Senin, 08 Februari 2010

Lingkar pena virus

Minggu. 27 Desember 2009
MAU KEMANA SIH, LOE?
Oleh: Edy_Virus

Suatu hari, misalnya ada orang Lalu berucap: “Mau kemana sih, loe?”, Gampang. kita jawab saja: “Gue mau ke kantor!”. Atau, “Gue mau ke kampus.” Bilang “ke rumah pacar” juga boleh. Satu pertanyaan menimbulkn banyak jawaban dan itu tidak dipersoalkan karena seseorng yang punya tujuan pasti bisa menjawbnya.
“Mau kemana sih, loe?”. Sesungguhnya, ini bukan sekedar pertanyaan tentang sebuah tindakan. Melainkan tentang misi hidup kita. Pendek kata, `Mau kemana sih, loe..’ mengingatkan kita bahwa Tuhan menciptakan manusia dengan suatu tujuan, dan dengan tujuan itu seseorang bisa menjalani hidup.

Penuntun Arah
Setiap manusia yang dilahirkan memiliki misi hidup masing-masing. Kita diajak untuk sadar tentang tujuan hidup kita itu. Sebab, tujuan hidup kita akan menentukan tindakan kita. Jika tujuan hidup kita baik; maka kita akan menjauhi tindakan-tindakan yang buruk. Tetapi, jika tujuan hidup kita buruk; ngapain kita buang-buang waktu untuk melakukan tindakan yang baik? Kalaupun kita melakukan kebaikan, maka itu bertujuan supaya kita bisa menutupi keburukan lain yang kita lakukan. Topeng. Karena, kebaikan kita pasti tidak didasari oleh niat baik. Mungkin kita hanya sekedar ingin dipuji orang. Mungkin kita hanya ingin agar orang memihak kepada kita.
Pendek kata, tujuan yang kita tentukan memberi arah kepada kita; atas jalan mana yang harus kita tempuh ketika kita berada disebuah persimpangan. Seorang bijak mengatakan “seseorang dengan tujuan yang jelas akan berada di jalan yang luas meskipun jalan itu sempit dan seseorang tanpa tujuan yang jelas akan ada di jalan yang sempit meskipun jalan itu luas.

Kekutan Jiwa
mempunyai tujuan mulia; maka kesulitan hidup macam apapun yang merintangi, pasti akan kita hadapi. Jadinya, kita tidak mudah menyerah. Karena kita tahu, meskipun sulit; tapi itu adalah jalan yang akan membawa kita menuju ke tempat yang kita tuju. Sedangkan, jalan lain – meskipun kelihatannya indah – bukan membawa kita ke tempat yang kita cita-citakan. Dengan begitu kita bisa menjadi pribadi yang tangguh.

Tujuan Hidup
Hemat saya, tujuan hidup itu tidak lebih dari bagaikan seekor cacing tanah yang kesana-kemari hanya untuk mencari kenyamanan semata karena sangat mustahil seseorang hidup dengan niat dan perbuatannya untuk hal yang tidak nyaman apalagi menyakitkan itu sangat lucu kan?, Jhon RG Jhopari, (1995 : 6) mengungkapkan; dalam konteks kemanusiaan, manusia dikenal sebagai makhluk yang senantiasa mengejar kehormatan bagi dirinya sendiri. Ia tidak rela direndahkan atau dihina, atau akan membiarkan dirinya diremehkan dan dianggap tidak berharga oleh orang lain. Semua orang memiliki nafsu dan keinginan yang kuat untuk dihargai, dihormati atau dimulyakan. Itulah sebabnya manusia akan senantiasa berupaya untuk meraih penghargaan, kehormatan dan kemuliaannya dalam segala hal dan dalam setiap kesempatan .














Rabu. 06.Januari.2010
REMAJA UNDERACHIEVER
Oleh: Mulimah

Underachiever adalah orang yang memiliki potensi tinggi, tapi prestasi yang mereka tampilkan berada di bawah potensi yang dimiliki.

A. Ciri-Ciri Prilaku Sosial Emosional Underachiever
1. Self esteem yang rendah, kurang merasa berharga untuk tampil diantara teman-teman atau keluarganya
2. Memiliki konsep diri yang tidak realistis, kadang merasa sebagai anak yang gagal atau tidak berguna
3. Menghindari komonikasi, resiko dan tidak berdaya, atau cenderung menunggu diajak orang lain
4. Pasif. Ia akan taat terhadap perintah hanya sekedar saja
5. Agresif dan suka memberontak
6. Menolak perintah atau intruksi dari tokoh otoritas (orang tua, guru dll)
7. Menyalahkan orang lain kalau ada masalah
8. Kurang konstruktif dalam kelompok
9. Tidak memiliki tokoh identifikasi dan teman dekat
10. Kurang fleksibel dan berkreatifitas rendah

B. Faktor-Faktor Underachiever
1. Situasi keluarga yang tidak stabil
2. Orang tua yang tidak realistis dalam menetapkan target dan memaksakan nilai-nilai tertentu pada anak
3. Orang tua tidak pernah memberi penghargaan pada prestasi anak sekecil apapun
4. Orang tua jarang berbagi ide, kepercayaan dan kasih sayang
5. Orang tua terlalu memanjakan dan melindungi anak sehingga tidak menumbuhkan rasa tanggung jawab pada diri anak
6. Penyebab eksternal: bersekolah di sekolah yang sangat tinggi standartnya hingga membuat kepercayaan diri anak turun karena ia jarang memiliki pengalaman keberhasilan
7. Perlakuan guru yang cenderung bertindak otoriter atau kurang memberi penghargaan bagi siswa
8. Salah pilih teman


























Pamekasan, 11 Januari 2010
PREDIKSI KIAMAT 2012, BENARKAH?
Oleh: Karyo
Kapan Kiamat......? Hanya Allah SWT Yang Maha Tahu. Kita hanya tahu lewat tanda-tanda akan datangnya hari Kiamat itu. Pada manuskrip peninggalan suku Maya yang tinggal di selatan Meksiko atau Guatemala yang dikenal menguasai ilmu Falak, disebutkan bahwa kiamat akan terjadi pada 21 Desember 2012. Disebutkan juga pada waktu itu akan muncul gelombang galaksi yang besar-besaran sehingga mengakibatkan terhentinya semua kegiatan di muka Bumi ini.
Ramalan akan adanya kiamat pada 2012 dari suku Maya sebenarnya belum diketahui dasar perhitungannya. Tetapi isu ini sudah menyebar luas lewat media Internet. Sebagai Muslim, saya hanya yakin bahwa Kiamat ada dan PASTI akan datang. Dan waktunya, kita tidak ada yang tahu, apalagi sampai menyebut tanggal..
Al Qur’an telah menjelaskan bahwa hari kiamat benar-benar akan terjadi. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan (mu) dengan Rabbmu.” (QS. Ar Ra’du: 2)
Tanda-tanda semakin dekatnya kiamat, sudah muncul semenjak diutusnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Di antara tandanya ada yang sudah terjadi. Seperti terbelahnya bulan di zaman Nabi (Lihat QS. Al Qamar: 1 dan HR. Bukhari no. 4864). Juga ada tanda yang akan bermunculan dan berulang hingga hari kiamat. Seperti keadaan banyak wanita yang berpakaian tetapi telanjang (pakaian ketat dan mengumbar aurat) (HR. Muslim no. 2128) dan munculnya beberapa orang yang mengaku sebagai Nabi (HR. Bukhari no. 3609 dan Muslim no. 157). Inilah berbagai kejadian yang menandakan semakin dekat hancurnya dunia. Manusia mungkin merasakan kiamat itu masih sangat lama. Namun itulah pemikiran dan pandangan manusia yang dangkal.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya oleh malaikat Jibril yang datang dalam wujud seorang Arab Badui, beliau ditanya mengenai kapan hari kiamat terjadi. Lantas beliau menjawab, “Orang yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya.” (HR. Bukhari no. 50 dan Muslim no. 9, 10)
Sungguh sangat mengherankan yang terjadi saat ini. Sebagian orang atau tukang ramal (yang sudah pasti suka berdusta), ada yang bisa memprediksi kapan terjadinya kiamat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri tidak mengetahui terjadinya hari kiamat, padahal beliau adalah orang yang paling dekat dengan Allah. Begitu pula malaikat Jibril selaku penyampai wahyu dari Allah juga tidak mengetahui kapan terjadinya hari kiamat. Jika Nabi yang paling mulia dan malaikat yang mulia saja tidak mengetahui tanggal, bulan atau tahun terjadinya hari kiamat, sudah sepantasnya orang selain keduanya tidak mengetahui hal tersebut.
Perlu ditegaskan pula bahwa waktu terjadinya hari kiamat termasuk perkara ghoib dan menjadi kekhususan Allah yang mengetahuinya. Sehingga sungguh sangat dusta jika beberapa paranormal (yang sebenarnya tidak normal) bisa menentukan waktu tersebut, baik Mama Laurent, suku Maya di Meksiko atau pun yang lainnya. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Manusia bertanya kepadamu tentang hari berbangkit. Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang hari berbangkit itu hanya di sisi Allah”. Dan tahukah kamu (hai Muhammad), boleh jadi hari berbangkit itu sudah dekat waktunya.” (QS. Al Ahzab: 63). Ayat ini dengan sangat jelas menunjukkan bahwa tidak satu pun makhluk yang mengetahui kapan terjadinya hari kiamat, tidak ada yang mengetahui waktunya selain Allah Ta’ala. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun tidak mengetahui karena waktu tersebut termasuk di antara mafaatihul ghoib (kunci-kunci ilmu ghoib) yang hanya Allah saja yang mengetahuinya. (Lihat QS. Luqman: 34)




Sabtu-16-01-10
LEBIH PENTING MANA PENDIDIKAN DAN UANG?
Oleh: Abd Waris

Kalau kita harus menentukan mana yang lebih penting dalam hidup kita. Tentu kita akan merasa bingung, Karena ke dua-duanya sangat penting dalam hidup kita, dalam pendidikan uang sangatlah dibutuhkan, sedikit banyak kita harus mempunyai uang untuk membayar adminitrasi sekolah, atau kebutuhan-kebutuhan kita untuk masuk sekolah seperti contoh seragam sekolah, buku, tas dll. Kita mendapatkan itu semua harus dengan uang. Maka uang sangatlah penting dalam pendidiakan. Begitu juga dengan uang kita akan sulit medapatkan uang kalau kita tidak berpendidikan, memang bisa cari uang tanpa harus berpendidikan. Tapi, tidak semudah orang yang berpendidian. Makanya keduanya sangatlah berkaitan dalam kehidupan kita.

Sekalipun ditetapkan dalam UUD bahwa Negara mempunyai tanggung jawab besar dalam Pendidikan, tetapi kalau keuangan Negara kurang kuat maka akan sukar sekali membangun Pendidikan yang diperlukan. Sekarang telah ditetapkan bahwa 20% APBN disediakan untuk Pendidikan. Namun selama keuangan Negara lemah jumlah APBN juga tidak banyak, sehingga 20% APBN bukan jumlah uang yang banyak. Kalau dengan Dana yang relatif sedikit itu harus dibiayai seluruh kegiatan Pendidikan, khususnya Sistem Sekolah dari mulai Pendidikian Dasar sampai Pendidikan Tinggi, tidak mungkin ada dana yang memadai bagi pelaksanaan Pendidikan Bermutu. Akibatnya Indonesia menjadi lemah di semua tingkatan karena Pendidikan harus bermutu. Sebab itu selama Indonesia belum mencapai tingkat kesejahteraan yang tinggi sukar diharapkan ada pemasukan negara yang tinggi sehingga anggaran pendidikan juga relatif rendah. Jelas tetap berlaku bahwa hanya dengan Rakyat Sejahtera Negara Kuat. Orang yang tidak suka dan menolak peran Uang dalam Pendidikan sering mengatakan bahwa kehadiran Uang belum tentu menghasilkan Pendidikan yang baik. Pendapat itu benar karena kehadiran Uang belum dengan sendirinya menghadirkan Pendidik dan Alat Didik yang baik. Sekalipun hal itu benar, tetapi yang lebih sulit adalah membangun Pendidikan tanpa tersedianya Uang dan Dana yang memadai.































MITOS
Oleh: Holifur Rohman
PERCAYA GAK SIH LHO?
Kalau kita membaca historis tentang metos(anggapan sekelompok masyarakat yang tidak ada dasarnya) maka disana banyak sekali keeksotisan yang kita jumpai seakan-akan kita terpancing dengan keapsahan mereka, banyak orang termotivasi bahkan sampai tertanam dibenak meraka tidak akn sampai menghilangkan yang namanya mitos itu sendiri.namun kalau kita fikir secara mendalam ada benarnya juga orang dulu meng interpretasikannya, seperti halnya orang kalau makan ikan terlalu banyak mengakibatkan bodoh.saya piker itu benar karna ikan juga mendoakan terhadap kita khususnya bagi orang yang mencari ilmu,logikanya kalau ikannya sudah dimakan oleh manusia maka akan berkurang mahluk Allah yang mendoakan kita.
tapi tidak sedikit kekeliruannya orang dulu menafsirkannya seperti halnya kalau orang berpayung dibawahnya atap bisa mengakibatkan orang tersebut cepat mati.contoh yang seperti ini menurut logika tidak rasional / tidak masuk akal apalagi menurut konsep agama tidak ada yang menerangkan tentang itu.
.dan masih banyak lagi penemuan orang dulu yang menurut kita tidak logis.dan yang terakhir yang menjadi pertanyaan saya;
PERCAYA GAK SIH LHO ?
Pamekasan 24 Januari 2010




























Pamekasan 26,01,2010

KEKUATAN DO’A
Oeh ; I’im

Dalam islam do’a dikatakan sebagai otak ibadah. Artinya, tidak ada ritual ibadah dalam islam yang terlepas dari unsur doa. Shalat mislnya,sejak takbir hingga salam, semua lafal yang dilafalkan adalah doa, yang divisualisasikan dal;am bentuk gerakan shalat.
Sebagai otak ibadah, doa memiliki perran sentral menciptakan ketenangan batin dan keharmonisan jiwa. Aspek inilah yang kemudian membentuk mental seorang muslim kepribadian tangguh, siap dan konsisten mewujudkan mini sebagai hamba allah SWT dan halifahnya di bumi
Dengan doa,seorang muslim juga akan meninai kesuksesan dalam berbagai usaha yang di lakukan. Karena doa sejatinya mengandung sebentuk motivasi yang melecut semangat dalam diri seorang muslim. Selain itu,doa juga selalu semangat dan optimisme seorang muslim untuk menghadapi kenyataan hidup yang penuh warna dan dinamika
Tangga doa, segala usaha yang kita lakukan, bisa jadi akan gagal, atau bahkan kontra produktif karena itu, keselarasan antara doa dan usaha manakala kita berharap kesuksesan dan nilai tambah (barokah) dari usaha kita.
Secara sederhana, doa bias dimaknai sebagai salah satu sarana komonikasi yang paling mudah dilakukan hamba dengan tuhannya, sebab doa merupakan refleksi pengakuan yang jujur seorang hamba atas kesalahan dirinya, seperti pengakuan, la haula wala quwwata illa billahil’aliyyil ‘azhim, (tidak ada daya selain kekuatan kecuali milik Allah yang maha tinggi dan agung).
Dalam Al-Quran, Allah bahkan memerintahkan para hambanya untuk selalu berdoa kepadanya, dan tuhanmu berfirman, “berdoalah kepada-kuniscaya akan aku perkenankan bagimu. (Qs. Al-mu’min;40:60)
Firman ini menyiratkan bahwa Allah akan mengabulkan semua do’a yang sampaikan seorang hamba,epanjamg doa itu tidak bertentangan dengan syariat....... dan Allah akan menjerumuskan habamya yang enggan berdoa ke dalam api neraka
Seorang hamba yang malas berdo’a, pada hakikatnya dia telah memutus ikatan batin dirinya dengan tuhan. Kerena itu, penting menyadari urgensi do’a terutama sebagai kalan terbaik meraih cinta allah SWT. Seorang hamba yang sudah merasakan nikmatnya do’a, maka ia akan senantiasa istiqomah berdo’a. kisah sayidina ali ibn abi thalib ra yang termasuk salah seorang kholifah yang benar-benar menjiwai makna do’a bisa dijadikan cermin.
Setiap kali ber do’a, ia selalu berupaya meluruskan kehambaannya di hadapn allah. Dengan khusuk dan ikhlas. Hatinya lebur menyatu dengan allah. Sebagao hadiah, allah menganugrahinya kecerdasan dan hikmah dalam keluasan ilmu dan ketawaddunnya.
“ana abdu man allmni harfan wahidan” (aku adalah hamba yang mengjariku satu huruf), tegasnya suatu ketika. Ia meneladankan bahwa seseorang yang istiqomah ber do’a hatinya akan tawaddu’ dan tidak angkuh.
Bagi seorang muslim do’a merupakan senjata yang kan membentengi dari ancaman musuh. Terutama musuh yang tidak nampak, seperti hawa nafsu, kegelisahan hati, kesombongan, dan sikap-sikap tidak terpuji lainnya. Karena itulah setiap muslim diperintahkan untuk senantiasa mengasah ketajaman do’a.
Cara yang paling ampuh melakukannya adalah membuat hati kita terus tersambung kepada allah. Salah satunya dengan konsisten menjalankan segala perintahnya dan menjahui segala larangannya.
Terakhir, dalam berdo’a hendaknya dibarengi dengan keihlasan, ihlas artinya menyadari seluruh makna do’a yang kita lafalkan dan berusaha khusuk membackannya. Dengan begitu insya allah dia akan segera mangabulkan setiap do’a kita.










Pameksan 27,01.2010

PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF POLITIK
By: Sucipno MS

Menurut Paulo Freire masalh pendidikan tidak mungkin dilepaskan dari masalah sosio poltik, karena bagaimanapun kebijakan politik sangat menentukan arah pembinaan dan pengembangan pendidikan, maka dalam konteks demokrasi dan desentralisasi di indonesia peran politik (eksekutif dan legislatif) begitu besar sehingga ranah politik dan kekuasaan mampu menjadi wahana espektasi public akan sebuah sistem pendidikan yang mencerahkan.

Paulo Freire dalam beberapa kalangan sering disebut sebagai salah satu tokoh liberalisme pendidikan yang kemudian telah mengarang buku yang diberi judul ”The Politic Of Education” yang berisi tentang diskripsi betapa pentingnya politik pendidikan untuk menentukan kinerja suatu Negara dan isi dari buku itu juga melukiskan persoalan menyangkut pemberantasan buta huruf, pemeran guru, humanisasi pendidikan dan sebaginya yang tidak terlepas dari politik pendidikan.

Meskipun materi tentang politik pendidikan cukup konkrit tidak mungkin bisa mencapai apa yang diharapkan karena tergantung pada kinerja politik itu sendiri sehingg muncullah statement bahwa Negara yang politik pendidikannya buruk, kinerja pendidikannya pun juga buruk, dan sebaliknya, Negara yang politik pendidikannya bagus, kinerja pendidikannya pun juga bagus.

Yang menjadi persoalan kali ini adalah bagaimana politik cukup mengelitik untuk diklasifikasi, kalau kita ingin mengatakan politik pendidikan buruk setidaknya kita dapat menyatakan bahwa politik pendidikan di Negara kita belum sepenuhnya positif. Indikasinya tidak sulit, komitment yang rendah, bersarnya anggaran yang tidak memadai manajement pendidikan yang lemah dan sebaginya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar