Selasa, 20 April 2010

STRATEGI PEMBELAJARAN DAN PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH

STRATEGI PEMBELAJARAN
DAN
PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH

Artikel ini diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliyah
MPDP Hadis dan Ilmu Hadist

Dosen Pembina:
Lutfi M.Pd.i










Disusun Oleh:
Ach Sa’idi Tamin
Mahfudz



Fakultas Agama Islam (FAI)
Universitas Islam Madura (UIM)
Bettet Pamekasan Madura
2010




STRATEGI PEMBELAJARAN
DAN
PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH

Belajar pada hakikatnya merupakan kegiatan yang dilakukan secara sadar untuk menghasilkan suatu perubahan, keterampilan, sikap dan nilai-nilai. Manusia tanpa belajar akn mengalami kesulitan dalam beradaptasi dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan tekhnologi yang tidak lain juga merupakan produk kegiatan berfikir manusia-manusia pendahulunya. Untuk mencapai semua tujuan dalam hidup apalagi dalam dunia pendidikan manusia memerlukan cara/strategi-strategi dalam mewujudkan tujuan tersebut.

A. Strategi Pembelajaran
Pada mulanya istilah strategi digunakan dalam dunia militer yang diartikan sebagi cara penggunaan seluruh kekuatan militer untuk memenangkan suatu peperangan. Seseorang yang berperan dalam mengatur strategi untuk memenangkan peperangan sebelum melakukan suatu tindakan ia akan menimbang bagaimana kekuatan pasukan yang dimilikinya baik dilihat dari kuantitas maupun kualitas, misalnya kemampuan setiap personal, jumlaj dan kekuatan persenjataan, motivasi pasukannya dan lain sebagainya. Selanjutnya, ia juga akan mengumpulkan informasi tentang kekuatan lawan, setelah semuanya diketahui, baru kemudian ia akan menyusun tindakan apa yang harus dilakukannya, baik tentang siasat peperangan, maupun waktu yang pas untuk melakukan suatu serangan dan lain sebagainya. Dengan demikian dalam menyusun strategi perlu memperhitungkan berbagai factor, baik ke dalam maupun ke luar.
Dari ilustrasi tersebut dapat kit simpulkan, bahwa strategi digunakan untuk memperoleh kesuksesan atau keberhasilan dalam mencapai tujuan.

Dalam dunia pendidikan strategi diartikan sebagai “a plan, method, or series of activities designed to achieves a particular educational goal” (J.R. David, 1976). Jadi dengan demikian strategi pembelajaran dapat diartikan sebagai suatu perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.

Ada dua hal yang patut kita cermati dari pengertian di atas: Pertama, strategi pembelajaran merupakan rancangan tindakan (rangkaian kegiatan) termasuk rancangan penggunaan metode dan pemanfaatan berbagai sumber daya/kekuatan dalam pembelajaran. Kedua, strategi disusun untuk mencapai tujuan tertentu. Artinya arah dari semua keputusan penyusunan strategi adalah pencapaian tujuan.




Di bawah ini adalah beberapa jenis strategi pembelajaran:
1. Strategi Pembelajaran Ekspositori (SPE)
Strategi pembelajaran ekspositori adalah strategi pembelajaran yang menekankan kepada proses penyampaian materi secara verbal dari seorang guru kepada sekelompok siswa dengan maksud agar siswa dapat menguasai materi pelajaran secara optimal. Roy Killen (1998) menamakan strategi ekspositori ini dengan istilah strategi pembelajaran langsung (direct insruction), karena dalam strategi ini materi pelajaran disampaikan langsung oleh guru, siswa tidak dituntut menemukan materi itu.

2. Strategi Pembelajaran Inkuiri (SPI)
Strtegi pembelajaran inkuiri (SPI) adalah rangkaian kegiatan pembelajaran yang menekankan pada proses berfikir secara kritis dan analitis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban yang sudah pasti dari suatu masalah yang dipertanyakan. Proses berfikir itu sendiri biasanya dilakukan melalui dengan Tanya jawab antara guru dan siswa. Strategi pembelajaran ini sering juga dinamakan strategi heuristic, yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu heuriskein yang berarti saya menemukan.

Ada beberapa hal yang menjadi ciri utama strategi pembelajaran inkuiri. Pertama, strategi inkuiri menekankan kepada aktivitas siswa secara maksimal untuk mencari dan menemukan, artinya strategi inkuiri menempatkan siswa sebagai subjek belajar. Kedua, seluruh aktivitas yang dilakukan siswa diarahkan untuk mencari dan menemukan jawaban sendiri yang sifatnya sudah pasti dari sesuatu yang dipertanyakan, sehingga diharapkan dapat menumbuhkan sikap percaya diri (self belief). Ketiga, tujuan dari penggunaan strategi pembelajaran inkuiri adalah mengembangkan kemampuan berfikir secara sistematis, logis dan kritis atau mengembangkan kemampuan intelektual sebagai bagian dari proses mental.

3. Strategi Pembelajaran Kooperatif (SPK)
Pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran dengan menggunakan system pengelompokan/tim kecil, yaitu dengan empat sampai enam orang yang mempunyai latar belakang kemampuan akademis, jenis kelamin, ras atau suku yang berbeda. Sistem penilaian dilakukan terhadap kelompok, setiap kelompok akan memperoleh penghargaan jika mampu menunjukkan prestasi yang dipersyaratkan. Dengan demikian, setiap anggota kelompok akan memiliki ketergantungan positif. Keteergantungan inilah yang selanjutnya akan memunculkan tanggung jawab individu terhadap kelompok dan saling membantu serta memiliki motivasi untuk keberhasilan kelompok.



Slavin mengemukakan dua pendapat mengenai SPK ini. Pertama, beberapa hasil penelitian membuktikan bahwa penggunaan SPK dapat meningkatkan prestasi belajar siswa sekaligus dapat meningkatakan kemampuan hubungan sosial, menumbuhkan sikap menerima kekurangan diri dan orang lain serta dapat meningkatkan harga diri. Kedua, SPK dapat merealisasikan kebutuhan siswa dalam belajar berfikir, memecahkan masalah dan mengintegrasikan pengetahuan dengan keterampilan. Dari dua alasan tersebut, maka SPK merupakan bentuk pembelajaran yang dapat memperbaiki sistem pembelajaran yang selama ini memiliki kelemahan.

B. Pendekatan Pemecahan Masalah
Pendekatan merupakan terjemahan dan kata “approach”, dalm bahasa ingris diartikan dengan come near (menghampiri), go to (jalan ke) dan way path dengan arti (jalan) dalam pengertian ini dapat dikatakan bahwa approach adalah cara menghampiri atau mendatangi sesuatu. Jadi, Pendekatan Pemecahan Masalah adalah cara menghampiri atau mendatangi sesuatu dalam memecahkan sebuah permasalahan/problem. HM. Chabib Thaha, mendefinisikan pendekatan adalah cara pemprosesan subjek atas objek untuk mencapai tujuan. Pendekatan juga bisa berarti cara pandang terhadap sebuah objek persoalan dimana cara pandang itu adalah cara pandang dalam konteks yang lebih luas. Di bawah ini adalah beberapa pendekatan yang dapat digunakan dalam pemecahan masalah:
1. Pendekatan Pengalaman
Pendekatan pengalaman yaitu pemberian pengalaman keagamaan kepada peserta didik dalam rangka penanaman nilai-nilai keadamaan baik secara individual maupun kelompok.

2. Pendekatan Pembiasaan
Pendekatan pembiasaan adalah suatu tingkah laku tertentu yang sifatnya otomatis tanpa direncanakan terlebih dahulu dan berlaku begitu saja tanpa dipikirkan lagi

3. Pendekatan Emosional
Pendekatan emosional ialah usaha untuk menggugah perasaan dan emosi peserta didik dalam meyakini permasalahan serta dapat merasakan mana yang baik dan mana yang buruk.

4. Pendekatan Rasional
Pendekatan rasional adalah suatu pendekatan mempergunakan rasio (akal) dalam memahami dan menerima permasalahan.

5. Pendekatan Fungsional
Pendekatan fungsional adalah usaha memberikan materi pelajaran dan menekankan kepada segi kemanfaatan bagi peserta didik dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan tingak perkembangannya.
6. Pendekatan Keteladanan
Adalah memperlihatkan keteladanan, baik yang berlangsung melalui penciptaan kondisi pergaulan yang akrab antara personal sekolah, prilaku pendidikan dan tenaga pendidikan lain yang mencerminkan ahklak terpuji, maupun yang tidak langsung melalui suguhan ilustrasi berupa kisah-kisah keteladanan.
Keteladanan pendidik terhadap peserta didik merupakan kunci keberhasilan dalam mempersiapkan dan membentuk moral spiritual dan social anak.

































REFERENSI

 Uno Hamzah B., Model Pembelajaran Menciptakan Proses Belajar Mengajar Yang Kreatif Dan Efektif, (Jakarta, Bumi Aksara, 2007)
 Uno Hamzah B, Teori Belajar Dan Pembelajaran, (Gorontalu, Nurul Jannah 1997)
 Sanjaya Wina, Kurikulum Dan Pembelajaran Teori Dan Praktek Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP),(Jakarta, Kencana, 2008)
 H. Rahmayulis, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta, Kalam Mulya, 2002)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar