengalaman. Dari pengertian tersebut dapat dibuat kesimpulan bahwa agar terjadi proses belajar atau terjadinya perubahan tingkah laku sebelum kegiatan belajar mengajar dikelas seorang guru perlu menyiapkan atau merencanakan berbagai pengalaman belajar yang akan diberikan pada siswa, dan pengalaman belajar tersebut harus sesuai dengan tujuan yang ingin di capai proses belajar itu terjadi secara internal dan bersifat pribadi dalam diri siswa agar proses belajar tersebut mengarah pada tercapainya tujuan dalam kurikulum maka guru harus merencanakan dengan seksama dan sistematis berbagai pengalaman belajar yang memungkinkan perubahan  tingkah laku siswa sesuai dengan apa yang di diharapkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o Bahri Syaiful, Psikologi Belajar, Rineka Cipta, Jakarta, 2002&lt;br /&gt;o Syah Muhibbin, Psikologi Belajar, Logos, Jakarta, 2001&lt;br /&gt;o Internet &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;M A K A L A H&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PELAKSANAAN BIMBINGAN DAN PENYULUHAN&lt;br /&gt;PENDIDIKAN AGAMA DI SEKOLAH AGAMA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makalah ini di ajukan untuk memenuhi tugas &lt;br /&gt;mata kuliah Bimbingan Dan Penyuluhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Susun Oleh:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ach Saedi Tamin&lt;br /&gt;Taufiqur Rahman&lt;br /&gt;Samsul Arifin&lt;br /&gt;Safi’i&lt;br /&gt;Rahmatul Qomar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UNIVERSITAS ISLAM MADURA (UIM)&lt;br /&gt;BETTET PAMEKASAN &lt;br /&gt;2009&lt;br /&gt;KATA PENGANTAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, sholawat serta salamnya semoga tetap tercurahkan kepada revolusioner islam Muhammad saw. Karena dengan rahmat, berkah dan karuniahnya sehingga makalah ini yang berjudul “pelaksanaan bimbingan dan penyuluhan pendidikan agama di sekolah agama” dapat terselaikan dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan erselesainya makalah ini di harapkan pada teman-teman mahasiswa khususnya di FAI  untuk mengkaji dan memahami secara mendalam hal-hal yang berkaitan dengan pembahasan dalam makalah ini, untuk selanjutnya di implementaskan menuju rekonstruksi pendidikan khususnya pendidikan agama islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya kami sadar bahwa makalah ini jauh dari kesempurnaan, maka di harapkan pula pada teman-teman mahasiswa khususnya ibu dosen untuk memberikan saran dan kritik konstruktif demi kesempurnaan nakalah ini. Dan semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua dan masyarakat pada umumya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR ISI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KATA PENGANTARi&lt;br /&gt;DAFTAR ISI&lt;br /&gt;BAB I&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;PEMBAHASAN&lt;br /&gt;Pelaksanaan bimbingan dan penyuluhan pendidikan agama di sekolah agama&lt;br /&gt;A.  Permasalahan &lt;br /&gt;B. Sasaran &lt;br /&gt;C. Arah Kebijakan &lt;br /&gt;D. Program &lt;br /&gt;BAB III&lt;br /&gt;KESIMPULAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB I&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang di katakana oleh ilmuan klasik bahwa peradaban dan moral bangsa saat ini jauh lebih buruk dari pada masa sepuluh tahun yang silam, dan sepuluh tahun mendatang juga lebih buruk dari pada saat sekarang. Detik demi detik, hari berganti hari, bulan berganti bulan dan tahun berganti tahun peradaban dan moralitas bangsa  selalu mengalami reduksi – dekadensi yang sampai saat ini belum di temukan solusi solutifnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehubungan dengan UUD No 20 tahun 2003 Bab 1. bahwa pendidikan adalah uasaha sadar atau terencana untuk meningaktkan suasana belajar mengajar secara aktif mengmbangkan potensi dirinya agar memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengndalian diri, akhlaq mulia, dan kecerdasan kehidupan bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas dasar inilah kita mempunyai keharusan dan kewajiban untuk mengkaji dan memhami masalah pendidikan agama islam ditengah-tengah reduksitas sekolah islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;PEMBAHASAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelaksanaan bimbingan dan penyuluhan pendidikan agama di sekolah agama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.  Permasalahan &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Permasalahan  pembangunan  beragama  sebagai  berikut  : &lt;br /&gt;1. pemahaman,  penghayatan,  dan  pengamalan  ajaran  agama  di masyarakat kurang memadai&lt;br /&gt;2. kehidupan beragama pada sebagian masyarakat  baru  mencapai  tataran  symbol simbol  keagamaan  dan belum  sepenuhnya  bersifat  substansial  ;&lt;br /&gt;3. berbagai perilaku masyarakat  yang  bertentangan  dengan  moralitas  dan  etika  keagamaan;&lt;br /&gt;4. pemahaman,  penghayatan,  dan  pengamalan  ajaran agama  di  kalangan  peserta didik  juga  belum  memuaskan &lt;br /&gt;5. rendahnya  kualitas  dan  kuantitas  serta  sarana  dan  prasarana pendidikan agama&lt;br /&gt;6. pelayanan  kehidupan  beragama  belum memadai&lt;br /&gt;7. sarana  dan  prasarana  ibadah  belum  optimal pemanfaatannya  dan  belum efektif  pengelolaan  dana  sosial  keagamaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.  Sasaran &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sasaran peningkatan kualitas kehidupan beragama adalah: &lt;br /&gt;1. Meningkatnya  kualitas  pelayanan  dan  pemahaman  agama  serta kehidupan beragama; &lt;br /&gt;2. Meningkatnya kualitas pemahaman, penghayatan, dan pengamalan ajaran  agama dalam  kehidupan  bermasyarakat,  berbangsa  dan bernegara,  sehingga  kualitas masyarakat  dari  sisi  rohani  semakin baik. Upaya  ini  juga  ditujukan  pada anak  peserta  didik  di  semua jalur,  jenis  dan  jenjang  pendidikan,  sehingga pemahaman  dan pengamalan ajaran agama dapat ditanamkan sejak dini pada anak-anak&lt;br /&gt;3. Meningkatnya  kepedulian  dan  kesadaran  masyarakat  dalam memenuhi  kewajiban  membayar  zakat,  wakaf,  infak,  shodaqoh, dalam rangka mengurangi kesenjangan sosial di masyarakat; &lt;br /&gt;4. Meningkatnya  kualitas  pelayanan  kehidupan  beragama  bagi seluruh  lapisan  masyarakat  sehingga  mereka  dapat  memperoleh hak-hak  dasar  dalam  memeluk  agamanya  masing-masing  dan beribadat sesuai agama dan kepercayaannya&lt;br /&gt;5. Peningkatan kerukunan antar umat beragama. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;C.  Arah Kebijakan &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Arah  kebijakan  peningkatan  kualitas  kehidupan  beragama  sebagai berikut &lt;br /&gt;1. Peningkatan  kualitas  pelayanan  dan  pemahaman  agama  serta kehidupan beragama &lt;br /&gt;a. Peningkatan  kualitas  pemahaman,  penghayatan,  dan pengamalan ajaran agama; &lt;br /&gt;b. Peningkatan  kualitas  pendidikan  agama  dan  pendidikan keagamaan pada semua jalur, jenis, dan jenjang pendidikan; &lt;br /&gt;c. Peningkatan  kualitas  tenaga  kependidikan  agama  dan keagamaan; &lt;br /&gt;d. Peningkatan  kesadaran  masyarakat  dalam  membayar  zakat, wakaf, infak, shodaqoh, &lt;br /&gt;e. Peningkatan  kualitas  tenaga  penyuluh  agama  dan  pelayanan keagamaan lainnya; &lt;br /&gt;f. Peningkatan  kualitas  penataan  dan  pengelolaan  serta pengembangan  fasilitas  pada  pelaksanaan  ibadah,  dengan memperhatikan  kepentingan  seluruh  lapisan  umat  beragama dengan akses yang sama bagi setiap pemeluk agama; &lt;br /&gt;g. Pembinaan  keluarga  harmonis  untuk  menempatkan  keluarga sebagai pilar utama pembentukan moral dan etika; &lt;br /&gt;h. Peningkatan kualitas dan kapasitas lembaga sosial keagamaan dan lembaga pendidikan keagamaan;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;2. Peningkatan Kerukunan Intern dan Antar umat Beragama &lt;br /&gt;a) Peningkatan  upaya  menjaga  keserasian  sosial  di  dalam kelompok-kelompok  keagamaan  dengan  memanfaatkan kearifan  lokal  dalam  rangka  memperkuat  hubungan  sosial  masyarakat&lt;br /&gt;b) Pencegahan  kemungkinan  berkembangnya  potensi  konflik  di dalam masyarakat yang mengandung sentimen keagamaan; &lt;br /&gt;c) Peningkatan  kerjasama  intern  dan  antarumat  beragama  di bidang sosial ekonomi. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;D.  Program &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Peningkatan kualitas kehidupan beragama dijabarkan ke dalam program pembangunan sebagai berikut. &lt;br /&gt;1. Program  Peningkatan  Pemahaman,  Penghayatan, Pengamalan, dan Pengembangan Nilai-Nilai Keagamaan &lt;br /&gt;a. Penyuluhan  dan  bimbingan  keagamaan  bagi masyarakat  dan aparatur negara;  &lt;br /&gt;b. Menyediakan sarana dan prasarana penerangan dan bimbingan  keagamaan;  &lt;br /&gt;c. Pelatihan  bagi  penyuluh,  pembimbing,  mubaligh/dai/juru penerang dan orientasi bagi pemuka agama;  &lt;br /&gt;d. Mengembangkan  materi  dan  manajemen  penyuluhan  dan bimbingan  keagamaan;  serta  pemberian  bantuan  paket dakwah untuk daerah tertinggal dan terpencil; &lt;br /&gt;e. Pemberian bantuan penyelenggaraan aktifitas keagamaan &lt;br /&gt;f. Pembentukan  jaringan  dan  kerjasama  lintas  sektor  serta masyarakat untuk memberantas pornografi, pornoaksi, praktek KKN,  penyalahgunaan  narkoba,  perjudian,  prostitusi,  dan berbagai jenis praktek asusila;  &lt;br /&gt;g. Pelaksanaan  siar  agama,  hari-hari  besar  agama,  MTQ,  dan lain-lain. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;2. Program  Peningkatan  Pendidikan  Agama  dan  Pendidikan  Keagamaan &lt;br /&gt;a) membina  pendidik  menjadi  manusia  yang  beriman  dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia;  &lt;br /&gt;b) mempersiapkan  peserta  didik  menjadi  anggota  masyarakat yang  memahami  ilmu  agama  dan  mengamalkan  nilai-nilai ajaran agama. &lt;br /&gt;c) Penyusunan  Perda  tentang  muatan  lokal  mengenai  Aqidah, Akhlak dan Ibadah disetiap Sekolah.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;3. Program Peningkatan Pelayanan Kehidupan Beragama &lt;br /&gt;a) Pemberian  bantuan  untuk:  rehabilitasi  tempat  ibadah  dan pengembangan perpustakaan tempat peribadatan&lt;br /&gt;b) Peningkatan  pelayanan  pembinaan  keluarga  sakinah  dan bahagia,  peningkatan  pelayanan  nikah  melalui  peningkatan kemampuan  dan  jangkauan  petugas  pencatat  nikah  serta pembangunan  dan  rehabilitasi  balai  nikah  dan  penasehatan  perkawinan (KUA);  &lt;br /&gt;c) Peningkatan  fungsi  dan  peran  tempat  ibadah  sebagai  pusat pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat; &lt;br /&gt;d) Peningkatan  pelayanan  dan  pengelolaan  zakat,  wakaf,  infak, shodaqoh, serta dipusatkan di desa dan kecamatan. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;4. Program  Pengembangan  Lembaga-Lembaga  Sosial  Keagamaan dan Lembaga Pendidikan Keagamaan &lt;br /&gt;a) Pemberdayaan  lembaga-lembaga  sosial  keagamaan,  seperti kelompok  jemaah,  organisasi  keagamaan,  pengelola  dana sosial keagamaan; &lt;br /&gt;b) Pemberian bantuan untuk penyelenggaraan berbagai kegiatan sosial  keagamaan  dan  pendidikan  keagamaan;  bantuan pembangunan  dan  rehabilitasi  sarana  prasarana  kepada lembaga  sosial  keagamaan  dan  lembaga  pendidikan keagamaan;  dan  block-grant  pengembangan  lembaga  sosial keagamaan dan lembaga pendidikan keagamaan; &lt;br /&gt;c) Pembangunan  jaringan  kerja  sama  dan  sistem  informasi lembaga  sosial  keagamaan  dan  lembaga  pendidikan keagamaan&lt;br /&gt;d) Pengkajian,  penelitian,  dan  pengembangan  mutu  pembinaan lembaga-lembaga  sosial  keagamaan  dan  lembaga  pendidikan keagamaan. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;5. Program Penelitian dan Pengembangan Agama &lt;br /&gt;a. Pengkajian  dan  pengembangan  mutu  pembinaan  dan partisipasi  masyarakat  untuk  mendukung  kualitas  kehidupan beragama  dan  melakukan  tinjauan  bagi  antisipasi  dampak negatif  modernisasi,  globalisasi,  dan  perubahan  sosial  yang semakin cepat dan kompleks; &lt;br /&gt;b. Identifikasi  dan  merumuskan  indikator  kinerja  pembangunan bidang agama; &lt;br /&gt;c. Peningkatan kreativitas masyarakat untuk menghasilkan karya ilmiah dan karya tulis di bidang keagamaan; &lt;br /&gt;d. Kajian  terhadap  peraturan-perauran  tentang  kehidupan  umat beragama; &lt;br /&gt;e. Penelitian, kajian dan pemetaan konflik sosial keagamaan&lt;br /&gt;f. Pengembangan  hasil-hasil  penelitian  dalam  rangka peningkatan kualitas pelayanan kehidupan beragama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB III&lt;br /&gt;KESIMPULAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelaksanaan bimbingan dan penyuluhan pendidikan agama di sekolah agama&lt;br /&gt;E. Permasalahan &lt;br /&gt;Permasalahan  pembangunan  beragama  sebagai  berikut  : &lt;br /&gt;pemahaman,  penghayatan,  dan  pengamalan  ajaran  agama  di masyarakat kurang memadai dan kehidupan beragama pada sebagian masyarakat  baru  mencapai  tataran  symbol simbol  keagamaan  dan belum  sepenuhnya  bersifat  substansial&lt;br /&gt;F. Sasaran &lt;br /&gt;Sasaran peningkatan kualitas kehidupan beragama adalah: &lt;br /&gt;Meningkatnya  kualitas  pelayanan  dan  pemahaman  agama  serta kehidupan beragama dan Meningkatnya kualitas pemahaman, penghayatan, dan pengamalan ajaran  agama dalam  kehidupan  bermasyarakat,  berbangsa  dan bernegara,  sehingga  kualitas masyarakat  dari  sisi  rohani  semakin baik. Upaya  ini  juga  ditujukan  pada anak  peserta  didik  di  semua jalur,  jenis  dan  jenjang  pendidikan,  sehingga pemahaman  dan pengamalan ajaran agama dapat ditanamkan sejak dini pada anak-anak&lt;br /&gt;G. Arah Kebijakan &lt;br /&gt;Arah  kebijakan  peningkatan  kualitas  kehidupan  beragama  sebagai berikut &lt;br /&gt; Peningkatan  kualitas  pelayanan  dan  pemahaman  agama  serta kehidupan beragama &lt;br /&gt; Peningkatan Kerukunan Intern dan Antar umat Beragama &lt;br /&gt;H. Program &lt;br /&gt;Peningkatan kualitas kehidupan beragama dijabarkan ke dalam program pembangunan sebagai berikut. &lt;br /&gt;1. Program  Peningkatan  Pendidikan  Agama  dan  Pendidikan  Keagamaan &lt;br /&gt;2. Program Peningkatan Pelayanan Kehidupan Beragama &lt;br /&gt;3. Program  Pengembangan  Lembaga-Lembaga  Sosial  Keagamaan dan Lembaga Pendidikan Keagamaan &lt;br /&gt;4. Program Penelitian dan Pengembangan Agama &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MAKALAH TENTANG &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RUANG LINGKUP &lt;br /&gt;AL-QURAN DAN TAFSIR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diajukan untuk memenuhi tugas&lt;br /&gt; mata kuliah agama islam&lt;br /&gt;Bimbingan agus salim  M.Pd.i&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disusun oleh:&lt;br /&gt;LUMMAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UNIVERSITAS ISLAM MADURA (UIM)&lt;br /&gt;BETTEET PAMEKASAN MADURA&lt;br /&gt;2009-2010&lt;br /&gt;KATA PENGANTAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puji syukur kehadiran Allah SWT  atas linpahan rahmat serta hidayahnya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini sebagai respon dalam memenuhi tugas mata kuliah “pengembangan kurikulum” disamping itu shalawat dan salam kami haturkan kepada sang refolusioner dan legendaris islam yang sangat berjasa mengangkat harkat dan martabat umat manusia melalai wahyu yang di sampikannya, beliau adalah baginda Nabi Muhammad Ibnu Abdillah. &lt;br /&gt;Seterusnya kami tidak lupa mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada rekan-rekan yang telah ikut serta dalam proses penyelesaian makalah ini, terutama kepada Bapaak Kholishul Mukhlis yang senantiasa memberikan motivasi serta bimbingan kepada kami dalam memperluas wawasan dan mempertajam pengetauan. Atas segala konstribusi yang mereka berikan, kami hanya bisa berdo’a semoga bernilai pahala disisi Allah yang maha kuasa. Dan kami berdo’a semoga makalah ini bermanfaat kepada para pembaca khususnya bagi penulis dalam rangka membentuk jati diri menjadi seseorang yang profesional dalam dunia pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Pamekasan 01-11-2009&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Penulis  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR ISI &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Pengantar  1&lt;br /&gt;Daftar Isi  2&lt;br /&gt;BAB I PENDAHULUAN  3&lt;br /&gt;A. Latar Belakang   3&lt;br /&gt;B. Rumusan masalah  4&lt;br /&gt;C. Tujuan   4&lt;br /&gt;BAB II PEMBAHASAN  5&lt;br /&gt;Ruang Lingkup Pengajaran Al-Quran Dan Tafsir   5&lt;br /&gt;A. Ruang Lingkup pengajaran Al-Quran  5&lt;br /&gt;B. Ruang Lingkup Pengajaran Tafsir   6&lt;br /&gt;BAB III  8&lt;br /&gt;KESIMPULAN  8&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA  9&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB I&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Latar Belakang  &lt;br /&gt;Al-Qur’an merupakan salah satu komponen yang memiliki peran penting dalam system pendidikan, sebab dalam MPDP Al-Qur’an dan Tafsir bukan hanya di rumuskan tujuan yang harus di capai sehingga memperjelas arah pendidikan, akan tetapi juga memberikan pemahaman tetang pengalaman belajar yang harus di miliki setiap siswa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pengalaman dan pengajaran merupakan dua hal yang tidak terpisahkan walaupun keduanya memiliki posisi yang berbeda. Al-Qur’an berfungsi sebagai pedoman yang memberikan arah dan tujuan pendidikan serta isi yang harus di pelajari, sedangkan pengajaran adalah proses yang terjadi dalam interaksi belajar dan mengajar antara guru dan siswa. Dengan demikian tampa kurikulum sebagai sebuah rencana maka pembelajaran atau pengajaran tidak akan efektif, demikian pula tampa pembelajaran atau pengajaran sebagai implementasi sebuah rencana maka MPDP Al-Qur’an tidak akan memiliki arti apapun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan asumsi sederhana di atas, maka jelas sudah bahwa eksistensi A-Qur’an begitu urgen dalam dunia pedidikan. Namun sebelum lebih jauh melangkah, terlebih dahulu kita harus memahami tentang konsep-konsep itu sendiri, dengan kata lain kita di tuntut mengetahui esensi serta peranan dari sebuah metode, karena dengan pemahaman tentang persoalan ini, nantinya akan memudahkan kita dalam membuat sebuah metode sebagai pedoman dalam pembelajaran. Oleh karenanya dalam persoalan ini penulis paparkan sedemikian rupa dengan tujuan agar makalah ini bisa dijadikan referensi dasar sebelum melangkah lebih jauh belajar tentang MPDP Al-Qur’an dan tafsir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Rumusan masalah &lt;br /&gt;Makalah ini membahas tentang Al-Quran dan Tafsir. Terutama yang berkaitan dengan pengajaran dan urgensitas Al-Quran dan Tafsir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Tujuan &lt;br /&gt;Untuk menanamkan pengetahuan yang lebih mendalam tentang Al-Quran dan Tafsir dan mencetak insan yang handal dan professional khususnya tentang Al-Quran dan Tafsir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;PEMBAHASAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RUANG LINGKUP AL-QURAN DAN TAFSIR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Ruang Lingkup pengajaran Al-Quran&lt;br /&gt; AL-Quran merupakan salah satu pedoman atau paradigma utama yang sangat sakral  dalam kehidupan manusia terutama dalam dunia pendidikan terkait dengan metode pendidikan dan pengajaran (MPDP) Al-Quran dan Tafsir sebagai acuan utama dalam proses pengembangan dan pematangan pengetahuan dan kepribadian peserta didik. Dibawah ini adalah klasifikasi tentang ruang lingkup pengajaran Al-Qurandan Tafsir, diantaranya adalah: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ikhbar (kabar/informasi)&lt;br /&gt; Al-Quran diturunkan kepada nabi Muhammad SAW. Melalui malaikat Jibril  dalam bahasa arab dengan segala macam kekayaan bahasanya sebagai kabar/informasi kepada seluruh ummat manusia untuk mengetahui, dipahami yang kemudian diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, di dalamnya terdapat penjelasan mengenai dasar-dasar aqidah, kaidah-kaidah syariat, asas-asas perilaku dan menuntun manusia ke jalan yang lurus dalam berfikir dan beramal. Begitu banyak ayat-ayat dalam Al-Quran yang menerangkan bahwa AlQuran sebagai kabar, diantara firmannya dalam surat An-Nahl :89 yang artinya “Kami turunkan kepadamu alkitab (al-quran) untuk menmjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Qisshah (sejarah/history)&lt;br /&gt; Dalam Al-Quran banyak yang menceritakan  tentang sejarah zaman dahulu (sebelum nabi Muhammad), baik sejarah para nabi, rasul dan kejadian-kejadian vital yang penuh hikmah untuk dijadikan sebuah rujukan pada seluruh ummat manusia. Firman Allah SWT dalam surat As-saba’ 28. yang artinya ”dan kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada ummat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan ummat manusia tiada mengetahui”.  &lt;br /&gt;Jadi ayat tersebut cukup jelas menunjukkan bahwa Al-Quran juga berisikan kisah-kisah atau sejarah-sejarah kehidupan pada masa dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Tahkim (hukum/ketentuan)&lt;br /&gt; Segala sesuatu yang diperintahkan Allah dalam Al-Quran harus dikerjakan karena itu semua merupakan perintahNYA dan semua sesuatu yang dilarang Allah dalam Al-Quran juga harus dijauhi karena demikian itu merupakan laranganNYA. Kita manusia sebagai hamba allah mempunyai keharusan/kewajiban untuk mengimplimentasikan segala sesuatu yang ada dalam Al-Quran, karena Al-Quran (isi kandungannya) merupakan hukum atau ketentuan allah yang harus kita aplikasikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Ruang Lingkup Tafsir &lt;br /&gt; Tafsir berasal dari al-fusru yang mempunyai arti al-ibanah wa al-kasyf (menjelaskan dan menyingkap sesuatu). Dalam arti termenologi ialah ilmu untuk memahami kitab Allah SWT. Yang diturunkan kepada nabi Muhammad SAW, menjelaskan makna-maknanya, menyimpulkan hikmah dan hukum-hukumnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Esensitas (kebenaran) Al-Quran&lt;br /&gt; Al-Quran diturunkan kepada nabi Muhammad SAW. Melalui malaikat Jibril  dalam bahasa arab dengan segala macam kekayaan bahasanya sebagai kabar/informasi kepada seluruh ummat manusia untuk mengetahui, dipahami yang kemudian diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, di dalamnya terdapat penjelasan mengenai dasar-dasar aqidah, kaidah-kaidah syariat, asas-asas perilaku dan menuntun manusia ke jalan yang lurus dalam berfikir dan beramal.&lt;br /&gt;Namun Allah SWT tidak memberi perincian-perincian dalam masalah-masalah itu sehingga banyak lafald al-quran yang membutuhkan interpretasi penafsiarn-penafsiran, apalagi sering menggunakan kalimat yang singkat namun luas pengertiannya. Dalam lafald yang sedikit saja dapat terhimpun sekian banyak makna. Untuk itulah, diperlukan interpretasi al-quran yang benar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Mengetahui Asbabun Nuzul dari Al-Quran &lt;br /&gt;Ayat Al-Quran diturunkan secara berangsur-angsur menurut kejadian pada saat itu untuk memberikan wacana dalam penentuan sebuah hukum. Sejarah ini diawalai pada masa Rasulullah SAW ketika masih hidup. Sering kali timbul beberapa perbedaan pemahaman tentang makna sebuah ayat. Untuk itu, mereka dapat langsung menanyakannya kepada Rasulullah SAW karena Al-Quran diturunkan langsung dari Allah pada nabi melalui malaikat jibril. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB III&lt;br /&gt;KESIMPULAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RUANG LINGKUP AL-QURAN DAN TAFSIR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Ruang Lingkup pengajaran Al-Quran&lt;br /&gt;6. Ikhbar (kabar/informasi)&lt;br /&gt;7. Qissah (sejarah/history) &lt;br /&gt;8. Tahkim (hukum/ketentuan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Ruang Lingkup Pengajaran Tafsir &lt;br /&gt;9. Esensitas (kebenaran) Al-Quran&lt;br /&gt;10. Mengetahui Asbabun Nuzul dari Al-Quran &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;• Al-Qur’an dan Terjemahan.&lt;br /&gt;• AT-UHFATUL MARDHIYYAH, Syekh Abdul majid, AL-Adawi. &lt;br /&gt;• RIYADHUS SHAALIHIN, Imam Yahya bin Syaraf  An-Nawi. &lt;br /&gt;• AL-JAAMI’US SHAGHIR, Imam Jalaluddin As-suyuth &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MAKALAH&lt;br /&gt;ANALISIS TUGAS&lt;br /&gt;Makalah ini di Ajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah &lt;br /&gt;Perencanaan Sistem pengajaran PAI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dosen Pembina:&lt;br /&gt;Lailatur Rahmah M.Pd&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di susun oleh: &lt;br /&gt;Ach. Rosyadi&lt;br /&gt;Syafi’ie&lt;br /&gt;Nawawi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UNIVERSITAS ISLAM MADURA (UIM)&lt;br /&gt;BETTET PAMEKASAN MADURA&lt;br /&gt;2009/2010&lt;br /&gt;KATA  PENGANTAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Alhamdulilla segala puji bagi allah, tuhan semesta alam penguasa semua makhluk, Shalawat dan salamnya semoga mengalir deras kepada revolusioner islam Muhammad SAW. karena dengan rahmat dan ma’unahnya makalah ini yang berjudul MENGANALISIS TUGAS  dapat  diselesaikan dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dengan terselesainya makalah ini diharapkan pada teman-teman mahasiswa di PAI khususnya dapat mengetahui, mengenal, dan menghayati hal-hal yang berkaitan dengan tema yang diangkat dalam makalah ini dan kemudian diimplementasikan dalam dunia pendidikan dan aktifitas sehari-hari dengan sebenar-benarnya untuk mencetak generasi professional dan handal dalam bidangnya masing-masing. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Selanjutnya, kami sadar bahwa makalah ini jauh dari kesempurnaan, dan diharapkan pula pada teman-teman dan dosen pembimbing khususnya utuk memberikan kritik dan saran konstruktif demi kesempurnaan makalah ini. Akhirnya ucapan terima kasih kami sampaikan kepada dosen Pembina dan teman-teman yang telah berpartisipasi menyelesaikan makalah ini. Hati selalu berharap, fikiran telah menggarap dan mulut selalu berucap Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi teman-teman mahasiswa dan masyarakat pada umumnya. Amin…!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pamekasan, 09 November, 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR ISI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KATA PENGANTAR   1&lt;br /&gt;DAFTAR ISI  2&lt;br /&gt;BAB I PENDAHULUAN  3&lt;br /&gt;A. Latar Belakang  3&lt;br /&gt;B. Rumusan Masalah  3&lt;br /&gt;C. Tujuan Pembahasan 3&lt;br /&gt;BAB II PEMBAHASAN 4&lt;br /&gt;MENGANALISIS TUGAS 4&lt;br /&gt;A. Dokumentasi   4&lt;br /&gt;B. Observasi  5&lt;br /&gt;C. Wawancara  5&lt;br /&gt;D. Analisis Awal  5&lt;br /&gt;E. Fokus Analisis Tugas  6&lt;br /&gt;F. Evaluasi   6&lt;br /&gt;BAB III  7&lt;br /&gt;KESIMPULAN  7&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA  8&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB I&lt;br /&gt;PENDAHULUAN &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Latar Belakang&lt;br /&gt;Menganalisis tugas merupakan suatu hal yang harus kita katahui dan kita pelajari, karena kita merupakan mahluk  yang kreatif dan tak lepas dari aktifitas, yang mana dalam mengerjakan sesuatu haruslah dibarengi dengan persiapan yang matang oleh karena itu sangat penting bagi kita untuk selalu mempelajari sekaligus memahami hal-hal yang berkaitan dengan tugas/pekerjaan utamanya dalam bidang analisis yang meliputi persiapan dan kinerjanyan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Rumusan Masalah&lt;br /&gt;Dari paparan diatas kami dapat simpulkan sebagai sumber pembahasan dalam maklah ini, bahwa dalam setiap melakukan pekerjaan atau tugas diperlukan analisi untuk menyiapkan alat-alat apa yang digunakan dan dibutuhkan, apa dan bagaimana sebuah tugas atau pekerjaan itu dilaksanakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Tujuan Pembahasan&lt;br /&gt;Makalah ini disusun bertujuan agar kita mengetahui, memahami dan mengerti tentang hal-hal yang berhubungan dengan aktifitas manusia sehari-sahari dan agar lebih mudah dan gampang dalam pelaksanaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BABII&lt;br /&gt;PEMBAHASAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ANALISIS TUGAS &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses menganalisis dan menggambarkan bagaimana manusia melaksanakan tugas/pekerjaannya, apa saja yang dilakukan peralatan apa yang digunakan dan hal-hal apa saja yang perlu diketahui. Memeriksa tugas-tugas untuk mengetahui dengan baik apa yang dibutuhkan dari dan bagaimana mereka akan menggunakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Analisis tugas memiliki ruang lingkup yang luas. Selain meliputi tugas-tugas yang melibatkan penggunaan computer atau alat-alat lain yang berkaitan dengan tugas tersebut, analisis tugas juga memodelkan aspek-aspek dunia nyata baik yang menjadi bagian maupun tidak. Misalnya, jika dilakukan analisis tugas terhadap pekerjaan untuk melakukan makalah, maka, mengambil kertas, bullpen, mencari referensi dibuku atau internet dan mengetiknya di komputer akan menjadi bagian dari hal-hal yang tercakup didalamnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Analisis tugas memungkinkan kita membuat suatu struktur data mengenai tugas dan hasilnya akan baik jika didukung oleh sumber data yang baik pula. Proses analisis data tidak semata-mata mengumpulkan, menganalisis, mengorganisasikan data dan mempresentasikan hasil, namun kadangkala kita harus kembali melihat sumber data tersebut dengan pertanyaan dan pandangan baru. Pada prakteknya, keterbatasan waktu dan biaya menyebabkan seorang analis berusaha mengumpulkan data yang relevan secepat dan seekonomis mungkin. Bahkan jika dimungkinkan, seorang analis harus dapat memaksimumkan penggunaan sumber informasi murah yang sudah ada sebelum melakukan pengumpulan data yang memakan biaya. Berikut ini adalah beberapa sumber informasi yang dapat dipergunakan untuk membuat analisis tugas: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Dokumentasi  &lt;br /&gt;Sumber data yang mudah didapat adalah dokumentasi yang telah ada di organisasi/instansi seperti buku manual, buku instruksi, materi training dan lain sebagainya. Dokumen-dokumen ini umumnya berfokus pada item tertentu dalam suatu peralatan atau software komputer. Dokumen manual peralatan tertentu misalnya, mungkin hanya memberikan informasi mengenai fungsi dari peralatan tersebut tidak bagaimana peralatan tersebut digunakan dalam pengerjaan suatu tugas. Selain itu juga mungkin terdapat dokumen peraturan perusahaan dan deskripsi tugas yang memberikan informasi mengenai tugas tertentu dalam konteks yang lebih luas. Namun perlu diperhatikan, dokumentasi jenis ini hanya memberitahukan bagaimana seharusnya suatu pekerjaan dilakukan bukan bagaimana sebenarnya seseorang melakukan pekerjaan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Observasi&lt;br /&gt;Observasi langsung baik secara formal maupun informal perlu dilakukan jika seorang analis ingin mengetahui kondisi dari pengerjaan tugas. Hasil observasi dan dokumentasi yang ada dapat digunakan untuk analisis sebelum memutuskan untuk melakukan pengumpulan data dengan tehnik lain yang memakan biaya. Observasi dapat dilakukan di lapangan atau dalam sebuah laboratorium. Jika observasi dilakukan di lapangan analis dapat mengetahui kondisi yang sebenarnya dari proses pengerjaan tugas. Sebaliknya, pada observasi yang dilakukan di laboratorium, analis dapat lebih mengendalikan lingkungan dan umumnya tersedia fasilitas yang lebih baik. Observasi juga dapat dilakukan secara aktif dengan memberikan pertanyaan atau secara pasif dengan hanya memperhatikan obyek ketika sedang bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Wawancara&lt;br /&gt;Bertanya pada seorang yang ahli pada bidang tugas yang akan dianalisis,  seringnya merupakan cara langsung yang cepat untuk mendapatkan informasi mengenai suatu tugas. Ahli tersebut bisa saja si manager, supervisor, atau staf yang memang mengerjakan tugas tersebut. Wawancara kepada ahli sebaiknya dilakukan setelah observasi. Hasil observasi dapat direfleksikan dengan wawancara untuk mengetahui perilaku atau kondisi yang diinginkan dan tidak diinginkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Analisis Awal&lt;br /&gt;Setelah data diperoleh dari beberapa sumber seperti buku manual, observasi maupun wawancara, maka detail analisis dengan berbagai metode yang ada dapat mulai dilakukan. Untuk tahap awal, dapat dilakukan dengan mendaftar obyek dan aksi dasar. Cara mudah yang dapat ditempuh adalah dengan menelusuri dokumen-dokumen yang ada dan mencari kata benda yang akan menjadi obyek, serta kata kerja yang akan menjadi aksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data yang telah terkumpul dari kegiatan tahapan-tahapan tersebut, tidak ada artinya bila tidak diadakan pengolahan secara cermat. Semua data harus diolah dan dikaji untuk mengetahui secara pasti cara-cara, bagaimana dan alat apa yang akan digunakan oleh analis.&lt;br /&gt;Dalam pengolahan data, langkah yang dapat di tempuh antara lain: &lt;br /&gt;a) Identifikasi masalah&lt;br /&gt;b) Membandingkan antar masalah &lt;br /&gt;c) Membandingkan dengan hasil observasi, wawancara dan dukumen &lt;br /&gt;d) Menarik kesimpulan.&lt;br /&gt;Namun hal ini tidaklah selamanya cukup. Tidak mudah mengenali posisi obyek dan aksi tersebut dalam dokumen terutama untuk obyek atau aksi yang dijelaskan secara implisit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Fokus Analisis Tugas&lt;br /&gt;Fokus pada lingkungan yang kelihatan / tampak Apa kebiasaan, metode, langkah-langkah, objek, ….. yang digunakan. Mangamati, apa yang mereka kerjakan, kemudian bagaimana mereka mengerjakannya. Bukan pada state kognitif internal pekerjaan. Jangan hanya melihat pada sistem pekerjaan dan interaksinya saja. Mempelajari proses yang berhubungan dan objek pada lingkungan dimana manusia akan menggunakannya dan membutuhkannya. Contoh: lingkungan kantor – kertas, papan tulis, dll&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F. Evaluasi &lt;br /&gt;Evaluasi disini dimaksudkan untuk mengetahui apakah langkah-langkah atau tahapan-tahapan diatas memperoleh hasil yang optimal dan baik sesuai dengan yang diharapkan atau bahkan tidak sama sekali, apabila kurang baik, maka perlu diadakan pengecekan kembali ke belakang faktor-faktor apa yang menyebabkan langkah-langkah tersebut tidak optimal. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;BAB III&lt;br /&gt;KESIMPULAN &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ANALISIS TUGAS &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Proses menganalisis dan menggambarkan bagaimana manusia melaksanakan tugas/pekerjaannya, apa saja yang dilakukan, peralatan apa saja yang dibutuhkan dan digunakan dan hal-hal apa saja yang perlu diketahui. Memeriksa tugas-tugas untuk mengetahui dengan baik apa yang dibutuhkan dari dan bagaimana mereka akan menggunakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kemudian, kita jangan hanya melihat pada sistem pekerjaan dan interaksinya saja. Mempelajari proses yang berhubungan dan objek pada lingkungan dimana manusia akan menggunakannya dan membutuhkannya juga sangat penting.&lt;br /&gt;Ada banyak langkah-langkah untuk menganalisis (mengetahui bagaimana, apa dan alat apa) sebuah tugas atau pekerjaan dilaksanakan. Diantaranya adalah:&lt;br /&gt;A. Dokumentasi  &lt;br /&gt;B. Observasi&lt;br /&gt;C. Wawancara&lt;br /&gt;D. Analisis Awal&lt;br /&gt;E. Fokus Analisis Tugas &lt;br /&gt;F. Evaluasi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dengan berbagai langkah-langkah tersebut seorang analis akan mudah menentukan bagaimana, apa dan alat apa saja yang diperlukan dan dignakan dalam realitas pelaksanaan tugas dan akan  mendapatkan titik kulminasi keberhasilan dalam menentukan tugas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Syah Muhibbin, Psikologi Belajar, (Jakarta,  2003)&lt;br /&gt; http://www.mahardhikazifana.com&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;M A K A L A H&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MANHAJUD DAKWAH HIDAYATULLAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makalah ini di ajukan untuk memenuhi tugas &lt;br /&gt;mata kuliah Metodologi Dakwah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dosen pembina Afiful Hair M.Pd.i &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Susun Oleh:&lt;br /&gt;Ach Saidi tamin &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UNIVERSITAS ISLAM MADURA (UIM)&lt;br /&gt;BETTET PAMEKASAN &lt;br /&gt;2009&lt;br /&gt;KATA PENGANTAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah kami panjatkan puja serta puji syukur kehadirat Ilahi Rabbi yang telah memberikan petunjuk melalui Rasul-NYA. Sholawat dan salam semoga abadi tercurah kepada Nabi Muhammad SAW. Pemilik uswah paripurna, Berkat beliau kami bisa mengenal dunia yang begitu menakjubkan, berkat beliau kami bisa terangkat dari Alam Marjinalisasi menuju Alam Pengangkat Derajat Manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ucapan Syukran Jazil kami lantunkan kepada guru tercinta,  berkat bimbingan beliau kami bisa menyelesaikan makalah ini meski masih jauh dari kesempurnaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih kami ucapkan pada teman-temanku yang telah ikut berpartisipasi dalam penyelesaian makalah ini sehingga makalah ini yang berjudul “manhajud dakwah Hidayatullah” bisa terselesaikan dengan baik dan menyenangkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati selalu berharap, pikiran telah menggarap, mulut selalu berucap semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi teman-teman mahasiswa khususnya dan masyarakat pada umumnya. Amin…!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pamkasan 01.01.2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Penulis &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR ISI&lt;br /&gt;KATA PENGANTAR  1&lt;br /&gt;DAFTAR ISI  2&lt;br /&gt;BAB I  3&lt;br /&gt;PEMBAHASAN  3&lt;br /&gt;MANHAJUD DAWAH HIDAYATULLAH 3&lt;br /&gt;A. Historika Berdirinya Hidayatullah  3&lt;br /&gt;B. Eksistensi Hidayatullah Terhadap Masyarakat   4&lt;br /&gt;BAB II  5&lt;br /&gt;PENUTUP 5&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA  6&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB I&lt;br /&gt;PEMBAHASAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MANHAJ DAKWAH HIDAYATULLAH &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Hidayatullah dikenal sebagai organisasi massa Islam berbasis kader dan menyatakan diri sebagai gerakan perjuangan Islam atau Al-Harakah Al-Jihadiyah al-Islamiyah dengan dakwah dan tarbiyah sebagai program utama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Historika Pendirian Hidayatullah&lt;br /&gt; Hidayatullah didirikan 7 Januari 1973 / 2 Dzulhijjah 1392 H. di Balikpapan dalam bentuk pesantren oleh almarhum Ustad Abdullah Said. Kemudian berkembang dengan berbagai amal usaha di bidang sosial, dakwah, pendidikan dan ekonomi serta menyebar ke berbagai daerah di seluruh provinsi di Indonesia. Organisasi ini muncul disaat umat Islam menantikan datangnya abad 15 Hijriah yang diyakini sebagai Abad Kebangkitan Islam. Setelah lebih kurang 17 tahun didirikan, melalui Musyawarah Nasional (Munas) I Hidayatullah pada 9-13 Juli 2000 di Balikpapan, organisasi ini berubah bentuk menjadi organisasi kemasyarakatan dan secara tegas menyatakan diri sebagai gerakan perjuangan Islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sebagai ormas dan gerakan perjuangan Islam, Hidayatullah memiliki tema atau slogan pergerakan, yakni “Back to Qur’an and Sunnah”. Organisasi ini kemudian mencoba menerjemahkan slogan itu lebih konkrit dengan tujuan dan harapan Al-Qur’an dan Sunnah menjadi “Blue Print”  pengembangan peradaban Islami dimasa akan datang dan dapat menjadi pegangan hidup umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Hidayatullah berpandangan kembali ke Al-Qur’an dan Sunnah merupakan hal penting. Apalagi Hidayatullah memandang kemunduran umat Islam lebih disebabkan karena pandangan yang parsial dalam memahami keholistikan ajaran Islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Eksistensi Hidayatullah Terhadap Kehidupan Masyarakat&lt;br /&gt; Hidayatullah yang dikenal sebagai Organisasi Massa Islam yang berbasis kader dan menyatakan dirinya sebagai Gerakan Perjuangan Islam berperan penting dan besar pengaruhnya terhadap kehidupan masyarakat, dengan dakwah dan pendidikan  sebagai misi program utamanya. Banyak berbagai metode/langkah Hidayatullah dalam merealisasikan misinya dalam berdakwah. Diantaranya adalah: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pesantren&lt;br /&gt; Pesantren-Pesantren Hidayatullah berfungsi sebagai tempat untuk mendalami ilmu. Pesantren ini dihuni santri yang tinggal di asrama, guru, pengasuh, pengelola dan jamaah Hidayatullah.&lt;br /&gt; Pola pengajaran di Pesantren Hidayatullah adalah sistem pesantren modern, yaitu penggabungan mata ajaran umum dan mata ajaran khusus atau keislaman. Mata ajaran umum sama seperti mata ajaran pada sekolah-sekolah umum lainnya, seperti matematika, fisika, kimia dll. Mata ajaran khusus yaitu mata ajaran yang berkaitan dengan keislaman, contohnya aqidah, fiqih, bahasa arab, dan hafalan/tahfidz Al Qur'an, serta masih banyak lagi mata ajaran yang lain, sesuai dengan jenjang pendidikan dan letak kampus &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Baitul Maal Hidayatullah&lt;br /&gt; Baitul Maal Hidayatullah (BMH) adalah lembaga di bawah Hidayatullah yang berfungsi mengelola dana zakat, infaq, shadaqah dan wakaf ummat. Baitul Maal Hidayatullah (BMH) mendapat pengukuhan sebagai lembaga amil zakat nasional melalui Surat Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia No. 538 tahun 2001.&lt;br /&gt; Baitul Maal Hidayatullah (BMH) mengelola dana milik ummat yang dipercayakan kepada Hidayatullah untuk disalurkan bagi pemberdayaan ummat, memajukan lembaga-lembaga pendidikan maupun sosial, memajukan dakwah Islam, mengentaskan kaum dhuafa (lemah) maupun mustadh’afin (tertindas). Kini Baitul Maal Hidayatullah telah memiliki 30 kantor perwakilan dan 144 jaringan pos peduli (mitra).&lt;br /&gt;3. Majalah Suara Hidayatullah &lt;br /&gt; Majalah Suara Hidayatullah, atau biasa disingkat Majalah Hidayatullah merupakan salah satu dari badan usaha di lingkungan Hidayatullah yang menggarap bidang pers. Majalah ini dikelola oleh PT Lentera Jaya Abadi, sebuah badan usaha milik ormas Hidayatullah.&lt;br /&gt; Awalnya, majalah ini hanya berupa buletin hasil karya beberapa santri di Pesantren Hidayatullah Balikpapan. Mengingat betapa strategisnya dakwah bil qalam melalui media massa, buletin tersebut terus dikembangkan sampai akhirnya berbentuk majalah seperti sekarang. &lt;br /&gt; Majalah Suara Hidayatullah berisi tentang problematika dan dinamika dakwah, baik di Indonesia maupun dunia. Di dalamnya ada rubrik wawancara dengan tokoh ternama, kajian al-Qur`an dan Hadits, kisah kepahlawanan perjuangan da’i di berbagai pelosok tanah air, hingga masalah keluarga. &lt;br /&gt; Tiras majalah yang terbit sebulan sekali ini sekarang mencapai 50.000-55.000 eksemplar, tersebar di seluruh pelosok tanah air, mulai dari Banda Aceh sampai Merauke. Majalah Suara Hidayatullah berkantor pusat di Surabaya, Jawa Timur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Muslimah Hidayatullah (Mushida)&lt;br /&gt; Di bidang pendidikan, Mushida mengemban amanah untuk mengembangkan lembaga pendidikan Hidayatullah pada tingkatan Taman Kanak-Kanak, Taman bermain, Taman Pendidikan Al Qur’an (TPA). Untuk meningkatkan kualitas guru dilakukan pelatihan rutin, pembinaan manajemen, penerbitan bulletin hingga penyediaan tenaga guru.&lt;br /&gt; Mushida merupakan organisasi otonom Hidayatullah, yang telah memiliki 15 Pengurus Wilayah (PW) di seluruh Indonesia. Mushida bergerak dalam bidang da’wah, pendidikan, dan sosial, dengan fokus garapan adalah pemberdayaan wanita, keluarga dan anak.&lt;br /&gt; Visi Muslhida adalah “Membangun keluarga Qur’ani sebagai tonggak utama terwujudnya masyarakat bertauhid”. Untuk menggapai visi tersebut maka setiap program Mushida mengarah kepada pembentuk pribadi muslimah dalam menunjang perannya sebagai pribadi, istri, ibu dan sebagai anggota masyarakat.&lt;br /&gt;Program pembinaan anggota berupa kegiatan majelis ta’lim yang dilaksanakan secara rutin. Pembinaan yang lebih intensif dilaksanakan melalui Halaqah Tarbiyah, kelompok belajar yang beranggotakan maksimal 10 orang dan dengan kurikulum yang telah ditentukan.  Korps Da’iyah Mushida (KDM) adalah divisi dari Mushida yang bertugas mempersipakan da’iyah yang akan diterjunkan langsung ke tengah-tengah masyarakat, dan senantiasa meningkatkan kuantitas dan kualitas da’iyah melalui berbagai kegiatan pengkaderan dan pelatihan rutin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;PENUTUP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Hidayatullah dikenal sebagai organisasi massa Islam berbasis kader dan menyatakan diri sebagai gerakan perjuangan Islam atau Al-Harakah Al-Jihadiyah al-Islamiyah dengan dakwah dan tarbiyah sebagai program utama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Hidayatullah yang dikenal sebagai Organisasi Massa Islam yang berbasis kader dan menyatakan dirinya sebagai Gerakan Perjuangan Islam berperan penting dan besar pengaruhnya terhadap kehidupan masyarakat, dengan dakwah dan pendidikan  sebagai misi program utamanya. Banyak berbagai metode/langkah Hidayatullah dalam merealisasikan misinya dalam berdakwah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•  (id) Arsip email yahoo groups &lt;br /&gt;• (id)Timika Pos &lt;br /&gt;• (id) email dari yahoo groups &lt;br /&gt;• (id) Kompas &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;M A K A L A H&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENILAI KEBUTUHAN PESERTA DIDIK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makalah ini di ajukan untuk memenuhi tugas &lt;br /&gt;mata kuliah “System Pengajaran PAI”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Susun Oleh:&lt;br /&gt;Farid &lt;br /&gt;Lukmanul hakim&lt;br /&gt;Mali Habiby&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UNIVERSITAS ISLAM MADURA (UIM)&lt;br /&gt;BETTET PAMEKASAN &lt;br /&gt;2009&lt;br /&gt;KATA PNGANTAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Puji syukur kehadiran Allah SWT  atas linpahan rahmat serta hidayahnya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini sebagai respon dalam memenuhi tugas mata kuliah “system pengajaran PAI” disamping itu shalawat dan salam kami haturkan kepada sang revolusioner dan lagendaris islam yang sangat berjasa mengangkat harkat dan martabat umat manusia melalai wahyu yang di sampikannya, beliau adalah baginda Nabi Muhammad Ibnu Abdillah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Seterusnya kami tidak lupa mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada rekan-rekan yang telah ikut serta dalam proses penyelesaian makalah ini, terutama kepada Ibu Lailatur Rahmah M.Pd yang senantiasa memberikan motivasi serta bimbingan kepada kami dalam memperluas wawasan dan mempertajam pengetauan. Atas segala konstribusi yang mereka berikan, kami hanya bisa berdo’a semoga makalah ini bernilai pahala disisi Allah yang maha kuasa. Dan kami berdo’a semoga makalah ini bermanfaat kepada para pembaca khususnya bagi penulis dalam rangka membentuk jati diri menjadi seseorang yang profesional dalam dunia pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Pamekasan 13-11-2009&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Penulis  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR ISI &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KATA PENGANTAR  1&lt;br /&gt;DAFTAR ISI  2&lt;br /&gt;BAB I  3&lt;br /&gt;PENDAHULUAN  3&lt;br /&gt;BAB II  4&lt;br /&gt;PEMBAHASAN  4&lt;br /&gt;Menilai Kebutuhan Peserta Didik  4&lt;br /&gt;A. Analisa Kebutuhan Peserta Didik dalam Menejemen  5&lt;br /&gt;B. Kebutuhan Kreativitas  6&lt;br /&gt;BAB III  8&lt;br /&gt;PENUTUP  8&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA  9&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB I &lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Berkenbangnya sebuah pembangunan tergantung sepenuhnya pada seberapa besar kualitas output dan outcome yang dihasilkan oleh pembelajaran dalam pendidikan, karena aktivitas kehidupan sehari-hari tidak lepas dari proses pendidikan. Banyak bias-bias dan dispersepsi publik terhadap pendidikan sehingga tidak sedikit masyarakat salah kaprah dalam menanggapi dan memenuhi kebutuhan peserta didik dalam dunia pendidikan yang seolah dibatasi oleh jarak dan waktu dan hanya berkerucut pada kepentingan kognisi dan kepentingan pribadi semata. Yang sebenarnya lebih dari itu. Seperti yang telah disinggung dalam dalam UU depdiknas no.20 bahwa peserta didik berhak mendapatkan pelajaran yang sesuai dengan bakat dan minatnya masing-masing”.  Jadi undang-undang tersebut cukup jelas bahwa pengembangan kreativitas dan kebutuhan peserta didik harus di penuhi dan tidak terbatasi oleh  ruang dan waktu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Di makalah ini penulis menyinggung sedikit-banyak tentang kebutuhan peserta didik yang kaitannya erat dengan proses pendidikan. Dimana pendidikan adalah sebuah wadah untuk mangasah otak dan menggali pengetahuan serta pematangan kepribadian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;PEMBAHASAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENILAI KEBUTUAN PESERTA DIDIK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pendidikan agama Islam diyakini menjadi pil mujarab untuk menghadapi ‎tantangan kehidupan era global generasi bangsa agar berenergi untuk kencang bersaing ‎sehat dalam kehidupan global dan menjaga immunitas dari serangan dampak negative era ‎globaliasi. Sebagaimana Azra mengutip Murata dan Chittik dalam The Vision of Islam, ‎‎1994, bahwa obat utnuk mengatasi berbagai problem masyarakat, seperti kelaparan, ‎penyakit, penindasan, polusi dan berbagai penyakit social lainnya adalah to return to God ‎through religion.&lt;br /&gt; Suatu sistem pendidikan dapat dikatakan bermutu, jika proses belajar-mengajar berlangsung secara menarik dan menantang sehingga peserta didik dapat belajar sebanyak mungkin melalui proses belajar yang berkelanjutan. Proses pendidikan yang bermutu akan membuahkan hasil pendidikan yang bermutu dan relevan dengan pembangunan. Untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu dan efisien perlu disusun dan dilaksanakan program-program pendidikan yang mampu membelajarkan peserta didik secara berkelanjutan, karena dengan kualitas pendidikan yang optimal, diharapkan akan dicapai keunggulan sumber daya manusia yang dapat menguasai pengetahuan, keterampilan dan keahlian sesuai dengan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus berkembang.&lt;br /&gt; Namun seperti yang diungkapkan dimuka bahwa pendidikan agama Islam di ‎negara kita mengalami kegagalan, yang disebabkan karena beberapa factor di atas, untuk ‎itu perlu diadakan analisa kebutuhan guna mengetahui kesenjangan yang perlu dibenahi ‎dan merumuskan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan agama Islam. ‎ Sebetulnya ada tiga pendekatan yang berbeda dalam mengidentifikasi ‎masalah-masalah pendidikan kaitannya dengan tuntutan zaman di antaranya adalah; ‎analisa kebutuhan, analisa tujuan dan analisa proses/ hasil/ pelaksanaan ‎. Namun disini ‎hanya akan menekankan pada analisa kebutuhan anak didik dalam segi kretivitas dan kurikulum.&lt;br /&gt;A. Analisa Kebutuhan Peserta Didik dalam Menejemen&lt;br /&gt; Untuk menuju teori analisa kebutuhan khususnya dan teori analisa ‎kebutuhan pendidikan agama Islam pada umumnya perlu kiranya diawali dengan teori ‎kebutuhan manusia secara dasar. Maslow (1954) membagi kebutuhan manusia menjadi ‎dua kelompok utama, yaitu kebutuhan dasar dan kebutuhan tumbuh. ‎&lt;br /&gt;Kebutuhan dasar sebagaimana namanya berada di bawah posisi ‎kebutuhan tumbuh. Kebutuhan dasar ini berturut-turut dari bawah ke atas adalah:&lt;br /&gt;1. Kebutuhan fisiologis, seperti makan, pakaian, tempat tinggal, dll&lt;br /&gt;2. Kebutuhan akan ‎rasa aman&lt;br /&gt;3. Kebutuhan untuk dicintai&lt;br /&gt;4. Kebutuhan untuk dihargai. Sedangkan ‎kebutuhan tumbuh, hirarkinya berada di  sebelah atas posisi kebutuhan dasar, berturut-‎turut dari bawah ke atas&lt;br /&gt;5. Kebutuhan untuk mengetahui dan memahami (belajar)&lt;br /&gt;6. ‎Kebutuhan keindahan&lt;br /&gt;7. Kebutuhan aktualisasi diri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kebutuhan yang berada di hierarki lebih tinggi baru akan dirasakan bila ‎kebutuhan yang ada di hierarki lebih bawah telah terpenuhi. Bila tidak terjadi ‎pemenuhan kebutuhan-kebutuhan sesuai hirarki yang tergambar maka akan muncul ‎kesenjangan ‎Kesenjangan adalah sebuah permasalahan yang harus dipecahkan. Demikian ‎juga kesenjangan dalam pembelajaran, kesenjangan itu dijadikan suatu kebutuhan ‎dalam dunia pendidikan, sehingga pendidikan yang dilaksanakan merupakan solusi ‎terbaik. Bila kesenjangan tersebut ditemukan dan menimbulkan efek yang besar, maka ‎perlu diprioritaskan dalam pengatasan masalah.‎&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Untuk mencapai tujuan pendidikan yang berkualitas diperlukan manajemen pendidikan yang dapat memobilisasi segala sumber daya pendidikan. Manajemen pendidikan itu terkait dengan manajemen peserta didik yang isinya merupakan pengelolaan dan juga pelaksanaannya. Fakta-fakta dilapangan ditemukan sistem pengelolaan anak didik masih menggunakan cara-cara konvensional dan lebih menekankan pengembangan kecerdasan dalam arti yang sempit dan kurang memberi perhatian kepada pengembangan bakat kreatif peserta didik. Padahal Kreativitas disamping bermanfaat untuk pengembangan diri anak didik juga merupakan kebutuhan akan perwujudan diri sebagai salah satu kebutuhan paling tinggi bagi manusia. Kreativitas adalah proses merasakan dan mengamati adanya masalah, membuat dugaan tentang kekurangan, menilai dan meguji dugaan atau hipotesis, kemudian mengubahnya dan mengujinya lagi sampai pada akhirnya menyampaikan hasilnya. Dengan adanya kreativitas yang diimplementasiakan dalam sistem pembelajaran, peserta didik nantinya diharapkan dapat menemukan ide-ide yang berbeda dalam memecahkan masalah yang dihadapi sehingga ide-ide kaya yang progresif dan divergen pada nantinya dapat bersaing dalam kompetisi global yang selalu berubah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Kebutuhan Kreativitas&lt;br /&gt; Kebutuhan akan kreativitas tampak dan dirasakan pada semua kegiatan manusia. Perkembangan akhir dari kreativitas akan terkait dengan empat aspek, yaitu: &lt;br /&gt;1. Aspek pribadi&lt;br /&gt;2. Pendorong&lt;br /&gt;3. Proses &lt;br /&gt;4. Produk&lt;br /&gt; Kreativitas akan muncul dari interaksi yang unik dengan lingkungannya. Kreativitas adalah proses merasakan dan mengamati adanya masalah, membuat dugaan tentang kekurangan (masalah) ini, menilai dan mengujinya. Proses kreativitas dalam perwujudannya memerlukan dorongan (motivasi intristik) maupun dorongan eksternal. Motivasi intrinstik ini adalah intelegensi, memang secara historis kretivitas dan keberbakatan diartikan sebagai mempunyai intelegensi yang tinggi, dan tes intellejensi tradisional merupakan ciri utama untuk mengidentifikasikan anak berbakat intelektual tetapi pada akhirnya hal inipun menjadi masalah karena apabila kreativitas dan keberbakatan dilihat dari perspektif intelejensi berbagai talenta khusus yang ada pada peserta didik kurang diperhatikan yang akhirnya melestarikan dan mengembang biakkan Pendidikan tradisional konvensional yang berorientasi dan sangat menghargai kecerdasan linguistik dan logika matematik. Padahal, Teori psikologi pendidikan terbaru yang menghasilkan revolusi paradigma pemikiran tentang konsep kecerdasan diajukan oleh Prof. Gardner yang mengidentifikasikan bahwa dalam diri setiap anak apabila dirinya terlahir dengan otak yang normal dalam arti tidak ada kerusakan pada susunan syarafnya, maka setidaknya terdapat delapan macam kecerdasan yang dimiliki oleh mereka. &lt;br /&gt;Salah satu cara dalam memecahkan masalah ini adalah pengelolaan pelayanan khusus bagi anak-anak yang punya bakat dan kreativitas yang tinggi, hal ini memang telah diamanatkan pemerintah dalam undang-undang No.20 tentang sistem pendidikan nasional 2003, perundangan itu berbunyi " warga negara yang memiliki kelainan fisik, emosional, mental, intelektual, dan/atau sosial berhak memperoleh pendidikan khusus". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB III&lt;br /&gt;KESIMPULAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENILAI KEBUTUHAN PESERTA DIDIK&lt;br /&gt; Ada dua pendekatan dalam menilai kebutuhan peserta didik, yaitu: &lt;br /&gt;A. Analisa Kebutuhan Peserta Didik dalam Menejemen&lt;br /&gt; Untuk menuju teori analisa kebutuhan khususnya dan teori analisa ‎kebutuhan pendidikan agama Islam pada umumnya perlu kiranya diawali dengan teori ‎kebutuhan manusia secara dasar.&lt;br /&gt;Kebutuhan dasar ini berturut-turut dari bawah ke atas adalah:&lt;br /&gt;1. Kebutuhan fisiologis, seperti makan, pakaian, tempat tinggal, dll&lt;br /&gt;2. Kebutuhan akan ‎rasa aman&lt;br /&gt;3. Kebutuhan untuk dicintai&lt;br /&gt;4. Kebutuhan untuk dihargai. Sedangkan ‎kebutuhan tumbuh, hirarkinya berada di  sebelah atas posisi kebutuhan dasar, berturut-‎turut dari bawah ke atas&lt;br /&gt;5. Kebutuhan untuk mengetahui dan memahami (belajar)&lt;br /&gt;6. ‎Kebutuhan keindahan&lt;br /&gt;7. Kebutuhan aktualisasi diri. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;B. Kebutuhan Kreativitas&lt;br /&gt; Kebutuhan akan kreativitas tampak dan dirasakan pada semua kegiatan manusia. Perkembangan akhir dari kreativitas akan terkait dengan empat aspek, yaitu:&lt;br /&gt;1. Aspek pribadi&lt;br /&gt;2. Pendorong&lt;br /&gt;3. Proses &lt;br /&gt;4. Produk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Depdikanas, Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Pendidikan Nasional, Jakarta: Depdiknas, 2003. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tilaar, Manajemen Pendidikan nasional ; Kajian Pendidikan Masa Depan, Bandung : PT. Remaja Rosdakarya, 1992. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Munandar, Utami, Kreativitas dan Keberbakatan; Strategi Mewujudkan Potensi Kreatif dan Bakat, Jakarta : PT. Gramedia Pusataka Utama, 1999. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Husen dan Torsten, The Learning Society : Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada 1995. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syah,Muhibbin, Psikologi Pendidikan Dengan Pendekatan Terbaru, Bandung : PT. Remaja Rosda Karya, 1999. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makalah&lt;br /&gt;MOTIVASI BELAJAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk memenuhi tugas psikhologi belajar&lt;br /&gt;smester III fakultas agama islam (FAI)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disusun oleh:&lt;br /&gt;Ach saeidi tammin&lt;br /&gt;Ach rosiyadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Universitas islam madura (UIM) &lt;br /&gt;bettet pamekasan madura&lt;br /&gt;KATA PENGANTAR&lt;br /&gt;Sungguh sangat berartinya hidup ini sehingga manusia rela berbuat apa saja di dunia ini hanya demi setitik nilai dalam audisi kesidupan sehari-hari, bahkan kebanyakan manusia sering kali salah arti terhadap kehidupan alami, kadang kita menganggap berwarna biru padahal sesuatu itu berwarna hitam seperti halnya warna langit,kadang kita menganggap kecil padahal sesuatun itu sangat besar sebagai mana bintang,kadang kita menganggap datar padahal suatu itu bulat seperti halnya bumi dan kadang kita menganggap suatu hal diam padahal suatu itu bergerak selalu seperti halnya bayangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Nah untuk menutupi salah prediksi dan pemahaman ini butuh proses yang tidak lepas dari pendidikan dan pembelajaran. Sudahkah kita berproses?, bagaimanakah ita berproses? Kita akan tau jawabannya setelah kita menggeluti dunia prisesitas yang akan di bahas dalam makalah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Semoga makalah ini dapat membantu kita dalam menghadapi kenyataan hidup yang penuh dengan proses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR ISI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KATA PENGANTAR  &lt;br /&gt;DAFTAR ISI &lt;br /&gt;BAB I &lt;br /&gt;Pendahuluan &lt;br /&gt;Latar belakang  &lt;br /&gt;Permasalahan &lt;br /&gt;BAB II &lt;br /&gt;Pembahasan &lt;br /&gt;Motivasi belajar &lt;br /&gt;1. pengertian motivasi belajar &lt;br /&gt;2. macam-macam motivasi belajar &lt;br /&gt;3. hal-hal yang mendukung terhadap motivasi belajar &lt;br /&gt;BAB III &lt;br /&gt;KESIMPULAN  &lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB I&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;Penulis bersyukur kepada hadirat ilahi rabbi yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya  sehingga makalah yang berjudul MOTIVASI BELAJAR ini dapat terselsaikan. Serta sholawat dan salamnya semoga tetap tercurahkankeharibaan revolusioner islam nabi Muhammad saw. Karma tuidak lepas dari perjuangan beliaulah kita dapat berfikir positif dan kreatif dalam menghadapi tantangan zaman yang serba berubah ini.&lt;br /&gt;Penulis sadari bahwa selesainya maalah ini tidak lepas dari kekurangan dan jauh dari kesempurnaan, maa di harapkan kepada teman teman mahasiswa dan bapak dosen khususnya untuk memberikan saran dan kritik konstruktif demi kebaikan makalah ini.&lt;br /&gt;Tiada lain motif makalah ini, supaya teman teman dapat memahami hal hal yang berkaitan dengan materi yang akan di bahas dalam makalah iniagar bias memberikan dan menciptakan situasi dan kondisi belajar yang menguntungkan bagiu kehidupan seseorang.baik sebagai anggota masyarakat sekolah maupun bagi anggota masyarakat pada umumnya. Sebagai pribadi, masing masing dari kita dapat mengambil manfaat dari bahasan makalah ini untuk mengembangkan pribadi yang dinamis dan kreatif yang mampu mengubah diri  dan alam sekitar untk mencapai kemampuan dan keberhasilan dalam kehidupan yang nyata.&lt;br /&gt;Akhirnya kami berharap, semoga maalah ini dapat dapat memberikan sedikit kontribusi bagi sekelompok institusi dan ummat manusia dalam memanivestasikan kehidpan bangsa yang lebih maju dan sejahtera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LATAR BELAKANG&lt;br /&gt;Seiring bergulirnya waktu  dan berkembangnya iptek  yang semakin pesat, bergeserlah pula imtaq ummat manusia yang seharusnya lebih kokoh  dan mengakar tapi bahkan semakin merosot dan hilang. Secara factual nilai ghirah ummat manusia terhadap belajar dan pendidikan mengalami deglarsi dan dekadensi yang sangat memprihatinkan, maka seharusnya dan sepantasnya kita reaktualisasikan dan luruskan kembali nilai nilai ghirah yang selama ini ironis bahkan tenggelam oleh waktu .  jadi relevan sekali bila saat ini kita singgung sedikit tentang MOTIVASI BELAJAR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERMASALAN&lt;br /&gt; Setelah sekian banyak kita mengenyam pendidikan dan beribu ribu bahkan berju ta juta kata yang sudah kita baca,baik dari buku buku,media media bahkan kenyataan sekalipun,bisakah kita memahami dan menyadari serta menyikapi secara dewasa? Sudahkah kita berproses untuk lebih progress? Dan bisdakah kita memberikan respek positif? . kita akan tau jawabannya setelah kita mengkaji kemudian menganalisa dan mamahami materi yang di bahas dalam makalah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;PERMASALAHAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MOTIVASI BELAJAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. pengertian &lt;br /&gt;perkataan “moyivasi”berasal dari bahasa ingris “motivation”yang asalnya adalah “motive” yang juga di pinjam oleh bahasa melayu kepada “motiv” yang berarti tujuan. Di dalam surat kabar, kerap pemberita menulis ayat “motiv pembunuhan”, perkataan motiv disini boleh kita fahami sebagai sebab atau tujuan yang mendorong sesuatu pembunuhan itu di lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar adalah key term “istilah kunci” yang paling vital di setiap usaha pendidikan, sehingga tanpa belajar sesungguhnya tidak ada pendidikan. Sebagai suatu proses ,belajar selalu mendapat tempat yang luas dalam berbagai disiplin ilmu yang berkaitan dengan upaya pendidikan.karena demikian pentingnya substansi  belajar, maka bagian terbesar upaya riset dan eksprimen eksperimen psikologi belajar di arahkan pada tercapainya pemahaman yang lebih luas dan mendalam mengenai proses manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah di singgung di atas mengnai motivasi dan belajar maa penulai mendifinisikan motivasi belajar adalah sebuah stimulus pemprosesan belajar dalam melaksanakan setiap jenis dan jenjang pendidikan agar lebih intensif dan akurat. Ini berarti bahwa, berhasil dan gagalnya pencapaian tujuan pendidikan itu sangat bergantung sepenuhnya pada proses belajar, baik di sekolah maupun si luar lingkungan sekolah. Secara ringkas dapat di katakana bahwa, kualitas hasil proses perkembangan manusia itu banyak kembali pada apa dan bagaimana ia belajar , selanjutnya,tinggi dan rendahnya kualitas perkembanan manusia akan menentukan masa depan peradaban manusia itu sendiri. EL TRHONDIKE seorang pakar teori R.S bond meramalkan, jika kemampuan belajar ummat manusia di kurangi setengah saja maka peradaban yang ada pada saat ini tidak akan berguna bagi generasi mendatang, bakan mungkin perdaban itu sendiri akan lenyap di telan zaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Macam- Macam Motivasi Belajar&lt;br /&gt;Ketika kita berbicara tentang motivasi belajar maka tidak lepas dari mekanisme,proses proses dan metode belajar itu sendiri.dalam proses belajar di kenal adannya bermacam-macam kegiatan yanga di miliki corak yang berbeda antara satu dengan yang lainnya, baik dalam aspek materi, metode maupun dalam aspek tujuan dan perubahan tingkah laku yang di harapkan keanekaragaman jenis belajar ini muncul dalam kosmos pendidikan sejalan dengan kebutuhan kehidupan manusia yang juga beraneka ragam.&lt;br /&gt;a. Abstrak&lt;br /&gt;belajar abstrak adalah belajar yang menggunakan cara-cara berfikir abstrak.tujuannya adalah untuk memperolah pemahaman dan pemecahan masalah-masalah yang tidak nyata. Dalam mempelajari hal-hal yang abstrak memerlukan peranan akal yang kuat, dan penguasaan terhadap prinsip,konsep dan generalisasi.&lt;br /&gt;b. .keterampilan.&lt;br /&gt;bekajar keterampilan adalah belajar dengan menggunakan gerakan-gerakan motorik.tujuannya adalah memperoleh dan mengusai keterampilan jasmaniyah tertentu.dalam pembelajaran ini di perlukan latihan-latihan yang intensif dan teratur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Hal-Hal Yang mempermudah belajar &lt;br /&gt;Secara global, factor-faktor yang dapat mempengaruhi belajar dapat kita klasifikasikan menjadi tiga macam yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Faktor internal &lt;br /&gt;Faktor yang berasal dari dalam diri seseorang meliputi dua aspek,yakni :1)aspek fisiologi.2)aspek psikologi.&lt;br /&gt;1. aspek fisiologi &lt;br /&gt;Kondisi umum jasmani dan tonus (tegangan otot )yang menandai tingkat kebugaran organ-organ tubuh dan sendi-sendinya dapat mempengaruhi semangat dan intensitas dalam belajar.kondisi organ tubuh yang lemah apabila di sertai pusing kepala,dapat menurunkan kualitas ranah cipta (kognitis)sehingga materi yang di pelajari kurang atau tidak berbegas &lt;br /&gt;2. aspek psikologi &lt;br /&gt;Banyak factor yang termasuk aspek psikologi yang dapat mempengaruhi kuantitas perolehan belajar. Namun factor-faktor rohaniah seseorang yang pada umumnnya di pandang lebih esensial itu adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;a. Inteligensi&lt;br /&gt;adalah kemampuan pisiko fisik untuk mereaksi rangsangan atau menyesuiakan diri dengan lingkungan dengan cara yang tepat.&lt;br /&gt;b. Sikap &lt;br /&gt;adalah gejala internal yang berdimensi efektif berupa kecendrungan untuk merespon dengan cara yang relative tetap terhadap objek, baik secara positif maupun negatif &lt;br /&gt;c. bakat &lt;br /&gt;adalah kemampuan potensial yang di miliki seseorang untuk mencapai keberhasilan pada masa yang akan datang.&lt;br /&gt;d. minat &lt;br /&gt;adalah kecendrungan dn keghirahan yang tinggi atau keinginan yang besar tehadap sesuatu. Menurut riber, minat tidak termasuk istilah popular dalam dalam psikolgi karma ketergantungannya yang banyak pada faktor-faktor internal lainnya, seperti pemusatan perhatian, keingin tahuan, motivasi dan kebutuhan&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;B. faktor eksternal&lt;br /&gt;seperti faktor internal, faktor eksternal juga terdiri atas dua macam, yaitu: faktor lingkungan sosial dan lingkungan non social.&lt;br /&gt;1. lingkungan social&lt;br /&gt; lingkungan social seperti, masyarakat,tetangga, teman-teman menjadi peran penting dan daya dorong bagi kegiatan belajar. Kondisi masyarakat di lingkngan kumuh  yang serba kekurangan, dan anak-anak pengangguran, akan sangat mempengaruhi aktifitas belajar. Paling tidak mereka merasa  kesulitan krtika memerlukan teman belajar atau berdiskusi atau meminjam alat-alat belJr tertentu yang kebetulan tidak di milikinya.&lt;br /&gt;Lingkungan social yang lebih  banyak mempengaruhi aktifitas belajar adalah orang tua dan kelurga sendiri. Sifat-sifat orang semuanya dapat memberikan dampak baik atau buruk terhadap kegiatan belajar  dan hasil yang di capainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. lingkungan non social &lt;br /&gt;faktor-faktor yang termasuk lingkungan non social ialah seperti gedung sekolah dan tempatnya, rumah tempat tinggal dan letaknya,alat-alat belajar keadaan cuaca dan waktu yang di gunakan untuk belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB III&lt;br /&gt;KESIMPULAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MOTIVASI BELAJAR&lt;br /&gt;1. pengertian&lt;br /&gt; adalah sebuah stimulasi pemprosesan belajar dalam menyelenggerakan setiap jenis dan jenjang pendidikan agar lebih intensif dan akurat.&lt;br /&gt;2. macam-macam motivasi belajar &lt;br /&gt;a. abstrak&lt;br /&gt;b. keterampilan &lt;br /&gt;c. social&lt;br /&gt;d. rasional&lt;br /&gt;e. kebiasaan&lt;br /&gt;f. apresiasi &lt;br /&gt;g. pengetahuan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. faktor-faktor menstimulasi motivasi belajar&lt;br /&gt;a. faktor internal&lt;br /&gt;• aspek fisiologi&lt;br /&gt;• aspek psikologi&lt;br /&gt;b. faktor eksternal&lt;br /&gt;•     lingkungan social&lt;br /&gt;•     lingkungan non social              &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o Pendidikan wira swasta, Drs wasti sumanto.M.pd. PT bumi aksara Jakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o Psikologi belajar, muhibbin syah, M.ed. Jakarta 2003&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o Psikologi komonikasi, Drs jalaluddin rahmat M.sc&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o Prinsip hidup dan berfikir positif. Dr. Norman Vincent peak. 2004&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;M A K A L A H&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MUHAMMADIYAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makalah ini di ajukan untuk memenuhi tugas&lt;br /&gt;mata kuliah Metodologi Dakwah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Susun Oleh:&lt;br /&gt;Kholifur Rahman&lt;br /&gt;. . . . . . . . . . . &lt;br /&gt;. . . . . . . . . . .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UNIVERSITAS ISLAM MADURA (UIM)&lt;br /&gt;BETTET PAMEKASAN &lt;br /&gt;2009&lt;br /&gt; KATA PENGANTAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Puji syukur kehadirat Allah SWT  atas linpahan rahmat serta hidayahnya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini sebagai respon dalam memenuhi tugas mata kuliah “Metodologi Dakwah” disamping itu shalawat dan salam kami haturkan kepada sang refolusioner dan lagendaris islam yang sangat berjasa mengangkat harkat dan martabat umat manusia melalai wahyu yang di sampikannya, beliau adalah baginda Nabi Muhammad Ibnu Abdillah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Seterusnya kami tidak lupa mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada rekan-rekan yang telah ikut serta dalam proses penyelesaian makalah ini, terutama kepada Bapaak dosen Pembina yang senantiasa memberikan motivasi serta bimbingan kepada kami dalam memperluas wawasan dan mempertajam pengetauan. Atas segala konstribusi yang mereka berikan, kami hanya bisa berdo’a semoga bernilai pahala disisi Allah yang maha kuasa. Dan kami berdo’a semoga makalah ini bermanfaat kepada para pembaca khususnya bagi penulis dalam rangka membentuk jati diri menjadi seseorang yang profesional dalam dunia pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Pamekasan 01-11-2009&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Penulis  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR ISI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KATA PENGANTAR  1&lt;br /&gt;DAFTAR ISI  2&lt;br /&gt;BAB I  3&lt;br /&gt;PENDAHULUAN  3&lt;br /&gt;BAB II  4&lt;br /&gt;PEMBAHASAN  4&lt;br /&gt;MUHAMMADIYAH  4&lt;br /&gt;A. Metode Dakwah KH Ahmad Dahlan sebagai pendiri Muhammadiyah  5&lt;br /&gt;B. Slogan Muhammadiyah  5&lt;br /&gt;C. Peran dan Eksistensi Muhammadiyah  6&lt;br /&gt;BAB III  8&lt;br /&gt;KESIMPULAN   8&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA  9&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB I &lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Muhammadiyah lahir di tengah-tengah kebudayaan sinkretik Jawa yang kental pada permulaan dekade kedua abad ini. Mungkin karena wataknya yang non-politis, baik Belanda maupun kesultanan Yogyakarta, tampaknya tidak terlalu curiga terhadap gerakan Islam puritan ini. Dengan kata lain, Muhammadiyah bukanlah gerakan “Islam Fanatik” yang telah diracuni oleh Pan-Islam yang ditakuti itu. Musuh Belanda seperti yang dirumuskan oleh C. Snouk Hurgronje bukanlah Islam sebagai Agama, tetapi Islam sebagai doktrin politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Di makalah ini penulis menyinggung sedikit tentang Muhammadiyah yang terkait dengan histori, slogan dan peran atau eksistensi Muhammadiyah dalam konteks sosial. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dengan terselesainya makalah ini penulis sadar bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karenanya diharapkan kepada teman-teman mahasiswa dan dosen Pembina khususnya untuk memberikan saran dan kritik konstruktif demi kesempurnaan makalah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;PEMBAHASAN&lt;br /&gt;MUHAMMADIYAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Muhammadiyah adalah organisasi modernis Islam tertua di Indonesia. Muhammadiyah didirikan oleh KH Ahmad Dahlan tanggal 8 Dzulhijjah 1330 H atau 18 November 1912 di Yogyakarta. Organisasi ini lahir sebagai perwujudan keprihatinan karena melihat kenyataan umat Islam di Indonesia dalam cara menjalankan perintah-perintah agama Islam banyak yang tidak bersumber dari ajaran Al Quran dan tuntunan Rasulullah SAW. Dalam pada itu KH Ahmad Dahlan menghendaki agar dengan Muhammadiyah, orang-orang Islam mengamalkan dan menggerakkan Islam dengan berorganisasi. &lt;br /&gt; Prof. Dr. Hamka mencatat tiga faktor yang mendorong lahirnya  Muhammadiyah. Pertama, keterbelakangan dan kebodohan umat Islam Indonesia dalam hampir semua bidang kehidupan. Kedua,  kemiskinan yang parah yang diderita umat Islam dalam suatu negeri kaya seperti Indonesia. Ketiga, kondisi pendidikan Islam yang sudah sangat kuno seperti yang terlihat pada pesantren masa itu. Ucapan KH Ahmad Dahlan yang amat berkesan, “Tidak mungkin Islam lenyap dari seluruh dunia, tapi tidak mustahil Islam terhapus dari bumi Indonesia. Siapakah yang bertanggung jawab?” &lt;br /&gt;  Pada awal perkembangannya Muhammadiyah mendapat tantangan yang hebat sekali karena umat telah dibelenggu oleh taklid dan kesalah-pahaman terhadap tajdid (pembaharuan) yang merupakan soko-guru gerakan Muhammadiyah. Tajdid dalam perspektif Muhammadiyah mempunyai makna kembali pada ajaran pokok yang asli dan esensialitas Islam. Muhammadiyah tidak bersikap anti secara mutlak terhadap budaya dan tradisi, tetapi tidak dapat menerima budaya dan tradisi yang merusak kejernihan agama terutama menyangkut hubungan manusia dengan Tuhan. KH Ahmad Dahlan wafat tahun 1923 dan dianugerahi penghargaan Pahlawan Nasional. Ia tidak segan-segan mengeluarkan sebagian besar hartanya untuk mencukupi keperluan dana bagi gerakan Muhammadiyah. Ia berpesan kepada warga Muhammadiyah, “Janganlah mencari penghidupan dalam persyarikatan Muhammadiyah, tetapi hidup-hidupkanlah Muhammadiyah”. Di bawah ini adalah beberapa ulasan tentang muhammadiyah: &lt;br /&gt;A. Metode Dakwah KH Ahmad Dahlan sebagai pendiri Muhammadiyah &lt;br /&gt; James L Peacock, antropolog Amerika dari Harvard University yang menulis mengenai pembaharu dan pembaharuan agama, mencatat peran Muhammadiyah sebagai organisasi kesejahteraan dan pendidikan swasta dan non-Kristen yang paling menonjol di Indonesia. &lt;br /&gt; Metode dakwah KH Ahmad Dahlan sangat sederhana, tetapi mengena. Ia memberi pengajian Subuh di masjid berulang-ulang mengupas surat Al Ma’un saja. Dimintanya perhatian hadirin bagaimana melaksanakan ayat-ayat itu. Meski semua telah hafal, namun belum tentu mengamalkannya. Lalu ia menjelaskan maksud mendirikan Muhammadiyah yaitu hendak menyusun tenaga kaum muslimin untuk melaksanakan perintah agama.&lt;br /&gt; Dalam rangka mengamalkan surat Al-Ma’un, KH Ahmad Dahlan mengajak untuk mencari orang miskin di sekitar tempat tinggal masing-masing. Jika menemukan orang miskin dan anak yatim agar dibawa pulang ke rumah masing-masing, dimandikan dengan sabun dan diberi sikat gigi yang baik, diberi pakaian seperti yang biasa mereka pakai, diberi makan dan minum serta tempat tidur yang layak. Dari situlah embrio pengelolaan zakat mal dan zakat fitrah untuk dibagikan kepada fakir miskin. Lalu atas prakarsa KH Ahmad Dahlan didirikan penampungan fakir miskin, panti asuhan yatim piatu, dan Rumah Sakit PKU Muhammadiyah di Yogyakarta. Langkah Muhammadiyah mendirikan Rumah Sakit Islam dan membangun panti asuhan anak yatim piatu merupakan terobosan luar biasa dan yang pertama dilakukan oleh pergerakan Islam di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Slogan Muhammadiyah&lt;br /&gt;James L Peacock, antropolog Amerika dari Harvard University yang menulis mengenai pembaharu dan pembaharuan agama, mencatat peran Muhammadiyah sebagai organisasi kesejahteraan dan pendidikan swasta dan non-Kristen yang paling menonjol di Indonesia.&lt;br /&gt;Penilaian tersebut didukung oleh fakta bahwa selama ini Muhammadiyah bukan saja gerakan dakwah dan tajdid (pembaharuan), tetapi juga sebagai gerakan sosial, pendidikan, ekonomi, serta juga gerakan kebangsaan. Para pemimpin Muhammadiyah dari dulu memiliki motto “sedikit bicara banyak bekerja”. Tapi andaikata ketika berdirinya menyatakan diri sebagai gerakan politik atau partai politik, mungkin Muhammadiyah tidak akan berusia panjang.&lt;br /&gt;Menurut Prof. Dr. H.A. Mukti Ali, aktivitas Muhammadiyah meliputi empat hal. Pertama,Kedua, reformulasi doktrin-doktrin Islam dengan pandangan alam pikiran modern. Ketiga, reformasi ajaran dan pendidikan Islam. Keempat, mempertahankan Islam dari pengaruh dan serangan dari luar. membersihkan Islam di Indonesia dari pengaruh dan kebiasaan bukan Islam. &lt;br /&gt;Sejak bangsa Indonesia dalam belenggu penjajahan, Muhammadiyah telah menanamkan rasa kebangsaan dan rasa bertanah air, di samping mempertebal rasa keislaman. Pada 1918 Muhammadiyah mendirikan gerakan kepanduan Hizbul Wathan yang artinya Pembela Tanah Air. Salah satu alumni Hizbul Wathan yaitu Bapak TNI, Panglima Besar Sudirman. Dalam milstone sejarah NKRI, pemimpin Muhammadiyah yaitu Abdul Kahar Muzakkir dan Ki Bagus Hadikusumo mempunyai peranan yang besar pada waktu merumuskan Undang-Undang Dasar 1945 dan menerima dasar negara Pancasila. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Peran dan Eksistensi Muhammadiyah&lt;br /&gt;Watak puritan Muhammadiyah, menurut Prof. Dr. Faisal Ismail tercermin dalam sikap Muhammadiyah yang tidak mengapresiasi praktik-praktik semacam tarekat, tahlil, danMuhammadiyah tidak terikat dengan satu mazhab tertentu dalam pengambilan hukum agama, makanya sering disebut Muhammadiyah tidak bermazhab. Muhammadiyah tidak mentolerir taklid yang menjadi pangkal kebekuan umat dalam menjalankan agama, tapi justru menganjurkan ittiba’ dan ijtihad sebagai tulang punggung gerakan dakwahnya.&lt;br /&gt;Muhammadiyah mencita-citakan terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Dalam arsip Anggaran Dasar dapat dibaca,  “Menggembirakan dan memajukan pelajaran dan pengajaran Islam serta memajukan dan menggembirakan hidup sepanjang kemauan agama Islam”. Hal itu ingin dicapai dengan kembali pada Al Quran dan Sunnah serta membersihkan Islam dari bid’ah, khurafat dan tahayul yang terdapat di kalangan umatnya.&lt;br /&gt;Sebagaimana diketahui amal usaha Muhammadiyah mencakup bidang agama dalam arti yang luas. Karena itu pengembangan ekonomi, kewanitaan dan kepemudaan juga mendapat tempat yang penting dalam lingkungan Muhammadiyah. Dalam bidang pendidikan, Muhammadiyah sekarang ini memiliki ribuan sekolah dan ratusan Perguruan Tinggi, seperti Akademi dan Universitas, di seluruh Indonesia, dan beberapa di antaranya masuk dalam peringkat perguruan tinggi swasta terkemuka di Indonesia. Sekolah-sekolah Muhammadiyah pertama kali didirikan oleh KH Ahmad Dahlan. Di samping itu ia juga berupaya memasukkan pelajaran agama di sekolah umum yang didirikan oleh pemerintah kolonial Belanda. Muhammadiyah dewasa ini diakui sebagai gerakan Islam yang kokoh, dengan cabang dan ranting organisasi yang tersebar dari Sabang sampai Merauke, bahkan di luar negari. Di bawah ini adalah sinopsis tentang Muhammadiyah, diantaranya yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB III&lt;br /&gt;KESIMPULAN &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MUHAMMADIYAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kalau strategi dakwah Muhammadiyah bertujuan hendak menggarami kehidupan budaya bangsa dengan nilai-nilai Islam yang handal dan berkualitas tinggi, maka saatnya sudah teramat tinggi bagi kita sekarang untuk melakukan kaji ulang terhadap keberadaan, kiprah dan cara pandang dari gerakan yang didirikan oleh KH.A Dahlan ini. Posisi sebagai wong cilik tidak pernah efektif menentukan nasib masa depan suatu bangsa. Bagaimana mengubah posisi demikian itu agar menjadi posisi yang berwibawa dalam sejarah merupakan kerja dakwah dalam makna yang benar dan komprehensif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Metode Dakwah KH Ahmad Dahlan sebagai pendiri Muhammadiyah&lt;br /&gt;B. Slogan Muhammadiyah&lt;br /&gt;C. Peran dan Eksistensi Muhammadiyah&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Nurcholish Madjid, Islam Doktrin dan Peradaban, (Jakarta: Paramadina, 1995)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Alwi Shihab, Islam Inklusif: Menuju Sikap Terbuka dalam Beragama, (Bandung: Mizan, 1997)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Harun Nasution, Islam Ditinjau dari Berbagai Aspeknya, (Jakarta: UI Press, cet. ke-6, 1986)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Abdul Halim (ed), Teologi Islam Rasional, (Ciputat Press, 2005) &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MAKALAH&lt;br /&gt;TENTANG RUANG LINGKUP PENDIDIKAN AGAMA ISLAM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makalah ini disusun &lt;br /&gt;Untuk memenuhi tugas&lt;br /&gt; Mata kuliah “Perencanaan Sistem Pembelajaran”&lt;br /&gt;   Semester V (Lima)&lt;br /&gt;Bimbingan Lailatur Rahmah M.Pd&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di susun oleh:&lt;br /&gt;Moh zuhdi&lt;br /&gt;Rusdi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakultas Agama Islam (FAI)&lt;br /&gt;Universitas Islam Madura (UIM)&lt;br /&gt;Tahun Akademik 2009/2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KATA PENGANTAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah kami panjatkan puja serta puji syukur kehadirat Ilahi Rabbi yang telah memberikan petunjuk melalui Rasul-NYA. Sholawat dan salam semoga abadi tercurah kepada Nabi Muhammad SAW. Pemilik uswah paripurna, Berkat beliau kami bisa mengenal dunia yang begitu menakjubkan, berkat beliau kami bisa terangkat dari Alam Marjinalisasi menuju Alam Pengangkat Derajat Manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ucapan Syukran Jazil kami lantunkan kepada guru tercinta,  berkat bimbingan beliau kami bisa menyelesaikan makalah ini meski masih jauh dari kesempurnaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih kami ucapkan pada teman-temanku yang telah ikut berpartisipasi dalam penyelesaian makalah ini sehingga makalah ini yang berjudul “Ruang Lingkp Pendidikan Agama Islam” bisa terselesaikan dengan baik dan menyenangkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati selalu berharap, pikiran telah menggarap, mulut selalu berucap semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi teman-teman mahasiswa khususnya dan masyarakat pada umumnya. Amin…!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pamkasan 31.10.2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Penulis &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR ISI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HALAMAN JUDUL&lt;br /&gt;Kata Penganar  1&lt;br /&gt;Daftar Isi 2&lt;br /&gt;BAB I  3&lt;br /&gt;Pendahuluan  3&lt;br /&gt;BAB II  4&lt;br /&gt;Pembahasan  4&lt;br /&gt;Ruang lingkup pendidikan agama islam 4&lt;br /&gt;1. Pendidikan keimanan 4&lt;br /&gt;2. pendidikan akhlak  5&lt;br /&gt;3. Pendidikan intelektual  6&lt;br /&gt;4. Pendidikan fisik  7&lt;br /&gt;5. Pendidikan Psikis  7&lt;br /&gt;BAB III  8&lt;br /&gt;A. Kesimpulan   8&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA 9 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB I&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan pada hakikatnya merupakan suatu upaya mewariskan nilai, yang akan menjadi penolong dan penentu umat manusia dalam menjalani kehidupan, dan sekaligus untuk memperbaiki nasib dan peradaban manusia. Tanpa pendidikan, maka diyakini bahwa manusia sekarang tidak berbeda dengan generasi manusia masa lampau, yang dibandingkan dengan manusia sekarang, telah sangat tertinggal baik kualitas kehidupan maupun proses-proses pemberdayaannya. Secara ekstrim bahkan dapat dikatakan, bahwa maju mundurnya atau baik buruknya peradaban suatu masyarakat, suatu bangsa akan ditentukan oleh bagaimana pendidikan yang dijalani oleh masyarakat bangsa tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;PEMBAHASAN &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RUANG LINGKUP PENDIDIKAN AGAMA ISLAM&lt;br /&gt;1.  Pendidikan Keimanan&lt;br /&gt;“Dan ingatlah ketika Luqman berkata kepada anaknya diwaktu ia memberikan pelajaran kepadanya:”hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesengguhnya mempersekutukan Allah adalah benar-benar kedzaliman yang nyata.” (Q.S 31:13)&lt;br /&gt;Bagaimana cara mengenalkan Allah SWT dalam kehidupan anak? &lt;br /&gt;a. Menciptakan hubungan yang hangat dan harmonis (bukan memanjakan)&lt;br /&gt;Jalin hubungan komunikasi yang baik dengan anak, bertutur kata lembut, bertingkah laku positif.&lt;br /&gt;Hadits Rasulullah : “cintailah anak-anak kecil dan sayangilah mereka…:” (H.R Bukhari)&lt;br /&gt;“Barang siapa mempunyai anak kecil, hendaklah ia turut berlaku kekanak-kanakkan kepadanya.”    (H.R Ibnu Babawaih dan Ibnu Asakir) &lt;br /&gt;b. Menghadirkan sosok Allah melalui aktivitas rutin&lt;br /&gt;Seperti ketika kita bersin katakan alhamdulillah. Ketika kita memberikan uang jajan katakan bahwa uang itu titipan Allah jadi harus dibelanjakan dengan baik seperti beli roti.&lt;br /&gt;c. Memanfaatkan momen religious&lt;br /&gt;Seperti Sholat bersama, tarawih bersama di bulan ramadhan, tadarus, buka shaum bareng.&lt;br /&gt;d. Memberi kesan positif tentang Allah dan kenalkan sifat-sifat baik Allah&lt;br /&gt;Jangan mengatakan “ nanti Allah marah kalau kamu berbohong” tapi katakanlah “ anak yang jujur disayang Allah”. &lt;br /&gt;e. Beri teladan&lt;br /&gt;Anak akan bersikap baik jika orang tuanya bersikap baik karena anak menjadikan orang tua model atau contoh bagi kehidupannya.&lt;br /&gt;“hai orang-orang yang beriman mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat? Amat besar di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan”.(Q.S 61:2-3)&lt;br /&gt;f. Kreatif dan terus belajar&lt;br /&gt;Sejalan dengan perkembangan anak. Anak akan terus banyak memberikan pertanyaan. Sebagai orang tua tidak boleh merasa bosan dengan pertanyaan anak malah kita harus dengan bijaksana menjawab segala pertanyaannya dengan mengikuti perkembangan anak.&lt;br /&gt;2. Pendidikan Akhlak&lt;br /&gt;Hadits dari Ibnu Abas Rasulullah bersabda:&lt;br /&gt;“… Akrabilah anak-anakmu dan didiklah akhlak mereka.”&lt;br /&gt;Rasulullah saw bersabda:&lt;br /&gt;”Suruhlah anak-anak kamu melakukan shalat ketika mereka telah berumur tujuh tahun dan pukullah mereka kalau meninggalkan ketika mereka berumur sepuluh tahun, dan pisahkan tempat tidur mereka.” (HR. Abu Daud)&lt;br /&gt;Bagaimana cara megenalkan akhlak kepada anak :&lt;br /&gt;a. Penuhilah kebutuhan emosinya&lt;br /&gt;Dengan mengungkapkan emosi lewat cara yang baik. Hindari mengekspresikan emosi dengan cara kasar, tidak santun dan tidak bijak. Berikan kasih saying sepenuhnya, agar anak merasakan bahwa ia mendapatkan dukungan.&lt;br /&gt;Hadits Rasulullah : “ Cintailah anak-anak kecil dan sayangilah mereka …:” (H.R Bukhari)&lt;br /&gt;b. Memberikan pendidikan mengenai yang haq dan bathil&lt;br /&gt;“Dan janganlah kamu campur adukan yang haq dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang haq itu, sedang kamu mengetahui .”(Q.S 2:42)&lt;br /&gt;Seperti bahwa berbohong itu tidak baik, memberikan sedekah kepada fakir miskin itu baik.&lt;br /&gt;c. Memenuhi janji&lt;br /&gt;Hadits Rasulullah :”…. Jika engkau menjanjikan sesuatu kepada mereka, penuhilah janji itu. Karena mereka itu hanya dapat melihat, bahwa dirimulah yang memberi rizki kepada mereka.” (H.R Bukhari)&lt;br /&gt;d. Meminta maaf jika melakukan kesalahan&lt;br /&gt;e. Meminta tolong/ mengatakan tolong jika kita memerlukan bantuan.&lt;br /&gt;f. Mengajak anak mengunjungi kerabat&lt;br /&gt;3. Pendidikan intelektual&lt;br /&gt;Menurut kamus Psikologi istilah intelektual berasal dari kata intelek yaitu proses kognitif/berpikir, atau kemampuan menilai dan mempertimbangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Pendidikan fisik&lt;br /&gt;Dengan memenuhi kebutuhan makanan yang seimbang, memberi waktu tidur dan aktivitas yang cukup agar pertumbuhan fisiknya baik dan mampu melakukan aktivitas seperti yang disunahkan Rasulullah&lt;br /&gt;“ Ajarilah anak-anakmu memanah, berenang dan menunggang kuda.” (HR. Thabrani)&lt;br /&gt;5. Pendidikan Psikis&lt;br /&gt;“Dan janganlah kamu bersifat lemah dan jangan pula berduka cita, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi derajatnya, jika kamu benar-benar orang yang beriman.” (QS. 3:139)&lt;br /&gt;Ada tiga metode untuk mendidik jiwa anak, yaitu:&lt;br /&gt;a. Memberikan kebutuhan emosi, dengan cara memberikan kasih saying, pengertian, berperilaku santun dan bijak.&lt;br /&gt;b. Menumbuhkan rasa percaya diri&lt;br /&gt;c. Memberikan semangat tidak melemahkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB III &lt;br /&gt;KESIMPULAN&lt;br /&gt;Dari pembahasan diatas, maka dapat penulis simpulkan bahwa tujuan pendidikan islam pada intinya adalah : &lt;br /&gt;“Terwujudnya manusia sebagai hamba Allah. Jadi menurut Islam, pendidikan haruslah menjadikan seluruh manusia yang menghambakan kepada Allah. Yang dimaksud menghambakan diri ialah beribadah kepada Allah”.&lt;br /&gt;Wallahu A’lam Bish-shawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt; Ahmad Tafsir., Ilmu Pendidikan Dalam Perspektif Islam., PT. Remaja Rosdakarya., Bandung, 2001&lt;br /&gt; Nur Uhbiyati., Ilmu Pendidikan Islam., CV. Pustaka Setia., Bandung, 1998&lt;br /&gt; Ahmad Hanafi, M.A., Pengantar Filsafat Islam, Cet. IV, Bulan Bintang, Jakarta, 1990.&lt;br /&gt; Prasetya, Drs., Filsafat Pendidikan, Cet. II, Pustaka Setia, Bandung, 2000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MAKALAH &lt;br /&gt;TENTANG PENDIDIKAN ISLAM PEREODE BANI ABBASIAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KATA PENGANTAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah kami panjatkan puja dan puji ke hadirat allah swt.  Yang telah memberikan taufik dan inayahnya kepada kami sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “pendidikan islam pada masa bani umayyah” walauoun hanya sesederhana mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shalawat dan salamnya semoga  tercurah limpahkan kepada nabi Muhammad saw. Sebagai penerang dunia yang telah mampu menciptKn revolusi total dalam sejarahperadan dunia pada saat ini. Dankami banyak ucapkan banak terima kasih kepada semua teman-teman yang telah ikut berpartisipasi dalam menyelsaikan makalah ini. Dan semoga dengan adanya makalah ini dapat memberi manfaat pada teman-teman, pembaca dan utamanya pada penulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR ISI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KATA PENGANTAR &lt;br /&gt;DAFTAR ISI &lt;br /&gt;BAB I &lt;br /&gt;Pendahuluan &lt;br /&gt;Latar belakang &lt;br /&gt;BAB II PEMBAHASAN &lt;br /&gt;PENDIDIKAN ISLAM PEREODE BANI ABBASIYAH &lt;br /&gt;1. pendidikan dan pengajaran pada masa abbasiyah &lt;br /&gt;2. sekolah-sekaolah rendah(kuttab) &lt;br /&gt;3. sekolah-sekolah menengah &lt;br /&gt;4. tingkat perguruan tinggi &lt;br /&gt;BAB III PENUTUP &lt;br /&gt;Kesimpulan &lt;br /&gt;DAFTAR PUTAKA &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB I&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. LATAR BELAKANG&lt;br /&gt;   Sejak lahirnya islam, lahirlah pendidikan dan pengajaran islam,. Pendidikan islam islam terus tumbuh dan berkembang pada masa nabi, kholafaurrasyidin, dan pada masa bani umayyah. &lt;br /&gt; Pada masa nabi, beliau menyiarkan islam dengan cara berpidato dan bertablig di tempat yang ramai di kunjungi orang, seperti di pecan ukudz terutama di musim haji, karna pada saa musim haji banyak orang orang-orang dari suku-suku bangsa arab berkunjung ke mekkah, nabi juga menyiarkan islam  dengan membacakan ayat-ayat suci al-quran yang berisikan petunjuk dan pengajaran pada umum.&lt;br /&gt;Pada masa khulafaurrasyidin  dan bani umayyah  sudah ada tingkatan-tingkatan pelajaran dan ilmu yang di ajarkan.&lt;br /&gt; Tingkatan perama, kuttab (tingkat dasar), tempat anak-anak belajar menlis dan membaca atau menghafal al-quran&lt;br /&gt; Tingkat menengah, lanjutan dari kuttab dan&lt;br /&gt; Tingkat tinggi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. RUMUSAN MASALAH&lt;br /&gt; Pendidikan dan pengajaran islam pereode bani abbasiyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;PEMBAHASAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENDIDIKAN ISLAM PEREODE BANI ABBASIYAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. pendidikan dan pengajaran pada masa abbasiyah&lt;br /&gt;  pada permulaan masa abbasiyah pendidikan dan pengajaran berkembang dengan sangat pesatnya, sehingga lahirlah sekolah-sekolah yang tidak terhitung jumlahnya, tersebar dari kota-kota sampai ke desa-desa. Anak-anak dan pemuda-pemuda berlomba-lomba menunut ilmu pengetahuan, meninggalkan kampong halamnnnyapergi ke pusat-pusat pendidikan demi cinta akan ilmu pengetahuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. tingkat-tingkat pengajaran&lt;br /&gt; pada nasa abbasiyah , sekolah-sekolah terdiri dari beberapa tingkat:&lt;br /&gt;a) tingkat sekolah rendah, namanya kuttab, untuk tempat belajar anak-anak,    selain kuttab  anak-anak juga ada  yang belajar di rumah, istana, took-toko dan di pinggir-pinggir pasar.&lt;br /&gt;b) Tingkat sekolah menengah, yaitu di masjid dan majlis sastra dan ilmu pengetahuan sebagai sumbangan  dari dari kuttab.&lt;br /&gt;c) Tingkat perguruan tinggi,seperti baitul hikmah di bagdad dan darul ilmi di mesir (cairo), di masjid-masjid dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. sekolah-sekolah rendah (kuttab)&lt;br /&gt; pada permulaan masa abbasiyah abad ke-2 dan abad setelahnya, kuttab-kuttab semakin berttambah banyak dan guru-guru yang mengajar anak-anak. Pada tiap-tiap desa ada satu kuttab, bahkan lebih. Kuttab biasanya di adakan di luar masjid sesuai dengan perkataannya imam malik, menurut belliau bahwa kuttab lebih baik ada di luar masjid , karna kalau di dalam masjid anak-anak kadang membawa kotoran (najis) ke masjid. Akan tetapi kadang di adakan di dalam masjid karna  kekurangan tempat di luar masjid.&lt;br /&gt;Di ambil kesimpulan bahwa kuttab berada di luar masjid seperti kuttab abul qashim. Tapi juga ada guru-guru yang mengajar anak-anak di penjuru-penjuru masjid dan bilik-bilik yang berhubungan deangan masjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Rencana pengajaran kuttab&lt;br /&gt;1. membaca al-quran dan menghafalnya&lt;br /&gt;2. pokok-pokok ajaran islam, seperti shalat, puasa, dan lain sebagainya&lt;br /&gt;3. menlis&lt;br /&gt;4. riwayat (kisah) orang-orang besar islam&lt;br /&gt;5. membaca dan menghafal syair-syair&lt;br /&gt;6. berhitumg&lt;br /&gt;7. pokok-pokok nahwu dan sharraf ala kadarnya&lt;br /&gt;2. waktu-waktu belajar kuttab&lt;br /&gt;  pembagian waktu belajar kuttab setiap harinya, ialah:&lt;br /&gt;1. pelajaran al-quran, mulai dari pagi hari sampai waktu dluha&lt;br /&gt;2. pelajaran menulis, mulai dari setelah dluha sampai waktu dluhur. Kemudian semua murid lang untuk makan siang&lt;br /&gt;3. pelajaran ilmu yang lain (sharraf, nahwu, dan lain-lain) mulai sesudah sluhur sampai akhir petang&lt;br /&gt;3. cara mengajar&lt;br /&gt;    karna pada masa itu masih belum berkelas-kelas dan kurikulum yang di tetapkan seperti sekarang,maka pelajan di berikan pada murid secara: &lt;br /&gt;- ¬¬¬ seorang demi seorang&lt;br /&gt;- di dekti oleh guru kemudian menulisnya&lt;br /&gt;- di bacakan oleh guru dengan berulang-ulang sampai muridnya hafal&lt;br /&gt;- menyalin karangan gurunya dengan tangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. sekolah-sekolah menengah&lt;br /&gt;   setelah murid-murid selesai di sekolah kuttab maka melanjutkan ke sekolah tingkat menengah .sedangkan rencana pelajaran di tingkat menengah juga tidak sama di seluruh Negara islam, karna Negara islam pada masa itu sudah bercerai-berai satu dengan yang lain. Tapi rencana pengajaran tersebut sebagai berikut:&lt;br /&gt;1) al-quran&lt;br /&gt;2) bahasa arab dan kesusastraannya&lt;br /&gt;3) fiqih&lt;br /&gt;4) tafsir&lt;br /&gt;5) hadist&lt;br /&gt;6) nahwu/sarraf/balagah&lt;br /&gt;7) manteq&lt;br /&gt;8) falaq &lt;br /&gt;9) sejarah&lt;br /&gt;10) ilmu-iolmu alam&lt;br /&gt;11) kedokteran dan&lt;br /&gt;12) musik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. tingkat perguruan tinggi&lt;br /&gt;  setelah murid-murid selesai dari pendidikan menengah ,aka melanjutkan pada tingkat perguruan tinggi, seperti baitul hikmah di bagdad dan darul ilmi di mesir. Di masjid-nasjid dan lain-lain.&lt;br /&gt; Rencana pelajaran pada tingkat timggi&lt;br /&gt;  Rencana pelajaran pada tingkat tinggi,tidak sama di seluruh Negara islam bahakan berlainan pula dengan berubahnya masa dan keadaan.&lt;br /&gt; Pada umumnya perguruan tinggi itu terdiri dari dua jurusan:&lt;br /&gt;a. Jurusan ilmu-ilmu agama, ibnu khaldun menamakannya ilmu-ilmu nakliah&lt;br /&gt;b. Jursan ilmu-ilmu hikmah(filsafat), ibnu khaldun menamakannya ilmu-ilmu aqliah&lt;br /&gt;  Ilmu-ilmu Yang di ajarkan di jurusan naqliah sebagai berikut:&lt;br /&gt;1) Tafsir dan al-quran&lt;br /&gt;2) Hadist&lt;br /&gt;3) Giqih dan ushul fiqh&lt;br /&gt;4) Nahwu dan sharraf&lt;br /&gt;5) Balagah&lt;br /&gt;6) Bahasa arab dan kesusastraannya&lt;br /&gt; Ilmu-ilmu yang di ajarkan di jurusan aqliah adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;1) Limu manteq&lt;br /&gt;2) Ilmu ilmu alam dan kimia&lt;br /&gt;3) Musik&lt;br /&gt;4)  Ilmu-ilmu pasti&lt;br /&gt;5) Ilmu ukur&lt;br /&gt;6) Falak &lt;br /&gt;7) Ilmu ilhiyah &lt;br /&gt;8) Ilmu hewan&lt;br /&gt;9) Ilmu tumbuh-tumbuhan dan &lt;br /&gt;10) Ilmu kedokteran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Cara mengajar pasa tingkat perguruan tinggi&lt;br /&gt;  Cara mengajar p[ad tingkat perguruan tinhggi adalah dengan berkelompok-kelompok dan berhalaqah. Guru duduk di atas tikar dan di hadapannya duduk pula pelajar-pelajar berhalaqah lalu guru memberikan pelajaran pada semua pelajar-pelajar yang hadir. Kalau guru menghafal pelajaran atau di tuliskannya sebagai diktas, maka di bacakannya pelajaran itu dengan  berlahan-lahan sampai murid-muridnya hafal, lalu oleh gurunya di jelaskan bagian-bagian yang belum di pahami hingga benar-benar faham dan mengarti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB III&lt;br /&gt;PENUTUP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KESIMPULAN&lt;br /&gt;  Pendidikan dan pengajaran sangat berkembang sangat pesat pada masa abbasiyahsehingga para pemua dan anak-anak berlomba-lomba untuk mencari ilmu pengatahuan , bahkan keluar dari kampong halamannya hanya untuk menuntut ilmu. Pada masa itu pendidikan sekolah-sekolah seperti kuttab (sekolah-sekolah rendah) pada abad ke 2 H dan abad setelahnya kuttab semakin pesat, di kota bahkan di oelosok desapun di bangun kuttab, saking pesatnya orang-orang yang mencari ilmu di ndirikanlah lagi sekolah menengah, di sekolah ini bermacam-macam kejuruan seperti jadi jur tulis, di kantor, surat menyurat, pidato dan lain sebagainya. Terus didirikan lagi sekolah perguruan tingkat tinggi, di sekolah ini ada 2 macam jurusan, 1. jurusan ilmu agama dan bahasa arab. 2. ilmu hikam (filsafat).  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;_ prof. DR. MAHMUD YUNUS,H. sejarah pendidikan islam, PT hida karya agung jakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MAKALAH&lt;br /&gt;SEJARAH PERKEMBANGAN HADIST PRA KODIFIKASI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memenuhi tugas SPI&lt;br /&gt;Smester I  FAI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di susun oleh:&lt;br /&gt;Ach saedi tammin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Universitas islam madura (UIM)&lt;br /&gt;Bettet pamekasan madura&lt;br /&gt;KATA PENGANTAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah segala puji bagi allah tuhan penguasa jagat raya. Sholawat serta salamnya semoga tetap di limpahkan kepada revolusioner islam nabi Muhammad saw. Penulis bersyukur kepada ilahi rabbi yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya kepada penulis sehingga  makalah ini yang berjudul SEJARAH PERKEMBANGAN HADIST PRA KODIFIKASI  dapat terselesaikan.&lt;br /&gt;Dengan terselesainya makalah ini di harapkan kepada teman-teman mahasisiwa dapat memahami secara mendalam  tentang hal-hal yang berkaitan dengan materi yang akan di kaji dalam makalah ini. Antara lain agar kita dapat memahami arti sejarah  yang sebenarnya, di samping memiliki ilmu pengetahuan yang memadai, sehingga kita di harapkan dapat memahami masalah-masalah relegiusitas secara interdisipliner serta mampu mengembangkan wawasan dan kepekaan terhadap kehidupan yang serba baru ini.&lt;br /&gt;Penuis menyadari, bahwa dalam makalah ini masih banyak terdapat kekurangan dan kekhilafan, oleh karna itu, kepada teman-teman dan bapak dosen khususnya, penulis mengharapkan saran dan kritik konstruktif demi kesempurnaan makalah ini.&lt;br /&gt;Semoga makalah ini benar-benar bermanfaat bagi kita mahasiswa dan masyarakat umumnya. Amin…!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengetahui&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR ISI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata pengantar  &lt;br /&gt;Daftar isi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENDAHULUAN &lt;br /&gt;1. Latar belakang &lt;br /&gt;2. Permasalahan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II &lt;br /&gt;Sejarah perkembangan hadist prakodifikasi &lt;br /&gt;1. Difinisi hadiat &lt;br /&gt;2. Mekanisme perkembangan hadist ppada masa rasul &lt;br /&gt;3. Larangan menulis hadist &lt;br /&gt;4. Keutamaan menulis hadist di masa nabi &lt;br /&gt;5. Pembatalan larangan menulis nabi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB III &lt;br /&gt;Kesimpulan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB I&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sadari atau tidak kita semua di lahirkan dari sejarah, tanpa adanya sejarah tidak akan ada kehidupan masa kini semuanya akan menjadi gelap gulita. Tanpa sejarah seniman bingung, sastrawan bisu, puitis lingling dan peradabanpun menjadi berantakan. Oleh kernanya, saatnyalah sekarang kita membangun kembali dan mereaktualisasikan sejarah dalam kehidupan masa kini yang lebih nyata serta mendeklrasasikannya dengan kebenaran yang valid&lt;br /&gt;Mengusung dan meluruskan kembali sejarah mnerupakan keharusan kita ummat muslim khususnya, sebagai manifestasi ghirah kita terhadap islam, karna dalam sejarah terdapat banyak paradikma yang patut dan seharusnya kita tiru untuk mengaksentuasi kehidupan kondisi manusia pada yang lebih baik dan berarti.&lt;br /&gt;Maka dari itu di harapkan kepada semua mahasiswa di FAI khususnya perlu di bekali pengetahuan yang dapat mengembangkan kepribadiannya dan memiliki sikap hidup yang lebih halus dan terbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. latar belakang&lt;br /&gt;sebeum kita mempelajari hadist, terlebih dahulu kita harus mempelajari prolognya yang meliputi pertumbuhan dan perkembangannya, sejarah ilmu-ilmunya, dan pokok-pokok dasar yang menjadi pedoman  dalam menghadapinya.&lt;br /&gt;Sungguh gelap jalan orang-orang yang mempelajari hadist tanpa mengetahuisejarah pertumbuhan dan perkembangannya. Dengan mempelajari sejarah pertumbuhan dan perkrmbangannya, di samping sebagai penerang jalan kita, juga dapat mengetahui betapa besar kesungguhan perjuangan-perjuangan para ahli untuk pertumbuhan dan perkembangannya agar sampaai pada tujuan terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. pemasalahan &lt;br /&gt;ada beberapa pertanyaan sederhana, mungkin tidak terlalu penting di jawab akan tetapi penting sekali untuk di hayati.&lt;br /&gt;Makalah ini membahas tentang sejarah perkembangan hadist pra kodifikasi. Yang menjadi pertanyaan, kenapa mesti sejarah?, ada apa dengan sejarah?. Ini pertanyaan sederhana, tapi untuk menjawabnya tidak semudah melontarkan pertanyaan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;PEMBAHASAN&lt;br /&gt;SEJARAH PERKEMBANGAN HADIST PRA KODIFIKASI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. difinisi hadist&lt;br /&gt;secara etemologi berdasarkan ayat-ayat al-quran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“dan siapa yang paling benar perkataannya dari pada allah”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“hendaklah mereka datangkan perkataan yang sama dengan al-quran jika mereka orang-orang yang benar”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka hadist di artikan sebagai perkataan atau pernyataan dari nabi Muhammad saw. Perkatan dan pernyataan di namakan hadist, untuk membedakan antara perkataan atau firman allah dan perkataan dari nabi mahammad saw.  Hadist di katakana baru karna perkataan nabi juga di katakan baru.yang baru ada setelah nabi Muhammad menjadi rasul, beda dengan firman allah yang sifatnya qadim, sudah ada sejak dahulu bahkan sebelum terciptanya alam semestapun sudah ada.&lt;br /&gt;Secara terminolgi, hadist adalah segala sesuatu yang di sandarkan pada nabi, baik dari segi perkataan, perbuatan dan ketetapannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Segala sesuatu yang di nukil nabi, baik yang berupa perkataan, perbuatan dan ketetapannya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. mekanisme perkembangan hadist di masa rasul&lt;br /&gt;nabi Muhammad saw. Menyiarkan ajaran islam kepada ummat manusia kurnag lebih 23 tahun, masa itu merupakan masa turunnya wahyu allah, dan lahirnya hadist rasul saw.sebagai penjelasan dari wahyu allah tersebut, baik berupa perbuatan, perkataan atau ketetapan rasul saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-quran dan hadist-hadist rasul saw. Semua itu merupakan tuntunan dan juga ajaran yang di pedomani dalam kehidupan sehari-hari dan keduanya juga merupakan sumber ajaran agama islam. Untuk menjaga kemurnian serta menghindari kemungkinan intervensi antara keduanya, maka rasulullah menggunakan cara yang berbeda dalam penyampaian kepada para sahabat.&lt;br /&gt;Terhadap al-quran, beliau secara resmi memerintahkan kepada sahabat untuk menulis serta menghafalkannya, sedangkan terhadap hadist, beliau menyuruh menghafal tapi tidak menyuruh menulisnya secara resmi, seperti sabdanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya:&lt;br /&gt;“Janganlah kamu menulis sesuatu dariku selain al-quran, barang siapa yang menulis sesuatu dariku selain al-quran hendaklah dia menghapusnya”.(HR. muslim dan ahmad dari abi said al-hudri)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karna hadist-hadist itu harus di hafal oleh para sahabat, maka beliau dalam menyampaikannya menemouh beberapa cara, antara lain:&lt;br /&gt;a. sedikit demi sedikit, agar dapat meresap dalam hati&lt;br /&gt;b. pembicaraan rasul saw. Sering dalam bentuk yang sederhana, dengan tidak panjang lebar, agar mudah di fahami.&lt;br /&gt;c. Rasulullah sering mengulangi pembicaraannya, agar di hayati lebih mantap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari beberapa mekanisme tersebut,  rasulullah dalam menyampaikan hadist pada para sahabatnyamelalui beberapa kesempatan, antara lain:&lt;br /&gt;1) Melalui jamaah dalam majlis taklim&lt;br /&gt;2) Melalui ceramah di tempat terbuka&lt;br /&gt;3) Melalui sahabat-sahabat tertentu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. larangan menulis hadist&lt;br /&gt;sebagaimana sabda rasul di atas, sudah jelas bahwa di masa itudi larang keras untuk menulis hadist-hadist dari nabi. Memang ada sebagian sahabat yang menulisnya mendapat respon tidak serius dari beliau, melalui sabdanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“barang siapa yang berdusta dariku, hendaklah dia menempatkan tempatnya di neraka”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini tidak menghalangi adanya para sahabat yang menulis hadist dengan cara tidak resmi. Memang ada beberapa astar sahih yang menegaskan adanya para sahabat menulis hadist di masa nabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indikator di larangannya menulis hadist-hadist secara resmi di masa iti di sebabkan antara lain:&lt;br /&gt;a. mentadwinkan ucapan-ucapannya, amalan-amalannya, muamalah-muamalahnya adalah salah satu keadaan yang sukarkarna memerlukan adanya golongan sahabat yang terus menerus harus menyertai nabi untuk menulis segala sesuatu di atas, padahal orng-orang yang dapat mebulis pada masa itu msih dapat di hitung.&lt;br /&gt;b. Karna orng arab tidak pandai menulis dan membaca tulisan, kuat berpegang pada kekuatan penghafalan dalam segala apa yang mereka ingin menghafalnya.&lt;br /&gt;c. Karna di hawatirkan adanya intervensi antara hadist dan al-quran meskipun tidak di    sengaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. kometmen menulis hadist di masa nabi&lt;br /&gt;riwayat-riwayat yang benar ada yang menceritakan bahwa sebagian sahabat ada yang mempunyai lembaran-lembaran yang tertulis hadist, mereka bukukan sebagian hadist yang mereka dengar dari nabi saw. Seperti sahifah Abdullah ibnu amr ibnu ash yang di namai ASSHODIQAH&lt;br /&gt; diriwayatkan oleh ahmad dan al-baihaki dari abi hurairah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“tidak ada dari sahabat nabi yang lebih banyak(mengeahui) hadist rasul dari padaku selain Abdullah bin amr ibn ash. Dia menuliskan apa yang dia dengar, sedangkan aku tidak menulisnya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pula riwayat yang menerangkan bahwa ali mempunyai sebuah sahifah, di tulis sda dalmnya tentang hokum-hukum diyat yang di ibaratkan kepada keluarga dan lainnya&lt;br /&gt;Menurut keterangan lain bahwa sahabat anas juga mempunyai seuah buku catatan tentang hadist-hadist nabi.&lt;br /&gt;Sebagian shabat ada yang keberatan pada Abdullah, kamu selalu menulis apa yang di katakana oleh nabi, padahal kadang-kadang beliau marahdan menutur sesuatu yang tidak di jadikan syariat umum.&lt;br /&gt;Mendengar itu Abdullah pergi mengadu dan bertanya pada rasulullah, bolehkah dia menulis susuatu yang di katakana oleh beliau, nabi menjawab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tulislh pa yang kamu dengar dariku, demi tuhan dan jiwaku ada padanya, tidak keluar dari mulutku kecuali kebenaran”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. pembatalan menulis hadist&lt;br /&gt;kebanyakan ulama’ berpendapat bahwa larangan menulis hadist yang di naskah oleh abu said, yang di mansukhkan dengan izin sesudahnya.&lt;br /&gt;Sbagian ulama’ yang lain berpendapt bahwa larangan menulis hadst, tertentu terhadap mereka yang di hawatirka mengintervensi haist dengan al-quran, izin hanya di brikan kepada mereka yang tidak di khawatirkan mencampur adukkan hadist dengan al-quran itu.&lt;br /&gt;Tegasnya, mereka berpendapay bahwatidak pertentangan antara larangan dan keizinan, apabila kita fahami bahwa yang di larang adalah pembukuan resmi(kodifikasi) seperti halnya al-quran, dan keizinan itu di perbolahkan kepada merekayang hanya menulis hadist untuk diri sendiri.&lt;br /&gt;Memang kita boleh menetapkan baha larangan itu sifatnya umum, sedangkan keizinan untuk orang-orang tertentu, riwayat Abdullah bin amr. &lt;br /&gt;Dan di perkuat pula kebolehan menulis hadist secara tidak resmioleh riwayat al-bukhari yang meriwayatkan bahwa ketika nabi sakit berat  mereka meminta untuk di tuliskan pesannya untuk menjadi pegangan ummat. Akan teapi, karena di kala itu nabi nabi dalam keadaan berat sakitnya, umar menghalanginya karna takut bertambah parah.&lt;br /&gt;Dan dapat pula di fahami bahwa setelah al-quran di bukukan, di tulis dengan sempurnadengan lengkap puala turunya, barulah boleh di keluarkan izin menulis sunnah.&lt;br /&gt;BAB III&lt;br /&gt;KESIMPULAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEJARAH PERKEMBANGAN HADIST PRA KODIFIKASI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  definisi hadist&lt;br /&gt; secara etemologi, adalah perkataan atau pernyataan dari nabi nabi Muhammad saw.&lt;br /&gt;  Secara terminology adalah segala sesuatu yang di nukil nabi Muhammad saw. Baik berupa perkatan, perbuatan dan ketetapannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.  mekanisme perkembangan hadist di masa rasul&lt;br /&gt;   beliau dalam menyampaikan hadist memakai beberapa cara antara lain:&lt;br /&gt;a. Menyampaikan sedikit dem sedikit&lt;br /&gt;b. Pembicaraan rasul dalam bentuk fleksibel&lt;br /&gt;c. Selalu di ulang-ulang agar di hayati lebih mantap&lt;br /&gt;3. larangan menulis hadist sabda rasul&lt;br /&gt;  janganlah kamu menulis sesuatu dari selain al-quran, barang siapa yamg menulis sesuatu dariku selain al-quran hendaklah ia menghapusnya ( HR. muslim dan ahmat dariabu said al0khudri)&lt;br /&gt;4. kometmen menulis hadist di masa nabi&lt;br /&gt;  ada riwaya-riwayat yang menceritakan bahwa sebagian sahabat mempunyai catatan ang tertulis, mereka bukukan di dalmnya  sebagian hadist yang mereka dengar  dari rasul saw. Di antaranya seoerti sahifah Abdullah ibnu amr ibnu ash, sahifah ali dan dan sahabat anas.&lt;br /&gt;5. pembatalan larangan menulis hadist&lt;br /&gt;  mayoritas ulama’ berpendapat bahwa tudak ada pertentangan antara larangan dan keizinan, apabila kita fahami bahwa yang di larang adalah  pembukuan resmi seperti al-quran sedangkan keizinan itu di perbolehkan kepada mereka yang menulis hadisthanya untuk dirinyan sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MAKALAH&lt;br /&gt;Kebangkitan pendidikan di Negara-negara muslim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Ajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Sejarah Peradaban Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dosen Pembina:&lt;br /&gt;HALIMATUS SAKDIYAH S.Pd.i&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di susun oleh: &lt;br /&gt;ABDUR RAHMAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UNIVERSITAS ISLAM MADURA (UIM)&lt;br /&gt;BETTET PAMEKASAN MADURA&lt;br /&gt;2009&lt;br /&gt;KATA PENGANTAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puji syukur kita panjatkan ke hadirat allah swt. Yang telah memberikan nikmat, hidayah serta inayahnya kepada penulis sehingga penulis dapat menyusun makalah yang sederhana ini, penyelesaian makalah ini terdapat dari bantuan dari berbagai pihak sehingga penulis mengucapkan banyak-banyak terima kasih terutama kepada dosen pembimbing yang dalam hal ini ibu HALIMATUS SAKDIYAH S.Pd.i yang telah memberikan bantuan moral maupun material. Dengan segala kerendahan hati, penulis mohon maaf, apbila dalam penulisan makalah ini  ada kekurangan. Dan kepada instansi terkait berkenan memberikan saran dan kritik untuk membangun kesempurnaan makalah ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan penulisan makalah ini  bisa di jadikan referensi bagi instansi terkait sebagai panduan untuk meniti jalan menuju allah swt&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga makalah ini bermanfaat bagi manusia pada umumnya. Dan semoga allah menerima semua jerih payah penulis dan membalasnya dengan setimpal. Amin ya rabbal alamin……!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pamekasan 13 januari 2009 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyusun &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR ISI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KATA PENGANTAR &lt;br /&gt;DAFTAR ISI &lt;br /&gt;BAB I &lt;br /&gt;PENDAHULUAN  &lt;br /&gt;1. Latar belakang &lt;br /&gt;2. Rumusan masalah  &lt;br /&gt;3. Tujuan  &lt;br /&gt;BAB II &lt;br /&gt;PEMBAHASAN &lt;br /&gt;Kebangkitan Pendidikan Di Negara-Negara Muslim &lt;br /&gt;1. Mesir &lt;br /&gt;2. Turki &lt;br /&gt;3. India &lt;br /&gt;BAB III &lt;br /&gt;PENUTUP &lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB I&lt;br /&gt;PENDAHULUAN &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Latar Belakang &lt;br /&gt;  Peradaban islam adalah terjemahan dari kata arab al-hadha-rah-al-islamiyah. Kata arab ini juga sering di terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan kebudayaan islam  “kebudayaan” dalam bahasa arab adalah al-tsagafah. Di Indonesia, sebagaiman di arab dan di barat, masih banyak yang mensinonimkan dua kata “kebudayaan” (arab al-tsagafah: ingris, culture) dan “peradaban” (arab al-hadarah, ingris, civilization). Dalam perkembangan ilmu antropologi sekarang, kedua istilah itu di bedakan. Kebudayaan adalah bentuk ungkapan tentang semangat mendalam suatu masyarakat. Sedangkan manifestasi kemajuan mekanis dan tekhnologi  lebih berkaitan denga peradaban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Rumusan Masalah&lt;br /&gt;  Rumusan masalah ini sebagai berikaut:&lt;br /&gt;1. Bagaimana kebangkitan islam di mesir, turki, dan India.&lt;br /&gt;2. Bagaimana proses kebangkitan pendidikan di mesir, turki dan India&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Tujuan &lt;br /&gt;1.  Untuk Mengetahui kebangkitan islam &lt;br /&gt;2. Untuk Mengetahui latar belakang dari negara mesir, turki dan India.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;PEMBAHASAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEBANGKITAN PENDIDIKAN DI NEGARA-NEGARA MUSLIM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kairo(Mesir)&lt;br /&gt;Kota kairo di bangun pada tanggal 27 sya’ban 253 H/969 M oleh panglima perang dinasti fatimiah ysng beraliran syi’ah, jawhar al-siqili, atas perintah khalifah fatimiah, al-mu’izz lidinillah (953-975 M), sebagai kerajaan dinasti tersebut. Bentuk kota ini hampir merupakan segi empat. Di sekililingnya di bangun pagar tembok besar dan tinggi, yang sampai sekarang masih di temui peninggalannya. Pagar tembok ini memanjang mulai dari masjid ibnu thulun sampai ke thal’at al-jabal, memanjang dari jabal al-muqattam sampai ke tepi sungai nil. Daerah-daerah yang di lalui oleh dinding ini sampai sekarang di sebut al-husainiyah, bab al-luk, syibra, dan ahya bulaq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wilayah kekuasaan dinasti fatimiah meliputi afrika utara, sicilia, dan syiria. Berdirinya kota kairo sebagai ibu kota kerajaan dinasti ini membuat bagdad medapat saingan. Setelah penbangunan kota kairo rampung lengkap dengan istananya, al-siqili mendirikan masjid al-azhar, 17 ramadlan 359 H (970 M). masjid ini berkembang menjadi sebuah universitasbesar yangsampai sekarang masih berdiri megah. Nama al-azhar di ambil dari al-zahra’, julukan fathinah putri nabi Muhammad saw. Dan istri ali bin abi thalib, imam pertama syi’ah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kota yang terletak di pinggir sungai nil ini mengalami tiga kali kejayaan, yaitu pada masa dinasti fatimiah, di masa shalah sl-din al-ayyubi dan di bawah baybars dan al-nasir pada dinasti mamalik. Pereode fathimiah di mulai dengan al-mu’izz dan puncaknya terjadi pada masa pemerintahan anaknya, al-aziz. Al-mu’izz dan aziz (975-996 M) di mesir dapat di sejajarkan dengan harun al-rasyid dan al-ma’mun di Baghdad. Selama pemerintahan al-mu’izz dan tiga orang pengganti pertamanya, seni dan ilmu mengalami kemajuan besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-mu’izz melaksanakan iga kebijaksanaan besar, yaitu pembaharuan dalam bidang administrasi, pembangunan ekonomi, dan toleransi beragama (juga aliran). Dalam bidang administrasi, ia mengangkat seorang wazir (mentri) untuk melaksanakan tugas-tugas kenegaraan. Dalam bidang ekonomi, ia memberi gaji khusus kepada tentara, personalia istana, dan pejabat pemerintahan lainnya. Dalam bidang agama, di mesir di adakan empat lembaga peradilan, dua untuk mazhab syi’ah dan dua lainnya untukmazhab sunni. Al-‘aziz kemudian mengadakan program baru dengan mendirikan masjid-masjid, istan, jembatan,dank anal-kanal baru. Pada masa aziz billah dan hakim biamrillah, terdapat seorang maha guru bernama ibn yunus yang menemukan pendulum dan ukuran waktu dengan ayunannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karyanya zij al-akbar al0hakimi di terjemahkan kedalam beberapa bahasa. Dia meninggal pada tahun1009 M dan temuan-temuannya di teruskan oleh ibn al-nabdi (1040) dan hasan ibn haitham, seorang astronom dan ahli optika. Yang di sebut terakhir menemukan sinar cahaya datang dari objek ke mata dan bukan keluar darimata lalu mengenai benda luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa pemerintahan al-hakim (996-1021 M), di dirikan bait al-hikmah, terinspirasi dari lembaga yang sama yang di dirikan oleh al-ma’mun di Baghdad. Di lembaga ini banyak sekali koleksi buku-buku. Lembaga ini juga merupakan pusat pengkajian astronomi, keokteran, dan ajaran-ajaran islam terutama syi’ah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Istambul (Turki)&lt;br /&gt;Istambul adalah ibu kota kerajaan turki usmani. Kota ini sebelumnya merupakan ibu kota kerajaan romawi timur, yang bernama konstantinopel. Konstantinopel sendiri sebelumnnya sebuah kota bernama Byzantium terletak di selat Bosporus, yang oleh konstantin, kaisar romawi di maksudkan untuk menjadi ibu kota kerajaan yang baru, kerajaan romawi. Maksud itu memang tidak jadi di laksanakan. Akn tetapi, ketika kerajaan romawi pecah menjadi dua, romawi barat dan romawi timur, tahun 395, konstantinopel menjadi ibu kota romawi timur.kalau ibu kota romawi barat, roma, jatuh ke tangan bangsa goth tahun 476. maka, konstantinopel bertahan seribu tahun kemudian sampai sultan turki usmani berhasil menaklukannya tahun 1453 dan menjadikannya sebagai ibu kota kerjaan yang baru. Pada masa jayanya, kerajaan romawi timur dapat di katakana sebagai sebuah Negara adi daya yang hanya dapat di saingi oleh kerajaan Persia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, jauh sebelum turki usmanidi bawah Muhammad al-fatih berhasil menaklukkan konstantinopel, para pemimpin islam memang sejak khalifah al-rasyidah. Kemudian kholfah bani umayyah  dan khalifah bani abbas berusaha kea rah itu. Namun, baru pada kerajaan turki usmani usaha itu berhasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Muhammad al-fatih menjadikan istambul sebagai ibu kota kerajaan turki usmani, ia melakkan penataan hal-ihwal orang-orang Kristen yunani. Dalam penataan tersebut ia tetap memberikan kebebasan kepada pihak gereja, seperti yang di lakukan para pendahulunya dan mengakui agama lain sesuai dengan ajaran islam yang menghormati keyakinan suatu agama. Setiap agama mempunyai komunitasnya sendiri yang di sebut millet. Sultan memberikan kebebasan kepada penganut agama kresten misalnya, untuk memilih dan menentukan patriach.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuasaan tertinggi memang berada di tangan sultan, tetapi roda pemerintahan di jalankan oleh shard al-azham (perdana mentri) yang berkedudkan di ibu kota. Jabatan-jabatan penting, termasuk perdana mentri, sering kali justru di serahkan kepadaorang-orang asal eropa, dengan syarat menyatakan diri secara formal masuk islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Delhi (India)&lt;br /&gt;Delhi adalah ibu kota dari kerajaan-kerajaan islam di India sejak tahun 608 H/1211 M sampai kerajaan bughal runtuh oleh ingris tahun 1858. sebagai ibu kota kerajaan-kerajaan islam,  delhi juga menjadi pusat kebuayaan dan peradaban islam di anak benua India.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kota ini terletak di pinggir sungai jamna. Sebelum islam masuk kesana, delhi berada di bawah kekuasaan keturunan johan rajput. Tahun 589 H/1193 M, kota ini di taklukan oleh qutb  al-din aybak dan tahun 602 H/ 1204 M ini di jadikan ibu kota tersendiri olehnya. Dinasti namluk ni berkuasa sampai tahun 689 H/ 1290 M, kemudian dig anti oleh dinasti khalji 1296-1316 M, setelah itu dinasti thuhlug 1320-1413 M. babur, raja bughal pertama, merebut delhi dari tangan dinasti lodi. Setiap dinasti islam memperluas wilayah kota itu dengan mendirikan kota-kota  baru di delhi semula, yait, kota yang berada di dalam benteng lalkot. Delhi sekarang mencakup semua kota-kota baru itu. Semuanya di kenal sebagai “tujuh kota delhi”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinasti namluk mendirikan sebuah menara yang tingginya 257 kaki, di kenal dengan nama menara”qutb mannar”, bukan saja sebagai tempat azan tapi juga, sebagi tugu kemenangandan sebuah masjid dengan nama masjid “qutb al-islam”. Namluk juga memperluas tembok kota hindu itu dengan apa yang di kenal dengan kota kil’a ray pithora. Inilah kota pertama dari tujuh kota delhi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinasti khalji menambah bangunan masjid dengan atap yang indah dan beberapa menara lagi. Ke sebelah barat, dinasti ini memperluasbenteng lalkot yang lama dengan maksud mempertahankan kota dari seranan mongol. Dengan demikian, ia memindah ibu kota ke siri, sekitar 2 km dari yang pertama. Inilah kota yang ke dua. Di dalam kota, dinasti ini mendirikan sebuah istana megah tersendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, raja pertama dinasti thuhligh mendirikan tughlughabad, sekitar 8 km di sebelah timur kil’a ray pithora, yang kemudian di jadikannya pusat pemrintahan tahun 720 H/ 1320 M. di tengah tughlughabad   di dirikan istana, masjid, perumahan, perkantoran, dan jalan-jalan yang di kelilingi benteng yang kuat. Dinasti ini juga membangun jalan-jalan yang di tinggikan, membentuk pita di sebeah tenggara, untuk memelihara air danau. Muhammad ibn tuhlugh juga melaksanakan sebuah proyek raksasa, yaitu mendirikan adilabad yang kemudian di kenal dengan kota jahanpanah. Hal yang juga di lakukan oleh fairus tughlugh dengan mendirikan kota fairuzabad, sekitar 3 km di sebelah barat laut kota yang kemudian di kenal dengan syahjahanabad.&lt;br /&gt;BAB III&lt;br /&gt;PENUTUP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari penjelasan terdahulu, dapat di tarik kesimpulan bahwa:&lt;br /&gt;Pertama: Kebangkitan pendidikan di Negara-negara islam ialah tidak lepas dari ikt andilnya para tokoh-tokoh pemerintahan sehingga dengan adanya persatuan maka agama dan juga pemerintahan menjadi kokoh dan kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua:   Bahwasanya proses bangkitnya Negara-negara islam itu karna adanya pelopor dari para khalifah sehingga kebangkitan islam menjadi luas.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o Abdullah, Taufik Dan Sharen Siddique (ed). Tradisi dan Kebangkitan Islam di Asia Tenggara. Jakarta 1989 Cetakan Pertama&lt;br /&gt;o Ali. A. Mukti dkk. (ed) Ensiklopedi Islam di INDONESIA, Jakarta, Departemen Agama RI, 1988&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;M A K A L A H&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TEORI BELAJAR KONSTRUKTIVISME&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makalah ini di ajukan untuk memenuhi tugas &lt;br /&gt;mata kuliah MPDP Al-Qur’an dan Tafsir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Susun Oleh:&lt;br /&gt;Rosiyadi&lt;br /&gt;Ronal&lt;br /&gt;Syamsul Arifin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UNIVERSITAS ISLAM MADURA (UIM)&lt;br /&gt;BETTET PAMEKASAN &lt;br /&gt;2009&lt;br /&gt;BAB I&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;Latar Belakang&lt;br /&gt;Dunia berkembang begitu pesatnya. Segala sesuatu yang semula tidak bisa dikerjakan, mendadak dikejutkan oleh orang lain yang bisa mengerjakan hal tersebut. Agar kita tidak tertinggal dan tidak ditinggalkan oleh era yang berubah cepat, maka kita sadar bahwa pendidikan itu sangat penting. &lt;br /&gt;Banyak negara yang mengakui bahwa persoalan pendidikan merupakan persoalan yang pelik. Namun semuanya merasakan bahwa pendidikan merupakan salah satu tugas negara yang amat penting. Bangsa yang ingin maju, membangun, dan berusaha memperbaiki keadaan masyarakat dan dunia tentu mengatakan bahwa pendidikan merupakan kunci keberhasilan suatu bangsa. &lt;br /&gt;Pengemasan pendidikan, pembelajaran, dan pengajaran sekarang ini belum optimal seperti yang diharapkan. Hal ini terlihat dengan kekacauan-kekacauan yang muncul di masyarakat bangsa ini, diduga bermula dari apa yang dihasilkan oleh dunia pendidikan. Pendidikan yang sesungguhnya paling besar memberikan kontribusi terhadap kekacauan ini.&lt;br /&gt;Tantangan dunia pendidikan ke depan adalah mewujudkan proses demokratisasi belajar. Pembelajaran yang mengakui hak anak untuk melakukan tindakan belajar sesuai karakteristiknya. Hal penting yang perlu ada dalam lingkungan belajar yang demokratis adalah reallness. Sadar bahwa anak memiliki kekuatan disamping kelemahan, memiliki keberanian di samping rasa takut dan kecemasan, bisa marah di samping juga bisa gembira .READ MORE&lt;br /&gt;Realness bukan hanya harus dimiliki oleh anak, tetapi juga orang yang terlibat dalam proses pembelajaran. Lingkungan belajar yang bebas dan didasari oleh realness dari semua pihak yang telibat dalam proses pembelajaran akan dapat menumbuhkan sikap dan persepsi yang positif terhadap belajar. &lt;br /&gt;Bagi para guru, salah satu pertanyaan yang paling penting tentang belajar adalah : Kondisi seperti apa yang paling efektif untuk menciptakan perubahan yang diinginkan dalam tingkah laku? Atau dengan kata lain, bagaimana bisa apa yang kita ketahui tentang belajar diterapkan dalam instruksi? Sebelum kita menjawab pertanyaan tersebut, kita harus melihat pada penjelasan-penjelasan psikologis tentang belajar.&lt;br /&gt;Manusia adalah makhluk individu dan makhluk sosial. Dalam hubungannya dengan manusia sebagai makhluk sosial, terkandung suatu maksud bahwa manusia bagaimanapun juga tidak lepas dari individu yang lainnya. Secara kodrati manusia akan selalu hidup bersama. Hidup bersama antarmanusia akan berlangsung dalam berbagai bentuk komunikasi dan situasi. Dalam kehidupan semacam inilah terjadi interaksi. Dengan demikian kegiatan hidup manusia akan selalu dibarengi dengan proses interaksi atau komunikasi, baik interaksi dengan alam lingkungan, interaksi dengan sesama, maupun interaksi dengan tuhannya, baik itu sengaja maupun tidak disengaja.&lt;br /&gt;Sehubungan dengan hal tersebut, dengan ketidak terbatasannya akal dan keinginan manusia, untuk itu perlu difahami secara benar mengenai pengertian proses dan interaksi belajar. Belajar dan mengajar adalah dua kegiatan yang tunggal tapi memang memiliki makna yang berbeda. Belajar diartikan sebagai suatu perubahan tingkah-laku karena hasil dari pengalaman yang diperoleh. Sedangkan mengajar adalah kegiatan menyediakan kondisi yang merangsang serta mangarahkan kegiatan belajar siswa/subjek belajar untuk memperoleh pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap yang dapat membawa perubahan serta kesadaran diri sebagai pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KATA PENGANTAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah segala puji bagi allah tuhan penguasa jagat raya. Sholawat serta salamnya semoga tetap di limpahkan kepada revolusioner islam nabi Muhammad saw. Penulis bersyukur kepada ilahi rabbi yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya kepada penulis sehingga  makalah ini yang berjudul TEORI BELAJAR KONSTRUKTIVISME  dapat terselesaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan terselesainya makalah ini di harapkan kepada teman-teman mahasisiwa dapat memahami secara mendalam  tentang hal-hal yang berkaitan dengan materi yang akan di kaji dalam makalah ini. Antara lain agar kita dapat memahami yang sebenarnya dan mengaplikasikan atau menghubungkan mata kuliah kita,di samping memiliki ilmu pengetahuan yang memadai, sehingga kita di harapkan dapat memahami masalah-masalah relegiusitas secara interdisipliner serta mampu mengembangkan wawasan dan kepekaan terhadap kehidupan yang serba baru ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis menyadari, bahwa dalam makalah ini masih banyak terdapat kekurangan dan kekhilafan, oleh karna itu, kepada teman-teman dan bapak dosen khususnya, penulis mengharapkan saran dan kritik konstruktif demi kesempurnaan makalah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga makalah ini benar-benar bermanfaat bagi kita mahasiswa dan masyarakat umumnya. Amin…!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengetahui&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR ISI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB I 1&lt;br /&gt;PENDAHULUAN 1&lt;br /&gt;Kata pengantar  3&lt;br /&gt;Daftar isi  4&lt;br /&gt;BAB II 5&lt;br /&gt;Pemabahasan  5&lt;br /&gt;Teori Belajaran Konstruktivisme 5&lt;br /&gt;A. Hakekat anak menurut pandangan teori belajar konstruktivisme  5&lt;br /&gt;B. Hakekat pembelajaran menurut teori konstruktivisme  8&lt;br /&gt;BAB III 11&lt;br /&gt;Kesimpulan 13&lt;br /&gt;Daftar Pustaka 13&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;PEMBAHASAN&lt;br /&gt;TEORI BELAJAR KONSTRUKTIVISME&lt;br /&gt;Teori-teori baru dalam psikologi pendidikan dikelompok dalam teori pembelajaran konstruktivis (constructivist theories of learning). Teori konstruktivis ini menyatakan bahwa siswa harus menemukan sendiri dan mentransformasikan informasi kompleks, mengecek informasi baru dengan aturan-aturan lama dan merevisinya apabila aturan-aturan itu tidak lagi sesuai. Bagi siswa agar benar-benar memahami dan dapat menerapkan pengetahuan, mereka harus bekerja memecahkan masalah, menemukan segala sesuatu untuk dirinya, berusaha dengan susah payah dengan ide-ide. Teori ini berkembang dari kerja Piaget, Vygotsky, teori-teori pemprosesan informasi, dan teori psikologi kognitif yang lain, seperti teori Bruner (Slavin dalam Nur, 2002: 8).&lt;br /&gt;Menurut teori konstruktivis ini, satu prinsip yang paling penting dalam psikologi pendidikan adalah bahwa guru tidak hanya sekedar memberikan pengetahuan kepada siswa. Siswa harus membangun sendiri pengetahuan di dalam benaknya. Guru dapat memberikan kemudahan untuk proses ini, dengan memberi kesempatan siswa untuk menemukan atau menerapkan ide-ide mereka sendiri, dan mengajar siswa menjadi sadar dan secara sadar menggunakan strategi mereka sendiri untuk belajar. Guru dapat memberi siswa anak tangga yang membawa siswa ke pemahaman yang lebih tinggi, dengan catatan siswa sendiri yang harus memanjat anak tangga tersebut ( Nur, 2002 :8).&lt;br /&gt;A. Hakikat Anak Menurut Pandangan Teori Belajar Konstruktivisme&lt;br /&gt;Salah satu teori atau pandangan yang sangat terkenal berkaitan dengan teori belajar konstruktivisme adalah teori perkembangan mental Piaget. Teori ini biasa juga disebut teori perkembangan intelektual atau teori perkembangan kognitif. Teori belajar tersebut berkenaan dengan kesiapan anak untuk belajar, yang dikemas dalam tahap perkembangan intelektual dari lahir hingga dewasa. Setiap tahap perkembangan intelektual yang dimaksud dilengkapi dengan ciri-ciri tertentu dalam mengkonstruksi ilmu pengetahuan. Misalnya, pada tahap sensori motor anak berpikir melalui gerakan atau perbuatan (Ruseffendi, 1988: 132).&lt;br /&gt;Selanjutnya, Piaget yang dikenal sebagai konstruktivis pertama (Dahar, 1989: 159) menegaskan bahwa pengetahuan tersebut dibangun dalam pikiran anak melalui asimilasi dan akomodasi. Asimilasi adalah penyerapan informasi baru dalam pikiran. Sedangkan, akomodasi adalah menyusun kembali struktur pikiran karena adanya informasi baru, sehingga informasi tersebut mempunyai tempat (Ruseffendi 1988: 133). Pengertian tentang akomodasi yang lain adalah proses mental yang meliputi pembentukan skema baru yang cocok dengan ransangan baru atau memodifikasi skema yang sudah ada sehingga cocok dengan rangsangan itu Suparno 1996; 7&lt;br /&gt;Lebih jauh Piaget mengemukakan bahwa pengetahuan tidak diperoleh secara pasif oleh seseorang, melainkan melalui tindakan. Bahkan, perkembangan kognitif anak bergantung pada seberapa jauh mereka aktif memanipulasi dan berinteraksi dengan lingkungannya. Sedangkan, perkembangan kognitif itu sendiri merupakan proses berkesinambungan tentang keadaan ketidak-seimbangan dan keadaan keseimbangan (Poedjiadi, 1999: 61).&lt;br /&gt;Dari pandangan Piaget tentang tahap perkembangan kognitif anak dapat dipahami bahwa pada tahap tertentu cara maupun kemampuan anak mengkonstruksi ilmu berbeda-beda berdasarkan kematangan intelektual anak.Berkaitan dengan anak dan lingkungan belajarnya menurut pandangan konstruktivisme, Driver dan Bell (dalam Susan, Marilyn dan Tony, 1995: 222) mengajukan karakteristik sebagai berikut: &lt;br /&gt;(1) Siswa tidak dipandang sebagai sesuatu yang pasif melainkan memiliki tujuan, &lt;br /&gt;(2) Belajar mempertimbangkan seoptimal mungkin proses keterlibatan siswa, &lt;br /&gt;(3) Pengetahuan bukan sesuatu yang datang dari luar melainkan dikonstruksi secara personal, &lt;br /&gt;(4) Pembelajaran bukanlah transmisi pengetahuan, melainkan melibatkan pengaturan situasi kelas, &lt;br /&gt;(5) Kurikulum bukanlah sekedar dipelajari, melainkan seperangkat pembelajaran, materi, dan sumber.&lt;br /&gt;Pandangan tentang anak dari kalangan konstruktivistik yang lebih mutakhir yang dikembangkan dari teori belajar kognitif Piaget menyatakan bahwa ilmu pengetahuan dibangun dalam pikiran seorang anak dengan kegiatan asimilasi dan akomodasi sesuai dengan skemata yang dimilikinya. Belajar merupakan proses aktif untuk mengembangkan skemata sehingga pengetahuan terkait bagaikan jaring laba-laba dan bukan sekedar tersusun secara hirarkis (Hudoyo, 1998: 5).&lt;br /&gt;Dari pengertian di atas, dapat dipahami bahwa belajar adalah suatu aktivitas yang berlangsung secara interaktif antara faktor intern pada diri pebelajar dengan faktor ekstern atau lingkungan, sehingga melahirkan perubahan tingkah laku.Berikut adalah tiga dalil pokok Piaget dalam kaitannya dengan tahap perkembangan intelektual atau tahap perkembangan kognitif atau biasa juga disebut tahap perkembagan mental. Ruseffendi (1988: 133) mengemukakan; &lt;br /&gt;(1) Perkembangan intelektual terjadi melalui tahap-tahap beruntun yang selalu terjadi dengan urutan yang sama. Maksudnya, setiap manusia akan mengalami urutan-urutan tersebut dan dengan urutan yang sama, &lt;br /&gt;(2) Tahap-tahap tersebut didefinisikan sebagai suatu cluster dari operasi mental (pengurutan, pengekalan, pengelompokan, pembuatan hipotesis dan penarikan kesimpulan) yang menunjukkan adanya tingkah laku intelektual dan &lt;br /&gt;(3) Gerak melalui tahap-tahap tersebut dilengkapi oleh keseimbangan (equilibration), proses pengembangan yang menguraikan tentang interaksi antara pengalaman (asimilasi) dan struktur kognitif yang timbul (akomodasi).&lt;br /&gt;Berbeda dengan kontruktivisme kognitif ala Piaget, konstruktivisme sosial yang dikembangkan oleh Vigotsky adalah bahwa belajar bagi anak dilakukan dalam interaksi dengan lingkungan sosial maupun fisik. Penemuan atau discovery dalam belajar lebih mudah diperoleh dalam konteks sosial budaya seseorang (Poedjiadi, 1999: 62). Dalam penjelasan lain Tanjung (1998: 7) mengatakan bahwa inti konstruktivis Vigotsky adalah interaksi antara aspek internal dan ekternal yang penekanannya pada lingkungan sosial dalam belajar.&lt;br /&gt;Adapun implikasi dari teori belajar konstruktivisme dalam pendidikan anak (Poedjiadi, 1999: 63) adalah sebagai berikut: &lt;br /&gt;(1) Tujuan pendidikan menurut teori belajar konstruktivisme adalah menghasilkan individu atau anak yang memiliki kemampuan berfikir untuk menyelesaikan setiap persoalan yang dihadapi,&lt;br /&gt;(2) Kurikulum dirancang sedemikian rupa sehingga terjadi situasi yang memungkinkan pengetahuan dan keterampilan dapat dikonstruksi oleh peserta didik. Selain itu, latihan memcahkan masalah seringkali dilakukan melalui belajar kelompok dengan menganalisis masalah dalam kehidupan sehari-hari dan&lt;br /&gt;(3) Peserta didik diharapkan selalu aktif dan dapat menemukan cara belajar yang sesuai bagi dirinya. Guru hanyalah berfungsi sebagai mediator, fasilitor, dan teman yang membuat situasi yang kondusif untuk terjadinya konstruksi pengetahuan pada diri peserta didik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Hakikat Pembelajaran Menurut Teori Belajar Konstruktivisme&lt;br /&gt;Sebagaimana telah dikemukakan bahwa menurut teori belajar konstruktivisme, pengertahuan tidak dapat dipindahkan begitu saja dari pikiran guru ke pikiran siswa. Artinya, bahwa siswa harus aktif secara mental membangun struktur pengetahuannya berdasarkan kematangan kognitif yang dimilikinya. Dengan kata lain, siswa tidak diharapkan sebagai botol-botol kecil yang siap diisi dengan berbagai ilmu pengetahuan sesuai dengan kehendak guru.&lt;br /&gt;Sehubungan dengan hal di atas, Tasker (1992: 30) mengemukakan tiga penekanan dalam teori belajar konstruktivisme sebagai berikut. Pertama adalah peran aktif siswa dalam mengkonstruksi pengetahuan secara bermakna. Kedua adalah pentingya membuat kaitan antara gagasan dalam pengkonstruksian secara bermakna. Ketiga adalah mengaitkan antara gagasan dengan informasi baru yang diterima.&lt;br /&gt;Wheatley (1991: 12) mendukung pendapat di atas dengan mengajukan dua prinsip utama dalam pembelajaran dengan teori belajar konstrukltivisme. Pertama, pengetahuan tidak dapat diperoleh secara pasif, tetapi secara aktif oleh struktur kognitif siswa. Kedua, fungsi kognisi bersifat adaptif dan membantu pengorganisasian melalui pengalaman nyata yang dimiliki anak.&lt;br /&gt;Kedua pengertian di atas menekankan bagaimana pentingnya keterlibatan anak secara aktif dalam proses pengaitan sejumlah gagasan dan pengkonstruksian ilmu pengetahuan melalui lingkungannya. Bahkan secara spesifik Hudoyo (1990: 4) mengatakan bahwa seseorang akan lebih mudah mempelajari sesuatu bila belajar itu didasari kepada apa yang telah diketahui orang lain. Oleh karena itu, untuk mempelajari suatu materi yang baru, pengalaman belajar yang lalu dari seseorang akan mempengaruhi terjadinya proses belajar tersebut.&lt;br /&gt;Selain penekanan dan tahap-tahap tertentu yang perlu diperhatikan dalam teori belajar konstruktivisme, Hanbury (1996: 3) mengemukakan sejumlah aspek dalam kaitannya dengan pembelajaran, yaitu &lt;br /&gt;(1) Siswa mengkonstruksi pengetahuan dengan cara mengintegrasikan ide yang mereka miliki,&lt;br /&gt; (2) Pembelajaran menjadi lebih bermakna karena siswa mengerti, (3) strategi siswa lebih bernilai, dan &lt;br /&gt;(4) Siswa mempunyai kesempatan untuk berdiskusi dan saling bertukar pengalaman dan ilmu pengetahuan dengan temannya.&lt;br /&gt;Dalam upaya mengimplementasikan teori belajar konstruktivisme, Tytler (1996: 20) mengajukan beberapa saran yang berkaitan dengan rancangan pembelajaran, sebagai berikut: &lt;br /&gt;(1) Memberi kesempatan kepada siswa untuk mengemukakan gagasannya dengan bahasa sendiri,&lt;br /&gt;(2) Memberi kesempatan kepada siswa untuk berfikir tentang pengalamannya sehingga menjadi lebih kreatif dan imajinatif, &lt;br /&gt;(3) Memberi kesempatan kepada siswa untuk mencoba gagasan baru, &lt;br /&gt;(4) Memberi pengalaman yang berhubungan dengan gagasan yang telah dimiliki siswa, &lt;br /&gt;(5) Mendorong siswa untuk memikirkan perubahan gagasan mereka, dan &lt;br /&gt;(6) Menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.&lt;br /&gt;Dari beberapa pandangan di atas, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran yang mengacu kepada teori belajar konstruktivisme lebih menfokuskan pada kesuksesan siswa dalam mengorganisasikan pengalaman mereka. Bukan kepatuhan siswa dalam refleksi atas apa yang telah diperintahkan dan dilakukan oleh guru. Dengan kata lain, siswa lebih diutamakan untuk mengkonstruksi sendiri pengetahuan mereka melalui asimilasi dan akomodasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB III&lt;br /&gt;KESIMPULAN&lt;br /&gt;TEORI BELAJAR KONSTRUKTIVISME&lt;br /&gt;A. Hakikat Anak Menurut Pandangan Teori Belajar Konstruktivisme&lt;br /&gt;Ada beberapa karekteristik yang berkaitan dengan anak dan lingkungan belajarnya menurut pandangan konstruktivisme, sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Siswa tidak dipandang sebagai sesuatu yang pasif melainkan memiliki tujuan&lt;br /&gt;2. Belajar mempertimbangkan seoptimal mungkin proses keterlibatan siswa&lt;br /&gt;3. Pengetahuan bukan sesuatu yang datang dari luar melainkan dikonstruksi secara personal&lt;br /&gt;4. Pembelajaran bukanlah transmisi pengetahuan, melainkan melibatkan pengaturan situasi kelas&lt;br /&gt;5. Kurikulum bukanlah sekedar dipelajari, melainkan seperangkat pembelajaran, materi, dan sumber.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Hakikat Pembelajaran Menurut Teori Belajar Konstruktivisme&lt;br /&gt;Di bawah ini adalah beberapa aspek yang berkaitan dengan pembelajaran, yaitu:&lt;br /&gt;1. Siswa mengkonstruksi pengetahuan dengan cara mengintegrasikan ide yang mereka miliki,&lt;br /&gt;2.  Pembelajaran menjadi lebih bermakna karena siswa mengerti, (3) strategi siswa lebih bernilai, dan &lt;br /&gt;3. Siswa mempunyai kesempatan untuk berdiskusi dan saling bertukar pengalaman dan ilmu pengetahuan dengan temannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam upaya mengimplementasikan teori belajar konstruktivisme, Tytler (1996: 20) mengajukan beberapa saran yang berkaitan dengan rancangan pembelajaran, sebagai berikut: &lt;br /&gt;(1) Memberi kesempatan kepada siswa untuk mengemukakan gagasannya dengan bahasa sendiri,&lt;br /&gt;(2) Memberi kesempatan kepada siswa untuk berfikir tentang pengalamannya sehingga menjadi lebih kreatif dan imajinatif, &lt;br /&gt;(3) Memberi kesempatan kepada siswa untuk mencoba gagasan baru, &lt;br /&gt;(4) Memberi pengalaman yang berhubungan dengan gagasan yang telah dimiliki siswa, &lt;br /&gt;(5) Mendorong siswa untuk memikirkan perubahan gagasan mereka, dan &lt;br /&gt;(6) Menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Budiningsih, Asri C. 2005. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta. &lt;br /&gt; Darsono, Max. 2001. Belajar dan Pembelajaran. Semarang: IKIP Semarang Press. &lt;br /&gt; http://www.freewebs.com/hijrahsaputra/catatan/TEORI%20BELAJAR%20DAN%20PEMBELAJARAN.htm &lt;br /&gt; Rumahbelajar psikologi.com&lt;br /&gt; Hall, Calvin S., &amp; Lindzey, Gardner (2000), Teori-Teori Holistik (Organismik-Fenomenologis), Dr. A. Supratiknya (ed.), Jogjakarta :Kanisius .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MAKALAH&lt;br /&gt;Ilmu ushul fiqih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makalah ini di Ajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah &lt;br /&gt;PENDIDIKAN AGAMA ISLAM  III&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dosen Pembina:&lt;br /&gt;MOH. MUHSIN GAZALI, S.Ag, M. Pd&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di susun oleh: &lt;br /&gt;SUKARYO&lt;br /&gt;KUSNIFATUN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UNIVERSITAS ISLAM MADURA (UIM)&lt;br /&gt;BETTET PAMEKASAN MADURA&lt;br /&gt;2009/2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KATA PENGANTAR &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulilla segala puji bagi Allah, tuhan semesta alam penguasa semua makhluk, Shalawat dan salamnya semoga mengalir deras kepada revolusioner islam Muhammad SAW. karena dengan rahmat dan ma’unahnya makalah ini yang berjudul USHUL FIQIH dapat  diselesaikan dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan terselesainya makalah ini diharapkan pada teman-teman mahasiswa di MIPA khususnya dapat mengetahui, mengenal, dan menghayati hal-hal yang berkaitan dengan tema yang diangkat dalam makalah ini dan kemudian diimplementasikan dalam dunia pendidikan dengan sebenar-benarnya untuk mencetak generasi agamis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, kami sadar bahwa makalah ini jauh dari kesempurnaan, dan diharapkan pula pada teman-teman dan dosen pembimbing khususnya utuk memberikan kritik dan saran konstruktif demi kesempurnaan makalah ini. Akhirnya ucapan terima kasih kami sampaikan kepada dosn Pembina dan teman-teman yang telah berpartisipasi menyelesaikan makalah ini. Hati selalu berharap, fikiran telah menggarap dan mulut selalu berucap Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi teman-teman mahasiswa dan masyarakat pada umumnya. Amin…!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pamekasan, 09 November 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR ISI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KATA PENGANTAR  1&lt;br /&gt;DAFRTAR ISI  2&lt;br /&gt;BAB I PENDAHULUAN  3&lt;br /&gt;1. Latar Belakang  3&lt;br /&gt;2. Permasalahan  4&lt;br /&gt;3. Batasan Masalah  4&lt;br /&gt;BAB II PEMBAHASAN ILMU USHUL FIQIH  5&lt;br /&gt;1. Definisi Ushul Fiqih  5&lt;br /&gt;BAB III HUKUM-HUKUM  7&lt;br /&gt;1. Al-Ahkam at-Taklifiyyah  7&lt;br /&gt;2. Al-Ahkam Al-Wadh'iyyah  8&lt;br /&gt;BAB IV KESIMPULAN  10&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA  11&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB I&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Latar Belakang&lt;br /&gt;Agama (Al-Dien) adalah ide murni, atau system ide dan kepercayaan yang bersifat Ilahiyah, berkenaan dengan ketaatan pada Tuhan, dan disampaikan kepada nabi-nabi. Dalam Islam, ide murni itu berbentuk wahyu yang termuat dalam al-Qur’an dan al-Sunnah. Ide ini tidak bisa diletakkan dalam konteks kemanusiaan. Berbeda dengan pemikiran agama (Islamologi) yang seluruhnya merupakan produk manusia dan sangat berkaitan dengan masyarakat. Konsep ini tidak bisa dipisahkan dari realitas tertentu dan sejarah masyarakat. Karena itu, Islamologi inilah gagasan ide Ilahiah yang dapat diletakkan dalam konteks kemanusiaan. Dengan kata lain, kita harus membedakan antara Agama dan pemikiran Agama
